Tampilkan postingan dengan label OH 1526. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OH 1526. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2017

Denpasar - Surabaya naik Komodo

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Mohon Perhatian...!!! Sebelum membaca postingan ini, mohon membaca catatan perjalanan sebelumnya, Menuju Pulau Dewata bersama Kramat Djati .  Terima Kasih.

Postingan ini saya akan menceritakan pengalaman kembali dari Denpasar dengan cara estafet dan sesuai dengan postingan sebelumnya, pada postingan ini saya akan menceritakan/review penginapan saya di Bali dan dilanjutkan dengan catatan perjalanan dari Denpasar.

Beberapa hari sebelumnya saya sudah booking Nau Here Hostel lewat tiket[dot]com dengan tipe kamar Capsule Bed untuk tanggal 2-3 Februari (1 malam). Saya hanya membayar 13.700 saja dengan rincian harga kamar 64.400 dan dipotong tix poin yang saya miliki sebesar 50.900. Lokasinya di Istana Kuta Galeria atau Kuta Central Park jalan Patih Jelantik.

Saya cek in jam 3 pagi kurang, untungnya penginapan buka 24 jam. Kamarnya bagus dan cukup nyaman walau berada di lantai paling atas, kira-kira ada 14 buah kamar kapsul. Posisi lampu di dalam kapsul/bilik pun pas. Kamar mandinya bersama, agak kecil sih, dan sayangnya tidak ada kesetan. Koneksi WiFi pun lumayan. Oh iya, semua tipe kamar dapat sarapan. Sarapannya enak, cuma semangkanya aja kurang fresh dan jeruknya agak asam. Overall memuaskan, staffnya ramah. Kalau ada waktu ke Bali lagi, saya mungkin akan menginap lagi di sini.

Malam kedua saya menginap di Mahendra Inn, sekitar 1km dari pantai Kuta atau McD*nald pantai Kuta. Saya menginap di kamar dengan AC+TV+breakfast serta kamar mandi dalam dengan harga 160.000 dipotong 70.000 diskon dari pegipegi[dot]com, jadi saya hanya bayar 90.000. Kamarnya lumayan lah walau sederhana. Staffnya sangat ramah. Tersedia parkir motor juga. Sarapannya enak, teh manisnya pas. Lokasi penginapan ini agak terlalu dalam. Deket hotel ada beberapa tempat yang menyediakan massage, entah ada plus-plusnya apa engga hahaha. Minusnya paling hanya tidak ada gantungan baju di kamar mandi.

Setelah saya mereview singkat penginapan, saya akan berbagi catatan perjalanan dari Denpasar. Rencana saya akan estafet ke Surabaya, walaupun pengen banget sih naik Surya Bali, tapi waktu kosongnya itu loh yang kelamaan. Armada ke Surabaya saya pilih Wisata Komodo. Sebenernya tergiur juga dengan O500R 1836 nya GH walaupun SHD, tapi karena harga tiketnya lebih maha 25.000 yaaaa gak jadi deh, udah bosen juga naik O500R hahahah. Eh sempet juga sih tergiur GH Scania ke Malang, tapi masalah budget kembali menjadi alasan.

Saya booking tiket Wisata Komodo lewat telepon ke kantor WisKom di jalan Pidada X, saya pilih nomer kursi yang sama dengan pas naik KD kemaren, nomer 9, dengan harga 175.000, tiket bisa dibayar pas hari keberangkatan, ntabs jiwa lah.

Jumat, 3 Februari 2017
Jam 10 lewat saya cusss ke kantor WisKom di jalan Pidada X, gak jauh dari terminal Ubung, banyak juga kok kantor/pool bus lain di sekitar sini. Pas bayar, saya pindah ke kursi nomer 5. Tiketnya pun sudah full print out. Kumpul di Ubung jam 16:30 (berangkat jam 17:00), kalau start awal dari kantornya jam 15:30.

Sabtu, 4 Februari 2017
Sabtu, tanggal 4 Februari adalah hari saya pulang dari Denpasar. Jam 3 lewat saya tiba di Ubung, karena agak lapar saya makan dulu di seberang terminal. Setelah makan saya menunggu COD pie susu saya. Sedikit review tentang pie susunya. Saya sudah pilih pie susu dengan merk Pie Susu Sari dan janji COD di Alfamart seberang Ubung. Saya pesan 50pcs pie susu rasa keju dan cokelat seharga 87.500. Pie susunya enak, ukurannya tidak selebar pie susu D**an, tapi isiannya (atau apa lah itu) lebih tebal/banyak/terasa punyanya pie susu Sari.

Balik lagi ke WisKom, saya melapor jam 16:30 lewat, petugasnya ramah. Pertama kali masuk Ubung agak gimana gitu karena info negatifnya, tetapi pas saya masuk gak seram amat lah. Pas ditanya mau ke mana, saya bilang aja ke Surabaya naik WisKom, abis itu pergi deh.

Pas di pertigaan sebelum Ubung saya sudah melihat armada WisKom Jetbus 1526 non AirSus dengan tulisan di papan “Surabaya”. Wah ilah, naik yang kriyet kriyet, gak gak apa lah. Sementara PK tujuan Malang pakai Hino dan Restu Mulya pakai Golden Dragon.

17:05 start terminal Ubung. Penumpang tidak terlalu ramai. Oh iya, leg rest dan rec.seat saya rusak, jadi nyesel pindah ke nomer kursi 5. Keluar Ubung langsung dibagiin snack box dan air mineral botol 600ml. Isi snack boxnya aja TOP yang kecil dan roti yang agak kecil, rotinya kalo ditekan langsung gepeng hahahaha.
17:45 kres dengan Pahala Kencana Bandung – Denpasar dengan RK8 Jetbus HD. Saya tercengang ketika kru menaikkan penumpang non tiket alias syarkawi sepanjang jalan. Saya kira cuma PO Sumateraan aja yang masih ada syarkawian, ternyata bus Bali juga ada.
19:19 masuk Negara.
19:39 masuk RM Muslim Bidadari, Negara untuk menunggu penumpang. Penumpangnya pun gak muncul dan di tengah jalan dia muncul dengan ngejar WisKom naik ojek.
20:21 masuk pelabuhan Gilimanuk.
20:36 masuk kapal bersama Wisata Komodo DK 9021 DA Scorpion King MB 1526. Sementara itu, WisKom lainnya, ResMul GolDrag, GH O500R, dan GH Scania masuk kapal lainnya bersamaan.
20:50 kapal jalan.

--- WIB -1 jam ---

20:45 kapal sandar. Karena saya sibuk facebook-an, saya menjadi penumpang terakhir yang naik dan hampir mau dicari kru hahahaha.
20:53 keluar pelabuhan Ketapang. GH Scania SHD ternyata udah di depan.
21:09 di overtake WisKom ScorKing dan GH O500R. Posisi WisKom paling depan dan GH terus mencari celah untuk overtake. Sementara bus saya berusaha mengejar GH O500R dannnn...tidak berhasil.
21:31 masuk kabupaten Situbondo dan langsung beraksi di jalan TN Baluran.
21:58 lewat RM Sumber Harta Baru, rumah makannya Gunung Harta. Tampak dua SuHaDi K360 Opc dan 1836 lagi makan malam.
23:12 – 23:44 masuk RM Puritama, Pasir Putih untuk servis makan dan sudah terparkir WisKom ScorKing. Makanannya enak. Saya ambil nasi putih hangat, sop, 4 potong kecil ayam kecap, dan 2 bakwan goreng serta teh manis hangat. Setelah selesai makan dan masuk ke dalam bus, ternyata selimut sudah dirapikan kembali sama kru nya. Mantap lah, kirain cuma HarJay aja yang begitu.


00:13 melewati RM Utama Raya, Besuki. Tempat singgahnya bus Raya Sayang nih, bagus bener tempatnya, kaya restoran mewah.
00:17 berjalan melintasi indahnya PLTU Paiton bersama Manhattan Tourista.
00:24 isi solar.
00:41 melewati kantor bupati Probolinggo.
03:20 GT Waru 1.
03:25 akhirnya tiba (untuk pertama kalinya) di terminal Purabaya, Surabaya.


--- Detail Bus ---

Bus: Wisata Komodo (PT Wisata Komodo Kencana)
Nomer Plat Bus: DK 9021 EA
Kelas: Executive
Jurusan: Denpasar - Surabaya
Tarif: 175.000
Nomer Kursi: 5 atau 2A
Jumlah Kursi: 30
Merk Kursi: Rimba Kencana
Sasis: Mercedes Benz OH 1526
Bodi: Jetbus (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut, rec.seat, leg rest, snack, servis makan.
Waktu Tempuh: 11 jam 20 menit



--- Penilaian ---

(+) Tarifnya murah
(+) Selimutnya jenis bed cover, jadi lebih menghangatkan.

(-) Leg rest dan rec.seat rusak
(-) Belum pakai Air Suspension
(-) Ada syarkawian

Jumat, 09 Desember 2016

Pertarungan Pekanbaru-Medan PP: Putra Pelangi vs Medan Jaya

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.



Postingan ini dan berikutnya saya akan ceritakan mengenai perjalanan atau biar keren, touring tektok, menuju Ibukota provinsi paling barat Indonesia yang sekaligus isi terminalnya didominasi bus-bus mewah nan mahal. Udah pada tau kan?. Touring ini berawal dari sedikit rasa penat dengan aktivitas dan udah setengah tahun lebih gak naik bus bagus, serta emang pengen banget touring ke kota tersebut lagi.


Part 1: PUTRA PELANGI PERKASA

Saya memulai perjalanan dari kota Pekanbaru dengan banyak pilihan armada yang juga buat saya bingung mau naikin yang mana. Sekitar 2 atau 3 hari sebelum keberangkatan, ada kabar kalau awal Desember Sempati Star sudah jalan ke Pekanbaru. Saya tanyakan ke kantor pusat Medan, tetapi mulai jalan perdana dari Pekanbaru sekitar 2-3 hari setelah tiba di Pekanbaru.
Hari keberangkatan, tepatnya setelah solat Jumat, saya ke loket Putra Pelangi untuk beli tiket tujuan Medan dengan bus dari Padang. Loh kok? Biar hemat dan berangkatnya pun lumayan akhir, jam 8, lagi pula lumayan lah 38 seat dapet 1626, udah hampir 2 tahun juga gak naik 1626.
Namun sayang, armada Padang tidak berangkat dan hanya tersedia si Jetliner tronton, kebetulan yang jalan si 7543 “Baho Do Au”. Tengok loket RAPI pun yang jalan si Bracha, Scania K360 bodi Jetliner, makin bingung lah. Akhirnya diputuskan naik Jetliner 2542 lagi. Dikasih harga 250rb, mungkin karena orang loketnya liat tampang saya yang kere kali ya hahaha.
Untuk armada Medan-B.Aceh PP saya putuskan naik Patas 1836. Sementara, untuk Medan-Pekabaru saya mengincar Medan Jaya Scania K360.

--- SKIP ---
Jumat, 2 Desember 2016
19:20 saya tiba di terminal AKAP BRPS sebagai penumpang terakhir yang ditunggu-tunggu 7543 dan langsung berangkat menuju Medan dan sekitarnya. 



20:35 Minas. Performa 7543 menurut saya lebih baik dibandingkan 7544 yang waktu itu saya naiki. Drivernya lebih berani.
21:23 melewati Polsek Kandis, kab.Siak. 
22:50 menepi di loket PPP, Duri.
23:08 di overtake RAPI Scania K360 dan sempat kejar-kejaran dengan RAPI dan Intra SE 1526 Skyliner
01:15 Bagan Batu. Di Bagan Batu sempat dihadang pemuda yang sepertinya ingin minta uang ke 7543 karena menaikkan sewa. Padahal 7543 gak ada naikin sewa di Bagan Batu, kalo turunin sewa ada. Driver pun sempat adu mulut dengan para pemuda. Akhirnya para pemuda mengalah dan 7543 kembali melanjutkan perjalanan.
02:08 Kota Pinang.
05:35 masuk Kisaran. Di Kisaran, penumpang sebelah saya turun dan 2 seat saya bisa kuasai sendiri.
07:27 masuk terminal Tebing Tinggi.
07:48 Simpang Berdagai, Sei Rampah, kab.Serdang Berdagai.
08:20 Pasar Bengkel, Perbaungan. Mulai perbaungan sampai Medan jalan mulai ramai.
08:34 masuk Deli Serdang
08:44 melewati terminal Lubuk Pakam. Isi terminal banyak diisi Trans Mebidang, Hino RK8 bodi Discovery.
09:08 melewati Polda Sumatera Utara.
09:15 akhirnya saya putuskan untuk turun di loket PPP, Jl.Sisingamangaraja, Medan.

--- Detail Bus ---

Bus: Putra Pelangi (PT Putra Pelangi Perkasa)
Plat nomer: BL 7543 AA “Baho Do Au”
Kelas: Double VIP / Executive
Jurusan: Pekanbaru – Medan
Tarif: 250.000 (Aslinya 270.000)
Nomer kursi: 11 (3C)
Jumlah Kursi: 38 + 2
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes-Benz OC 500 RF 2542
Bodi: Jetliner (karoseri Rahayu Santosa)
Fasilitas: AC, audio, toilet, bantal, selimut, WiFi, leg rest, smoking room
Waktu Tempuh: ±13 jam dan 55 menit

--- Penilaian ---

(+) WiFi nyala.
(+) Gak mampir rumah makan. Jadinya lebih cepat

(-) Kru kurang ramah.
(-) WiFi nyala tapi lemot bahkan gak jalan. Mungkin kuota habis.
(-) Colokan listrik gak nyala.
(-) Jarak antar seat buat saya agak sempit. Gak bisa selonjor.
(-) Tarif paling mahal tapi gak dapet snack.

PERHATIAN!!! Sebelum membaca part 2, ada baiknya membaca etape touring Medan - Banda Aceh PP

Part 2: MEDAN JAYA

Sampai di loket PPP, Jl.SM Raja saya langsung melipir ke loket Medan Jaya yang hanya di pisahkan oleh show room mobil. Saya langsung pesan tiket dan alangkah terkejutnya saya ternyata untuk tanggal 5 Desember, jatahnya bukan Scania tapi 1526 Jetbus. Scania jalan dari Medan tanggal genap. Aduh, naik Mercy kelas rendah ini. Sempat pikir juga naik RAPI, tapi bukan jatahnya Scania untuk tanggal 5. Makmur 1836 pun kemalaman berangkatnya, jam 9. PPP tronton? Jatahnya 7544, dan bosen! Ya udah lah, akhirnya naik MJ aja. Hitung-hitung coba naik Medan Jaya untuk pertama kali.
--- SKIP ---
Senin, 5 Desember 2016
Setelah berkutat dengan kemacetan kota Medan, akhirnya saya tiba di loket Medan Jaya di jalan SM Raja. Langsung cek in dan ga ada dikasih nomer plat bus hahaha. Setelah itu saya menunaikan solat (dijamak) dan makan. Selesai makan dan hendak balik ke loket, tiba-tiba lewat PPP Jetliner. Saya dibuat bingun dengan stiker SUPER VIP di kaca atas yang di mana stiket tersebut milik 7543, setelah saya lihat kaca belakang, benar saja ada stiker kuning BAHO DO AU. Wah ternyata perkiraan meleset, si 7543 perpal di Medan.
19:17 masuk Medan Jaya Jetbus 1526 AirS rute Medan-Pekanbaru kelas 28 seat. Ternyata Jetbus yang MB seatnya beludru. Masuk ke dalam kabin dan duduk di seat buatan Aldilla langsung terasa beda dengan seat buatan Rimba Kencana. Masih lebih enak Rimba Kencana karena bentuk seat yang sesuai dengan badan untuk duduk istirahat untuk perjalanan berjam-jam. Parahnya lagi leg rest rusak. Lagipula gak akan dipake juga, leg room untuk hot seatya sempit, kaya Pusaka 7723 kemaren.
19:24 start loket Medan Jaya jalan Sisingamangaraja. Sebelum berangkat, ada himbauan dari petugas loket agar menjaga barang pribadi dan jika memiliki narkoba harap ditinggal biar gak nyusahin. Hmmm....bagus juga. Good Job, MJ! Dibagiin snack juga. Isinya wafer Richeese dan satu Aqua gelas. Lumayan lah, daripada sebelumnya, tiket paling mahal tapi gak dapet snack hahaha.
 20:30 melewati PTPN IV Unit Usaha Adolina, Perbaungan, Serdang Berdagai.
20:44 melewati pasar Bengkel, Perbaungan.
22:56 saya terbangun dan posisi bus lagi menepi di luar terminal Sei Berjangkar, kabupaten Batubara. Karena lelah ngetrip PKU-BNA, saya lebih banyak tidur.
03:25 Bagan Batu.
04:23 melewati Polsek Rokan Hilir.
05:35 melewati Plasa Telkom, Duri.
06:42 – 07:09 masuk RM Bambu Kuning, Kandis bersama Medan Jaya ekonomi nopin 92 bodi buatan Cipta Karya. Di rumah makan saya cuma foto-foto aja. Lepas rumah makan, drivernya aneh, kadang ngebut kadang nyantai. Yang unik, lampu sein gak bisa ngedip HAHAHA. Jadi dikedipinnya secara manual. Lepas RM Bambu Kuning dan lewatin RM Tuah Sakato, ternyata gak ada PPP 7543 'Baho Do Au', cuma ada PMTOH. Dan ternyata Sempati Star singgahnya di Tuah Sakato, ada spanduknya.
 08:26 melewati Polsek Rumbai
08:43 masuk loket jalan Riau Ujung. Lokasinya jauh bener, bagi saya mah antah-berantah, gak ada akses angkutan umum ke loketnya.
08:58 akhirnya tiba kembali di tanah rantau. Saya turun di terminal BRPS dilanjut TMP koridor 06 dan 03 (pakai bus baru, si RK biru dari Dishub). Perjalanan menuju kost melewati loket PPP dan belum tampak si PPP Baho Do Au, mungkin udah di cuciannya Makmur. Lewat cucian makmur ternyata gak ada bus sama sekali. Wah masa iya si PPP 7543 Baho Do Au ketinggalan jauh.

--- Detail Bus ---

Bus: Medan Jaya (PT Medan Jaya Simalem)
Plat nomer: BK 7872 DO
Kelas: Executive 28 Seat
Jurusan: Medan - Pekanbaru
Tarif: 240.000
Nomer kursi: 1
Jumlah Kursi: 28
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes-Benz OH 1526 + Air Suspension
Bodi: Jetbus HD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut, snack, leg rest, smoking room
Waktu Tempuh: ±13 jam dan 41 menit


--- Penilaian ---

(+) Dapat snack
(+) Ada pengumuman/wanti-wanti dari petugas loket untuk jaga barang bawaan dan kalo ada sabu/ganja, mohon ditinggalkan biar gak nyusahin.

(-) Kru kurang ramah.
(-) Leg rest rusak.
(-) Hot seat lebih sempit dari seat belakang
(-) Drivernya aneh. Kadang ngebut, kadang lambat.
(-) AC kurang dingin
(-) Bodinya banyak gemlodak
(-) Air Suspension dari Adi Putro udah kurang nyaman. Serasa pake leafspring tapi lebih mentul-mentul dan gak ada kriyet.

Selasa, 27 September 2016

Naik LV 150 lagi

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Hari libur kuliah telah berakhir (udah lama sih) dan itu artinya saya harus kembali ke Pekanbaru. Kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya menuju Pekanbaru, armada/bus yang saya naiki sama seperti sebelumnya. Yap, Lorena dengan kode roster LV 150. Kenapa Lorena lagi? Simple, masih penasaran dengan OH 1526 Skyliner atau Jetbus2. Sempat terpikir juga untuk naik SAN yang baru keluarin Scania K360 Opticruise berbodi Legacy SR-2 untuk line Pekanbaru-Solo, tapi ya gitu, jam keberangkatannya terlalu pagi (jam 10). Mau naik Medan Jaya pun berangkatnya siang, kalo PPP armadanya kuler dengan bodi rombakan. Pokoknya udah mantap naik Lorena walau dengan armadanya yang rollingan alias gak pasti.

Tanggal 15 September beli tiket di Kantor Cabang (KC) Lorena di Cikokol, Tangerang. Dapatlah seat 1D dengan tarif 460.000 untuk tanggal 17 September. Jam keberangkatan gak pasti, saya ditelpon saat bus telah berangkat dari Rawamangun.


Sabtu, 17 September 2016

Sekitar jam setengah empat sore dapat telpon dari KC Lorena kalau keberangkatan LV 150 pada malam sekitar jam 7an karena bus putar-putar dulu dari Tajur (Bogor) ke pool/depo Lorena di RA Kartini, lalu ke Rawamangun, lanjut Kalideres, baru Cikokol. Good News, jadi bisa sedikit santai. Itu lah enaknya Lorena Sumateraan, berangkatnya paling terakhir.

18:02 baru selesai makan udah ditelpon KC Lorena kalo bus udah jalan dari Kalideres. Gerak dipercepat.
±19:00 tiba di KC Lorena Cikokol dan untungnya bus belum datang. Sempatkan dulu ke Ind*mar*t untuk beli amunisi, lalu izin untuk solat isya dulu. Eh pas jalan ke musholla dipanggil karna bus udah datang. Perasaan kecewa pun datang karena terlihat bukan livery yang dipakai Skyliner atau JB2. Yap, saya dapat bodi Celcius, untungnya pakai 1526. Semoga saja kekecewaan terobati.


foto diambil di KC Lorena, Jambi

19:20 bus berangkat dari KC Cikokol dengan kondisi penumpang belum penuh. Berjalan pelan menuju tol karena kepadatan malam hari kota Tangerang.
19:40 Gerbang Tol Cikupa. Bus tidak terlalu dibawa kencang, kecepatan pun cukup konstan di angka 80kpj. Jalanan saat itu cukup ramai karena banyak truk besar.
20:33 Gardu Tol Merak.
20:41 - 20:50 berhenti di agen Lorena merak untuk kontrol.
20:57 antri di dermaga 1 pelabuhan Merak bersama Kramat Djati kuler.
21:03 masuk KM BSP 1 bersama Kramat Djati 1521 Jetbus MP, ALS nopin 319 bodi dari Cipta Karya, si kecil IMI, dan LV 236 prod.263.

±21:33 kapal jalan. Saya memilih untuk masuk ke ruang AC yang ada sofanya walau harus bayar 15.000, lumayan lah untuk rebahan.
±23:40  kapal sandar di pelabuhan Bakauheni. Turun dari dek menuju bus, terlihat LV236 p.263 Jetbus2 OH 1525 (kayanya) sedang diperbaiki.
23:46 keluar kapal meninggalkan driver kedua yang sedang ikut memperbaiki LV236 walau nantinya menepi di samping dermaga untuk menunggu sang driver.


Minggu, 18 September 2016

00:27 - 01:03 istirahat di RM Siang Malam, Kalianda bersama LV233 p.322 Skyliner 1526, Damri 4752 AP Old Setra, Damri 4935 Royal Class biru, LV171 p.324 dan LV236. Di sini saya solat isya dan mencoba makan bakso di sisi kanan bangunan utama RM Siang Malam. Harganya 15.000 dan rasanya lumayan walau isinya gak banyak plus akuwa gelas 1000.
Trio Lorena MB 1526 bodi dari Rahayu Santosa

02:10 - 02:20 kontrol di KC Lorena Kalibalok.
02:30 masuk terminal Rajabasa, Bandar Lampung. Setelah itu saya banyak tidur.
06:12 masuk propinsi Sumatera Selatan.
07:46 - 08:36 istirahat di RM Pagi Sore, Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir bersama Kramat Djati, LV232 p.273 (Bdg-Pku), Pahala Kencana Bandung, dan Putra Pelangi. Saya sempatkan untuk cuci muka dulu lalu makan. Makanan dijajarkan dan terlihat cumi asam pedas, berhubung saya lapar saya langsung ambil cumi tersebut dan tidak peduli biaya makan yang pasti mahal. Benar saya total biaya makan 46.000. Nasi 8000, cumi 26000, dan teh hangat 8000 plus PPN 10%. Tapi mantap lah rasanya berhubung saya lapar dan cuminya pun tidak alot.

11:21 - 11:38 isi solar di SPBU di Tanjung Api-api, Palembang.
11:45 masuk KC Lorena Palembang sekitar 30 menit. Di sini sudah ada Lorena p.200 OH 1525 Skyliner dan Sari Lorena p.017 OH 1525 AP New Marcopolo.

14:12 - 14:56 masuk RM Musi Indah, Betung, Banyuasin bersama LV232, Rhema Abadi, HD Transport, Arya Prima, dan si kecil IMI dan Jaya Utama. Saya sempatkan solat dulu setelah itu makan di sisi bangunan utama RM Musi Indah. Entah kenapa saya memilih bakso padahal saya pengennya nasi soto ayam. Rasa baksonya lumayan lah. Harganya 22000 untuk bakso dan es teh 8000.

15:29 melewati RM Pagi Sore, Sungai Lilin dan terlihat Putra Pelangi dan Laju Prima Legacy Sky yang lagi istirahat. Sempat terpikir "Kenapa Lorena tidak istirahat di Pagi Sore, Sungai Lilin saja ya?".
18:16 melewati RM Simpang Raya, Bayung Lencir daaannnn tidak berhenti, saya kira akan berhenti di sini.
18:56 masuk kota Jambi.
19:06 - 19:23 berhenti di KC Lorena Simpang Rimbo, Jambi bersama LV232.
20:29 - 21:31 akhirnya istirahat di RM Ajo Tonjong, KM 49 bersama LV232 yang baru sampai. Seperti biasa saya solat dulu lalu makan. Makan dengan ayam gulai harganya 25000. 

LV232 jalan duluan lalu LV150. Saya mendengar percakapan antara dua driver kalau driver pertama (asal Aceh) masih terbilang baru di lintas Sumatera, sementara driver kedua (asal Sumut) sudah hapal "medan" dan driver kedua bilang kalau driver pertama (sedang bawa bus) tidak bisa mengejar LV232 karena LV232 sedang dikemudikan oleh driver yang berpengalaman.


Senin, 19 September 2016

01:12 Gerbangsari, Belilas.
01:50 - 02:48 istirahat terakhir di RM Simpang Raya, Japura, Rengat bersama LV232 dan ALS nopin 35 kuler tapi overhangnya mirip 1525/1526. Saya tidak makan di sini, tapi bungkus nasi dengan ayam balado seharga 26000 untuk makan pagi di kost nanti.

Lepas rumah makan bus langsung dipacu.
02:26 melewati kawasannya Pertamina di Lirik.
03:16 konvoi dengan LV232. LV150 yang tadinya kencang, jadinya kurang kencang karena membuntuti LV232.
03:25 akhirnya LV150 dengan driver kedua pada stir kemudi menyalip LV232 dan meninggalkan LV232 jauh dibelakang. Setelah itu saya sempat melihat speedometer, kecepatan LV150 sempat di atas 100kpj, mantap. Trek jalanan pun sangat bersensasi karena naik turun berkali-kali ditambah jalan cor/beton yang bergelombang.
04:30 berhenti 10 menit di agen Lorena Pangkalan Kerinci karena harus ambil setoran.
Jam 6 kurang sudah masuk kota Pekanbaru
06:13 akhirnya tiba di KC Lorena jalan Soekarno Hatta atau pasar Arengka, Pekanbaru.



--- Detail Bus ---

Bus: Lorena (PT Eka Sari Lorena Transport Tbk)
Kode bus: P299
Kode trayek: LV 150 
Jurusan: Bogor - Jakarta - Pekanbaru
Tarif: 460.000
Nomer Kursi: 1B
Jumlah Kursi: 36/38
Bodi: Celcius (karoseri Rahayu Santosa)
Sasis: Mercedes Benz OH 1526
Fasilitas: AC, toilet, audio, TV, rec.seat, bantal, selimut, smoking room
Waktu Tempuh: ±34 jam dan 53 menit


--- Penilaian ---

(+) Kru bus ramah
(+) Suspensi cukup nyaman. Suara kriyet-kriyet hanya saat bus melewati jalan rusak

(-) Kru menaikkan penumpang tidak resmi di jalan
(-) Carrier saya tidak diperbolehkan masuk ke bagasi bawah

Minggu, 14 Juni 2015

Mudik 'kepagian' Tangerang - Bukit Tinggi dengan NPM (lagi)

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Kali ini saya akan menceritakan perjalanan mudik ‘kepagian saya’. 
Awalnya saya ingin naik Lorena yang terkenal banter/joss/ngebut dan berharap bisa naik Skyliner, eh tapi tidak diperbolehkan sama ortu karena Lorena bisnya ngebut. Pengen banget naik ANS tapi sayang naiknya harus dari Rawamangun, mana barang bawaan banyak banget. Akhirnya naik NPM lagi deh.

Minggu, 31 Mei 2015

Saya menuju terminal Poris, Tangerang untuk membeli tiket mudik saya. Setibanya di Poris ternyata sudah banyak anggota BMC Tangerang yang akan kopdar, tapi tujuan saya adalah membeli tiket dan langsung saya menuju loket NPM. Saya DP dulu 200 ribu untuk keberangkatan tanggal 2 Juni.

Selasa, 2 Juni 2015

Jam 11 kurang saya tiba di terminal Poris diantar oleh keluarga saya, maklum karna bawaan saya kali ini sangat buanyak seperti pindahan rumah. Langsung menuju loket NPM untuk membayar kekurangan 200 ribu. Dan ditiket sudah tertulis kebrangkatan pukul 12. Adzan Dzuhur pun bekumandang tapi bus belum datang juga, kata sang agen sudah di jalan dari terminal Rawamangun. Saya pun masih penasaran bus mana yang akan saya naiki sambil berharap dapet bodi Scorpion King dengan sasis Golden Dragon. Saya putuskan untuk solat dulu.

±12:40 terlihat bus warna putih bodi New Marcopolo memasuki terminal Poris. Benar saja dugaan saya dari kemaren, dapat Mercy elektrik. Langsung saya naik bus dan pamit kepada keluarga. Seatnya pun bebas pilih walau ditiket sudah tertera seat nomer berapa.
12:48 bus keluar terminal Poris. Kursi pun tidak penuh, mungkin sekitar 70%. Tapi kita liat saja nanti.
13:00 bus masuk SPBU di Kebon Nanas untuk isi solar sejumlah 1 juta rupiah. Setelah selesai minum solar, mesin OM906LA ini dipacu menuju pelabuhan Merak. Di Tol Tangerang-Merak ini saya bisa merasakan suspensinya tidak seberisik suspensi Hino RK dan tidak sekeras suspensi MB OH 1525, walau tetap lebih nyaman suspensi udara.
14:10 tiba di RM Rajawali, Merak untuk istirahat solat ataupun makan selama 20 menit. Oh iya ada penumpang non tiket resmi alias illegal alias syarkawi. Mereka ini tidak beli tiket di agen, melainkan bayar dengan kru bus, tarifnya pun nego. TIDAK DISARANKAN seperti ini!!! Kalau kecelakaan nanti tidak dapat biaya tanggungan/asuransi.




14:46 suasana pelabuhan Merak cukup sepi dan langsung menuju dermaga 1 dan langsung masuk lambung KM Musthika Kencana. Seluruh penumpang wajib turun karna mesin kendaraan tidak boleh menyala, saya pun langsung menuju dek kapal.

Selonjor dulu di dek kapal. Gratis loh plus AC dan hiburan video.

15:14 kapal mulai bergerak meninggalkan dermaga 1 pelabuhan Merak.
17:31 keluar kapal
20:03 tiba di loket NPM ‘resmi’, entah di daerah mana. Di sini naik 4 penumpang.
20:15 melewati Universitas Lampung dan masuk terminal Rajabasa, Bandar Lampung.
20:49 melewati bandara Radin Inten.
22:27 masuk SPBU untuk isi solar. Oh iya, sebelumnya ada penumpang ‘non resmi’ naik dan duduk di sebelah saya. Padahal saya sudah senang karna bisa menguasai 2 seat, tapi ya gimana lagi. Yang duduk disebelah saya ini sepertinya tentara, dilihat dari celana hijau loreng khas tentara dan sepatu khas aparat keamanan Negara.

Rabu, 3 Juni 2015

±00:44 masuk RM Wisata Minang, Way Kanan untuk istirahat makan bersama Handoyo Surabaya dan Handoyo Blitar. Di sini saya langsung menuju tolilet yang ‘sangat sederhana’ dan menunaikan solat. Tentunya saya di sini makan malam karna saya sudah lapar. Saya makan 2 porsi nasi, 1 telor dadar, dan 1 gelas teh hangat dengan total biaya makan 25.000. Kenapa 2 porsi nasi? Karena 1 porsi nasi, nasinya sedikit seperti nasi McD atau KFC.
01:14 bus kembali jalan. Oh iya sepanjang jalan dari Bakauheni sampai rumah makan, kondisi jalannya sudah tidak bagus. Banyak yang rusak. Kita liat nanti kondisi jalan sampai SumBar.
03:46 memasuki Ogan Komering Ulu alias OKU.
04:07 kres dengan Madu Kismo Scorpion King tujuan Surabaya yang sepertinya dari Pekanbaru.

05:26-05:46 solat subuh bersama Lorena Skyliner yang sepertinya tujuan Jakarta/Bandung.


06:04 memasuki Muara Enim. Sempat juga saya melihat pool Rosalia Indah, dan terlihat bus Rosalia Indah NL 190 warna kuning bodi Jetbus2 HD sasis Hino RK8 kelas Executive.
06:08 memasuki Lahat.
06:13 masuk RM Sumbar Jaya untuk istirahat dan sarapan. Di sini Cuma ada bus kami, padahal lebaran kemaren cukup banyak NPM yang istirahat pagi di sini. Di sini saya Cuma beli pop mie seharga 8000, harga standar lah.


07:10 bus kembali jalan.

10:15 masuk Empat Lawang, Tebing Tinggi.
12:05 memasuki Simpang Priuk, Lubuk Linggau. Kondisi jalan sampai Lubuk Linggau pun banyak yang rusak.
12:33 melewati komplek olah raga kota Lubuk Linggau.
12:42 akhirnya masuk RM Budi Setia, perut sudah lapar. Seperti biasa saya menuju toilet dulu dan menunaikan solat setelah itu makan. Makannya pun cukup unik, sudah disediakan sepiring nasi dan lauknya kita ambil sendiri, saya ambil ayam goreng dan disira kuah gulai yang menggugah selera. Ayamnya pun cukup enak, porsi nasinya cukup banyak. Total biaya makan pun 25.000.




±14:05 bus keluar rumah makan meninggalkan NPM Jumbo alias non AC yang baru 10 menitan datang.

15:35 masuk Sarolangun.
16:57 masuk terminal Pulau Tujuh, Bangko.
18:27 melewati Masjid Agung Al Mubarak, Muaro Bungo.
18:35 masuk terminal kota Lintas Muaro Bungo.
20:20 masuk RM Umega, Gunung Medan. Sebelum turun intip speedometer dulu, ternyata 1526 NPM ini sudah tembus 700.000 km. Setelah itu seperti biasa langsung ke toilet dulu, setelah itu solat dan makan. Saya pun makan dengan ayam goreng. Diluar dugaan, ayam gorengnya keras banget sangking garingnya. Tau gitu saya ambil telor gulai atau ayam gulai saja. Total biaya makan ±23.000.
Di RM ini seperti biasa, ramai dengan para pemudik dan sudah ada beberapa bus Sumatraan seperti FRC Legacy, LBJ Transport dan NPM Jumbo serta NPM ‘Mr.Cuex’ yang baru datang ketika bus saya akan jalan 10 menitan kemudian.
ALS MB OH 1526




NPM V02 bersama Mr.Cuex
21:44 bus keluar RM Umega.

21:57 masuk SPBU untuk isi solar.

4 Juni 2015

00:45 masuk terminal Bareh, Solok. Di sini saya yang tujuannya Bukit Tinggi dioper ke bus NPM ‘Mr.cuex’ mungkin karena mayoritas penumpang di bus saya tujuannya Padang.
01:23 bus kembali jalan
01:27 Mr.Cuex masuk SPBU untuk isi solar.
02:12 danau Singkarak area.
03:13 akhirnya saya sampai di Bukit Tinggi, tepatnya saya turun di loket NPM di Jambu Air.



---Spesifikasi/Detail Bus---

Bus: NPM (PT Naikilah Perusahaan Minang)
Kode bus: Vircansa 02
Nomor Plat Bus: BA 7211 NU
Kelas: AC Executive
Jurusan: Jakarta - Padang
Tarif: 400.000
Jumlah Kursi: 41
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes Benz OH 1526Bodi: New Marcopolo  (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, Audio, toilet, rec.seat
Waktu Tempuh: 38 dan 25 menit


Bus kedua: NPM
Nomer Polisi: BA 7581 BU "Mr. Cuex"
Sasis: Mercedes Benz OH 1521
Bodi: New Marcopolo (workshop Ngalau)



---Penilaian---

(-) Ada banyak kursi tambahan.
(-) Kulit jok banyak retakan.
(-) Tempat saluran AC dibawah bagasi banyak yang bolong dan rusak
(-) Tidak ada selimut.
(- Kursi tidak bisa direbahkan.
(-) Handle tangan sudah tidak kokoh.
(-) Kru menaikkan penumpang non resmi alias syarkawi di luar agen/loket resmi