Jumat, 09 Desember 2016

Pertarungan Pekanbaru-Medan PP: Putra Pelangi vs Medan Jaya

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.



Postingan ini dan berikutnya saya akan ceritakan mengenai perjalanan atau biar keren, touring tektok, menuju Ibukota provinsi paling barat Indonesia yang sekaligus isi terminalnya didominasi bus-bus mewah nan mahal. Udah pada tau kan?. Touring ini berawal dari sedikit rasa penat dengan aktivitas dan udah setengah tahun lebih gak naik bus bagus, serta emang pengen banget touring ke kota tersebut lagi.


Part 1: PUTRA PELANGI PERKASA

Saya memulai perjalanan dari kota Pekanbaru dengan banyak pilihan armada yang juga buat saya bingung mau naikin yang mana. Sekitar 2 atau 3 hari sebelum keberangkatan, ada kabar kalau awal Desember Sempati Star sudah jalan ke Pekanbaru. Saya tanyakan ke kantor pusat Medan, tetapi mulai jalan perdana dari Pekanbaru sekitar 2-3 hari setelah tiba di Pekanbaru.
Hari keberangkatan, tepatnya setelah solat Jumat, saya ke loket Putra Pelangi untuk beli tiket tujuan Medan dengan bus dari Padang. Loh kok? Biar hemat dan berangkatnya pun lumayan akhir, jam 8, lagi pula lumayan lah 38 seat dapet 1626, udah hampir 2 tahun juga gak naik 1626.
Namun sayang, armada Padang tidak berangkat dan hanya tersedia si Jetliner tronton, kebetulan yang jalan si 7543 “Baho Do Au”. Tengok loket RAPI pun yang jalan si Bracha, Scania K360 bodi Jetliner, makin bingung lah. Akhirnya diputuskan naik Jetliner 2542 lagi. Dikasih harga 250rb, mungkin karena orang loketnya liat tampang saya yang kere kali ya hahaha.
Untuk armada Medan-B.Aceh PP saya putuskan naik Patas 1836. Sementara, untuk Medan-Pekabaru saya mengincar Medan Jaya Scania K360.

--- SKIP ---
Jumat, 2 Desember 2016
19:20 saya tiba di terminal AKAP BRPS sebagai penumpang terakhir yang ditunggu-tunggu 7543 dan langsung berangkat menuju Medan dan sekitarnya. 



20:35 Minas. Performa 7543 menurut saya lebih baik dibandingkan 7544 yang waktu itu saya naiki. Drivernya lebih berani.
21:23 melewati Polsek Kandis, kab.Siak. 
22:50 menepi di loket PPP, Duri.
23:08 di overtake RAPI Scania K360 dan sempat kejar-kejaran dengan RAPI dan Intra SE 1526 Skyliner
01:15 Bagan Batu. Di Bagan Batu sempat dihadang pemuda yang sepertinya ingin minta uang ke 7543 karena menaikkan sewa. Padahal 7543 gak ada naikin sewa di Bagan Batu, kalo turunin sewa ada. Driver pun sempat adu mulut dengan para pemuda. Akhirnya para pemuda mengalah dan 7543 kembali melanjutkan perjalanan.
02:08 Kota Pinang.
05:35 masuk Kisaran. Di Kisaran, penumpang sebelah saya turun dan 2 seat saya bisa kuasai sendiri.
07:27 masuk terminal Tebing Tinggi.
07:48 Simpang Berdagai, Sei Rampah, kab.Serdang Berdagai.
08:20 Pasar Bengkel, Perbaungan. Mulai perbaungan sampai Medan jalan mulai ramai.
08:34 masuk Deli Serdang
08:44 melewati terminal Lubuk Pakam. Isi terminal banyak diisi Trans Mebidang, Hino RK8 bodi Discovery.
09:08 melewati Polda Sumatera Utara.
09:15 akhirnya saya putuskan untuk turun di loket PPP, Jl.Sisingamangaraja, Medan.

--- Detail Bus ---

Bus: Putra Pelangi (PT Putra Pelangi Perkasa)
Plat nomer: BL 7543 AA “Baho Do Au”
Kelas: Double VIP / Executive
Jurusan: Pekanbaru – Medan
Tarif: 250.000 (Aslinya 270.000)
Nomer kursi: 11 (3C)
Jumlah Kursi: 38 + 2
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes-Benz OC 500 RF 2542
Bodi: Jetliner (karoseri Rahayu Santosa)
Fasilitas: AC, audio, toilet, bantal, selimut, WiFi, leg rest, smoking room
Waktu Tempuh: ±13 jam dan 55 menit

--- Penilaian ---

(+) WiFi nyala.
(+) Gak mampir rumah makan. Jadinya lebih cepat

(-) Kru kurang ramah.
(-) WiFi nyala tapi lemot bahkan gak jalan. Mungkin kuota habis.
(-) Colokan listrik gak nyala.
(-) Jarak antar seat buat saya agak sempit. Gak bisa selonjor.
(-) Tarif paling mahal tapi gak dapet snack.

PERHATIAN!!! Sebelum membaca part 2, ada baiknya membaca etape touring Medan - Banda Aceh PP

Part 2: MEDAN JAYA

Sampai di loket PPP, Jl.SM Raja saya langsung melipir ke loket Medan Jaya yang hanya di pisahkan oleh show room mobil. Saya langsung pesan tiket dan alangkah terkejutnya saya ternyata untuk tanggal 5 Desember, jatahnya bukan Scania tapi 1526 Jetbus. Scania jalan dari Medan tanggal genap. Aduh, naik Mercy kelas rendah ini. Sempat pikir juga naik RAPI, tapi bukan jatahnya Scania untuk tanggal 5. Makmur 1836 pun kemalaman berangkatnya, jam 9. PPP tronton? Jatahnya 7544, dan bosen! Ya udah lah, akhirnya naik MJ aja. Hitung-hitung coba naik Medan Jaya untuk pertama kali.
--- SKIP ---
Senin, 5 Desember 2016
Setelah berkutat dengan kemacetan kota Medan, akhirnya saya tiba di loket Medan Jaya di jalan SM Raja. Langsung cek in dan ga ada dikasih nomer plat bus hahaha. Setelah itu saya menunaikan solat (dijamak) dan makan. Selesai makan dan hendak balik ke loket, tiba-tiba lewat PPP Jetliner. Saya dibuat bingun dengan stiker SUPER VIP di kaca atas yang di mana stiket tersebut milik 7543, setelah saya lihat kaca belakang, benar saja ada stiker kuning BAHO DO AU. Wah ternyata perkiraan meleset, si 7543 perpal di Medan.
19:17 masuk Medan Jaya Jetbus 1526 AirS rute Medan-Pekanbaru kelas 28 seat. Ternyata Jetbus yang MB seatnya beludru. Masuk ke dalam kabin dan duduk di seat buatan Aldilla langsung terasa beda dengan seat buatan Rimba Kencana. Masih lebih enak Rimba Kencana karena bentuk seat yang sesuai dengan badan untuk duduk istirahat untuk perjalanan berjam-jam. Parahnya lagi leg rest rusak. Lagipula gak akan dipake juga, leg room untuk hot seatya sempit, kaya Pusaka 7723 kemaren.
19:24 start loket Medan Jaya jalan Sisingamangaraja. Sebelum berangkat, ada himbauan dari petugas loket agar menjaga barang pribadi dan jika memiliki narkoba harap ditinggal biar gak nyusahin. Hmmm....bagus juga. Good Job, MJ! Dibagiin snack juga. Isinya wafer Richeese dan satu Aqua gelas. Lumayan lah, daripada sebelumnya, tiket paling mahal tapi gak dapet snack hahaha.
 20:30 melewati PTPN IV Unit Usaha Adolina, Perbaungan, Serdang Berdagai.
20:44 melewati pasar Bengkel, Perbaungan.
22:56 saya terbangun dan posisi bus lagi menepi di luar terminal Sei Berjangkar, kabupaten Batubara. Karena lelah ngetrip PKU-BNA, saya lebih banyak tidur.
03:25 Bagan Batu.
04:23 melewati Polsek Rokan Hilir.
05:35 melewati Plasa Telkom, Duri.
06:42 – 07:09 masuk RM Bambu Kuning, Kandis bersama Medan Jaya ekonomi nopin 92 bodi buatan Cipta Karya. Di rumah makan saya cuma foto-foto aja. Lepas rumah makan, drivernya aneh, kadang ngebut kadang nyantai. Yang unik, lampu sein gak bisa ngedip HAHAHA. Jadi dikedipinnya secara manual. Lepas RM Bambu Kuning dan lewatin RM Tuah Sakato, ternyata gak ada PPP 7543 'Baho Do Au', cuma ada PMTOH. Dan ternyata Sempati Star singgahnya di Tuah Sakato, ada spanduknya.
 08:26 melewati Polsek Rumbai
08:43 masuk loket jalan Riau Ujung. Lokasinya jauh bener, bagi saya mah antah-berantah, gak ada akses angkutan umum ke loketnya.
08:58 akhirnya tiba kembali di tanah rantau. Saya turun di terminal BRPS dilanjut TMP koridor 06 dan 03 (pakai bus baru, si RK biru dari Dishub). Perjalanan menuju kost melewati loket PPP dan belum tampak si PPP Baho Do Au, mungkin udah di cuciannya Makmur. Lewat cucian makmur ternyata gak ada bus sama sekali. Wah masa iya si PPP 7543 Baho Do Au ketinggalan jauh.

--- Detail Bus ---

Bus: Medan Jaya (PT Medan Jaya Simalem)
Plat nomer: BK 7872 DO
Kelas: Executive 28 Seat
Jurusan: Medan - Pekanbaru
Tarif: 240.000
Nomer kursi: 1
Jumlah Kursi: 28
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes-Benz OH 1526 + Air Suspension
Bodi: Jetbus HD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut, snack, leg rest, smoking room
Waktu Tempuh: ±13 jam dan 41 menit


--- Penilaian ---

(+) Dapat snack
(+) Ada pengumuman/wanti-wanti dari petugas loket untuk jaga barang bawaan dan kalo ada sabu/ganja, mohon ditinggalkan biar gak nyusahin.

(-) Kru kurang ramah.
(-) Leg rest rusak.
(-) Hot seat lebih sempit dari seat belakang
(-) Drivernya aneh. Kadang ngebut, kadang lambat.
(-) AC kurang dingin
(-) Bodinya banyak gemlodak
(-) Air Suspension dari Adi Putro udah kurang nyaman. Serasa pake leafspring tapi lebih mentul-mentul dan gak ada kriyet.

Selasa, 27 September 2016

Naik LV 150 lagi

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Hari libur kuliah telah berakhir (udah lama sih) dan itu artinya saya harus kembali ke Pekanbaru. Kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya menuju Pekanbaru, armada/bus yang saya naiki sama seperti sebelumnya. Yap, Lorena dengan kode roster LV 150. Kenapa Lorena lagi? Simple, masih penasaran dengan OH 1526 Skyliner atau Jetbus2. Sempat terpikir juga untuk naik SAN yang baru keluarin Scania K360 Opticruise berbodi Legacy SR-2 untuk line Pekanbaru-Solo, tapi ya gitu, jam keberangkatannya terlalu pagi (jam 10). Mau naik Medan Jaya pun berangkatnya siang, kalo PPP armadanya kuler dengan bodi rombakan. Pokoknya udah mantap naik Lorena walau dengan armadanya yang rollingan alias gak pasti.

Tanggal 15 September beli tiket di Kantor Cabang (KC) Lorena di Cikokol, Tangerang. Dapatlah seat 1D dengan tarif 460.000 untuk tanggal 17 September. Jam keberangkatan gak pasti, saya ditelpon saat bus telah berangkat dari Rawamangun.


Sabtu, 17 September 2016

Sekitar jam setengah empat sore dapat telpon dari KC Lorena kalau keberangkatan LV 150 pada malam sekitar jam 7an karena bus putar-putar dulu dari Tajur (Bogor) ke pool/depo Lorena di RA Kartini, lalu ke Rawamangun, lanjut Kalideres, baru Cikokol. Good News, jadi bisa sedikit santai. Itu lah enaknya Lorena Sumateraan, berangkatnya paling terakhir.

18:02 baru selesai makan udah ditelpon KC Lorena kalo bus udah jalan dari Kalideres. Gerak dipercepat.
±19:00 tiba di KC Lorena Cikokol dan untungnya bus belum datang. Sempatkan dulu ke Ind*mar*t untuk beli amunisi, lalu izin untuk solat isya dulu. Eh pas jalan ke musholla dipanggil karna bus udah datang. Perasaan kecewa pun datang karena terlihat bukan livery yang dipakai Skyliner atau JB2. Yap, saya dapat bodi Celcius, untungnya pakai 1526. Semoga saja kekecewaan terobati.


foto diambil di KC Lorena, Jambi

19:20 bus berangkat dari KC Cikokol dengan kondisi penumpang belum penuh. Berjalan pelan menuju tol karena kepadatan malam hari kota Tangerang.
19:40 Gerbang Tol Cikupa. Bus tidak terlalu dibawa kencang, kecepatan pun cukup konstan di angka 80kpj. Jalanan saat itu cukup ramai karena banyak truk besar.
20:33 Gardu Tol Merak.
20:41 - 20:50 berhenti di agen Lorena merak untuk kontrol.
20:57 antri di dermaga 1 pelabuhan Merak bersama Kramat Djati kuler.
21:03 masuk KM BSP 1 bersama Kramat Djati 1521 Jetbus MP, ALS nopin 319 bodi dari Cipta Karya, si kecil IMI, dan LV 236 prod.263.

±21:33 kapal jalan. Saya memilih untuk masuk ke ruang AC yang ada sofanya walau harus bayar 15.000, lumayan lah untuk rebahan.
±23:40  kapal sandar di pelabuhan Bakauheni. Turun dari dek menuju bus, terlihat LV236 p.263 Jetbus2 OH 1525 (kayanya) sedang diperbaiki.
23:46 keluar kapal meninggalkan driver kedua yang sedang ikut memperbaiki LV236 walau nantinya menepi di samping dermaga untuk menunggu sang driver.


Minggu, 18 September 2016

00:27 - 01:03 istirahat di RM Siang Malam, Kalianda bersama LV233 p.322 Skyliner 1526, Damri 4752 AP Old Setra, Damri 4935 Royal Class biru, LV171 p.324 dan LV236. Di sini saya solat isya dan mencoba makan bakso di sisi kanan bangunan utama RM Siang Malam. Harganya 15.000 dan rasanya lumayan walau isinya gak banyak plus akuwa gelas 1000.
Trio Lorena MB 1526 bodi dari Rahayu Santosa

02:10 - 02:20 kontrol di KC Lorena Kalibalok.
02:30 masuk terminal Rajabasa, Bandar Lampung. Setelah itu saya banyak tidur.
06:12 masuk propinsi Sumatera Selatan.
07:46 - 08:36 istirahat di RM Pagi Sore, Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir bersama Kramat Djati, LV232 p.273 (Bdg-Pku), Pahala Kencana Bandung, dan Putra Pelangi. Saya sempatkan untuk cuci muka dulu lalu makan. Makanan dijajarkan dan terlihat cumi asam pedas, berhubung saya lapar saya langsung ambil cumi tersebut dan tidak peduli biaya makan yang pasti mahal. Benar saya total biaya makan 46.000. Nasi 8000, cumi 26000, dan teh hangat 8000 plus PPN 10%. Tapi mantap lah rasanya berhubung saya lapar dan cuminya pun tidak alot.

11:21 - 11:38 isi solar di SPBU di Tanjung Api-api, Palembang.
11:45 masuk KC Lorena Palembang sekitar 30 menit. Di sini sudah ada Lorena p.200 OH 1525 Skyliner dan Sari Lorena p.017 OH 1525 AP New Marcopolo.

14:12 - 14:56 masuk RM Musi Indah, Betung, Banyuasin bersama LV232, Rhema Abadi, HD Transport, Arya Prima, dan si kecil IMI dan Jaya Utama. Saya sempatkan solat dulu setelah itu makan di sisi bangunan utama RM Musi Indah. Entah kenapa saya memilih bakso padahal saya pengennya nasi soto ayam. Rasa baksonya lumayan lah. Harganya 22000 untuk bakso dan es teh 8000.

15:29 melewati RM Pagi Sore, Sungai Lilin dan terlihat Putra Pelangi dan Laju Prima Legacy Sky yang lagi istirahat. Sempat terpikir "Kenapa Lorena tidak istirahat di Pagi Sore, Sungai Lilin saja ya?".
18:16 melewati RM Simpang Raya, Bayung Lencir daaannnn tidak berhenti, saya kira akan berhenti di sini.
18:56 masuk kota Jambi.
19:06 - 19:23 berhenti di KC Lorena Simpang Rimbo, Jambi bersama LV232.
20:29 - 21:31 akhirnya istirahat di RM Ajo Tonjong, KM 49 bersama LV232 yang baru sampai. Seperti biasa saya solat dulu lalu makan. Makan dengan ayam gulai harganya 25000. 

LV232 jalan duluan lalu LV150. Saya mendengar percakapan antara dua driver kalau driver pertama (asal Aceh) masih terbilang baru di lintas Sumatera, sementara driver kedua (asal Sumut) sudah hapal "medan" dan driver kedua bilang kalau driver pertama (sedang bawa bus) tidak bisa mengejar LV232 karena LV232 sedang dikemudikan oleh driver yang berpengalaman.


Senin, 19 September 2016

01:12 Gerbangsari, Belilas.
01:50 - 02:48 istirahat terakhir di RM Simpang Raya, Japura, Rengat bersama LV232 dan ALS nopin 35 kuler tapi overhangnya mirip 1525/1526. Saya tidak makan di sini, tapi bungkus nasi dengan ayam balado seharga 26000 untuk makan pagi di kost nanti.

Lepas rumah makan bus langsung dipacu.
02:26 melewati kawasannya Pertamina di Lirik.
03:16 konvoi dengan LV232. LV150 yang tadinya kencang, jadinya kurang kencang karena membuntuti LV232.
03:25 akhirnya LV150 dengan driver kedua pada stir kemudi menyalip LV232 dan meninggalkan LV232 jauh dibelakang. Setelah itu saya sempat melihat speedometer, kecepatan LV150 sempat di atas 100kpj, mantap. Trek jalanan pun sangat bersensasi karena naik turun berkali-kali ditambah jalan cor/beton yang bergelombang.
04:30 berhenti 10 menit di agen Lorena Pangkalan Kerinci karena harus ambil setoran.
Jam 6 kurang sudah masuk kota Pekanbaru
06:13 akhirnya tiba di KC Lorena jalan Soekarno Hatta atau pasar Arengka, Pekanbaru.



--- Detail Bus ---

Bus: Lorena (PT Eka Sari Lorena Transport Tbk)
Kode bus: P299
Kode trayek: LV 150 
Jurusan: Bogor - Jakarta - Pekanbaru
Tarif: 460.000
Nomer Kursi: 1B
Jumlah Kursi: 36/38
Bodi: Celcius (karoseri Rahayu Santosa)
Sasis: Mercedes Benz OH 1526
Fasilitas: AC, toilet, audio, TV, rec.seat, bantal, selimut, smoking room
Waktu Tempuh: ±34 jam dan 53 menit


--- Penilaian ---

(+) Kru bus ramah
(+) Suspensi cukup nyaman. Suara kriyet-kriyet hanya saat bus melewati jalan rusak

(-) Kru menaikkan penumpang tidak resmi di jalan
(-) Carrier saya tidak diperbolehkan masuk ke bagasi bawah

Senin, 15 Agustus 2016

Bukittinggi - Tangerang dengan Sang Jenderal LV 237

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya dari Bukittinggi ke Tangerang. Sebenarnya sih sudah ada 3 postingan saya tentang perjalanan ke Bukittinggi atau Tangerang, tapi kali ini menggunakan PO yang beda. Kali ini saya naik Sang Jenderal, Lorena. 

Saya akan kembali ke Tangerang tanggal 4 Agustus 2016. Tanggal 30 Juli saya memesan tiket di loket Padang Luar, dapat seat 1B dengan harga 415.000, padahal saya cek di website online ticketingnya Lorena harganya 445.000. Pas saya beli tiket terlihat ada 2 unit 1525 yang sedang perpal, 1 unit Skyliner-nya KSP dan P.269 RS Skyliner. Pas saya nengok ke P.269 kok legroomnya lega banget, pas saya hitung ternyata 8 baris, wah ada exe nyasar nih.

 H-1 saya coba cek loket Lorena dan terlihat 1 unit Skyliner KSP dan 1 unit 1525 AP Jetbus2 yang siap jalan daaannnnn ada 1525 New Marcopolo yang perpal, wah sepertinya dapet si Marco. Ya gapapa juga sih dapet Marco, asal sampe Tangerang engga dini hari.

4 Agustus 2016

Hari keberangkatan saya ternyata berbarengan sama temen pecinta bis di Pekanbaru, tapi dia naik ANS dan dapat ANS Combawa berbodi MP Travego. Jadi hampir sepanjang jalan saling mengabari posisi. ANS Combawa jalan jam 8:30, sementara bus saya jalan jam 10. We'll see.

±09:35 saya tiba di loket Padang Luar dan memang sudah terlihat si 1525 Marco P.286 sudah siap. Emang belom rejekinya dapet 1526 Skyliner aau JB2.

Foto diambil di RM Siang Malam, Kalianda

Sebelum jalan isi solar dulu di SPBU samping pool ANS. Ada seorang dari loket yang ikut ke SPBU dan kayanya sih emang Si Ijo ini solarnya jatah, tapi entah lah. Selesai isi solar senilai lebih dari 1,3 juta, balik ke loket lagi.

10:20 bus jalan dari loket.
10:53 melewati pasar Koto Baru. Tak lama, bus mulai terasa endut-endutan, terutama saat tanjakan. Menepi sebentar dan jalan lagi.
11:06 masuk terminal Padang Panjang. Sudah ada FRC Legacy, NPM Jumbo, dan NPM Euroliner Mr.Marcha yang stay.
12:14 ambil penumpang di agen Sumani.
12:48 - 13:13 terminal Bareh, Solok. Hampir setengah jam stay di sini dan tidak terlihat LV 141 dari Padang
15:56 - 16:32 istirahat di RM Palapa, Sijunjung. Saya makan di sini habis 25.000. Pas mau siap jalan, datanglah si LV141 Evonext 1526 P.316


17:10 melewati rumah makan Umega, Gunung Medan, Dharmasraya.
18:37 masuk terminal lintas Muaro Bungo. Cuma numpang lewat aja dan terlihat NPM dengan lampu belakang seperti Jetbus2. 

Tak lama lepas terminal kembali ketemu sama NPM tersebut. Ketika sudah melewati daerah yang padat terjadi aksi dorong dari LV 237 terhadap NPM tersebut. Driver kedua Lorena yang cukup muda mempermainkan NPM tersebut, beberapa kali NPM tersebut di dorong dan harus "tempel 5 cm" seperti gayanya Al Farruq hahaha. Sempat kewalahan juga NPMnya sampai-sampai raungan mesin OM 336 LA dari sasis 1521 a.k.a. kuler sampai terdengar oleh telinga saya. Cukup memacu adrenalin juga pertarungan tersebut apalagi jalan Sumatera yang tidak lebar, berliku dan aspal yang sedang tidak mulus. Ahkirnya Lorena harus mengalah dan menepi karena harus ngecek mesin yang mulai terasa endut-endutan lagi. Menepinya sebentar aja, abis itu lanjut jalan lagi. Saat di Merangin (sepertinya) terlihat NPM yang tadi sedang menepi sambil membuka kap mesinnya. Wah sepertinya gara-gara di dorong Lorena tadi nih, hahahaha.

21:14 masuk terminal Sarolangun.
23: 15 - 23:59 masuk rumah makan Pagi Sore, Lubuklinggau. Kesan pertama dari rumah makan ini ialah sangat mewah untuk rumah makan lintas Sumatera. Toiletnya bersih, musholla ada AC, meja dan kursi kaya restoran, dan hitungnya juga pakai gadget seperti tablet bukan kalkulator biasa. Saya makan pakai ayam gulai plus es teh, porsinya lumayan untuk makan kemalaman, es tehnya terlalu manis. Harganya? WAH!!! 39.000 hahaha. mahal banget. Ya emang udah ketebak sih dari penampilan rumah makannya. Kalo gitu mending di Simpang Raya aja atau rumah makan yang disinggahi PMTOH.



03:12 Lahat. Lepas lahat, kondisi jalan boleh dibilang cukup buruk.
05:39 - 06:08 solat Shubuh bersama ALS nopin 275 di Pengandonan, Ogan Komering Ulu.

06:17 kres dengan Lorena LV 236 Euroliner 1626.
07:10 mampir di agen Baturaja.
07:20 isi solar dulu di SPBU yang jadi satu area dengan hotel Bukit Indah lestari.
07:41 - 08:51 makan pagi di rumah makan Siang Malam, Baturaja bersama FRC Evonext hijau Hino AK, LV 141, dan LV 140 Euroliner 1626 P.310 serta terlihat SAN Legacy SR-1 yang lagi tidur dan Madu Kismo Scorpion King yang tidur karena laka.


12:12 bundaran tugu Kotabumi.
13:15 Bandar Jaya Plaza. Sempat tersendat juga di Bandar Jaya ini, sama seperti tahun lalu pas arus balik Lebaran.
14:11 melewati bandara Radin Inten.
14:40 masuk terminal Rajabasa
15:00 isi solar bersama LE 111 Jetbus2 1626 P.354
15:10 - 15:21 berhenti di seberang loket / pool Lorena, Kalibalok. Di loket / pool tersebut ada 4 unit Jetbus2 1626.
15:45 menepi bersama Sinar Jaya Jetliner 51 RC (kalo ga salah), LE 113, dan Rosalia Indah karena ada razia
16:56 - 17:48 masuk rumah makan Siang Malam, Kalianda. Di sini LV 237 istirahat bersama FRC Jetbus2 1526, FRC Evonext Hino AK, Damri Ultima, Sinar Jaya Jetbus 46 RA, Sinar Jaya Jetliner 51 RC,  Putra Remaja MP Jetbus 1526, 2 unit Putra Remaja New Marco, LV 141, dan 3 unit Lorena Jetbus2 1626 yang ketemu di pool Kalibalok, diantaranya LE 110 Banyuwangi, LE 112 Malang, dan LE 114 Blitar.


Lepas rumah makan, kendali LV 237 kembali dipegang driver pinggir/pertama yang lebih terasa ngejosnya dibanding driver tengah.

18:24 masuk loket pelabuhan Bakauheni. 
Tiba di dermaga ternyata kapal sudah penuh dan harus menunggu kapal tiba lagi. LV 237 menunggu bersama bus-bus yang bertemu di RM Siang Malam tadi. Karena masih lama, akhirnya semua bus pindah ke dermaga 3 untuk naik ke dalam KM Duta Banten. Padahal saya ngarepnya naik Portlink 3.
19:13 masuk kapal Duta Banten
±19:27 kapal jalan. Menurut saya kapalnya kurang enak karena ukurannya kecil dan berbagai hal lainnya, Saya masuk ke kelas 2 dengan membayar 8.000.

21:31 kapal bersandar. Balik ke bus, ternyata saya penumpang akhir (bukan paling akhir) yang masuk ke dalam bus. Sempat tanya ke driver apa bus masuk Tangerang atau tidak, ternyata tidak dan driver membolehkan saya untuk turun di Rest Area Karang Tengah. Pas sekali sesuai dengan keinginan saya, karena rumah saya lebih dekat ke Rest Area dibandingkan harus turun di Tangerang (loket Lorena Kebon Nanas).
21:40 keluar kapal.
Lepas area pelabuhan, bus harus menepi di agen Merak.
21:57 gerbang tol Merak
22:06 diovertake Lorena Jetbus2 1626 P.341
22:55 gerbang tol Cikupa. Saatnya gak boleh merem dan siap-siap turun.
±23:12 finish. Akhirnya saya mengakhiri perjalanan di Rest Area Karang Tengah KM 14.



---Spesifikasi/Detail Bus---

Bus: Lorena (PT Eka Sari Lorena Transpor, Tbk)
Nomer plat bus: B 7366 KU
Kode Bus: P 286
Kode trayek: LV 237
Jurusan: Bukit Tinggi - Jakarta - Bandung
Tarif: 415.000
Sasis: Mercedes Benz OH 1525
Bodi: New Marcopolo (karoseri Adi Putro)Nomer Kursi: 1B
Jumlah Kursi: 36/38
Merk Kursi: Fainsa
Fasilitas: AC, TV, Audio, toilet, rec.seat, smoking room, bantal, selimut
Waktu Tempuh: ±37 jam dan 37 menit



---Penilaian---

+ Sampai Tangerang belom tengah malam
+ Rumah makan tempat istirahatnya terbaik
+ Kru bus ramah

- Ada penumpang tak bertiket
- Seat cukup keras untuk perjalanan jauh
- Seharusnya bisa sampai lebih cepat (jam 10an) kalau tidak terkendala beberapa hal

Kamis, 19 Mei 2016

Medan - Pekanbaru naik Putra Pelangi Jetliner Mercedez Benz OC500RF 2542

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.

Perjalanan pulang ke Pekanbaru sengaja saya memilih Putra Pelangi dengan armada Jetliner karena ingin melihat view atau pandangan yang lebih saat melewati lintas Sumatera saat siang hari, terutama di Minas.

Sore hari saya sudah tiba di pool Putra Pelangi di Sunggal dan sudah terparkir sosok tronton a.k.a. MB 2542 berbodi Jetliner dengan plat nomer BL 7544 AA dan langsung saya melapor ke loket. Benar saja, saya dapat si 7544, sesuai juga dengan jadwal yang saya cek di websitenya Putra Pelangi. Padahal saya sempat berharap untuk dapet si 7543 yang jadi artis line Medan-Pekanbaru, tapi kalo gak dapat yaaa tak apa juga, toh sama-sama Jetliner 2542.



Pool atau loket Putra Pelangi ini bagus loh. Kamar mandi cukup bersih dan besar, musholla yang karpetnya wangi, ruang tunggu yang sudah dilengkapi colokan listrik yang lumayan banyak dan sudah pakai AC, dan juga ada fasilitas WIFI. WIFInya kalo gak salah wifi.id dan flashzone seamless.

Keberangkatan dijadwalkan pukul 18:00, tapi pada kenyataannya pada jam tersebut masih belum ada tanda-tanda armada akan diberangkatkan, sepertinya sih masih menunggu penumpang dan paketan.

leg room seat depan, kaki engga mentok

18:32 bus akhirnya keluar pool setelah terjebak tidak bisa keluar karena kemacetan di depan pool dan lampu lalu lintas yang lampu hijaunya cepat sekali. Lalu lintas saat itu lumayan padat.
19:05 masuk loket Putra Pelangi di jalan Sisingamangaraja sekitar 15 menit. Di sini saya sempatkan untuk solat dulu. Jalan Sisingamangaraja ini seperti tempatnya bus-bus menuju Riau maupun daerah lain di Sumatera Utara. Di sini ada pool ALS, Medan Jaya, RAPI, Makmur-Halmahera, dll. Lalu lintas lepas keluar loket SM.Raja cukup padat sampai akhirnya terjebak macet.
20:00 masuk Lubuk Pakam
23:30 sekitar Indrapura. Sepanjang jalan saya lebih banyak tidur karena sudah lelah touring tektok terutama setelah terjebak macet lepas loket Putra Pelangi di SM.Raja, apalagi kru menyetel lagu  dengan volumenya yang bikin ngantuk. 
23:48 saya terbagun saat bus masuk sebuah tempat istirahat yang di belakangnya terdapat hotel Mega Sari. Di sini sudah ada Putra Pelangi Euroliner dari Palembang dan PT RAPI napin (nama pintu) Xephyrus bersasis MB 1836 bodi All New Legacy, lalu datanglah Putra Pelangi MB 1521 tujuan Jakarta.
00:35 bus kembali jalan meninggalkan si 1521 sendirian.


05:22 saya terbangun karena bus menepi, rupanya lagi istirahat solat subuh. Langsung saya bangun dan solat subuh di Masjid Al-Ikhlas KM 17 kec.Bangko Pusako
05:45 bus kembali jalan
07:32 melewati loket Putra Pelangi di Duri
08:20 kres dengan Medan Jaya Legacy SR1 Golden Dragon dari Jakarta di Kandis
08:44 – 09:15 istirahat di RM Tuah Sakato, Kandis. Rupanya sudah ada PMS berbodi Celcius yang sudah istirahat. Setelah PMS jalan, datang Putra Pelangi MB 1521 tujuan Jakarta.


Lepas rumah makan sempat terhenti karena buka tutup jalan yang disebabkan adanya perbaikan jalan disekitar Minas sepertinya. Sempat juga melewati tempatnya Chevron. Di Minas dua kali bus menghantam lubang walaupun tidak saat kecepatan tinggi, tapi lumayan membuat terayun atau mentul-mentul luar biasa oleh suspensi udara si 2542.

11:05 masuk terminal AKAP Bandar Raya Payung Sekaki, Pekanbaru sekalian menurunkan penumpang
11:12 akhirnya tiba di tujuan akhir, loket Putra Pelangi di jalan SM Amin, Pekanbaru.


--- Detail Bus ---


Bus: Putra Pelangi (PT Putra Pelangi Perkasa)
Nomer plat bus: BL 7544 AA
Jurusan: Medan - Pekanbaru
Tarif: 270.000
Nomer Kursi: 1
Jumlah Kursi: 34 + 2
Merk Kursi: AldillaSasis: Mercedes Benz OC 500 RF 2542
Bodi: Jetliner (karoseri Rahayu Santosa)
Fasilitas: AC, audio, toilet, leg rest, bantal selimut, smoking room
Waktu Tempuh: ±16 jam dan 40 menit


--- Penilaian ---

(+) View atau Pandangan lebih luas, apalagi tidak ada topi seperti bodi Jetbus2+ SHD
(+) Kru menyetel lagu dengan volume kecil yang cocok untuk tidur

(-) Tidak ada ada TV
(-) Colokan listrik di dinding bus hanya pajangan, tidak berfungsi
(-) Wifi hanya stiker dan modem/router wifi hanya pajangan, tidak berfungsi
(-) Tidak dapat snack, padahal tarif lebih mahal dari PO lain

Senin, 09 Mei 2016

Mencoba Sempati Star Non Stop Scania K360 Opticruise

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Postingan kali ini lanjutan dari postingan sebelumnya tentang Touring Pekanbaru - Banda Aceh PP, tetapi hanya berisi satu perjalanan, begitu juga dengan postingan selanjutnya.

Keinginan untuk mencoba Sempati Star terutama kelas Non Stop yang memakai Scania K360 ini memang sudah lama dan akhirnya datang juga kesempatan untuk mencobanya. Ngomong-ngomong ini merupakan pertama kali saya naik bus dengan seat 2-1 dan (sepertinya) pertama kali naik Scania.

Jumat, 6 Mei 2016

Masih di hari yang sama tepatnya sore hari saya sudah tiba di terminal Batoh. Awalnya saya ingin tiba di Batoh pada malam hari, tapi tergoda untuk foto-foto atau hunting bus di sore hari di terminal Batoh. Di antara banyaknya bus mewah Aceh-Medan, sudah nampak ada sebuah bus Sempati Star Non Stop MB 1836, satu unit Non Stop K360 Opticruise Jetbus2+ HD, dan satu unit Non Stop K360 berplat nomer 7751 yang pernah dinaiki oleh salah satu member Forbiscom dan BimaKus yang tembus  8 jam 40 menit dari Aceh ke Medan. Setelah melapor atau check ini ke loket, ternyata saya mendapatkan armada Non Stop berplat nomer BL 7777 AA, alias si K360 Opticruise.


Eh ada si DD tuh di sebelah :D

Loket Sempati Star di Terminal Batoh. Loketnya sudah indoor dan pakai AC

Setelah selesai solat isya, saat memasuki bus, sudah terlihat ada satu box snack dan air mineral 600ml bermerk Aqua. Isi snacknya ada biskuit Roma Malkist Cokelat, 2 buah permen, dan roti bermerk Robinson. Rotinya enak loh, besar dan padat pula. Snacknya terbaik lah.

Pintu masuk bagian depan dan pintu sekat antara penumpang dan kru pun sudah dikendalikan melalui tombol di bagian dashboard, jadi tidak perlu dibuka dan ditutup secara manual.

Seatnya yang besar dan tebal, sayangnya leg rest mentok

20:25 bus Sempati Star Non Stop yang saya naiki keluar dari terminal Batoh. Ternyata bus yang saya naiki ini sepertinya bus Non Stop pertama yang berangkat. Keluar dari terminal bus berjalan santai, tapiiii sekiat 20 menit setelah keluar terminal, bus sudah dipacu sampai 100 kpj.

Di sekitar Seulawah, saya benar-benar merasakan sensasi dari Scania K360 ini, driver memanfaatkan mesin yang bertenaga besar untuk membelah bukit-bukit. Tanjakan pun seperti tidak berarti bagi Scania K360 ini ditambah dengan transmisi Opticruise yang tidak membutuhkan injakan kopling dan pergantian gigi melalui tuas perseneling. Suspensi Udara (Air Suspension) dari Scania pun nyaman sekali. Suara dan getaran mesin saat digeber pun masih lebih halus dari MB 1836 yang sebelumnya saya naiki.

Tidak lama kemudian, akhirnya ketemu juga Sempati Star Scania K360 Opticruise Jetbus2+ SHD kelas Super VIP berplat nomer BL 7722 AA dan berjuluk "Siluman Malam" yang sudah jalan beberapa menit sebelum bus saya. Sempat terjadi pertarungan yang sengit tapi juga alot antar-Scania K360 Opricruise ini.

21:35 akhirnya bus saya bisa menyalip si SHD ini
21:44 driver ini gas terus alias bablas padahal ada terminal dan dishub sudah mencoba menghalau hahaha
22:22 masuk ke sebuah terminal, dan mendahului Pusaka 1836 Jetbus2 HD, sebut saja Pusaka F1 karena ada stiker F1 di kaca belakang.
22:38 menaikkan penumpang. Anehnya penumpang ini tidak duduk di seat yang tersedia, tapi duduk di depan di antara driver dan kenek. Syarkawian kah? Masa iya Non Stop ada syarkawian.
22:48 menaikkan penumpang di Lueng Putu, Pidie Jaya
22:53 kembali menaikkan penumpang plus ganti driver. Katanya Non Stop, tapi berhenti mulu. Driver yang ini sepertinya tidak se-arogan driver pertama

00:13 keluar terminal lama Bireun setelah menaikkan penumpang
00:22 mendahului Pusaka F1 yang menepi. Tuh kan, disalip di mana pula lah Non Stop saya oleh si Pusaka F1 ini. Banter kali kayanya. Bolehlah dimasukkan list armada untuk touring berikutnya.
03:28 ganti driver lagi di sekitar Langsa. Kemudi K360 menjadi milik driver pertama kembali.
03:58 masuk terminal, sepertinya sih terminal Aceh Tamiang
05:19 - 05:41 berhenti solat subuh di Stabat bersama Kurnia 1836 Skyliner, Sempati Star 1836 Super Executive dan K360 Non Stop. Sepertinya perjalanan ini gak bisa tembus 9-9,5 jam. Padahal saya sangat mengharap bisa tembus kurang dari 9 jam seperti salah satu catatan perjalanan yang dibuat oleh salah satu member Forbiscom dan BimaKus.


05:57 mendahului Sempati Star Double Decker yang menepi. Si DD ini sempat bertemu saya saya foto bus saya saat berhenti solats subuh. Sebelumnya bus saya mendahului SS Non Stop K360 yang menepi, sepetinya bus ini jalan duluan dari bus saya saat istirahat solat subuh.
05:59 melewati terminal Binjai
06:19 masuk terminal Pinang Baris, Medan bersama Kurnia 1836 Jetbus HD
06:28 akhirnya masuk loket Sempati Star di Pondok Kelapa.

Loket Sempati Star ini cukup bagus loh. Loketnya sudah dilengkapi dengan mini market, semacam food court, kamar mandi, musholla. Mushollanya sepertinya udah pake AC.


--- Detail Bus ---

Bus: Sempati Star (PT Bintang Sempati Star)
Nomer plat: BL 7777 AA
Kelas: Non Stop (seat 2-1)
Jurusan: Banda Aceh - Medan
Tarif: 270.000
Nomer Kursi: 1A
Jumlah Kursi: 22
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Scania K360IB Opticruise
Bodi: Jetbus2+ HD (karoseri Adi Putro)Fasilitas: AC, audio, toilet, bantal, selimut, leg rest, snack, dan sekat depan, TV kecil di belakang kursi
Waktu Tempuh: ±10 jam dan 3 menit


--- Penilaian ---

(+) Pertama kali naik Scania, sangat memuaskan
(+) Snacknya terbaik
(+) Memenuhi harapan saya soal kecepatan 
(+) Suspensi Udara/ Air Suspension dari Scania K360 nyaman sekali, menurut saya lebih nyaman dari MB 1836 dan MB 2542
(+) Kru bus cukup ramah
(+) Kru menyetel lagu dengan volume kecil yang cocok untuk tidur

(-) Leg rest mentok, untungnya sih seat 2-1 jadi masih bisa selonjor dengan posisi badan miring
(-) Katanya Non Stop, tapi terlalu banyak berhenti
(-) Tidak memenuhi harapan saya soal waktu tempuh
(-) Waktu tempuh tidak jauh beda dengan kelas Patas
(-) Bus yang saya naiki ini terutama saat dikemudikan oleh driver pertama terkesan arogan di jalan
(-) TV kecil hanya bisa dinikmati oleh penumpang di baris kedua sampai seterusnya

Touring dari Pekanbaru ke Banda Aceh via Medan naik Mercedes Benz OC 500 RF / O 500 R 1836

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Setelah sekian lama tidak naik bis jarak jauh lagi dan tidak ada bahan tulisan, akhirnya ada kesempatan lagi untuk naik bis dan ngeblog.

Perjalanan kali ini benar-benar untuk naik bis dan sudah direncanakan sejak lama. Alhamdulillah pada tanggal 5, 6, dan 7 Mei 2016 merupakan hari libur dan saat yang tepat untuk ngebis ke Banda Aceh yang selama ini sudah saya inginkan.

Beberapa hari jelang hari keberangkatan, saya mulai memesan tiket ke Medan menggunakan PO yang menjadi penguasa Medan-Riau, setelah itu mulai memesan tiket di Medan dan Aceh melalui telepon yang nantinya dibayar saat akan berangkat. Langsung aja menuju ceritanya...


PEKANBARU - MEDAN

Rabu, 4 Mei 2016

Sekitar pukul 19:25 saya tiba di terminal Bandar Raya Payung Sekaki, Pekanbaru setelah sekian lama menunggu hujan reda, setelah itu saya langsung melunasi tiket dan ibadah solat isya. Selesai sholat saya coba untuk foto-foto bus yang saya naiki.




Jarak antar seat. Anti mentok! 

20:16 bus Makmur kelas Super VIP 28 seat keluar terminal BRPS. Sebelum jalan, penumpang diberikan snack yang berisi roti dan air mineral gelas, lumayan lah. Seperti bus Sumatera kebanyakan, bus yang saya naiki mencari penumpang di pinggir jalan.
21:40 bus sempat terhenti karena ada perbaikan jalan. Lepas dari kemacetan, bus dengan 360HP ini mulai dipacu untuk menyalip kendaraan terutama truk. Karena malam hari, jadi tidak bisa melihat pemandangan luar.
23:09 melewati Polsek Kandis
00:16 berhenti sebentar di loket Makmur-Halmahera, Kandis. Lepas dari sini saya lebih banyak untuk istrirahat
06:19 - 06:30 masuk pom bensin AKR untuk isi solar dan istirahat sejenak bagi penumpang.
07:01 - 07:32 masuk RM Gunung Sari 1, Air Batu, Asahan.

09:05 bus menepi di pinggir jalan di Indrapura, kabupaten Batubara karena bus yang saya naiki mendapat operan beberapa penumpang dari bus lain, entah Makmur atau Halmahera karena bus tersebut mengalami insiden, sepertinya menabrak motor. Bus yang saya naiki pun semakin penuh bahkan, ada penumpang operan yang harus berdiri.
09:51 masuk terminal Tebing Tinggi yang sebelumnya sudah dicegat oleh dishub untuk masuk terminal dulu.
11:00 terjebak kemacetan di Perbaungan
11:32 melewati kantor DPRD Lubuk Pakam
11:43 Tanjung Morawa
12:00 masuk loket Makmur Halmahera di jalan Sisingamangaraja, Medan.


--- Detail Bus ---

Bus: Makmur (PT Pratama Makmur Jaya)
Nomer plat: BK 7354 UA
Kelas: Super VIP
Jurusan: Pekanbaru - MedanTarif: 250.000
Nomer Kursi: 11 (atau 4A)
Jumlah Kursi: 28+2 seat
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes Benz OC 500 RF 1836Bodi: Jetbus2 HD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut, leg rest, snack, dan sekat depan dan belakang
Waktu Tempuh: ±15 jam dan 44 menit


--- Penilaian ---

(+) bus sudah menggunakan sekat depan dan belakang, sehingga terhindar dari bau toilet dan asap rokok kru bus
(+) Kru menyetel lagu dengan volume kecil yang cocok untuk tidur
(+) Selonjor poolll, maklumlah 1836 dengan 7 baris kursi

(-) Untuk bus dengan mesin besar, saya rasa harusnya perjalanan bisa lebih cepat
(-) Bus tidak berhenti untuk memberikan kesempatan kepada penumpang untuk solat subuh



MEDAN - BANDA ACEH

Untuk armada menuju Banda Aceh awalnya saya memilih Kurnia kelas Non Stop, salah satu alasannya agar bisa bikin tulisan berjudul "Battle of Non Stop: Kurnia 1836 vs Sempati Star K360". Memang belum beruntung, saat saya telpon loket Kurnia di jalan Gagak Hitam untuk kelas Non Stop sepertinya sudah dipesan oleh rombongan, alhasil saya harus mencari alternatif lain. Sempat terpikir untuk naik PMTOH 1836, Kurnia/Pusaka Patas 1836, Sempati Star K360 Super VIP. Tapi pada akhirnya saya memilih Harapan Indah 1836 untuk menjadi armada saya menuju Aceh. Awalnya memang tidak ingin naik HI karena seatnya yang super mentok, tapi entah kenapa saya lagi tertarik saja untuk naik HI 1836.

Kamis, 5 Mei 2016 di sore hari saya sudah tiba di loket Harapan Indah jalan Gagak Hitam dan langsung membayar tiket, dapet hot seat dan berangkat jam 20:30


20:17 armada Harapan Indah kelas Non Stop ±20 seat bersasis MB OH 1626 berangkat menuju Aceh
20:25 Harapan Indah OC 500 RF 2542 berangkat menuju Aceh. Masih tidak ada tanda-tanda HI 1836 di sekitar loket.
21:00 akhirnya Harapan Indah MB 1836 berplat nomer BL 7390 AA merapat di loket Harapan Indah di jalan Gagak Hitam


Mentoks coyy...

Saat masuk ke dalam bus, ternyata sudah dinyalakan hiburan di TV. Hiburannya sepertinya semacam film komedi berbahasa Aceh.

21:39 bus mulai jalan dari loket dan tidak mampir ke terminal Pinang Baris. Lepas loket mulai terasa memang style dari 1836nya bus Aceh.
22:00 masuk Binjai
23:20 sudah berada di sekitar Pangkalan Brandan
00:14 masuk terminal Aceh Tamiang (sepertinya) dan didahului oleh Pusaka Skyliner 1836 di dalam terminal
01:36 di sekitar Peureulak kres dengan Harapan Indah 1836 BL 7324 AA yang ada di videonya Indonesian Bus Channel di youtube itu loh
02:18 terbangun melihat bus berhentim ternyata kres dengan Harapan Indah 2542 dari Aceh. Lepas dari sini saya mencoba untuk tidur agar tidak merasakan sakit dan pegalnya kaki karena leg rest yang super mentok
05:42 - 06:04 solat subuh di masjid Al-Ikhlas, Pidie bersama Sempati Star 1836, Royal, Kurnia Skyliner 1836, dan Harapan Indah 1626 Legacy SR-1.

Bus yang saya naiki di paling belakang

Setelah terbit matahari, mata saya dimanjakan dengan pemandangan Seulawah yang sangat keren dengan bukit, gunung, area kebun/sawah, dan jalan yang berkelok dan berbukit.
07:43 akhirnya tiba di terminal Batoh, Banda Aceh

Setelah sampai di terminal Batoh, saya langsung menuju toilet dan mencari sarapan di terminal sekalian menunggu loket Sempati Star buka.


--- Detail Bus ---

Bus: Harapan Indah (PT Harapan Indah Transport)
Nomer plat: BL 7390 AA
Kelas: Patas
Jurusan: Medan - Banda Aceh
Tarif: 180.000
Nomer Kursi: 4 atau 1D
Jumlah Kursi: 30
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes Benz OC 500 RF 1836
Bodi: Jetbus HD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, VIP room, bantal, selimut, leg rest
Waktu Tempuh: 10 jam dan 4 menit


--- Penilaian ---

(+) Untuk kelas Patas lumayan lah 10 jam Medan - Banda Aceh
(+) Kru menyetel lagu dengan volume kecil yang cocok untuk tidur
(+) Cara driver mengemudi sudah mantap

(-) Jadwal keberangkatan molor parah
(-) Leg room super mentok
(-) Kru bus merokok di dalam bus
(-) Tidak dapat snack
(-) Driver terlalu sering memainkan lampu jauh / dim
(-) WIFI hanyalah stiker dan modemnya hanyalah pajangan alias WIFI tidak aktif