Tampilkan postingan dengan label New Marcopolo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label New Marcopolo. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Agustus 2016

Bukittinggi - Tangerang dengan Sang Jenderal LV 237

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya dari Bukittinggi ke Tangerang. Sebenarnya sih sudah ada 3 postingan saya tentang perjalanan ke Bukittinggi atau Tangerang, tapi kali ini menggunakan PO yang beda. Kali ini saya naik Sang Jenderal, Lorena. 

Saya akan kembali ke Tangerang tanggal 4 Agustus 2016. Tanggal 30 Juli saya memesan tiket di loket Padang Luar, dapat seat 1B dengan harga 415.000, padahal saya cek di website online ticketingnya Lorena harganya 445.000. Pas saya beli tiket terlihat ada 2 unit 1525 yang sedang perpal, 1 unit Skyliner-nya KSP dan P.269 RS Skyliner. Pas saya nengok ke P.269 kok legroomnya lega banget, pas saya hitung ternyata 8 baris, wah ada exe nyasar nih.

 H-1 saya coba cek loket Lorena dan terlihat 1 unit Skyliner KSP dan 1 unit 1525 AP Jetbus2 yang siap jalan daaannnnn ada 1525 New Marcopolo yang perpal, wah sepertinya dapet si Marco. Ya gapapa juga sih dapet Marco, asal sampe Tangerang engga dini hari.

4 Agustus 2016

Hari keberangkatan saya ternyata berbarengan sama temen pecinta bis di Pekanbaru, tapi dia naik ANS dan dapat ANS Combawa berbodi MP Travego. Jadi hampir sepanjang jalan saling mengabari posisi. ANS Combawa jalan jam 8:30, sementara bus saya jalan jam 10. We'll see.

±09:35 saya tiba di loket Padang Luar dan memang sudah terlihat si 1525 Marco P.286 sudah siap. Emang belom rejekinya dapet 1526 Skyliner aau JB2.

Foto diambil di RM Siang Malam, Kalianda

Sebelum jalan isi solar dulu di SPBU samping pool ANS. Ada seorang dari loket yang ikut ke SPBU dan kayanya sih emang Si Ijo ini solarnya jatah, tapi entah lah. Selesai isi solar senilai lebih dari 1,3 juta, balik ke loket lagi.

10:20 bus jalan dari loket.
10:53 melewati pasar Koto Baru. Tak lama, bus mulai terasa endut-endutan, terutama saat tanjakan. Menepi sebentar dan jalan lagi.
11:06 masuk terminal Padang Panjang. Sudah ada FRC Legacy, NPM Jumbo, dan NPM Euroliner Mr.Marcha yang stay.
12:14 ambil penumpang di agen Sumani.
12:48 - 13:13 terminal Bareh, Solok. Hampir setengah jam stay di sini dan tidak terlihat LV 141 dari Padang
15:56 - 16:32 istirahat di RM Palapa, Sijunjung. Saya makan di sini habis 25.000. Pas mau siap jalan, datanglah si LV141 Evonext 1526 P.316


17:10 melewati rumah makan Umega, Gunung Medan, Dharmasraya.
18:37 masuk terminal lintas Muaro Bungo. Cuma numpang lewat aja dan terlihat NPM dengan lampu belakang seperti Jetbus2. 

Tak lama lepas terminal kembali ketemu sama NPM tersebut. Ketika sudah melewati daerah yang padat terjadi aksi dorong dari LV 237 terhadap NPM tersebut. Driver kedua Lorena yang cukup muda mempermainkan NPM tersebut, beberapa kali NPM tersebut di dorong dan harus "tempel 5 cm" seperti gayanya Al Farruq hahaha. Sempat kewalahan juga NPMnya sampai-sampai raungan mesin OM 336 LA dari sasis 1521 a.k.a. kuler sampai terdengar oleh telinga saya. Cukup memacu adrenalin juga pertarungan tersebut apalagi jalan Sumatera yang tidak lebar, berliku dan aspal yang sedang tidak mulus. Ahkirnya Lorena harus mengalah dan menepi karena harus ngecek mesin yang mulai terasa endut-endutan lagi. Menepinya sebentar aja, abis itu lanjut jalan lagi. Saat di Merangin (sepertinya) terlihat NPM yang tadi sedang menepi sambil membuka kap mesinnya. Wah sepertinya gara-gara di dorong Lorena tadi nih, hahahaha.

21:14 masuk terminal Sarolangun.
23: 15 - 23:59 masuk rumah makan Pagi Sore, Lubuklinggau. Kesan pertama dari rumah makan ini ialah sangat mewah untuk rumah makan lintas Sumatera. Toiletnya bersih, musholla ada AC, meja dan kursi kaya restoran, dan hitungnya juga pakai gadget seperti tablet bukan kalkulator biasa. Saya makan pakai ayam gulai plus es teh, porsinya lumayan untuk makan kemalaman, es tehnya terlalu manis. Harganya? WAH!!! 39.000 hahaha. mahal banget. Ya emang udah ketebak sih dari penampilan rumah makannya. Kalo gitu mending di Simpang Raya aja atau rumah makan yang disinggahi PMTOH.



03:12 Lahat. Lepas lahat, kondisi jalan boleh dibilang cukup buruk.
05:39 - 06:08 solat Shubuh bersama ALS nopin 275 di Pengandonan, Ogan Komering Ulu.

06:17 kres dengan Lorena LV 236 Euroliner 1626.
07:10 mampir di agen Baturaja.
07:20 isi solar dulu di SPBU yang jadi satu area dengan hotel Bukit Indah lestari.
07:41 - 08:51 makan pagi di rumah makan Siang Malam, Baturaja bersama FRC Evonext hijau Hino AK, LV 141, dan LV 140 Euroliner 1626 P.310 serta terlihat SAN Legacy SR-1 yang lagi tidur dan Madu Kismo Scorpion King yang tidur karena laka.


12:12 bundaran tugu Kotabumi.
13:15 Bandar Jaya Plaza. Sempat tersendat juga di Bandar Jaya ini, sama seperti tahun lalu pas arus balik Lebaran.
14:11 melewati bandara Radin Inten.
14:40 masuk terminal Rajabasa
15:00 isi solar bersama LE 111 Jetbus2 1626 P.354
15:10 - 15:21 berhenti di seberang loket / pool Lorena, Kalibalok. Di loket / pool tersebut ada 4 unit Jetbus2 1626.
15:45 menepi bersama Sinar Jaya Jetliner 51 RC (kalo ga salah), LE 113, dan Rosalia Indah karena ada razia
16:56 - 17:48 masuk rumah makan Siang Malam, Kalianda. Di sini LV 237 istirahat bersama FRC Jetbus2 1526, FRC Evonext Hino AK, Damri Ultima, Sinar Jaya Jetbus 46 RA, Sinar Jaya Jetliner 51 RC,  Putra Remaja MP Jetbus 1526, 2 unit Putra Remaja New Marco, LV 141, dan 3 unit Lorena Jetbus2 1626 yang ketemu di pool Kalibalok, diantaranya LE 110 Banyuwangi, LE 112 Malang, dan LE 114 Blitar.


Lepas rumah makan, kendali LV 237 kembali dipegang driver pinggir/pertama yang lebih terasa ngejosnya dibanding driver tengah.

18:24 masuk loket pelabuhan Bakauheni. 
Tiba di dermaga ternyata kapal sudah penuh dan harus menunggu kapal tiba lagi. LV 237 menunggu bersama bus-bus yang bertemu di RM Siang Malam tadi. Karena masih lama, akhirnya semua bus pindah ke dermaga 3 untuk naik ke dalam KM Duta Banten. Padahal saya ngarepnya naik Portlink 3.
19:13 masuk kapal Duta Banten
±19:27 kapal jalan. Menurut saya kapalnya kurang enak karena ukurannya kecil dan berbagai hal lainnya, Saya masuk ke kelas 2 dengan membayar 8.000.

21:31 kapal bersandar. Balik ke bus, ternyata saya penumpang akhir (bukan paling akhir) yang masuk ke dalam bus. Sempat tanya ke driver apa bus masuk Tangerang atau tidak, ternyata tidak dan driver membolehkan saya untuk turun di Rest Area Karang Tengah. Pas sekali sesuai dengan keinginan saya, karena rumah saya lebih dekat ke Rest Area dibandingkan harus turun di Tangerang (loket Lorena Kebon Nanas).
21:40 keluar kapal.
Lepas area pelabuhan, bus harus menepi di agen Merak.
21:57 gerbang tol Merak
22:06 diovertake Lorena Jetbus2 1626 P.341
22:55 gerbang tol Cikupa. Saatnya gak boleh merem dan siap-siap turun.
±23:12 finish. Akhirnya saya mengakhiri perjalanan di Rest Area Karang Tengah KM 14.



---Spesifikasi/Detail Bus---

Bus: Lorena (PT Eka Sari Lorena Transpor, Tbk)
Nomer plat bus: B 7366 KU
Kode Bus: P 286
Kode trayek: LV 237
Jurusan: Bukit Tinggi - Jakarta - Bandung
Tarif: 415.000
Sasis: Mercedes Benz OH 1525
Bodi: New Marcopolo (karoseri Adi Putro)Nomer Kursi: 1B
Jumlah Kursi: 36/38
Merk Kursi: Fainsa
Fasilitas: AC, TV, Audio, toilet, rec.seat, smoking room, bantal, selimut
Waktu Tempuh: ±37 jam dan 37 menit



---Penilaian---

+ Sampai Tangerang belom tengah malam
+ Rumah makan tempat istirahatnya terbaik
+ Kru bus ramah

- Ada penumpang tak bertiket
- Seat cukup keras untuk perjalanan jauh
- Seharusnya bisa sampai lebih cepat (jam 10an) kalau tidak terkendala beberapa hal

Minggu, 14 Juni 2015

Mudik 'kepagian' Tangerang - Bukit Tinggi dengan NPM (lagi)

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Kali ini saya akan menceritakan perjalanan mudik ‘kepagian saya’. 
Awalnya saya ingin naik Lorena yang terkenal banter/joss/ngebut dan berharap bisa naik Skyliner, eh tapi tidak diperbolehkan sama ortu karena Lorena bisnya ngebut. Pengen banget naik ANS tapi sayang naiknya harus dari Rawamangun, mana barang bawaan banyak banget. Akhirnya naik NPM lagi deh.

Minggu, 31 Mei 2015

Saya menuju terminal Poris, Tangerang untuk membeli tiket mudik saya. Setibanya di Poris ternyata sudah banyak anggota BMC Tangerang yang akan kopdar, tapi tujuan saya adalah membeli tiket dan langsung saya menuju loket NPM. Saya DP dulu 200 ribu untuk keberangkatan tanggal 2 Juni.

Selasa, 2 Juni 2015

Jam 11 kurang saya tiba di terminal Poris diantar oleh keluarga saya, maklum karna bawaan saya kali ini sangat buanyak seperti pindahan rumah. Langsung menuju loket NPM untuk membayar kekurangan 200 ribu. Dan ditiket sudah tertulis kebrangkatan pukul 12. Adzan Dzuhur pun bekumandang tapi bus belum datang juga, kata sang agen sudah di jalan dari terminal Rawamangun. Saya pun masih penasaran bus mana yang akan saya naiki sambil berharap dapet bodi Scorpion King dengan sasis Golden Dragon. Saya putuskan untuk solat dulu.

±12:40 terlihat bus warna putih bodi New Marcopolo memasuki terminal Poris. Benar saja dugaan saya dari kemaren, dapat Mercy elektrik. Langsung saya naik bus dan pamit kepada keluarga. Seatnya pun bebas pilih walau ditiket sudah tertera seat nomer berapa.
12:48 bus keluar terminal Poris. Kursi pun tidak penuh, mungkin sekitar 70%. Tapi kita liat saja nanti.
13:00 bus masuk SPBU di Kebon Nanas untuk isi solar sejumlah 1 juta rupiah. Setelah selesai minum solar, mesin OM906LA ini dipacu menuju pelabuhan Merak. Di Tol Tangerang-Merak ini saya bisa merasakan suspensinya tidak seberisik suspensi Hino RK dan tidak sekeras suspensi MB OH 1525, walau tetap lebih nyaman suspensi udara.
14:10 tiba di RM Rajawali, Merak untuk istirahat solat ataupun makan selama 20 menit. Oh iya ada penumpang non tiket resmi alias illegal alias syarkawi. Mereka ini tidak beli tiket di agen, melainkan bayar dengan kru bus, tarifnya pun nego. TIDAK DISARANKAN seperti ini!!! Kalau kecelakaan nanti tidak dapat biaya tanggungan/asuransi.




14:46 suasana pelabuhan Merak cukup sepi dan langsung menuju dermaga 1 dan langsung masuk lambung KM Musthika Kencana. Seluruh penumpang wajib turun karna mesin kendaraan tidak boleh menyala, saya pun langsung menuju dek kapal.

Selonjor dulu di dek kapal. Gratis loh plus AC dan hiburan video.

15:14 kapal mulai bergerak meninggalkan dermaga 1 pelabuhan Merak.
17:31 keluar kapal
20:03 tiba di loket NPM ‘resmi’, entah di daerah mana. Di sini naik 4 penumpang.
20:15 melewati Universitas Lampung dan masuk terminal Rajabasa, Bandar Lampung.
20:49 melewati bandara Radin Inten.
22:27 masuk SPBU untuk isi solar. Oh iya, sebelumnya ada penumpang ‘non resmi’ naik dan duduk di sebelah saya. Padahal saya sudah senang karna bisa menguasai 2 seat, tapi ya gimana lagi. Yang duduk disebelah saya ini sepertinya tentara, dilihat dari celana hijau loreng khas tentara dan sepatu khas aparat keamanan Negara.

Rabu, 3 Juni 2015

±00:44 masuk RM Wisata Minang, Way Kanan untuk istirahat makan bersama Handoyo Surabaya dan Handoyo Blitar. Di sini saya langsung menuju tolilet yang ‘sangat sederhana’ dan menunaikan solat. Tentunya saya di sini makan malam karna saya sudah lapar. Saya makan 2 porsi nasi, 1 telor dadar, dan 1 gelas teh hangat dengan total biaya makan 25.000. Kenapa 2 porsi nasi? Karena 1 porsi nasi, nasinya sedikit seperti nasi McD atau KFC.
01:14 bus kembali jalan. Oh iya sepanjang jalan dari Bakauheni sampai rumah makan, kondisi jalannya sudah tidak bagus. Banyak yang rusak. Kita liat nanti kondisi jalan sampai SumBar.
03:46 memasuki Ogan Komering Ulu alias OKU.
04:07 kres dengan Madu Kismo Scorpion King tujuan Surabaya yang sepertinya dari Pekanbaru.

05:26-05:46 solat subuh bersama Lorena Skyliner yang sepertinya tujuan Jakarta/Bandung.


06:04 memasuki Muara Enim. Sempat juga saya melihat pool Rosalia Indah, dan terlihat bus Rosalia Indah NL 190 warna kuning bodi Jetbus2 HD sasis Hino RK8 kelas Executive.
06:08 memasuki Lahat.
06:13 masuk RM Sumbar Jaya untuk istirahat dan sarapan. Di sini Cuma ada bus kami, padahal lebaran kemaren cukup banyak NPM yang istirahat pagi di sini. Di sini saya Cuma beli pop mie seharga 8000, harga standar lah.


07:10 bus kembali jalan.

10:15 masuk Empat Lawang, Tebing Tinggi.
12:05 memasuki Simpang Priuk, Lubuk Linggau. Kondisi jalan sampai Lubuk Linggau pun banyak yang rusak.
12:33 melewati komplek olah raga kota Lubuk Linggau.
12:42 akhirnya masuk RM Budi Setia, perut sudah lapar. Seperti biasa saya menuju toilet dulu dan menunaikan solat setelah itu makan. Makannya pun cukup unik, sudah disediakan sepiring nasi dan lauknya kita ambil sendiri, saya ambil ayam goreng dan disira kuah gulai yang menggugah selera. Ayamnya pun cukup enak, porsi nasinya cukup banyak. Total biaya makan pun 25.000.




±14:05 bus keluar rumah makan meninggalkan NPM Jumbo alias non AC yang baru 10 menitan datang.

15:35 masuk Sarolangun.
16:57 masuk terminal Pulau Tujuh, Bangko.
18:27 melewati Masjid Agung Al Mubarak, Muaro Bungo.
18:35 masuk terminal kota Lintas Muaro Bungo.
20:20 masuk RM Umega, Gunung Medan. Sebelum turun intip speedometer dulu, ternyata 1526 NPM ini sudah tembus 700.000 km. Setelah itu seperti biasa langsung ke toilet dulu, setelah itu solat dan makan. Saya pun makan dengan ayam goreng. Diluar dugaan, ayam gorengnya keras banget sangking garingnya. Tau gitu saya ambil telor gulai atau ayam gulai saja. Total biaya makan ±23.000.
Di RM ini seperti biasa, ramai dengan para pemudik dan sudah ada beberapa bus Sumatraan seperti FRC Legacy, LBJ Transport dan NPM Jumbo serta NPM ‘Mr.Cuex’ yang baru datang ketika bus saya akan jalan 10 menitan kemudian.
ALS MB OH 1526




NPM V02 bersama Mr.Cuex
21:44 bus keluar RM Umega.

21:57 masuk SPBU untuk isi solar.

4 Juni 2015

00:45 masuk terminal Bareh, Solok. Di sini saya yang tujuannya Bukit Tinggi dioper ke bus NPM ‘Mr.cuex’ mungkin karena mayoritas penumpang di bus saya tujuannya Padang.
01:23 bus kembali jalan
01:27 Mr.Cuex masuk SPBU untuk isi solar.
02:12 danau Singkarak area.
03:13 akhirnya saya sampai di Bukit Tinggi, tepatnya saya turun di loket NPM di Jambu Air.



---Spesifikasi/Detail Bus---

Bus: NPM (PT Naikilah Perusahaan Minang)
Kode bus: Vircansa 02
Nomor Plat Bus: BA 7211 NU
Kelas: AC Executive
Jurusan: Jakarta - Padang
Tarif: 400.000
Jumlah Kursi: 41
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes Benz OH 1526Bodi: New Marcopolo  (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, Audio, toilet, rec.seat
Waktu Tempuh: 38 dan 25 menit


Bus kedua: NPM
Nomer Polisi: BA 7581 BU "Mr. Cuex"
Sasis: Mercedes Benz OH 1521
Bodi: New Marcopolo (workshop Ngalau)



---Penilaian---

(-) Ada banyak kursi tambahan.
(-) Kulit jok banyak retakan.
(-) Tempat saluran AC dibawah bagasi banyak yang bolong dan rusak
(-) Tidak ada selimut.
(- Kursi tidak bisa direbahkan.
(-) Handle tangan sudah tidak kokoh.
(-) Kru menaikkan penumpang non resmi alias syarkawi di luar agen/loket resmi

Minggu, 10 Mei 2015

Catatan Perjalanan Tangerang-Solo-Jogja-Tangerang

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.



-----Etape 1-----

Perjalanan ini dimulai ketika saya ingin tes masuk PTS di Jogja. Berhubung saya suka naik bis maka saya mulai memilih bis yang akan saya naiki. Pikiran pertama yaitu kalo naik bis Jogjaan nanti sampai Jogja subuh sementara tes dimulai jam 8 pagi, maka saya beralih estafet ke Solo dulu seperti pecinta bus lainnya yang ingin ke Jogja. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk naik Kramat Djati kelas VIP dari Ciledug.

Rabu, 6 Mei 2015

12:40 saya tiba di terminal Raden Patah, Pasar Lembang, Ciledug dan langsung melunasi tiket seharga 175.000. Beberapa squad Ciledug pun terlihat masih parkir santai dan ada juga yang siap jalan.

Suasana terminal Raden Patah atau Lembang 

13:38 bus mulai jalan keluar teminal menuju perempatan Ciledug dan langsung menuju GT Ciledug, saya pikir bus ini akan mampir ke Lebak Bulus, ternyata tidak.
15:00 bus mampir di pool Kramat Djati di Cililitan untuk menaikkan penumpang dan mengambil snack. Setelah itu bus mulai keluar dan masuk tol dan ternyata bus ini mampir dulu ke Rawamangun. Tumben sih, tapi asik lah muter-muter ibukota dulu hehehe.
15:45 bus menaikkan penumpang di luar terminal Rawamangun. Ternyata penumpang yang naik di sini adalah penumpang bis Kramat Djati lain yang mengalami masalah pada bagian AC. Harusnya bis terisi setengah, eh gara-gara dapet langsiran penumpang jadi nambah walau engga full seat. Bus kembali masuk tol dan snack pun mulai dibagikan. Snacknya roti isi dan air mineral gelas. Saya juga sempat melihat bus Maxi Miracle dengan sasis MAN R37 milik PO Nusantara lagi tidur di kantornya MAN, sayang yah bis mahal tapi tidur doang.

17:10 keluar Dawuan dan langsung antre keluar GT Kalihurip. Keluar GT langsung disambut kemacetan dan pak supir langsung putar balik untuk memilih keluar di GT Cikampek, sementara bus Haryanto, Pahala Kencana Legacy SR-1 Bogor-Jogja dan Rosalia Indah NL439 kelas Super Executive lanjut ikut dalam kemacetan
17:25 GT Cikampek bersama Shantika 3A, Raya, Lorena LE452 prod.353 Jkt-Banyuwangi. Tetap saja macet di Cikampek ini.
18:47 melewati salah satu rumah makan bus malam paling ramai se-Pamanukan yaitu Taman Sari II. Perut sudah lapar. Setelah TS 2, lagi-lagi jumpa rumah makan UUN dan Sari Boga (RM-nya bus Rosalia Indah) yang semakin menambah rasa lapar.

19:10 akhirnya bus sampai di RM Singgalang Jaya 2, sudah terparkir 2 bus Kramat Djati lain. Saya pun langsung menuju toilet dan melaksanakan solat, setelah itu menukar kupon dan langsung ambil prasmanan. Menunya berupa opor ayam, sayur dan bihun dengan kuah soto plus teh anget serta krupuk. Rasanya standar seperti rumah makan lainnya, nasinya agak lembek dan krupuknya agak alot. Tapi tidak dijaga sehingga bisa ambil ayam 2 potong atau lebih hahaha
19:40 setelah semuanya kenyang, bus kembali jalan
20:51 masuk tol Palikanci. Di tol ini bus KD yang saya naiki diasapi Raya, Tunggal Daya cooler dan Shantika. Dan terlihat di arah sebaliknya beberapa Agra Mas menuju Jakarta. Pak supir tidak memacu mesin Hino ini secara full, bahkan main 'netra'l biar irit solar hahaha. Kecepatan maksimal pun tidak sampai 100kpj, lebih santai dari bus Harapan Jaya hahaha.

21:15 keluar Pejagan. Dan lagi-lagi bus KD ini jadi bulan-bulanan bus lainnya. 30 menit kemudian mulai terlihat bus dari timur menuju Jakarta
00:55 mampir di RM Sari Rasa untuk kontrol. Bus tidak istirahat di sini. Di sini cuma 3 menit dan langsung jalan lagi.
01:28 masuk terminal Mangkang
02:50 isi solar di SPBU Osamaliki, Salatiga. Perjalanan menuju Boyolali-Solo pun kembali diblong 2 Laju Prima Legacy Sky Yutong, salah satunya adalah squad Ciledug yang saya temui kemaren.

Perjalanan menuju Solo akhirnya pak supir mau memacu Hino RG ini sampai 110-115kpj di jalan raya Boyolali-Solo.
04:07 akhirnya saya turun di terminal Tirtonadi dan langsung menuju musholla/masjid terminal untuk istirahat.

 -----Etape 2-----

Perjalanan menuju Jogja pun saya lanjut.

Kamis, 7 Mei 2015

05:52 bus Eka Cepat kelas Patas tujuan Jogja-Magelang pun langsung datang dan saya langsung naik.
Penumpang pun tidak penuh, tidak sampai 15 orang. Sang kondektur yang masih sangat muda pun mulai menarik uang tiket. Tarif Solo-Jogja hanya 15.000 dan dapat air mineral gelas gratis.



Saya pun coba mengakses WiFi yang ada di bus ini dan tidak bisa. Apa mungkin karena saya duduk di seat belakang ya.
06:41 masuk terminal Klaten dan bertemu GMS Jetbus HD 1626 yang sedang istirahat di sini.
07:36 akhirnya bus sampai di terminal Giwangan. Perjalanan ngebis saya pun selesai dan saya melanjutkan perjalanan menuju salah satu PTS.


-----Etape 3-----

Jumat, 8 Mei 2015

Perjalanan kembali ke Tangerang tadinya saya ingin naik bus Rosalia Indah jatah Wonogiri-Bitung yang terkenal joss, sayangnya hasil tes saya keluar jam 1 lewat jadi nya gagal deh. Soalnya bus Rosalia dari Wonogiri/Madiun jalan jam 2 daripada ikut bis dari Surabaya/Malang yang jalannya sore ntar makannya pake nasi box, saya memilih untuk naik kelas VIP dari agen Rosin Gamping di Ring Road barat Jogja yang jaraknya dekat dari UMY.

Sekitar pukul 13:30 saya langsung pesan tiket ke BSD dan untungnya masih ada walaupun seat belakang, jatah hari itu NL461

15:05 bus datang dan langsung jalan kembali dan saya langsung menuju seat 8A, kebetulan seat 8B sudah ada seorang wanita muda yang kayanya anak kuliahan yang sudah pw di seatnya.
15:20 masuk terminal Jombor untuk menaikkan penumpang.
Pahala Kencana Setra Selendang, Hino RG kayanya

Perjalanan dilanjutkan kembali melewati Ring Road dan Kulon Progo.
17:08 bus harus masuk terminal Purworejo walau tidak ada penumpang yang naik

18:01 melewati rest area nya Efisiensi.
18:05 masuk terminal Kebumen
18:28 melewati RM Candisari, rumah makan langganannya bus pariwisata yang lewat selatan
18:30 akhirnya bus masuk rumah makan Lestari untuk servis makan dan di sini sudah terparkir beberapa bus Rosalia Indah dan bus lainnya beserta travel. 
Seperti biasa saya langsung menunaikan solat dan makan. Di sini saya makan dengan ayam goreng serta tempe orek serta teh anget walau sangat disayangkan engga ada krupuk sebagai pelengkap. Dan disayangkan juga di sini ada yang mengawasi penumpang dalam mengambil lauk, jadi saya tidak bisa ambil ayam goreng 2 potong. Setelah itu saya lanjut foto-foto.


 NL 350 Jogja-Bitung kelas Super Executive
kabin NL461

19:09 NL461 mulai beranjak keluar RM Lestari untuk kembali mengaspal jalur Selatan Jawa.
20:20 memasuki Cilacap
21:50 mulai terlihat armada dari barat menuju timur. Lepas itu saya hanya tidur melek tidur melek yang salah satunya karena guncangan suspensi 1525 yang tidak memakai suspensi udara dan seat nomer 8 yang tepat berada di atas ban belakang.

23:41 bus mulai memasuki sirkuit tol Pejagan-Palikanci bersama Haryanto dan Nusantara Scania livery black pearl. Tercatat di sini NL461 mengovertake Rosin NL475, Sinar Jaya, Haryanto Positive, dan beberapa bus lainnya (bukan bus artis) serta NL461 juga ikut kena overtake bus lainnya. Tapi ya gitu Haryanto RN285 apalagi Nu3 Scania black pearl dalam sekejap langsung menghilang entah kemana. Setelah itu saya kembali tidur melek tidur melek.
01:41 masuk RM Sari Boga untuk cek. Untuk kelas VIP dari timur tidak dapat snack di sini.
02:35 masuk sebuah SPBU untuk minum solar beserta squad Rosin lainnya. Sebenernya saya ingin foto squad Rosin di sini, tapi di SPBU dilarang untuk mengambil foto. 30 menit kemudian kembali jalan dan sempat terjebak kemacetan. Setelah itu saya kembali tidur karena lumayan ngantuk dan lelah.
05:55 memasuki BSD alias Bumi Serpong Damai
06:07 saya turun di sebrang mall Plaza Serpong
 Dasboard ala Adi Putro dan Mercedes Benz OH 1525



-----Spesifikasi/Detail Bus-----


Bus: Kramat Djati (PT Kramatdjati Asri Sejati)
Nomer Plat Bus: B 7482 IS
Kelas: VIP
Jurusan: Ciledug - Solo - Madiun - Ponorogo
Tarif: 175.000
Nomer Kursi: 1 atau 1A
Jumlah Kursi: 36
Merk Kursi: Karya Logam
Sasis: Hino RG + air suspension dari karoseri
Bodi: Jetbus
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut, rec.seat, sekat depan, colokan listrik di bagasi atas, snack, prasmanan
Waktu Tempuh: 14 jam dan 29 menit


Bus: Eka (PT Eka Mira Prima Sentosa)
Kelas: Patas
Jurusan: Surabaya - Solo - Jogja - Magelang
Tarif: 15.000
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Hino RK8
Bodi: New Marcopolo HD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, air mineral gelas, rec.seat
Waktu Tempuh: ±1 jam dan 26 menit


Bus: Rosalia Indah (PT Rosalia Indah Transport)
Nomer Bus: 461
Kelas: VIP
Jurusan: Semin - Jogja - BSD - Merak
Tarif: 160.000
Nomer Kursi: 8A 
Jumlah Kursi: 40
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes Benz OH 1525
Bodi: Jetbus2 HD
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, selimut, rec.seat, foot rest, colokan di bagasi atas, prasmanan
Waktu Tempuh: ±15 jam dan 2 menit




-----Penilaian-----

Kramat Djati:
(+) Kru bus ramah
(+) Bus pun sudah dipakaikan suspensi udara biar lebih nyaman
(+) Pak supir pun bawa busnya santai

(-) TV dan audio/musik tidak nyala sepanjang perjalanan
(-) Kerangka untuk TV terbuat dari logam sehingga saat bus berjalan di jalan rusak jadi berisik dan cukup mengganggu. Kalo bisa posisinya di luar sekat kabin penumpang


Eka:
(+) Kru bus ramah

(-) Banyak air rembesan AC
(-) Suspensi sangat berisik, cukup menganggu telinga


Rosalia Indah:
(+) Kru bus ramah
(+) Makanan enak

(-) Servis makan di RM Lestari dijaga petugas, jadi tidak bisa ambil lauk sepuasnya
(-) Pengatur arah angin AC ada yang bolong