Jumat, 22 September 2017

Hattrick Lorena 150 menuju Pekanbaru

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.

Masuk bulan September berarti waktu liburan akan usai, maka dimulailah mencari moda transportasi menuju tanah rantau. Awalnya saya ingin naik burung besi, tetapi ada yang menarik dari kuda-kuda besi. Pertama adalah Lorena yang memberikan diskon 15% (mulai 11 September sampai November) untuk pembelian melalui www.lorena-transport.com dan gerai Alfamat. Kedua adalah Putra Pelangi yang akan mengeluarkan armada terbaru, Legacy SR-1 XHD Prime bersasis Scania K410, yang ada kemungkinan jadwal pulang ke Medan akan bersamaan dengan hari saya balik ke Pekanbaru.

Moda transportasi udara saya hapus dulu untuk moda kepulangan dan kemungkinan besar akan naik Lorena karena diskon 15% nya karena Putra Pelangi SR-2 K410 jadwal kepulangannya tidak sama dengan saya. Maka, mulailah proses pembelian tiket melalui website dan pembayaran melalui Alfamart yang cukup mudah. Tiket didapat dengan harga 433.500 (termasuk diskon 15%) untuk kelas Executive (LE, bukan LV lagi) dengan kursi 1B. Lumayan bisa buat coba-coba bikin Trip Report / TraVlog di Youtube. PERHATIAN!!! Pastikan anda menelpon agen/kantor pada tempat keberangkatan untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan bus, karena jadwal asli dan di tiket sering berbeda, lebih cepat jadwal di tiket. Untuk saya tujuan Pekanbaru, saya minta kantor cabang Lorena di Cikokol untuk menghubungi saya kalau busnya sudah berangkat dari terminal Pulo Gebang.

Minggu, 17 September 2017

Sehabis zuhur, mulai kontak-kontakan dengan kantor cabang Cikokol mengenai posisi bus. Seperti biasa, saya berharap dapat MB 1526 NG bodi Jetbus2 atau Skyliner. We’ll see.

14:45 Saya tiba di kantor cabang Lorena di Cikokol, Tangerang setelah menempuh waktu sekitar 30 menit dengan mobil online. Saya sempatkan solat Ashar dulu dan beli amunisi di minimarket.
15:34 Lepas solat Ashar (di lantai 2 kantor cabang Lorena) saya menengok keluar jendela dan terlihat kedatangan Lorena berbadan Skyliner. Akhirnya! Mengintip dalam bus dari kaca pintu ternyata ini MB 1525, yahhhhh. Liat kode armadanya ternyata ini P 262. Lumayanlah, salah satu drivernya mantan driver P 299 yang saya naiki ke Pekanbaru tahun lalu. Josss!!!
15:55 Gas Pekanbaru! Ternyata tandem drivernya bukan yang asal Aceh seperti P 299, tetapi asal Sunda. Oh iya, saya duduk di 1C, karena 1AB diduduki 1 keluarga, karena 4 kursi terdepan milik saya (1B) dan 3 penumpang yang naik di Palembang nanti. Jadi, saya kuasai 2 kursi. Leg roomnya lumayan lah dari pada LV.
16:09 GT Cikupa.
16:52 GT Merak. Sepanjang jalan cuma salip NPM dan Kramat Djati Jetbus MP tujuan Palembang yang masing-masing menggunakan MB 1521 serta Pahala Kencana nano Hino RG.
16:58 Mampir di agen Merak selama 8 menit.
17:12 Masuk KMP Sebuku. Tadinya sih mau masuk kapal yang bagusan di dermaga lain, eh tapi dihadang sama petugas. Kapalnya lumayan kecil dan semua fasilitas gratis.
17:28 Berlayar menuju pulau Sumatera.
19:49 Keluar kapal bersama PT Bekasi Jaya (bus ¾) dan Ranau Indah. Di tanjakan pun agak kualahan, mungkin karena gak dapat momen yang pas.
20:24 – 21:03 RM Siang Malam, Kalianda. LE 150 ngejomblo aja di sini, gak ada kawan. Saya makan nasi goreng plus es tes manis. Nasi gorengnya gak pucet lagi warnanya, tapi rasanya asin dan nasinya agak keras. Buruknya porsinya sedikit hahahaha, gak sesuai dengan porsi besar saya. Harganya 27.000 sahaja.

22:28 Mampir di kantor cabang Kalibalok.
22:57 Masuk terminal Rajabasa, padahal awalnya gak mau masuk. Ya gak masuk juga sih, tapi bayar dan ambil karcis di luar. Nah, pas enak-enak saya kuasain 2 kursi, eh ada yang duduk di sebelah.
23:20 Melewati bandara Radin Inten. Bandaranya lebih modern disbanding 1-2 tahun lalu.
23:58 Melewati RM Siang Malam, Bandar Jaya.
00:50 RSUD Menggala. Si bedebah samping saya sudah turun. Lega lagiii.
01:11 Polres Tulang Bawang, Lampung.
03:27 Tugu Mulyo.
04:11 – 06:18 RM Pagi Sore, Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir. Kok 2 jam istirahatnya? Iya lah, lama karena nungguin LE 232 yang berubah menjadi LE 122. Yang saya tangkap sih dari obrolan semalam dan pagi ini karena LE 232 penumpangnya cuma 4, jadi entah kenapa dirubah jadi LE 122. LE 122 pun jaraknya 2 jam di belakang. Jadi LE 232/122 akan perpal/selesai di Palembang dan 4 penumpang LE 232 akan dioper ke LE 150. Kata kru LE 150 mah harusnya penumpang LE 150 yang dioper ke LE 232. Cukup masuk akal juga, nanti LE 232 dari Bandung ke Cikampek – Bekasi – Bogor – Pulo Gebang – Kali Deres – Tangerang. Agak muter sih, tapi daripada molor 2 jam. Lagi pula kan lumayan tuh, LE 232 yang jalan P 331 (MB 1526 NG bodi Jetbus2).
Oh iya, saya makan pagi (satu-satunya penumpang yang makan) pake ayam goreng, harganya 25.000 plus 2.500 (pajak 10%). Rasanya lumayan lah, nasinya tetep kurang porsinya, dan keripik kentangnya super alot. Oh iya, kalu mau ke toilet mending di Masjidnya aja (di sisi timur rumah makan), toiletnya lebih bersih dan gratis.
08:48 Melintasi sungai Musi di atas Jembatan Musi 2.
09:16 Isi solar dulu sebelum masuk kantor cabang Palembang.
09:38 – 10:18 Kantor cabang Palembang. Terlihat 2 unit armada Palembang, yaitu 1526 Skyliner dan 1525 Jetbus2+ HD. Ada juga Skyliner 1526 yang beroaster LE 151 yang perpal. Terakhir datang LE 122 (P 331, 1526 NG Jetbus2) dan LE 232 (P 323, Skyliner 1526 NG). Lah pada 1526 NG semua, kenapa saya yang pengen 1526 NG malah dapet 1525. Saat akan keluar kota Palembang, diterpa kemacetan yang lumayan panjang.
12:52 – 13:38 RM Musi Indah, Betung. Akhirnya saya coba makan di sini, rasanya lumayan lah, porsinya sama seperti yang sudah-sudah. Biaya makan 36.000 termasuk es teh, sepertinya ini yang termahal sepanjang jalan.
14:11 Melewati RM Pagi Sore, Sungai Lilin. Masih berharap Lorena singgahnya di sini kaya Laju Prima dan Putra Pelangi. Sempat disalip Yoanda Prima yang dikejar Epa Star. Dua-duanya cukup ganas mainnya, LE 150 tidak ikut main, biar saja pemain Palembang-Padang itu yang bertarung yang pada akhirnya Epa Star berada paling depan karena Yoanda Prima harus menepi, mungkin naikin penumpang.
17:22 Melewati RM Simpang Raya, Bayung Lencir.
18:29 – 18:52 Kantor cabang Lorena di Simpang Rimbo, Jambi. Setelah ini joss sampai Pekanbaru, walau harus jalan sendiri tanpa LE 232.
20:15 - 20:56 RM Ajo Tonjong, Bukit Baling, Jambi. Makananya lumayan enak juga, Cuma kondisi toilet aja yang cukup mengerikan. Lepas rumah makan joss lagi, driver asal berlogat Sunda yang belum memiliki jam terbang setinggi driver satunya lagi yang adal Sumatera Utara tetap cukup joss lah.
01:12 Belilas.
01:55 – 02:37 RM Simpang Raya, Japura, Rengat. Saya Cuma ke toilet aja sama makan Pop Mie di luar, harganya sama kaya di RM Tuah Sakato, Kandis, 8.000.
02:53 Ketemu P 309 (1626 Euroliner) yang beberapa hari lalu bermasalah saat baru berangkat dari Pekanbaru dan perjalanannya digantikan P 264 (1525 Skyliner).
04:30 PT RAPP, Pangkalan Kerinci.
05:59 Tiba di kantor cabang Jl. Soekarno Hatta, Pekanbaru.
Yaa… benar saja akan sampai jam 6 juga karena 2 jam terbuang menunggu LE 122/232. Hikmahnya sih kalo jam 4 sampe di Pekanbaru mah susah juga cari transportasi online ke kost. Untungnya juga masih ada waktu istirahat sebelum masuk kuliah pagi itu juga jam 8.


DETAIL BUS

Bus: Lorena (PT Eka Sari Lorena Transport Tbk)
Kode bus: P 262
Kode jurusan: LE 150 (Bogor – Jakarta – Pekanbaru)
Tarif: 433.500 (setelah diskon 15%)
Nomer kursi: 1C / 1D (aslinya 1B)
Jumlah kursi: 32
Merk kursi: Fainsa
Sasis: Mercedes Benz OH 1525
Bodi: Skyliner (karoseri Rahayu Santosa)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, smoking area, rec.seat, bantal, selimut.
Waktu tempuh: 38 jam dan 4 menit


PENILAIAN

+ Kode 150 sudah upgrade ke kelas Executive.
+ Dapat diskon 15%.
+ Kru ramah, apalagi asisten drivernya.

- Kru merokok di dalam bus
- Molor 2 jam waktu tempuh karena LE 232/122
- Gak ada foot rest


Ingin menyaksikan trip report dalam bentk video atau travlog? Silakan buka video ini atau klik https://youtu.be/Omp_02yF63I


Rabu, 10 Mei 2017

(Part 2/2) Battle of SCANIA: Putra Pelangi K410

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.

Lanjut cerita dari postingan selanjutnya. Setibanya di Medan langsung nge-G*jek ke Masjid Raya Al-Mashun dan dilanjut menuju Mall Ringroad Citywalk untuk beli tiket Guardian of the Galaxy Vol.2 di XXI-nya. Abis beli tiket XXI, lanjut beli tiket Putra Pelangi untuk balik ke Pekanbaru sore itu juga. Tiketnya udah dipesan dengan seat nomer 1 dan dibayar seharga 230.000, turun 40.000 sejak Negara api menyerang….eh… maksudnya pas ada Makmur 2542 Jetliner dengan jumlah seat yang sama dengan Putra Pelangi, tapi harganya 230.000. Untuk MH Group, tidak ada diskriminasi sasis. Harga tiket sesuai dengan jumlah seat bus, gak peduli itu bus baru kek,, tronton kek. Sepertinya sih gitu.

Duo Lhokseumawe. 2542 jam 13:00 dan K410 jam 14:00

Mau direview juga fil GOTG Vol.2 nya? Gak usah lah ya, saya bukan pe-review film. Pokoknya keren dah. Lebih lucu, bahkan lebih lucu dari Comic 8. Review saya sih di angka 8, mirip kaya IMDB yang 8,2.

Balik ke loket dan si ganteng Jetliner baru dengan disokong Scania K410 udah stay. Arus bolak-balik bus dari gudang ke SPBU pun menggiurkan. 1836 dan K410 Non Stop plus K410 yang terbaru hilir mudik. Yaahhh walaupun begitu tetep aja masih keliatan 1626 dan kuler jahat.

Yang jalan ke Pekanbaru sore itu si 7611 pengganti 7544, padahal agak ngarep Baho Do Au 7612 pengganti 7543. Masuk ke kabin agak deg-degan karena pertama kali masuk Jetliner yang baru dan naik pertama kali Scania K410. Daaannn……jeeng…jeeeeng…wat deh hel?!?!?! Leg roomnya mentok abisss, kaya Medan Jaya dan Pusaka yang pernah saya naiki, sh!t. Ini lah yang disebut mohon bersabar, ini ujian. Padahal hot seat Putra Pelangi lega loh. Ini karena tangganya di kiri, bukan di kanan, jadi agak mundur. Sebelah kanan pun sama aja leg roomnya karena ada box ECU (kayanya). Yo wes….nikmati aja lah dan mari ucapkan “Selamat Siang, Pekanbaru”.
Serupa tapi tak sama. 7614 Banda Aceh & 7611 Pekanbaru.
18:08 keluar loket/pool Putra Pelangi, Sunggal. Saat di lampu lalin di Ringroad, si Jetlinet K410 ini cukup banyak menyita perhatian banyak orang.
18:48-19:10 berhenti di seberang loket Putra Pelangi jalan Sisingamangaraja. Gak masuk loket karena jalan depan loket lagi diperbaiki (dibeton). Mana lama banget lagi berhentinya. Sempati Star Super VIP ke Pekanbaru aja udah lewat.
19:25 melewati Polda Sumatera Utara.
20:30 di overtake dengan cukup gila oleh Batang Pane Baru 1626 Skyliner di Serdang Berdagai. Ini nih gak enaknya kalo dari Medan, pasti ngekor aja karena jalan dari dua arah yang cukup ramai.
20:43 melewati Polres Berdagai.
21:15 Tebing Tinggi.
21:45 jalan bareng Halmahera K410 tujuan Dumai. Halmahera mah gas terus, apalagi BPB tadi. Lah Putra Pelangi mah kendor mulu, ketebak banget dah. Sama kasusnya kaya 7544 waktu di Minas. Sempet juga ketemu Bintang Utara K360 SHD dan abis itu dia ngilang.
22:58-23:30 masuk RM Mega Sari, Kisaran bersama RAPI 1836 napin Xanthos. Di sini saya hanya melaksanakan kewajiban saja, gak makan. Jeleknya rumah makan ini, kalo mau keluar atau lanjut jalan, harus nanjak dulu.
23:53 di overtake Halmahera Scania K360 (bukan yang kemaren saya naikin, beda plat). Nah tuh kan, kekejar sama dia yang jalan jam 19:30 dari SM Raja. Emang sih, top speed yang saya tau, si PPP lebih unggul dari Halmahera. Tapi ya gituuu, kadang banyak peluang untuk menyalip yang terbuang. Jangan kasih kendor dong bosqu.
02:25 di overtake Sempati Star Super VIP K360 dan abis itu kress dengan Putra Pelangi 7612 ‘Baho Do Au’. Daaann di SS pun sulit dikejar dan menghilang karenaa….
Top Speed

02:44 masuk SPBU buat minum sebanyak 400.000 Rupiah di Kota Pinang. Ternyata ada Satu Nusa 1526 SR-1 yang lagi diem ngejogrok ngapain tau. Pas keluar SPBU, si 7611 ternyata gasruk tangga untuk naik busnya.
03:42 Bagan Batu.
05:50-06:05 masuk SPBU di Kulim, Duri untuk solat Subuh.
06:30 Duri. Penumpang di seat 3 dan 4 turun di Duri, jadi penumpang di sebelah saya pindah ke sisi kanan. Akhirnya bisa selonjor juga.
08:05-08:28 istirahat di RM Tuah Sakato, Kandis. Sendokiran aja di sini, gak ada PPP tujuan Jakarta dan Sempati Star. Saya cuma ke WC aja sama beli pop mie di warung.
09:39 melewati Polsek Rumbai.
Dikarenakan perbaikan jalan di jalan Riau Ujung, jadinya 7611 lewat simpang jalan Riau Ujung – Soekarno Hatta, perempatan Mall SKA dan langsung ke loket. Sepanjang jalan, si Jetliner Scania K410 ini cukup banyak menyita perhatian orang-orang. Maklumlah, biasanya yang lewat jalan Soekarno Hatta – Mall SKA – Tugu Songket cuma TMP Hino RK hahaha.
10:28 akhirnya tiba di loket Putra Pelangi, Jl.SM. Amin / Arengka II. Benerkan sudah cukup agak siang. Si 7611 pun menuju cucian untuk mandi di dekat terminal, kalo 7612 di cucian/loket MH Group. Sementara saya balik ke kost naik Hino RK.


DETAIL BUS

Bus: Putra Pelangi (PT Putra Pelangi Perkasa)
Nomer Plat Bus: BL 7611 AA
Kelas: Executive
Jurusan: Medan - Pekanbaru
Tarif: 230.000
Nomer Kursi: 1 atau 1A
Jumlah Kursi: 36+2
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Scania K410iB Opticruise
Bodi: New Jetliner (karoseri Rahayu Santosa)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut, rec.seat, leg rest, power plug, sekat belakang.
Waktu Tempuh: 16 jam dan 20 menit



PENILAIAN

+ Tenaga dari Scania K410 memang mantap. Lebih nyaman dari MB 2542.
+ Ada USB Port di dinding bus.
+ Kru bus cukup ramah.

- Leg room sempit.
- Gak ada snack.
- Waktu tempuh cukup lama. Banyak peluang menyalip yang terbuang.
- Scania K410 agak kurang nyaman disbanding K360.
- Getaran dan gemlodak pada bodi lebih terasa dibanding saat naik Halhamera.
- Ada beberapa bagian interior yang sudah rusak/lepas. Padahal baru 2 bulan.
- Wiper kaca atas gak di aktifkan.

Overall saya agak kecewa dengan trip pulang ini. Mungkin saya gak akan naik ini lagi.

(Part 1/2) Battle of SCANIA: Halmahera SE 2-1

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.

Halo semua, akhirnya kembali posting trip report / catatan perjalanan lagi. Seperti biasa, kalo catper muncul di masa perkuliahan gini udah pasti catper touring di Sumatera. Tapi berbeda seperti 2 edisi touring sebelumnya, touring kali ini tidak sampai provinsi ter-Barat Indonesia dikarenakan keterbatasan dana, sangat disayangkan memang. Padahal saya pengen banget naik Scania K410 nya Sempati Star yang Double Decker dan Sanura Top Class, sekaligus bikin postingan dengan judul “Battle of Scania K410: Sempati Star SDD vs Sanura SHD”. Mantap soul banget kan?!?

Touring kali ini cuma sampai Medan saja dan pastinya dengan mode touring tek-tok. Touring kali ini juga harus wajib kudu mesti naik SCANIA!!! Armadanya apa? Sebentar dulu, mari cek Squad Scania Pekanbaru-Medan. Pertama, PT RAPI dengan Scania K360 Jetliner. Kedua, Medan Jaya dengan Scania K360 Jetbus2+ SHD. Ketiga, Sempati Star dengan Scania K360 JeBe2 HD. Selanjutnya, Halmahera Scania K360 Jetbus2+ SHD dengan kelas paling tinggi. Terakhir, Putra Pelangi tronton Scania K410 Jetliner ala S-Liner. Semuanya pake transmisi Opticruise, kecuali Sempati Star yang Patas VIP dengan transmisi Comfortshift.

Jadi, armada yang saya naiki apa? Yaitu dua terakhir. Pekanbaru-Medan pakai si Merah, beli tiket H-7 di terminal BRPS dengan panjar 150.000 untuk nomer kursi 3 atau tipe kursi “golongan paling sering di bully di media sosial”. Sementara itu, armada balik ke PKU naik “4L= lu lagi lu lagi”. Bookingnya pake telepon aja, simple dan bayar pas hari H. Langsung aja SKIP ke hari H touring.

Saya berangkat dari kost jam 6 kurang dengan naik Trans Metro Pekanbaru Hino RK8 R260 bodi Tentrem Max hahahha, pemanasan naik RK. Sial dan kampretnya ketika pindah bus di halte Tabek Gadang, TMP Koridor 06 tujuan terminal BRPS kagak lewat-lewat sampe setengah jam lebih, kan BAZEEENGAANNN…!!!!! Terpaksa ngojek dah, keluar duit ekstra dah. Padahal bus berangkat jam 19:30.

19:10 akhirnya sampe di terminal BRPS dan sudah siap di peron Halmahera SE Scania K360 dan Putra Pelangi tronton MB 2542 (nomer platnya 7545 kayanya) HAHAHAHA. Untung aja gak naik Putra Pelangi pas berangkat ke Medan, bisa apes dapet MB 2542 lagi. Ngeselin yah, dapet 2542 dibilang apes hahahha. Enaknya Putra Pelangi, kita bisa cek armada apa yang jalan lewat websitenya, misalnya armada tronton ke Pekanbaru jam 18:00, jadwal bus dengan nomer plat sekian bisa di cek sekitar 6-5 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Kembali ke report touringnya. Seperti biasa, pas deket peron di tawarin sama orang loket. Ditawarin 200 naik tronton Putra Pelangi HAHAHHA. Langsung ke loket MH untuk lunasin tiket dan abis itu menunaikan kewajiban sebagai seorang Muslim. Daaannn…..waktu yang ditunggu tiba, masuk ke dalam kabin SE 2-1 untuk kedua kalinya dan gak sabar banget buat langsung jalan dengan Scania K360. Kalo dilihat, SE ini 7 baris kiri dan 8 baris kanan hmmm…saya kira kiri kanan sama aja. Eh beda toh, kaya SE di Jawa aja. Sudah pasti sebelah kanan lebih sempit dari kiri. Beruntunglah bagi jomblo, udah seatnya sendiri, leg roomnya lebih lega pula. Dikasih snack box yang isinya roti isi kelapa (lagi) dan air mineral 600ml. Ya setidaknya lebih baik dari pada pas naik Makmur 1836 setahun lalu.


19:33 keluar terminal BRPS dengan penumpang 7/8 orang. Jelang masuk jalan Riau Ujung sempat berhenti, ternyata ada sistem buka jalan karena perbaikan jalan (di beton). Pantas saja saya sempat ketemu Makmur New Skyliner di perempatan Mall SKA untuk menghindari macet. Oh iya, langsung diputar lagu dengan volume yang tidak besar dan tidak terlalu mengganggu, walau gak seperti pas naik Makmur 1836 setahun lalu yang suaranya sangat kecil dan pas banget buat tidur.
20:56 melewati Polsek Minas.
21:38 – 21:42 masuk RM Setia Abadi, KM.71 Kandis. Saya kira akan berhenti makan seperti Halmahera SR-2, ternyata kontrol aja. Harus diakui Scania K360 ini memang mantap. Melahap tikungan pun cukup stabil disbanding K410.
23:38 Duri.
Memang di sini jalanna lurus dan cukup panjang.

00:34 melewati Polres Rokan Hilir.
02:34 Kota Pinang.
05:23 – 05:47 istirahat dan solat subuh di RM Gunung Sari II, Air Batu, Asahan. Masih gelap, padahal tahun lalu masuk sini udah terang. Singgahnya cepat, gak sampai 30 menit. Bahkan, bus saya (SE Scania) yang datang paling akhir, malah berangkat kedua setelah Halmahera 1836 SR-2 dan meninggalkan Makmur Ekolet 1526 Skyliner, Makmur 1836 SR-1.
07:19  Simpang Medan, Tebing Tinggi. Kru juga stel film Toba Dream. Mentang-mentang PO asal Sumut, distel film tentang Sumut juga hahaha.
08:10 Perbaungan. Ketemu 2 unit Paradep Jetliner 2542, sayang gak ketemu Double Deckernya yang cuma ada 1 di Indonesia. Cukup asyik juga jalan bareng Paradep.
08:15 PTPN IV unit Adolina.
08:23 overtake 2 Paradep 2542 di Lubuk Pakam.
08:35 di overtake balik di Tanjung Morawa hahahaha.
08:46 akhirnya tiba di loket MH, jalan Sisingamangaraja, Medan. WOW, Impresif! Warbyazah!
Rekor baru buat saya, 13 jam 13 menit termasuk singgah di rumah makan dan kena macet perbaikan jalan. Padahal naik Baho Do Au kemaren yang gak pake singgah di rumah makan malah 14 jam 45 menit. Luar biasa emang MH.
Setibanya di loket saya istirahat dolo sekalian liat armada yang masuk. Ada Makmur 1836 SR-1 dan diikuti Halmaheria 1836 SR-2 yang tiba setelah bus saya. Saya sempat akhirnya mencicipi Badak, minuman asal kota…….mana yah saya lupa hehehe. Selanjutnya apa yang saya lakukan dan bagaimana catper touring dengan tronton Scania??? Cek postingan selanjutnya yah…


DETAIL BUS

Bus: Halmahera (PT Indah Halmahera Nusantara)
Nomer Plat Bus: BK 7078 UD
Kelas: Super Executive
Jurusan: Pekanbaru - Medan
Tarif: 275.000
Nomer Kursi: 3 atau 2A
Jumlah Kursi: 23+1 / 23+2
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Scania K360iB Opticruise
Bodi: Jetbus2+ SHD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut, rec.seat, leg rest, snack, sekat depan dan sekat belakang.
Waktu Tempuh: 13 jam dan 13 menit


PENILAIAN

+ Waktu tempuh cepat. Rekor baru buat saya.
+ Scania memang nyaman dan mantap.

- Biasalah, topinya SHD pasti selalu jadi kekurangan dalam review trip report.
- Leg room kurang lega buat saya pribadi hahahaha. Padahal Scania 7 baris.

Overall, memuaskan naik armada ini. Saya pengen naik ini lagi kalo ada rezeki untuk touring ke Medan selanjutnya. Armada ini RECOMMENDED. Nyaman dapet, kecepatan dapet.

Minggu, 12 Februari 2017

Surabaya - Tangerang (via Solo) naik SHD Scania K360

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.

Postingan ini adalah cerita dari 2 etape terakhir perjalanan saya ke pulau Dewata.
Ajkuh


Surabaya – Solo

Setelah tiba di terminal Purabaya atau Bungurasih, Surabaya untuk pertama kalinya, saya langsung menuju ruang tunggu keberangkatan bus dan menuju toilet untuk bersih-bersih serta solat subuh di musholla.

Setelah solat, saya duduk di ruang tunggu sambil memantau bus Eka yang belum terlihat di shelternya. Saya berniat naik Eka yang jam 6. Awalnya sih pengen naik Sugeng Rahayu Patas yang jam 7 karena tergiur sama servis makan prasmanannya, tapi kalo jam 7 takut gak ngejar Rosalia Indah yang Super Top.

Jam 5an sudah terlihat Eka dengan bodi Grand Tourismo berlampu depan Jetbus, godaan nih. Saya pengen banget coba GT-nya Morodadi, soalnya Eka yang jam 6 itu Royal Travego Morodadi. Setelah dia pergi, muncul Eka berbodi Jetbus2+ HD, walaaahh cobaan apa lagi ini. Setelah berpikir panjang akhirnya mulai melangkah menuju shelter, kalo aja ada Eka lagi di belakangnya. Sempat digiring (entah mandor atau driver Eka) menuju Eka JB2+. Akhirnya saya putuskan untuk naik yang ini aja, katanya jalan jam 6 kurang 15.

05:35 keluar shelter. Penumpang masih bisa dihitung jari. Saya ambil kursi baris ke-4 sebelah kanan. Satu kursi untuk barang saya (jendela), dan satu kursi lagi untuk saya. Cukup empuk juga kursi Aldillanya.
05:40 keluar terminal Purabaya.
05:55 melewati garasi Eka-Mira. Kondektur langsung narik tiket, 87.000 tarif menuju Solo sudah termasuk makan (seharga 12.000) di RM Duta, Ngawi. Tidak lupa dibagikan air mineral botol 600ml.

06:30 masuk Mojokerto. Karena ini pertama kalinya saya naik bus di jalur Surabaya – Nganjuk, saya cukup menikmati suasana Minggu pagi di Jawa Timur. Cukup terasa ngeri-ngeri sedap sih saat naik Patas Jatim, maklumlah saya ini pengen naik bus banter tapi giliran udah naik malah ngeri-ngeri sedap. Mau tidur pun gak bisa, kalaupun bisa, cuma tidur ayam.
06:35 di overtake Sugeng Rahayu W7398UY Discovery saat bus saya mengekor Safana.
07:38 singgah 10 menitan di agen Eka dan pusat oleh-oleh Kediri di Bra’an, Kertosono.
08:21 terminal Anjuk Ladang, kabupaten Nganjuk. Tidak masuk, cuma di depannya aja.
09:12 terminal Caruban, kabupaten Madiun. Idem.
09:31 masuk Karangjati.
10:07 masuk terminal Kertonegoro, Ngawi. Akhirnya sebentar lagi makan, udah keroncongan hahaha.
10:11 akhirnya masuk juga ke RM Duta selama ±25 menit untuk makan. Saya tentunya pilih rawon yang menjadi andalan, kebetulan saya juga udah lama banget gak makan rawon. Rasanya enak, cuma sayang porsinya gak sesuai porsi saya, kurang banyak hahaha. Saya juga awalnya pesan es sirup, tapi gak dibawain, pffftt!!! Di sini masuk juga Eka Royal Travego MP, mungkin angkatan jam 6 itu kali yah, tapi nomer platnya beda sama di jadwal. Entah lah.
12:06 masuk kabupaten Karanganyar. Sempat masuk terminal Pilangsari, Sragen juga sebelumnya.
12:15 akhirnya saya turun di seberang Kantor Pusat Rosalia Indah di Palur.


--- Detail Bus ---

Bus: Eka (PT Eka Mira Prima Sentosa)
Nomer Plat Bus: S 7538 US
Kelas: Patas / Executive
Jurusan: Surabaya – Solo – Yogyakarta - Magelang
Tarif: 87.000 (75.000 + 12.000 untuk makan)
Jumlah Kursi: 43
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Hino RK8JSKA R260
Bodi: Jetbus2+ HD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, Audio, colokan listrik, leg rest, air mineral 600ml, makan
Waktu Tempuh: 6 jam dan 35 menit


--- Penilaian ---

(+) kru ramah
(+) kursi empuk

(-) suspensi berisik
(-) style patas Jatim, kurang menghargai sesama pengguna jalan
(-) interior agak kusam



Solo – Tangerang

Setelah tiba di Kantor Pusatnya Rosin, saya langsung menuju loket untuk membeli tiket (go show) kelas Super Top. Rupanya kelas Super Top tujuan Cikokol sudah penuh, minta ikut bis dari Wonogiri (transit di Kartosuro) pun gak bisa. Ada yang kosong tujuan BSD tapi NL 472, yaaahh kriyet kriyet MB 1526, padahal pengen naik Scania K360 lagi. Tujuan Cikokol adanya Exe Plus Scania, oke lah walaupun agak kecewa dan agak parno juga dengan seat berpembatasnya Rosin Exe Plus. Tiket ditebus seharga 215.000, loh kok naik, bukannya 200.000? Kata petugasnya, kan Scania. Yaelah, ternyata ada diskriminasi harga berdasarkan armada toh di Rosin. Saya juga sempet liat mbak Arum, mantan pramugari Rosin Super Top SHD 101.

Tiket sudah dapat, tinggal tunggu jam 2 untuk jalan. Saya sempatkan untuk bersih-bersih dan solat. Pas cek in, saya dapat SHD 109. Pertama kali juga naik SHD nya Adi Putro.

14:36 SHD 109 masuk. Oh ini bis dari Magetan, saya kira dari Matesih. Saya baru lihat 2 armada SHD masuk (termasuk SHD 109), Super Top belom keliatan. Masuk ke dalam bus, udah wangi pengharum rasa jeruk. Ternyata seat berpembatasnya gak bikin sempit kok walau saya seseorang berbadan “Super Exe”. Leg room saya (sebelah kanan) lebih lega dari yang kiri. Kursinya juga empuk, cuma sayang foot rest absolut (tetap / gak bisa ditekuk) bawaan dari Rosalia Indah bikin sempit. Saya juga sempet ganti baju di toiletnya hehehe, ternyata toiletnya pendek yah, saya yang tinggi 170cm hampir mentok, mungkin tinggi toilet Cuma 175cm.
14:54 bus keluar kantor pusat. Tengok ke depan, topinya SHD Adi Putro sangat mengganggu. #enggakaget
15:14 masuk agen Gilingan dan langsung masuk lagi ke terminal Tirtonadi.
15:42 masuk agen Kartosuro sekitar 15 menit dan sekalian dibagiin selimut. Lepas agen Kartasura, saya tertidur karena capek.
17:54 masuk terminal Bawen. Lalu lintas cukup padat.
18:32 Banyumanik.
18:45 masuk tol.
18:52 masuk lagi ke jalur Pantura. Yaelah, dikit amat masuk tol, kan harusnya bisa lebih cepet.
19:46 – 20:38 istirahat + servis makan di RM Sari Rasa, Weleri, Kendal. Sudah terpakir Gunung Mulia dan Rosalia NL 446, 401, 172, dan dilanjut SHD 113 dan SHD 433 (padahal mah HDD). Menu makannya ya gak jauh beda sama naik KD kemaren, rasanya juga sama. Gak usah di bahas lah ya. Di area lain juga udah terpakir Sinar Jaya, Lorena, Putra Remaja, Harapan Jaya, Maju Lancar, Gunung Harta, dll. Sempat lihat GH O500R dengan 9 baris kursi, gila mentok banget tuh.
Selepas Sari Rasa saya lebih banyak tidur karena lelah dan kenyang.

04:12 masuk agen Rosin di Bekasi Timur. Banyak penumpang turun di sini, termasuk yang di sebelah saya.
04:32 terlihat GT Cikunir 2 ramai dan macet. Gila kali yah, subuh aja belom udah macet. Ini GT kayanya yang menuju BSD dan sekitar deh, kalo naik SE ke BSD mungkin sudah agak terang sampenya.
04:40 GT Halim Utama. Tol Dalkot masih lancar, 100+ kpj masih sangat bisa.
04:55 Tomang.
05:01 belok di Meruya Interchange menuju tolnya Bakrie (bener kan?).
05:05 keluar tol.
05:11 melewati terminal Kalideres. Ternyata bus TJ banyak yang tidur di jalurnya yah.
±05:28 saya turun sebelum bus naik Fly Over Cipondoh/Cikokol.

Untung juga sih gak naik Super Top. Kalau naik ST bisa sampe rumah di atas jam 6 kali.



--- Detail Bus ---

Bus: Rosalia Indah (PT Rosalia Indah Transport)
Kode Bus: SHD 109
Kelas: Executive Plus
Jurusan: Magetan – Solo – Bekasi – Bitung
Tarif: 215.000
Nomer Kursi: 6C
Jumlah Kursi: 32+2
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Scania K360iB Opticruise
Bodi: Jetbus2+ SHD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, colokan listrik, toilet, bantal, selimut, rec.seat,  leg rest, foot rest, servis makan.
Waktu Tempuh: ±14 jam dan 34 menit


--- Penilaian ---

(+) armada nyaman karena pakai Scania
(+) kursi empuk
(+) AC dingin

(-) tidak dapat snack
(-) selimut kurang panjang
(-) AC terlalu dingin
(-) Ada pramugara sih, tapi gak ada senyumnya