Selasa, 27 September 2016

Naik LV 150 lagi

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Hari libur kuliah telah berakhir (udah lama sih) dan itu artinya saya harus kembali ke Pekanbaru. Kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya menuju Pekanbaru, armada/bus yang saya naiki sama seperti sebelumnya. Yap, Lorena dengan kode roster LV 150. Kenapa Lorena lagi? Simple, masih penasaran dengan OH 1526 Skyliner atau Jetbus2. Sempat terpikir juga untuk naik SAN yang baru keluarin Scania K360 Opticruise berbodi Legacy SR-2 untuk line Pekanbaru-Solo, tapi ya gitu, jam keberangkatannya terlalu pagi (jam 10). Mau naik Medan Jaya pun berangkatnya siang, kalo PPP armadanya kuler dengan bodi rombakan. Pokoknya udah mantap naik Lorena walau dengan armadanya yang rollingan alias gak pasti.

Tanggal 15 September beli tiket di Kantor Cabang (KC) Lorena di Cikokol, Tangerang. Dapatlah seat 1D dengan tarif 460.000 untuk tanggal 17 September. Jam keberangkatan gak pasti, saya ditelpon saat bus telah berangkat dari Rawamangun.


Sabtu, 17 September 2016

Sekitar jam setengah empat sore dapat telpon dari KC Lorena kalau keberangkatan LV 150 pada malam sekitar jam 7an karena bus putar-putar dulu dari Tajur (Bogor) ke pool/depo Lorena di RA Kartini, lalu ke Rawamangun, lanjut Kalideres, baru Cikokol. Good News, jadi bisa sedikit santai. Itu lah enaknya Lorena Sumateraan, berangkatnya paling terakhir.

18:02 baru selesai makan udah ditelpon KC Lorena kalo bus udah jalan dari Kalideres. Gerak dipercepat.
±19:00 tiba di KC Lorena Cikokol dan untungnya bus belum datang. Sempatkan dulu ke Ind*mar*t untuk beli amunisi, lalu izin untuk solat isya dulu. Eh pas jalan ke musholla dipanggil karna bus udah datang. Perasaan kecewa pun datang karena terlihat bukan livery yang dipakai Skyliner atau JB2. Yap, saya dapat bodi Celcius, untungnya pakai 1526. Semoga saja kekecewaan terobati.


foto diambil di KC Lorena, Jambi

19:20 bus berangkat dari KC Cikokol dengan kondisi penumpang belum penuh. Berjalan pelan menuju tol karena kepadatan malam hari kota Tangerang.
19:40 Gerbang Tol Cikupa. Bus tidak terlalu dibawa kencang, kecepatan pun cukup konstan di angka 80kpj. Jalanan saat itu cukup ramai karena banyak truk besar.
20:33 Gardu Tol Merak.
20:41 - 20:50 berhenti di agen Lorena merak untuk kontrol.
20:57 antri di dermaga 1 pelabuhan Merak bersama Kramat Djati kuler.
21:03 masuk KM BSP 1 bersama Kramat Djati 1521 Jetbus MP, ALS nopin 319 bodi dari Cipta Karya, si kecil IMI, dan LV 236 prod.263.

±21:33 kapal jalan. Saya memilih untuk masuk ke ruang AC yang ada sofanya walau harus bayar 15.000, lumayan lah untuk rebahan.
±23:40  kapal sandar di pelabuhan Bakauheni. Turun dari dek menuju bus, terlihat LV236 p.263 Jetbus2 OH 1525 (kayanya) sedang diperbaiki.
23:46 keluar kapal meninggalkan driver kedua yang sedang ikut memperbaiki LV236 walau nantinya menepi di samping dermaga untuk menunggu sang driver.


Minggu, 18 September 2016

00:27 - 01:03 istirahat di RM Siang Malam, Kalianda bersama LV233 p.322 Skyliner 1526, Damri 4752 AP Old Setra, Damri 4935 Royal Class biru, LV171 p.324 dan LV236. Di sini saya solat isya dan mencoba makan bakso di sisi kanan bangunan utama RM Siang Malam. Harganya 15.000 dan rasanya lumayan walau isinya gak banyak plus akuwa gelas 1000.
Trio Lorena MB 1526 bodi dari Rahayu Santosa

02:10 - 02:20 kontrol di KC Lorena Kalibalok.
02:30 masuk terminal Rajabasa, Bandar Lampung. Setelah itu saya banyak tidur.
06:12 masuk propinsi Sumatera Selatan.
07:46 - 08:36 istirahat di RM Pagi Sore, Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir bersama Kramat Djati, LV232 p.273 (Bdg-Pku), Pahala Kencana Bandung, dan Putra Pelangi. Saya sempatkan untuk cuci muka dulu lalu makan. Makanan dijajarkan dan terlihat cumi asam pedas, berhubung saya lapar saya langsung ambil cumi tersebut dan tidak peduli biaya makan yang pasti mahal. Benar saya total biaya makan 46.000. Nasi 8000, cumi 26000, dan teh hangat 8000 plus PPN 10%. Tapi mantap lah rasanya berhubung saya lapar dan cuminya pun tidak alot.

11:21 - 11:38 isi solar di SPBU di Tanjung Api-api, Palembang.
11:45 masuk KC Lorena Palembang sekitar 30 menit. Di sini sudah ada Lorena p.200 OH 1525 Skyliner dan Sari Lorena p.017 OH 1525 AP New Marcopolo.

14:12 - 14:56 masuk RM Musi Indah, Betung, Banyuasin bersama LV232, Rhema Abadi, HD Transport, Arya Prima, dan si kecil IMI dan Jaya Utama. Saya sempatkan solat dulu setelah itu makan di sisi bangunan utama RM Musi Indah. Entah kenapa saya memilih bakso padahal saya pengennya nasi soto ayam. Rasa baksonya lumayan lah. Harganya 22000 untuk bakso dan es teh 8000.

15:29 melewati RM Pagi Sore, Sungai Lilin dan terlihat Putra Pelangi dan Laju Prima Legacy Sky yang lagi istirahat. Sempat terpikir "Kenapa Lorena tidak istirahat di Pagi Sore, Sungai Lilin saja ya?".
18:16 melewati RM Simpang Raya, Bayung Lencir daaannnn tidak berhenti, saya kira akan berhenti di sini.
18:56 masuk kota Jambi.
19:06 - 19:23 berhenti di KC Lorena Simpang Rimbo, Jambi bersama LV232.
20:29 - 21:31 akhirnya istirahat di RM Ajo Tonjong, KM 49 bersama LV232 yang baru sampai. Seperti biasa saya solat dulu lalu makan. Makan dengan ayam gulai harganya 25000. 

LV232 jalan duluan lalu LV150. Saya mendengar percakapan antara dua driver kalau driver pertama (asal Aceh) masih terbilang baru di lintas Sumatera, sementara driver kedua (asal Sumut) sudah hapal "medan" dan driver kedua bilang kalau driver pertama (sedang bawa bus) tidak bisa mengejar LV232 karena LV232 sedang dikemudikan oleh driver yang berpengalaman.


Senin, 19 September 2016

01:12 Gerbangsari, Belilas.
01:50 - 02:48 istirahat terakhir di RM Simpang Raya, Japura, Rengat bersama LV232 dan ALS nopin 35 kuler tapi overhangnya mirip 1525/1526. Saya tidak makan di sini, tapi bungkus nasi dengan ayam balado seharga 26000 untuk makan pagi di kost nanti.

Lepas rumah makan bus langsung dipacu.
02:26 melewati kawasannya Pertamina di Lirik.
03:16 konvoi dengan LV232. LV150 yang tadinya kencang, jadinya kurang kencang karena membuntuti LV232.
03:25 akhirnya LV150 dengan driver kedua pada stir kemudi menyalip LV232 dan meninggalkan LV232 jauh dibelakang. Setelah itu saya sempat melihat speedometer, kecepatan LV150 sempat di atas 100kpj, mantap. Trek jalanan pun sangat bersensasi karena naik turun berkali-kali ditambah jalan cor/beton yang bergelombang.
04:30 berhenti 10 menit di agen Lorena Pangkalan Kerinci karena harus ambil setoran.
Jam 6 kurang sudah masuk kota Pekanbaru
06:13 akhirnya tiba di KC Lorena jalan Soekarno Hatta atau pasar Arengka, Pekanbaru.



--- Detail Bus ---

Bus: Lorena (PT Eka Sari Lorena Transport Tbk)
Kode bus: P299
Kode trayek: LV 150 
Jurusan: Bogor - Jakarta - Pekanbaru
Tarif: 460.000
Nomer Kursi: 1B
Jumlah Kursi: 36/38
Bodi: Celcius (karoseri Rahayu Santosa)
Sasis: Mercedes Benz OH 1526
Fasilitas: AC, toilet, audio, TV, rec.seat, bantal, selimut, smoking room
Waktu Tempuh: ±34 jam dan 53 menit


--- Penilaian ---

(+) Kru bus ramah
(+) Suspensi cukup nyaman. Suara kriyet-kriyet hanya saat bus melewati jalan rusak

(-) Kru menaikkan penumpang tidak resmi di jalan
(-) Carrier saya tidak diperbolehkan masuk ke bagasi bawah

Senin, 15 Agustus 2016

Bukittinggi - Tangerang dengan Sang Jenderal LV 237

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya dari Bukittinggi ke Tangerang. Sebenarnya sih sudah ada 3 postingan saya tentang perjalanan ke Bukittinggi atau Tangerang, tapi kali ini menggunakan PO yang beda. Kali ini saya naik Sang Jenderal, Lorena. 

Saya akan kembali ke Tangerang tanggal 4 Agustus 2016. Tanggal 30 Juli saya memesan tiket di loket Padang Luar, dapat seat 1B dengan harga 415.000, padahal saya cek di website online ticketingnya Lorena harganya 445.000. Pas saya beli tiket terlihat ada 2 unit 1525 yang sedang perpal, 1 unit Skyliner-nya KSP dan P.269 RS Skyliner. Pas saya nengok ke P.269 kok legroomnya lega banget, pas saya hitung ternyata 8 baris, wah ada exe nyasar nih.

 H-1 saya coba cek loket Lorena dan terlihat 1 unit Skyliner KSP dan 1 unit 1525 AP Jetbus2 yang siap jalan daaannnnn ada 1525 New Marcopolo yang perpal, wah sepertinya dapet si Marco. Ya gapapa juga sih dapet Marco, asal sampe Tangerang engga dini hari.

4 Agustus 2016

Hari keberangkatan saya ternyata berbarengan sama temen pecinta bis di Pekanbaru, tapi dia naik ANS dan dapat ANS Combawa berbodi MP Travego. Jadi hampir sepanjang jalan saling mengabari posisi. ANS Combawa jalan jam 8:30, sementara bus saya jalan jam 10. We'll see.

±09:35 saya tiba di loket Padang Luar dan memang sudah terlihat si 1525 Marco P.286 sudah siap. Emang belom rejekinya dapet 1526 Skyliner aau JB2.

Foto diambil di RM Siang Malam, Kalianda

Sebelum jalan isi solar dulu di SPBU samping pool ANS. Ada seorang dari loket yang ikut ke SPBU dan kayanya sih emang Si Ijo ini solarnya jatah, tapi entah lah. Selesai isi solar senilai lebih dari 1,3 juta, balik ke loket lagi.

10:20 bus jalan dari loket.
10:53 melewati pasar Koto Baru. Tak lama, bus mulai terasa endut-endutan, terutama saat tanjakan. Menepi sebentar dan jalan lagi.
11:06 masuk terminal Padang Panjang. Sudah ada FRC Legacy, NPM Jumbo, dan NPM Euroliner Mr.Marcha yang stay.
12:14 ambil penumpang di agen Sumani.
12:48 - 13:13 terminal Bareh, Solok. Hampir setengah jam stay di sini dan tidak terlihat LV 141 dari Padang
15:56 - 16:32 istirahat di RM Palapa, Sijunjung. Saya makan di sini habis 25.000. Pas mau siap jalan, datanglah si LV141 Evonext 1526 P.316


17:10 melewati rumah makan Umega, Gunung Medan, Dharmasraya.
18:37 masuk terminal lintas Muaro Bungo. Cuma numpang lewat aja dan terlihat NPM dengan lampu belakang seperti Jetbus2. 

Tak lama lepas terminal kembali ketemu sama NPM tersebut. Ketika sudah melewati daerah yang padat terjadi aksi dorong dari LV 237 terhadap NPM tersebut. Driver kedua Lorena yang cukup muda mempermainkan NPM tersebut, beberapa kali NPM tersebut di dorong dan harus "tempel 5 cm" seperti gayanya Al Farruq hahaha. Sempat kewalahan juga NPMnya sampai-sampai raungan mesin OM 336 LA dari sasis 1521 a.k.a. kuler sampai terdengar oleh telinga saya. Cukup memacu adrenalin juga pertarungan tersebut apalagi jalan Sumatera yang tidak lebar, berliku dan aspal yang sedang tidak mulus. Ahkirnya Lorena harus mengalah dan menepi karena harus ngecek mesin yang mulai terasa endut-endutan lagi. Menepinya sebentar aja, abis itu lanjut jalan lagi. Saat di Merangin (sepertinya) terlihat NPM yang tadi sedang menepi sambil membuka kap mesinnya. Wah sepertinya gara-gara di dorong Lorena tadi nih, hahahaha.

21:14 masuk terminal Sarolangun.
23: 15 - 23:59 masuk rumah makan Pagi Sore, Lubuklinggau. Kesan pertama dari rumah makan ini ialah sangat mewah untuk rumah makan lintas Sumatera. Toiletnya bersih, musholla ada AC, meja dan kursi kaya restoran, dan hitungnya juga pakai gadget seperti tablet bukan kalkulator biasa. Saya makan pakai ayam gulai plus es teh, porsinya lumayan untuk makan kemalaman, es tehnya terlalu manis. Harganya? WAH!!! 39.000 hahaha. mahal banget. Ya emang udah ketebak sih dari penampilan rumah makannya. Kalo gitu mending di Simpang Raya aja atau rumah makan yang disinggahi PMTOH.



03:12 Lahat. Lepas lahat, kondisi jalan boleh dibilang cukup buruk.
05:39 - 06:08 solat Shubuh bersama ALS nopin 275 di Pengandonan, Ogan Komering Ulu.

06:17 kres dengan Lorena LV 236 Euroliner 1626.
07:10 mampir di agen Baturaja.
07:20 isi solar dulu di SPBU yang jadi satu area dengan hotel Bukit Indah lestari.
07:41 - 08:51 makan pagi di rumah makan Siang Malam, Baturaja bersama FRC Evonext hijau Hino AK, LV 141, dan LV 140 Euroliner 1626 P.310 serta terlihat SAN Legacy SR-1 yang lagi tidur dan Madu Kismo Scorpion King yang tidur karena laka.


12:12 bundaran tugu Kotabumi.
13:15 Bandar Jaya Plaza. Sempat tersendat juga di Bandar Jaya ini, sama seperti tahun lalu pas arus balik Lebaran.
14:11 melewati bandara Radin Inten.
14:40 masuk terminal Rajabasa
15:00 isi solar bersama LE 111 Jetbus2 1626 P.354
15:10 - 15:21 berhenti di seberang loket / pool Lorena, Kalibalok. Di loket / pool tersebut ada 4 unit Jetbus2 1626.
15:45 menepi bersama Sinar Jaya Jetliner 51 RC (kalo ga salah), LE 113, dan Rosalia Indah karena ada razia
16:56 - 17:48 masuk rumah makan Siang Malam, Kalianda. Di sini LV 237 istirahat bersama FRC Jetbus2 1526, FRC Evonext Hino AK, Damri Ultima, Sinar Jaya Jetbus 46 RA, Sinar Jaya Jetliner 51 RC,  Putra Remaja MP Jetbus 1526, 2 unit Putra Remaja New Marco, LV 141, dan 3 unit Lorena Jetbus2 1626 yang ketemu di pool Kalibalok, diantaranya LE 110 Banyuwangi, LE 112 Malang, dan LE 114 Blitar.


Lepas rumah makan, kendali LV 237 kembali dipegang driver pinggir/pertama yang lebih terasa ngejosnya dibanding driver tengah.

18:24 masuk loket pelabuhan Bakauheni. 
Tiba di dermaga ternyata kapal sudah penuh dan harus menunggu kapal tiba lagi. LV 237 menunggu bersama bus-bus yang bertemu di RM Siang Malam tadi. Karena masih lama, akhirnya semua bus pindah ke dermaga 3 untuk naik ke dalam KM Duta Banten. Padahal saya ngarepnya naik Portlink 3.
19:13 masuk kapal Duta Banten
±19:27 kapal jalan. Menurut saya kapalnya kurang enak karena ukurannya kecil dan berbagai hal lainnya, Saya masuk ke kelas 2 dengan membayar 8.000.

21:31 kapal bersandar. Balik ke bus, ternyata saya penumpang akhir (bukan paling akhir) yang masuk ke dalam bus. Sempat tanya ke driver apa bus masuk Tangerang atau tidak, ternyata tidak dan driver membolehkan saya untuk turun di Rest Area Karang Tengah. Pas sekali sesuai dengan keinginan saya, karena rumah saya lebih dekat ke Rest Area dibandingkan harus turun di Tangerang (loket Lorena Kebon Nanas).
21:40 keluar kapal.
Lepas area pelabuhan, bus harus menepi di agen Merak.
21:57 gerbang tol Merak
22:06 diovertake Lorena Jetbus2 1626 P.341
22:55 gerbang tol Cikupa. Saatnya gak boleh merem dan siap-siap turun.
±23:12 finish. Akhirnya saya mengakhiri perjalanan di Rest Area Karang Tengah KM 14.



---Spesifikasi/Detail Bus---

Bus: Lorena (PT Eka Sari Lorena Transpor, Tbk)
Nomer plat bus: B 7366 KU
Kode Bus: P 286
Kode trayek: LV 237
Jurusan: Bukit Tinggi - Jakarta - Bandung
Tarif: 415.000
Sasis: Mercedes Benz OH 1525
Bodi: New Marcopolo (karoseri Adi Putro)Nomer Kursi: 1B
Jumlah Kursi: 36/38
Merk Kursi: Fainsa
Fasilitas: AC, TV, Audio, toilet, rec.seat, smoking room, bantal, selimut
Waktu Tempuh: ±37 jam dan 37 menit



---Penilaian---

+ Sampai Tangerang belom tengah malam
+ Rumah makan tempat istirahatnya terbaik
+ Kru bus ramah

- Ada penumpang tak bertiket
- Seat cukup keras untuk perjalanan jauh
- Seharusnya bisa sampai lebih cepat (jam 10an) kalau tidak terkendala beberapa hal

Kamis, 19 Mei 2016

Medan - Pekanbaru naik Putra Pelangi Jetliner Mercedez Benz OC500RF 2542

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.

Perjalanan pulang ke Pekanbaru sengaja saya memilih Putra Pelangi dengan armada Jetliner karena ingin melihat view atau pandangan yang lebih saat melewati lintas Sumatera saat siang hari, terutama di Minas.

Sore hari saya sudah tiba di pool Putra Pelangi di Sunggal dan sudah terparkir sosok tronton a.k.a. MB 2542 berbodi Jetliner dengan plat nomer BL 7544 AA dan langsung saya melapor ke loket. Benar saja, saya dapat si 7544, sesuai juga dengan jadwal yang saya cek di websitenya Putra Pelangi. Padahal saya sempat berharap untuk dapet si 7543 yang jadi artis line Medan-Pekanbaru, tapi kalo gak dapat yaaa tak apa juga, toh sama-sama Jetliner 2542.



Pool atau loket Putra Pelangi ini bagus loh. Kamar mandi cukup bersih dan besar, musholla yang karpetnya wangi, ruang tunggu yang sudah dilengkapi colokan listrik yang lumayan banyak dan sudah pakai AC, dan juga ada fasilitas WIFI. WIFInya kalo gak salah wifi.id dan flashzone seamless.

Keberangkatan dijadwalkan pukul 18:00, tapi pada kenyataannya pada jam tersebut masih belum ada tanda-tanda armada akan diberangkatkan, sepertinya sih masih menunggu penumpang dan paketan.

leg room seat depan, kaki engga mentok

18:32 bus akhirnya keluar pool setelah terjebak tidak bisa keluar karena kemacetan di depan pool dan lampu lalu lintas yang lampu hijaunya cepat sekali. Lalu lintas saat itu lumayan padat.
19:05 masuk loket Putra Pelangi di jalan Sisingamangaraja sekitar 15 menit. Di sini saya sempatkan untuk solat dulu. Jalan Sisingamangaraja ini seperti tempatnya bus-bus menuju Riau maupun daerah lain di Sumatera Utara. Di sini ada pool ALS, Medan Jaya, RAPI, Makmur-Halmahera, dll. Lalu lintas lepas keluar loket SM.Raja cukup padat sampai akhirnya terjebak macet.
20:00 masuk Lubuk Pakam
23:30 sekitar Indrapura. Sepanjang jalan saya lebih banyak tidur karena sudah lelah touring tektok terutama setelah terjebak macet lepas loket Putra Pelangi di SM.Raja, apalagi kru menyetel lagu  dengan volumenya yang bikin ngantuk. 
23:48 saya terbagun saat bus masuk sebuah tempat istirahat yang di belakangnya terdapat hotel Mega Sari. Di sini sudah ada Putra Pelangi Euroliner dari Palembang dan PT RAPI napin (nama pintu) Xephyrus bersasis MB 1836 bodi All New Legacy, lalu datanglah Putra Pelangi MB 1521 tujuan Jakarta.
00:35 bus kembali jalan meninggalkan si 1521 sendirian.


05:22 saya terbangun karena bus menepi, rupanya lagi istirahat solat subuh. Langsung saya bangun dan solat subuh di Masjid Al-Ikhlas KM 17 kec.Bangko Pusako
05:45 bus kembali jalan
07:32 melewati loket Putra Pelangi di Duri
08:20 kres dengan Medan Jaya Legacy SR1 Golden Dragon dari Jakarta di Kandis
08:44 – 09:15 istirahat di RM Tuah Sakato, Kandis. Rupanya sudah ada PMS berbodi Celcius yang sudah istirahat. Setelah PMS jalan, datang Putra Pelangi MB 1521 tujuan Jakarta.


Lepas rumah makan sempat terhenti karena buka tutup jalan yang disebabkan adanya perbaikan jalan disekitar Minas sepertinya. Sempat juga melewati tempatnya Chevron. Di Minas dua kali bus menghantam lubang walaupun tidak saat kecepatan tinggi, tapi lumayan membuat terayun atau mentul-mentul luar biasa oleh suspensi udara si 2542.

11:05 masuk terminal AKAP Bandar Raya Payung Sekaki, Pekanbaru sekalian menurunkan penumpang
11:12 akhirnya tiba di tujuan akhir, loket Putra Pelangi di jalan SM Amin, Pekanbaru.


--- Detail Bus ---


Bus: Putra Pelangi (PT Putra Pelangi Perkasa)
Nomer plat bus: BL 7544 AA
Jurusan: Medan - Pekanbaru
Tarif: 270.000
Nomer Kursi: 1
Jumlah Kursi: 34 + 2
Merk Kursi: AldillaSasis: Mercedes Benz OC 500 RF 2542
Bodi: Jetliner (karoseri Rahayu Santosa)
Fasilitas: AC, audio, toilet, leg rest, bantal selimut, smoking room
Waktu Tempuh: ±16 jam dan 40 menit


--- Penilaian ---

(+) View atau Pandangan lebih luas, apalagi tidak ada topi seperti bodi Jetbus2+ SHD
(+) Kru menyetel lagu dengan volume kecil yang cocok untuk tidur

(-) Tidak ada ada TV
(-) Colokan listrik di dinding bus hanya pajangan, tidak berfungsi
(-) Wifi hanya stiker dan modem/router wifi hanya pajangan, tidak berfungsi
(-) Tidak dapat snack, padahal tarif lebih mahal dari PO lain

Senin, 09 Mei 2016

Mencoba Sempati Star Non Stop Scania K360 Opticruise

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Postingan kali ini lanjutan dari postingan sebelumnya tentang Touring Pekanbaru - Banda Aceh PP, tetapi hanya berisi satu perjalanan, begitu juga dengan postingan selanjutnya.

Keinginan untuk mencoba Sempati Star terutama kelas Non Stop yang memakai Scania K360 ini memang sudah lama dan akhirnya datang juga kesempatan untuk mencobanya. Ngomong-ngomong ini merupakan pertama kali saya naik bus dengan seat 2-1 dan (sepertinya) pertama kali naik Scania.

Jumat, 6 Mei 2016

Masih di hari yang sama tepatnya sore hari saya sudah tiba di terminal Batoh. Awalnya saya ingin tiba di Batoh pada malam hari, tapi tergoda untuk foto-foto atau hunting bus di sore hari di terminal Batoh. Di antara banyaknya bus mewah Aceh-Medan, sudah nampak ada sebuah bus Sempati Star Non Stop MB 1836, satu unit Non Stop K360 Opticruise Jetbus2+ HD, dan satu unit Non Stop K360 berplat nomer 7751 yang pernah dinaiki oleh salah satu member Forbiscom dan BimaKus yang tembus  8 jam 40 menit dari Aceh ke Medan. Setelah melapor atau check ini ke loket, ternyata saya mendapatkan armada Non Stop berplat nomer BL 7777 AA, alias si K360 Opticruise.


Eh ada si DD tuh di sebelah :D

Loket Sempati Star di Terminal Batoh. Loketnya sudah indoor dan pakai AC

Setelah selesai solat isya, saat memasuki bus, sudah terlihat ada satu box snack dan air mineral 600ml bermerk Aqua. Isi snacknya ada biskuit Roma Malkist Cokelat, 2 buah permen, dan roti bermerk Robinson. Rotinya enak loh, besar dan padat pula. Snacknya terbaik lah.

Pintu masuk bagian depan dan pintu sekat antara penumpang dan kru pun sudah dikendalikan melalui tombol di bagian dashboard, jadi tidak perlu dibuka dan ditutup secara manual.

Seatnya yang besar dan tebal, sayangnya leg rest mentok

20:25 bus Sempati Star Non Stop yang saya naiki keluar dari terminal Batoh. Ternyata bus yang saya naiki ini sepertinya bus Non Stop pertama yang berangkat. Keluar dari terminal bus berjalan santai, tapiiii sekiat 20 menit setelah keluar terminal, bus sudah dipacu sampai 100 kpj.

Di sekitar Seulawah, saya benar-benar merasakan sensasi dari Scania K360 ini, driver memanfaatkan mesin yang bertenaga besar untuk membelah bukit-bukit. Tanjakan pun seperti tidak berarti bagi Scania K360 ini ditambah dengan transmisi Opticruise yang tidak membutuhkan injakan kopling dan pergantian gigi melalui tuas perseneling. Suspensi Udara (Air Suspension) dari Scania pun nyaman sekali. Suara dan getaran mesin saat digeber pun masih lebih halus dari MB 1836 yang sebelumnya saya naiki.

Tidak lama kemudian, akhirnya ketemu juga Sempati Star Scania K360 Opticruise Jetbus2+ SHD kelas Super VIP berplat nomer BL 7722 AA dan berjuluk "Siluman Malam" yang sudah jalan beberapa menit sebelum bus saya. Sempat terjadi pertarungan yang sengit tapi juga alot antar-Scania K360 Opricruise ini.

21:35 akhirnya bus saya bisa menyalip si SHD ini
21:44 driver ini gas terus alias bablas padahal ada terminal dan dishub sudah mencoba menghalau hahaha
22:22 masuk ke sebuah terminal, dan mendahului Pusaka 1836 Jetbus2 HD, sebut saja Pusaka F1 karena ada stiker F1 di kaca belakang.
22:38 menaikkan penumpang. Anehnya penumpang ini tidak duduk di seat yang tersedia, tapi duduk di depan di antara driver dan kenek. Syarkawian kah? Masa iya Non Stop ada syarkawian.
22:48 menaikkan penumpang di Lueng Putu, Pidie Jaya
22:53 kembali menaikkan penumpang plus ganti driver. Katanya Non Stop, tapi berhenti mulu. Driver yang ini sepertinya tidak se-arogan driver pertama

00:13 keluar terminal lama Bireun setelah menaikkan penumpang
00:22 mendahului Pusaka F1 yang menepi. Tuh kan, disalip di mana pula lah Non Stop saya oleh si Pusaka F1 ini. Banter kali kayanya. Bolehlah dimasukkan list armada untuk touring berikutnya.
03:28 ganti driver lagi di sekitar Langsa. Kemudi K360 menjadi milik driver pertama kembali.
03:58 masuk terminal, sepertinya sih terminal Aceh Tamiang
05:19 - 05:41 berhenti solat subuh di Stabat bersama Kurnia 1836 Skyliner, Sempati Star 1836 Super Executive dan K360 Non Stop. Sepertinya perjalanan ini gak bisa tembus 9-9,5 jam. Padahal saya sangat mengharap bisa tembus kurang dari 9 jam seperti salah satu catatan perjalanan yang dibuat oleh salah satu member Forbiscom dan BimaKus.


05:57 mendahului Sempati Star Double Decker yang menepi. Si DD ini sempat bertemu saya saya foto bus saya saat berhenti solats subuh. Sebelumnya bus saya mendahului SS Non Stop K360 yang menepi, sepetinya bus ini jalan duluan dari bus saya saat istirahat solat subuh.
05:59 melewati terminal Binjai
06:19 masuk terminal Pinang Baris, Medan bersama Kurnia 1836 Jetbus HD
06:28 akhirnya masuk loket Sempati Star di Pondok Kelapa.

Loket Sempati Star ini cukup bagus loh. Loketnya sudah dilengkapi dengan mini market, semacam food court, kamar mandi, musholla. Mushollanya sepertinya udah pake AC.


--- Detail Bus ---

Bus: Sempati Star (PT Bintang Sempati Star)
Nomer plat: BL 7777 AA
Kelas: Non Stop (seat 2-1)
Jurusan: Banda Aceh - Medan
Tarif: 270.000
Nomer Kursi: 1A
Jumlah Kursi: 22
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Scania K360IB Opticruise
Bodi: Jetbus2+ HD (karoseri Adi Putro)Fasilitas: AC, audio, toilet, bantal, selimut, leg rest, snack, dan sekat depan, TV kecil di belakang kursi
Waktu Tempuh: ±10 jam dan 3 menit


--- Penilaian ---

(+) Pertama kali naik Scania, sangat memuaskan
(+) Snacknya terbaik
(+) Memenuhi harapan saya soal kecepatan 
(+) Suspensi Udara/ Air Suspension dari Scania K360 nyaman sekali, menurut saya lebih nyaman dari MB 1836 dan MB 2542
(+) Kru bus cukup ramah
(+) Kru menyetel lagu dengan volume kecil yang cocok untuk tidur

(-) Leg rest mentok, untungnya sih seat 2-1 jadi masih bisa selonjor dengan posisi badan miring
(-) Katanya Non Stop, tapi terlalu banyak berhenti
(-) Tidak memenuhi harapan saya soal waktu tempuh
(-) Waktu tempuh tidak jauh beda dengan kelas Patas
(-) Bus yang saya naiki ini terutama saat dikemudikan oleh driver pertama terkesan arogan di jalan
(-) TV kecil hanya bisa dinikmati oleh penumpang di baris kedua sampai seterusnya

Touring dari Pekanbaru ke Banda Aceh via Medan naik Mercedes Benz OC 500 RF / O 500 R 1836

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Setelah sekian lama tidak naik bis jarak jauh lagi dan tidak ada bahan tulisan, akhirnya ada kesempatan lagi untuk naik bis dan ngeblog.

Perjalanan kali ini benar-benar untuk naik bis dan sudah direncanakan sejak lama. Alhamdulillah pada tanggal 5, 6, dan 7 Mei 2016 merupakan hari libur dan saat yang tepat untuk ngebis ke Banda Aceh yang selama ini sudah saya inginkan.

Beberapa hari jelang hari keberangkatan, saya mulai memesan tiket ke Medan menggunakan PO yang menjadi penguasa Medan-Riau, setelah itu mulai memesan tiket di Medan dan Aceh melalui telepon yang nantinya dibayar saat akan berangkat. Langsung aja menuju ceritanya...


PEKANBARU - MEDAN

Rabu, 4 Mei 2016

Sekitar pukul 19:25 saya tiba di terminal Bandar Raya Payung Sekaki, Pekanbaru setelah sekian lama menunggu hujan reda, setelah itu saya langsung melunasi tiket dan ibadah solat isya. Selesai sholat saya coba untuk foto-foto bus yang saya naiki.




Jarak antar seat. Anti mentok! 

20:16 bus Makmur kelas Super VIP 28 seat keluar terminal BRPS. Sebelum jalan, penumpang diberikan snack yang berisi roti dan air mineral gelas, lumayan lah. Seperti bus Sumatera kebanyakan, bus yang saya naiki mencari penumpang di pinggir jalan.
21:40 bus sempat terhenti karena ada perbaikan jalan. Lepas dari kemacetan, bus dengan 360HP ini mulai dipacu untuk menyalip kendaraan terutama truk. Karena malam hari, jadi tidak bisa melihat pemandangan luar.
23:09 melewati Polsek Kandis
00:16 berhenti sebentar di loket Makmur-Halmahera, Kandis. Lepas dari sini saya lebih banyak untuk istrirahat
06:19 - 06:30 masuk pom bensin AKR untuk isi solar dan istirahat sejenak bagi penumpang.
07:01 - 07:32 masuk RM Gunung Sari 1, Air Batu, Asahan.

09:05 bus menepi di pinggir jalan di Indrapura, kabupaten Batubara karena bus yang saya naiki mendapat operan beberapa penumpang dari bus lain, entah Makmur atau Halmahera karena bus tersebut mengalami insiden, sepertinya menabrak motor. Bus yang saya naiki pun semakin penuh bahkan, ada penumpang operan yang harus berdiri.
09:51 masuk terminal Tebing Tinggi yang sebelumnya sudah dicegat oleh dishub untuk masuk terminal dulu.
11:00 terjebak kemacetan di Perbaungan
11:32 melewati kantor DPRD Lubuk Pakam
11:43 Tanjung Morawa
12:00 masuk loket Makmur Halmahera di jalan Sisingamangaraja, Medan.


--- Detail Bus ---

Bus: Makmur (PT Pratama Makmur Jaya)
Nomer plat: BK 7354 UA
Kelas: Super VIP
Jurusan: Pekanbaru - MedanTarif: 250.000
Nomer Kursi: 11 (atau 4A)
Jumlah Kursi: 28+2 seat
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes Benz OC 500 RF 1836Bodi: Jetbus2 HD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut, leg rest, snack, dan sekat depan dan belakang
Waktu Tempuh: ±15 jam dan 44 menit


--- Penilaian ---

(+) bus sudah menggunakan sekat depan dan belakang, sehingga terhindar dari bau toilet dan asap rokok kru bus
(+) Kru menyetel lagu dengan volume kecil yang cocok untuk tidur
(+) Selonjor poolll, maklumlah 1836 dengan 7 baris kursi

(-) Untuk bus dengan mesin besar, saya rasa harusnya perjalanan bisa lebih cepat
(-) Bus tidak berhenti untuk memberikan kesempatan kepada penumpang untuk solat subuh



MEDAN - BANDA ACEH

Untuk armada menuju Banda Aceh awalnya saya memilih Kurnia kelas Non Stop, salah satu alasannya agar bisa bikin tulisan berjudul "Battle of Non Stop: Kurnia 1836 vs Sempati Star K360". Memang belum beruntung, saat saya telpon loket Kurnia di jalan Gagak Hitam untuk kelas Non Stop sepertinya sudah dipesan oleh rombongan, alhasil saya harus mencari alternatif lain. Sempat terpikir untuk naik PMTOH 1836, Kurnia/Pusaka Patas 1836, Sempati Star K360 Super VIP. Tapi pada akhirnya saya memilih Harapan Indah 1836 untuk menjadi armada saya menuju Aceh. Awalnya memang tidak ingin naik HI karena seatnya yang super mentok, tapi entah kenapa saya lagi tertarik saja untuk naik HI 1836.

Kamis, 5 Mei 2016 di sore hari saya sudah tiba di loket Harapan Indah jalan Gagak Hitam dan langsung membayar tiket, dapet hot seat dan berangkat jam 20:30


20:17 armada Harapan Indah kelas Non Stop ±20 seat bersasis MB OH 1626 berangkat menuju Aceh
20:25 Harapan Indah OC 500 RF 2542 berangkat menuju Aceh. Masih tidak ada tanda-tanda HI 1836 di sekitar loket.
21:00 akhirnya Harapan Indah MB 1836 berplat nomer BL 7390 AA merapat di loket Harapan Indah di jalan Gagak Hitam


Mentoks coyy...

Saat masuk ke dalam bus, ternyata sudah dinyalakan hiburan di TV. Hiburannya sepertinya semacam film komedi berbahasa Aceh.

21:39 bus mulai jalan dari loket dan tidak mampir ke terminal Pinang Baris. Lepas loket mulai terasa memang style dari 1836nya bus Aceh.
22:00 masuk Binjai
23:20 sudah berada di sekitar Pangkalan Brandan
00:14 masuk terminal Aceh Tamiang (sepertinya) dan didahului oleh Pusaka Skyliner 1836 di dalam terminal
01:36 di sekitar Peureulak kres dengan Harapan Indah 1836 BL 7324 AA yang ada di videonya Indonesian Bus Channel di youtube itu loh
02:18 terbangun melihat bus berhentim ternyata kres dengan Harapan Indah 2542 dari Aceh. Lepas dari sini saya mencoba untuk tidur agar tidak merasakan sakit dan pegalnya kaki karena leg rest yang super mentok
05:42 - 06:04 solat subuh di masjid Al-Ikhlas, Pidie bersama Sempati Star 1836, Royal, Kurnia Skyliner 1836, dan Harapan Indah 1626 Legacy SR-1.

Bus yang saya naiki di paling belakang

Setelah terbit matahari, mata saya dimanjakan dengan pemandangan Seulawah yang sangat keren dengan bukit, gunung, area kebun/sawah, dan jalan yang berkelok dan berbukit.
07:43 akhirnya tiba di terminal Batoh, Banda Aceh

Setelah sampai di terminal Batoh, saya langsung menuju toilet dan mencari sarapan di terminal sekalian menunggu loket Sempati Star buka.


--- Detail Bus ---

Bus: Harapan Indah (PT Harapan Indah Transport)
Nomer plat: BL 7390 AA
Kelas: Patas
Jurusan: Medan - Banda Aceh
Tarif: 180.000
Nomer Kursi: 4 atau 1D
Jumlah Kursi: 30
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes Benz OC 500 RF 1836
Bodi: Jetbus HD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, VIP room, bantal, selimut, leg rest
Waktu Tempuh: 10 jam dan 4 menit


--- Penilaian ---

(+) Untuk kelas Patas lumayan lah 10 jam Medan - Banda Aceh
(+) Kru menyetel lagu dengan volume kecil yang cocok untuk tidur
(+) Cara driver mengemudi sudah mantap

(-) Jadwal keberangkatan molor parah
(-) Leg room super mentok
(-) Kru bus merokok di dalam bus
(-) Tidak dapat snack
(-) Driver terlalu sering memainkan lampu jauh / dim
(-) WIFI hanyalah stiker dan modemnya hanyalah pajangan alias WIFI tidak aktif

Senin, 12 Oktober 2015

Pertama kali Naik Lorena: 1001 rasanya

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Latar belakang perjalanan ke Pekanbaru ini bermula ketika saya akan melakukan registrasi disalah satu PTN di Pekanbaru hari Senin tanggal 10 Agustus. Namun kebingungan mengahampiri saya, apakah saya langsung ke Pekanbaru atau ke Bukittinggi dulu untuk singgah. Akhirnya setelah musyawarah dengan orang tua saya putuskan untuk langsung menuju Pekanbaru.
Rabu,  5 Agustus saya menuju agen Lorena di terminal Poris utuk membeli tiket. Hasilnya nihil, sudah penuh dan harga tiket pun 450.000. Akhirnya saya menelpon agen Lorena di terminal Rawamangun untuk pesan tiket dan masih ada 1 seat kosong di seat 1C, langsung saya menuju Rawamangun naik Commuter Line disambung Metro Mini 03. Tiba di Rawamangun sekitar pukul 5 sore dan langsung DP 200.000 untuk besok ke Pekanbaru, sisa 235.000 untuk dibayarkan besok.
Mengapa naik Lorena? Pengen coba aja naik Lorena, karena armada Pekanbaru tebilang lumayan bagus, sebut saja salah satunya Skyliner yang bersasis Mercedes Benz OH 1526 New Generation.
Besok pagi secara mengejutkan ibu saya ingin menemani saya ke Pekanbaru karena saya belum pernah dan belum tau Pekanbaru. Pagi itu juga langsung  cabut ke terminal Rawamangun untuk membeli tiket tambahan untuk ibu saya. Setelah tiba di agen Lorena, ternyata seat kosong ada di baris ke 8, wah ga enak nih duduk di belakang. Esok hari? Ternyata mmasih ada 2 seat kosong di seat 2C dan 2D. Deal, tiket saya pun pindah dan tidak kena biaya pemindahan hari, langsung DP dulu 400.000.

Jum’at, 7 Agustus 2015 setelah solat Jumat saya pamit dengan saudara saya dan siap menuju terminal Rawamangun dengan Comline sambung MM 49. Sampai di terminal jam 4 sore dan langsung melunasi tiket. Sementara jadwal berangkat masih belum pasti, kata agennya nanti ditelpon kalau bis sudah dekat. Lepas itu saya solat asar, makan sore, dan ambil foto.  Jam-jam segini jam sibuknya terminal Rawamangun. Terminal dipenuhi armada tujuan Malang, Denpasar, Kudus, Jepara, dll.
Hari jelang gelap dan ibu saya tiba di terminal dari tempat kerja dan masih belum ada kepastian kapan berangkatnya Lorena LV150 ini, agen pun tidak memberikan jawaban pasti dan jelas saat ditanya. Akhirnya kami putuskan untuk solat dulu. Saat menunggu LV150 kami berjumpa bapak-bapak, kami berbicara mengenaik masalah bangunan terminal dan permasalahan serta keruwetan di PO Lorena Karina.



18:55 masuk Lorena LV120 bodi Evonext dan Lorena kelas bisinis tujuan Purwokerto-Bobotsari.
LV140 Bogor-Padang sudah berangkat, begitu pun dengan NS01, NS04, dan pasukan muriaan lainnya hanya menyisakan Damri dan Gunung Mulia. Bahkan sampai Damri sudah pulang semua pun LV150 belum muncul dan agen masih belom kasih kepastian.
 Sepi cuy

20:04 masuk LV234 Bandung-Bukittinggi bodi Skyliner. Ini lah incaran saya. Gimana dengan LV150?
21:10 terlihat sebuah bus menuju arah saya, dilihat dari lampunya tidak menunjukan Skyliner, Euroliner ataupun Jetbus2. Taraaa LV150 datang membawa badan Jetbus rombakan dengan jeroan Mercy lawas tipe 1521. Alah kecewa kali saya, sudah delay lama, dapat mobil tua pula. Enjoy wae lah.

21:41 LV150 jalan.

22:04 di overtake Pahala Kencana nano bodi numarco yang sepertinya PK divisi Bandung.
Setelah itu saya tidur dan terbangun di gerbang tol Karang Tengah. Tapi, alangkah bodohnya driver Lorena ini, dia malah membawa kami muter-muter. Dari kantor Lorena di Cikokol berputar menuju terminal Kalideres dan berputar kembali menuju terminal Poris dan kembali masuk tol Tangerang-Merak. Yailah, b*d*h kali ini sopir.
01:50 berhenti di agen Lorena Merak dan langsung menuju area pelabuhan dan mengantri masuk kapal.
Setelah masuk kapal kami langsung menuju ruang eksekutif, ruangannya nyaman dan cukup membayar 10.000 saja per orang.

04:01 kapan pun jalan.

06:20 LV150 keluar kapal.
06:57 tiba di RM Siang Malam, Kalianda untuk makan pagi. Di sini sudah ada Damri 4511 Jetbus2 Piala Mas OH1526. Di sini saya sempatkan untuk bersih-bersih dan makan. Kamar mandinya bersih dan rasa makananannya enak.

07:42 bus kembali jalan. Tak lama kemudian jalanan cukup tersendat karena ada truk dengan muatan baja.

09:02 masuk kota Bandar Lampung
09:32 mampir di agen Lorena. Di sini sempat ada ‘double seat’. Usut punya usut permasalahan ‘double seat’ ini karena kurangnya kordinasi dan human error di pool Lorena Bogor.
11:20 masuk kota Metro.
14:12 sudah di Tulang Bawang, tepatnya kami baru saja melewati museum Tulang Bawang.
14:14 masuk SPBU untuk istirahat selama 11 menit dan LV150 tidak mengisi solar.

14:54 melewati RM Gadang Jaya dan terlihat ada SAN serta ANS. Sayangnya hanya lewat, tidak mampir untuk makan di sini.
16:09 melewati Polres Mesuji

16:14 kres dengan Putra Remaja bodi Old Setra Smile SCANIA
16:34 diovertake Putra Remaja OH1526 bodi New Marcopolo
16:46 memasuki propinsi Sumatera Selatan
17:03 kres dengan Pahala Kencana Hino RG bodi All New Legacy Sky a.k.a. SkyBus trayek Palembang-Poris-Kalideres
17:09 kres dengan Lorena New Marcopolo) Pekanbaru-Bandung, Gumarang Jaya, dan Kramat Djati New Marcopolo divisi Bandung.
17:21 kres dengan Rosalia Indah NL 490 Jetbus2+ OH1526
17:31 kres lagi dengan Rosalia Indah NL 470 Jetbus2 OH1526. Tak lama kemudian kres dengan2 unit Kramat Djati.

18:50 akhirnya tiba juga di RM Pagi Sore, Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir. Disini kami bersih-bersih dan dan solat. Di sini pun sudah ada Handoyo, Putra Pelangi Perkasa OH1521, Putra Remaja OH1521 Travego Smile, Putra Remaja OH1521 Evonext GT, Mandala, dan Lorena LV151 prod.302
19:50 bus kembali jalan. Kami pun sudah membungkus makanan dari RM Pagi Sore. Sebungkus nasi plus ayam, sayuran, air mineral gelas dihargai 22.000, sangat murah untuk lintas Sumatera dan rasanya pun enak.


20:24 lewati kantor bupati OKI
22:00 bangun tidur sudah di Palembang
23:08 mampir dulu di kantor Lorena Palembang
00:57 masuk RM Musi Indah, Banyuasin. Di sini LV150 istirahat malem bersama PMTOH, Putra Remaja Travego Smile, Sari Mustika, dan Putra Persada yang berplat DK.
01:45 kembali mengarungi lintas timur Sumatera.
02:40 Sungai Lilin
05:09 tiba di RM Simpang Raya. Di sini kami Cuma bersih-bersih dan solat subuh. Makanan di rumah makan pun belum tersaji.

06:14 bus kembali jalan

06:59 masuk kota Jambi
07:11 tiba di agen Lorena di Simpang Rimbo, Jambi. Di sekitar sini ada tempat pencucian bus dan terlihat beberapa bus seperti RAPI SkyBus, Jatra SkyBus, dan terlihat satu unit Lorena Skyliner berstiker O500R 1836, wah jauh juga yah mainnya si O500R ini.
07:25 bus jalan dan menuju terminal Alam Barajo, Jambi.
08:45 makan pagi di RM Ajo Tonjong, Bukit Baling KM.49 Jambi. Di sini bisa dilihat hamparan hutan sawit.
09:24 bus kembali jalan

12:05 perbatasan Jambi-Riau
14:11 Belilas
14:22 kres dengan Putra Pelangi Perkasa bodi Euroliner dengan stiker OH 1626.
14:37 melewati terminal Gerbangsari, Rengat.
15:03 makan siang di RM Simpang Raya bersama Prayogo Jetbus old Setra, Putra Pelangi Perkasa OH1526 Jetbus2 rombakan line Aceh-Medan-Bandung, ALS nopin 36, dan SAN ‘sanchaibus’ Proteus BM7929TU tujuan Solo-Blitar.

15:54 bus kembali jalan

15:56 melewati Bandar udara Japura, Rengat. Bandaranya kecil, mungkin hanya untuk pesawat kecil seperti Cessna ataupun ATR.
16:25 kena overtake Prayogo yang ketemu di RM Simpang Raya.
17:45 masuk Sorek Satu, Pelalawan.
18:12 lepas Sorek Satu, LV150 sempat terjebak dalam kemacetan karena sedang ada perbaikan jalan, makan diberlakukan system buka tutup jalan. Ada kejadian unik di sini ketika bus berhenti dan supir sudah kebelet pipis, namun beberapa penumpang dan sang kernet coba melarangnya untuk ke WC sebentar. Akhirnya karna sudah kebelet supir pun langsung ke WC, dan apa yang terjadi? Mobil di depan jalan dan supir masih di WC. Sang kernet pun memanggil sang supir tapi sang supir tidak percaya karena supir suka dikerjain kernet hahaha. Akhirnya kernet membangunkan supir pak uban untuk jalan.
19:20 Pangkalan Kerinci

±22:00 kami turun di pasar Arengka.


---Spesifikasi/Detail Bus---

Bus: Lorena (PT Eka Sari Lorena Transport Tbk)
Kode Bus: P 203
Kelas: VIP
Kode trayek: LV 150
Jurusan: Bogor - Jakarta - Palembang - Jambi - Pekanbaru
Tarif: 435.000
Nomer Kursi: 2C dan 2D
Jumlah Kursi: 36 + 2
Sasis: Mercedes Benz OH 1521
Bodi: Jetbus
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut
Waktu Tempuh: ±48 jam dan 20 menit *REKOR saya naik bus paling lama :)*


---Penilaian---

(+) Kru cukup ramah dengan penumpang karena sesama kru pun sering saling mengejek
(+) Kursinya sudah lawas, tapi masih lumayan empuk lah

(-) Bus telat datang. Mungkin karena kemacetan jalanan ibukota.
(-) Supir mengemudikan bus terlalu lambat.
(-) Kru merokok di dalam bus, tepatnya di kursi kru di pintu depan.