Tampilkan postingan dengan label Hino RK8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hino RK8. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Februari 2021

Muter-muter Menuju Bali

Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat datang kembali.

Sudah lama tidak posting catatan perjalanan ya. Postingan ini merupakan lanjutan perjalanan dari touring online pada postingan sebelumnya yang telah tertunda berbulan-bulan. Sebelumnya, saya melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya dengan Harapan Jaya Avante D2. Pada postingan ini, saya melanjutkan perjalanan menuju salah satu pulau di Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Yap, Bali.

Bali kembali menjadi tujuan perjalanan saya karena masih belum puas dengan bus Denpasar-an. Bali juga terkenal menjadi destinasi favorit para pecinta bus untuk touring. Perjalanan menuju dan dari Bali memang sulit bagi saya yang jarang mempunyai kesempatan untuk ke sini. Banyak PO serta armada yang menjadi incaran saya, sementara hanya 2 bus yang bisa saya naiki di perjalanan ini. Berhubung ini touring online sehingga mewajibkan saya naik bus dengan pembelian tiket secara daring dan juga wajib diskon biar biaya perjalanan jadi hemat.

Pilihan busnya? Awalnya saya berniat naik M Trans dari Tulungagung, tapi karena jejak pembelian tiket via RedBus di Facebook, YouTube, atau media lainnya sangat sedikit, jadinya harus batal. Batal naik M Trans diperkuat karena servis makannya bukan di RM Bali II. Entah kenapa saya termakan rayuan review servis makan di Bali II. Pilihan utama kalo mau makan di sana yaaa....Setiawan.

Sempat terlintas juga buat naik Wisata Komodo atau Restu Mulya dari Solo. Eh tapi takut gak nyandak waktunya dan mereka servis makannya di Caruban atau Ngawi. Naik Bejeu? Hhmmmm.....Scania K410, bisa sih beli online tapi gak ada diskon. Sebenermya naik dari Solo atau Kudus bisa sampai Denpasar udah terang. Jadi, gak perlu buang waktu lama di Bali karena kali ini saya tek-tok, gak pakai bermalam.

Pada akhirnya, saya fix naik Setiawan dari Malang meskipun sempet terpincut juga buat naik Medali Mas. Dua-duanya punya jejak tiket RedBus di Facebook, tapi Medali Mas kelasnya VIP atau Patas 40 seat. Yaaaa naik Setiawan aja lah, spesial juga bus ini kayanya. Dari Surabaya ke Malang saya muter sedikit ke Kediri.

 

Senin, 2 Maret 2020

Ya, benar Maret 2020 ya. Soalnya ini lanjutan perjalanan saya yang catatan perjalanannya hibernasi hampir setahun. Maret 2020 juga Indonesia sudah diinvasi virus Covid-19 terutama bali, tetapi awal Maret belom ada PSBB atau sejenis lockdown ya. Protokol kesehatan pun belum diterapkan karena Indonesia masih santuy sama Kopit-19. Langsung aja ya.

06:47 Masuk ke dalam kabin Harapan Jaya Patas via Tol. Sayangnya, armada Patas yang tersedia di shelter saat itu hanya Hino AK, tidak ada MB 1626 atau MB 1623 RF. Yaaa naik yang ada aja lah. Depan sama belakang sama aja armadanya, jadi naik yang depan aja.

06:49 Mulai jalan dari shelter. Saya duduk di sebelah kiri karena leg roomnya lebih lega dari sebelah kanan.

06:52 Keluar terminal Purabaya setelah cari-cari penumpang di pintu keluar. Penumpang saat itu sepi. Keluar terminal sedikit tersendat karena kepadatan aktivitas pagi alias jam berangkat kerja.

07:00 GT Warugunung. Yap, tetap masuk tol biarpun sepi. Padahal kalo gak masuk tol juga gak apa-apa buat saya karena saya gak ngejar waktu. Tapiii itung-itung bisa menikmati pemandangan sekitar tol Sumo. Sepanjang tol, Hino AK ini meraung membelah sepinya tol Sumo di pagi hari. Kecepatan pun rasanya dibuat konstan di sekitar 90-100 kpj.


07:43
Keluar di GT Bandar.

07:50 Braan. Biasa, rehat sejenak. Ini lokasi juga bisa jadi tempat transit karena pertemuan jalur Nganjuk-Solo, Kediri, dan Jombang-Surabaya.

08:03 Papar. Kalo udah masuk Kediri ini, udah mulai bisa melihat Gudang Garam di mana-mana, mulai di pot tanaman, warung, sampai truk. Nah, Kediri ini bisa jadi tempat untuk menikmati kerennya truk-truk GG berlogo Demokrat eh Mercedes. Gak sepet mata ngeliat truk Hino sama Mitsubishi mulu.

08:35 Finish terminal Tamanan, Kediri.

 

DETAIL BUS


Bus: Harapan Jaya (PT Harapan Jaya Prima)

Jurusan: Surabaya – Tulungagung (via Tol)

Tarif: 50.000

Nomer kursi: 1A

Jumlah kursi: 45

Merk kursi: Aldilla

Sasis: Hino AK

Bodi: Max dengan kaca Double (karoseri Tentrem)

Fasilitas: AC, TV, audio, reclining seat.

Waktu tempuh: 1 jam dan 46 menit

 

Tiba di Tamanan, saya makan soto lagi di sini buat isi asupan untuk perjalanan selanjutnya. Etape selanjutnya agak membingungkan. Pilihannya antara lewat Pare – Kandangan atau Blitar – Kepanjen. Kalo lewat Pare sih udah pernah lebih dari 5 tahun lalu saat menuju dan dari Kampung Inggris. Pada akhirnya sih ke Blitar aja naik Kawan Kita karena belom pernah ke Blitar. Tau gitu naik Patas ke Tulungagung aja ya tadi hahaha.

09:18 Kawan Kita dari Nganjuk masuk shelter. Kayanya KK ini ngetem kalo arah ke Blitar aja ya. Hmmm apa iya ya...??? Situasi terminal saat itu tidak ramai karena bukan jam ramai.

09:23 Bus non-AC yanh sudah tidak lagi muda ini mulai diberangkatkan menuju kota yang terkenal dan berkaitan dengan Bung Karno. Saya memilih duduk di dekat pintu tengah biar kena sepoi-sepoi angin perjalanan. Tarif Kediri menuju Blitar sebesar 13.000.

09:36 Ngetem dulu setelah alun-alun. Ngetem juga buat suhu badan jadi menghangat dan melengket hahahaha.

10:01 Melewati Taman Ngadiluwih.

10:21 Pasar Ngantru, Tulungagung. Sudah masuk TA aja. Sepanjang jalan saya melek terus untuk melihat situasi sepanjang jalan yang belom pernah saya lalui. Pernah sih, sampe Tulungasung aja tapi, itu pun udah lama banget, sebelum era Jetbus kayanya.

10:57 Melewati masjid Jami Al-A'la, Sanankulon, Blitar.

Sepertinya tidak banyak cerita di sini karena sudah mulai lupa dan saya lebih menikmati perjalanan. Seingat saya ya bus sempat dipacu cukup kencang diikuti dengan bunyi klakson berkali-kali untuk memperingatkan pengendara lain. Udah kaya Sugeng aja hahaha. Okupansi penumpang sepanjang jalan sih cukup lah, gak sepi. Lumayan juga yah, ramai juga penumpang di jalur Kediri – Blitar via Srengat ini meskipun banyak yang jarak dekat.

11:00 Memasuki Kota Blitar

11:13 Finish Terminal Patria, Blitar.

Turun di terminal auto bingung mau ngapain. Ujung-ujungnya sih naik bus ke Malang karena ga tau mau ngapain. Kebetulan ada Bagong dengan bus terbaru sudah beranjak dan saya naik di pintu keluar terminal. Oh iya, pas di terminal ketemu Rosalia Indah Exe Plus SHD dan Harapan Jaya yang keduanya menggunakan sasis Scania K360. Wah head to head nih. Kalo saya disuruh pilih sih ya pilih HarJay lah. Ada Rosin Exe+ SHD Hino RK juga sih, entah tujuan mana.


11:25
Kembali melanjutkan perjalanan bersama bus Bagong. Okupansi penumpang saat saya naik sekitar separuh kurang, lumayan lah.

Berhubung ini busnya baru, jadi enak dilihat bagian luar dan dalamnya. Untuk jok, Bagong pakai Rimba Kencana kayanya kalo lihat dari bentukannya. Leg room nya standar khas bus seperti ini lah. Selain adem, ada bagasi di atas sama TV juga di bagian depan, jadi gak membosankan lah sepanjang perjalanan. Tarif Blitar – Malang senilai 25.000.

12:27 Terminal Kesamben.

Sepanjang jalan atau jalur Blitar – Malang ini jalannya memang gak terlalu lebar tapi pemandangannya cukup menyegarkan mata dan pikiran, terlebih saya baru pertama kali lewat jalur ini. Mata selalu on, yaaa gak selalu melek sih karena sesekali tertidur karena lelah. Pemandangan paling bagus sih yaa Waduk Karangkates meskipun cuma keliatan sedikit.

12:48 Memasuki Kabupaten Malang

13:55 Melewati Terminal Gadang, Malang. Gak masuk ya, lewat di depannya aja.

Memasuki kota Malang, kondisi lalu lintas mulai ramai dan saya menapakkan jejak kembali di kota Malang setelah 5 tahun lebih. Ada sesi nostalgia juga nantinya, bukan di postingan ini.

14:27 Akhirnya finish di terminal Arjosari Malang.

Tiba di kota Malang atau tepatnya di terminal Arjosari dengan kondisi gerimis atau hujan ringan. Jam keberangkatan juga masih lama, lebih dari 2 jam. Jadiii yaaaa ngalor ngidul aja di sini sembari istirahat, bersih-bersih, dan isi perut. Sempat ke loket Setiawan juga, eh ternyata kata petugas / agen Rosalia Indah kalo Setiawan langsung lapor / check in di dekat busnya, ada petugasnya nanti di sana. Sip lah, emang beda Denpasar-an mah.

Arjosari ini terminal besar dan ramai ya setiap waktu, tapi saying kurang dimaksimalkan. Bagian atas atau lantai dua yang sekiranya jadi tempat tunggu penumpang jadi useless atau gak guna, jalan menuju bawah pun terlalu jauh. Arjosari kalo mau diperbaiki infrastruktur dan manajemennya sih bakalan keren. Jadi, terminal Malang ini gak cuma jadi tempat sekedar lewat atau napak jejak alas kaki aja.

Mengenai Setiawan ini. Tadinya saya mau naik dari Kediri dan beli di Traveloka, tapi karena kalo gak salah yang Kediri ini lewat Ngajuk – Jombang, yaaa ga jadi lah. Setiawan dari Malang yang saya naiki ini saya beli tiketnya di RedBus sebesar 148.000 setelah diskon dan RedBus Wallet. Kalo harga di RedBus tanpa potongan sih 185.000 dan harga normal di agen 170.000 kayanya. Kursi yang saya dapat nomer 6 atau 2B. Pas cocok seatnya, gak di atas ban langsung dan masih bisa liat ke depan secara luas.

 

16:15 Dalam rentang beberapa menit, Arjosari mulai kedatangan Lorena LE 112 (dari Lampung nih baru sampai), M Trans Avante H8 “Fransiska” (duh kalo jadinya naik MTrans, bisa dapet armada terbaru nih), dan Nusantara HS 266 Black Pearl. Udah masuk aja tuh Nu3, padahal masih lama berangkatnya.

Kondisi terminal saat itu diguyur hujan lebat sejak jam 15:30. Bangunan terminal terutama bagian peron keberangkatan yang terbuka lebar dan terutama lagi bagian pemberangkatan bus Setiawan, Malang Indah, dan M Trans membuat penumpang terkena rintik-rintik air. Di peron ini juga tidak disediakan kursi untuk duduk. Bahkan air sempat menggenangi peron sampai mata kaki. Sayang sekali memang terminal yang ramai ini harus dibuat dengan design yang memurut saya kurang tepat terutama saat hujan dam kekurangan fasilitas kursi.

16:49 Akhirnya bus yang saya akan naiki tiba, yaitu Setiawan AG 7195 UA yang entah pake bodi dari karoseri mana, mungkin Piala Mas.

Saya sempat deg-degan juga soalnya masih ga jelas nasib saya oleh petugas tiket di lapangan hingga bus tiba. Setelah bus tiba dan cek manifest serta saya melakukan konfirmasi, akhirnya saya bisa naik dan duduk. Inilah kekurangan kalo beli tiket secara online, was was.

17:06 Bus mulai diberangkatkan menuju pulau Bali.

17:18 Melewati karoseri Adi Putro dan ada bus Tunggal Jaya yang rilis.

17:24 Masuk tol di GT Singosari.

Melakukan perjalanan dengan kondisi luar yang sedang hujan memang syahdu, sayangnya agak kurang karena kondisi dalam bus terasa agak pengap karena AC kurang atau mungkin belum dingin seperti standarnya. Okupansi juga penuh meskipun ini hari biasa.

17:58 Interchange yang memisakan tol yang mengarah ke Malang, Surabaya, dan Pasuruan – Probolinggo. Kita ambil yang ke Pasuruan yes.

17:59 Disalip Gunung Harta GHTS-043, armada terbaru GH dengan Scania K360 berbodi Jetbus 3+ SHD Facelift, bukan yang Voyager ya.

18:14 Disalip lagi oleh Menggala Avante Yutong.

Disalip terus? Iyalah, Hino gitu loh hahaha. Auto kalem saat hujan. Tapi asyik juga sih. Bus dipacu konstan di kecepatan 80 kpj. Suspensinya juga mengejutkan, nyaman dan gak berisik. Wah, tumben banget nih naik Hino RK tapi bisa syahdu dan nyaman.

18:55 Keluar di GT Probolinggo Timur. Inilah titik paling ujung Tol Trans Jawa di bagian Timur, yaaaa setidaknya untuk beberapa tahun ke depan, mungkin sampai 2025.

19:32 Overtake Menggala Avante Yutong. Nah ke salip dia di sini, padahal sempet kabur di tol. Saat salip Menggala ini memang mantap, kecepatan lumayan cepat dan diikuti oleh kedipan lampu sein di kedua bus. Lebih-lebih lagi ini jalan biasa atau bukan tol, jadi lebih asyik kalo salip-menyalip. Bosen juga sama tol hahaha meskipun cepat waktu tempuhnya.

19:41 Melewati Polres Probolinggo.

19:46 Alun-alun Kraksaan

20:32 Alun-alun Besuki. Karena saya cukup lelah, jadi saya sempat tidur ayam sepanjang jalan.

20:41 - 21:11 RM Bali 2. Yap, bangun-bangun sudah mau parkir di Bali 2. Ramai juga di sini karena sedang ada rombongan dengan beberapa bus Pariwisata.

Saya langsung ke meja prasmanan setibanya di Bali 2. Saya dan beberapa penumpang sempat kebingungan meja prasmanan mana untuk penumpang Setiawan karena petugas rumah makan cukup sibuk dengan kedatangan bus-bus Pariwisata dan AKAP. Menu makan kali itu cukup sederhana dan tidak seperti ekspektasi saya. Ada nasi hangat, tahu tempe berkuah yang hambar, ayam free flow yang standar, sambal terasi yang enak dan membantu selera makan, kerupuk yang masih renyah, dan teh manis hangat. Yaaaa ternyata sih biasa aja ya. Tapi karena lapar yaaa sikat aja lah. Habis makan, menunaikan kewajiban.

Selepas rumah makan, penumpang dibagikan sebotol teh Javana rasa gula batu. Lumayan lah. Oh iya, sebelumnya snack juga dibagikan setelah keluar Arjosari. Kalo yang berangkat dari Ponorogo hingga TA atau Blitar (kayanya) mungkin dapat nasi kotak juga kali yah.

21:46 Tugu 1000 KM Anyer – Panarukan.

Menyusuri jalan pinggir laut atau tidak lama setelah keluar RM Bali 2, bus dipacu kencang. Yak, gak butuh waktu lama untuk kembali cepat, tidak seperti Lorena yang memberikan waktu untuk turunin makan dulu. Cara mengemudi dan perpindahan gigi dari pengemudi sangat halus. Bus pun dipacu di atas 60 kpj bahkan 80an. Lumayan sedap-sedap juga bawanya, kebetulan jalan cukup sepi juga, jadi enak dipacunya. Keenakkan dengan pembawaan pengemudi, saya tertidur sebentar.

23:39 Loket Pelabuhan Ketapang. Yak, bangun-bangun udah masuk area pelabuhan.

23:48 Jalan mundur masuk KMP Trisakti Adinda bersama GHTS-043 dan langsung jalan. Eh ujug-ujugnya ketemu si 043 juga, padahal ngacir tuh si tol.


 

Selasa, 3 Maret 2020 (WITA +1 jam)

Selama pelayaran, penumpang diperbolehkan untuk tetap berada di dalam bus, beda dengan pelayaran di Selat Sunda, tetapi mesin bus tetap dimatikan. Berhubung pelayaran ini tidak sampai 1 jam, saya jadimya muter-muter kapal yang kecil ini aja. Tengok-tengok sedikit ke arah GHTS-043, ternyata baris kiri (pintu depan sampai pintu belakang) cuma ada 7 bari. Wow! Auto selonjor tuh, mana pake seat yang model baru yang lebar lagi. Padahal unit K360 yang lama yang sekarang rollingan konfigurasinya 8 baris kiri. Aduh, jadi nyesel di touring online ini gak naik GH Malang – Bali hahahaha.

01:39 Keluar kapal.

01:45 Keluar pelabuhan Gilimanuk.

Keluar pelabuhan situasi sekitar  jalan ini masih ramai, mulai sepinya ya pas SPBU Gilimanuk tempat isi solarnya GH. Karena malam dan gelap, tidur aja lah meskipun kurang mantap karena leg restnya turun mulu kalo disandarin kaki.

04:18 Masuk ke sebuah SPBU, tapi gak isi Solar, mungkin habis atau entah kenapa. Ada MTrans Avante H8 juga lagi isi Solar.

04:23 Mengwi. Alhamdulillah sekarang udah gak wajib turun terminal, gak kaya 3 tahun lalu.

04:45 Isi Solar di SPBU di jalan Gatot Subroto.

04:57 Akhirnya saya turun di depan RS Manuaba. Bus melanjutkan perjalanan menuju garasinya, gak jauh tempat saya turun. Lalu saya? Saya menuju Masjid terdekat karena udah mau masuk Shubuh.

 

Sekian dan sampai di sini dulu cerita perjalanan kali ini. Cerita selanjutnya akan berlanjut di postingan berikutnya.

 

 

DETAIL BUS

 

Bus: Setiawan (PT Karya Setiawan Ekatama)

Nomer plat bus: AG 7195 UA

Jurusan: Ponorogo – Trenggalek – Tulungagung – Blitar – Malang – Denpasar

Tarif: 155.000 via RedBus (tarif normal 170.000)

Nomer kursi: 2B

Jumlah kursi: 28 + 2 (smoking area)

Merk kursi: Rimba Kencana

Sasis: Hino RK8

Bodi: Jetbus / Royal Travego

Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, reclining seat, leg rest, bantal, selimut, colokan listrik, servis makan, snack, smoking room.

Waktu tempuh: 10 jam dan 51 menit

 

 

PENILAIAN

 

+ Bus nyaman, terutama suspensinya mengingat bus ini menggunakan Hino RK8 tanpa suspensi udara

+ Pengemudi mengemudikan dengan baik. Santai dan halus. Gokil lah


- Leg rest rusak


Selasa, 06 Februari 2018

Pekanbaru – Tangerang via Joglo (Jogja-Solo) | Rosalia Indah Super Top SHD Scania K360

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.

Pekanbaru – Tangerang via Jogja-Solo? Iya benar, tidak salah. Ini adalah catatan perjalanan saya menuju Tangerang yang disempatkan untuk touring jarak menengah. Hampir satu tahun tidak merasakan Pantura Jateng, Cipali, dan servis makan membuat saya ingin merasakan kembali touring di Jawa, kebetulan udah cukup penat juga touring Sumateraan yang rutenya itu-itu aja.

Rencana awal saya adalah naik pesawat langsung menuju Jogja lalu menuju Tangerang lewat Solo? Kenapa Solo? Wajib bin Harus servis makan di Sari Rasa (SR), rumah makan yang makanannya selalu memuaskan. Kebetulan jadwal penerbangan langsung PKU-JOG itu masih pagi dan tiba di Jogja belum jam 12 siang, jadi masih bisa kejar bus ke Barat.

Armada pilihan pertama, yaitu Kramat Djati Executive seri 6 tujuan Pondok Pinang. Kenapa? Karena selonjor, makan di SR, tarif masih terjangkau, dan pengen coba Hino RN atau sasis yang Air Suspensionnya topang sasis langsung (sama seperti 1626, bukan kaya Scania atau OC500RF). Tapi minusnya adalah tujuan akhirnya di Pondok Pinang dan harus keluar biaya ekstra untuk ke Tangerang. Pilihan kedua adalah Nusantara NS-01 atau NS-04. Pengen coba juga naik Nusantara. Kebetulan juga makan di SR. Eh tapi  tujuan akhirnya juga gak di Tangerang dan harus naik Patas dulu dari Giwangan/Jombor ke Sukun setidaknya. Tarifnya pun lumayan juga sih, apalagi NS-01. Keunggulan kedua pilihan ini adalah sama-sama bisa beli via Redbus yang juga ada diskonan 10% + 25% cashback dan atau 40.000. Tapi buat Nusantara kok kaya ada biaya admin sekitar 18.000 yah, jadi agak males yah. Pilihan ketiga, yaitu Rosalia Indah Super Top. Yah, Rosin lagi, walaupun Super Top sih. Saya sendiri juga masih penasaran sama kelas Super seat 2-1 nya karena udah 2x gagal. Akhirnya keputusan final didapat. Setelah menimbang dan melihat sisi baik dan buruk, akhirnya naik Rosalia Indah Super Top.

Oh iya, saya sempet kepikiran juga untuk naik pesawat langsung ke Surabaya saat tarifnya lebih murah dibanding pesawat ke Jogja. Jadi dari Surabaya nanti naik Gunung Harta sekaligus nostalgia karena terakhir dan pertama kali naik GH itu Desember 2014. Ditambah di easybook ada promo 30%. Tapi karena ragu dengan pembelian tiket lewat easybook, saya coba email dan sms kontak yang tertera di gununghartasolutions.com, tapi gak ada respon. Yaudahlah, mantapkan naik Rosin Super Top aja. Ribet kalo masih penasaran. Entah kapan bisa naik RI ST dari Timur.

Kamis, 11 Januari 2018
Siang hari pas nunggu motor dicuci di tempat cucian motor, saya iseng buka aplikasi Tiket dan cek pesawat PKU-JOG. Tiba-tiba posisi teratas (dan termurah) menampilkan harga 760.000 untuk tanggal 15, padahal kemaren dan tadi pagi masih di angka 837.000. Alhamdulillah. Akhirnya saya langsung booking dan ditambah potongan harga 75.000. Jadi, tiket pesawat PKU-JOG saya dapatkan dengan harga 685.000.

Eh Alhamdulillah, pas juga website Rosalia Indah udah bisa beli online, setelah beberapa hari sebelumnya selalu tertulis “HABIS” karena lagi bermasalah sepertinya. Sorenya saya langsung booking ST dari Kartosuro ke Cikokol, naik armada yang dari Madiun seharga 265.000. Pesannya mudah, kaya di Tiket, Traveloka, maupun Lorena Transport. Minusnya juga gak bisa pilih seat. Secara otomatis saya langsung ditempatkan di seat 1A. Sementara saya lebih suka seat yang agak kebelakang karena ada AVOD (seat terdepan gak ada AVOD). Tapi pas bayar (saya bayar di Indomaret) ada biaya 7.700. Yah gak apa lah. Setelah bayar langsung masukin kode booking di website di tab ‘cek status’ dan ‘cetak tiket’, setelah itu saya simpan PDFnya. Saya males print, yakali harus repot print dan keluar 1000. Lagi pula bisa cetak tiket di agennya.

Senin, 15 Januari 2018
08:10 Perjalanan diawali dengan naik sasis yang terkenal suosss, Hino RK8 punyanya Trans Metro Pekanbaru dari halte Suka Karya. Harusnya sih saya udah jalan jam 7:30 an, tapi telat karena telat bangun. Jadinya buru-buru.
08:40 sekitar jam segitu udah transit di halte Sudirman depan RS Awal Bros. Berharap banget bisnya langsung dateng dan jalan. Setelah nunggu sebentar, TMP koridor 1A (Ramayana – Bandara SSQ II) tiba, tapi gak langsung jalan. Haduuuuhhh jam’e mepettt. Sempet gregetan juga jam 9 kurang 10 bahkan sampai jam 09:00 masih belom jalan. Padahal pesawat jam 09:40 dan boarding jam 09:10. Sementara perjalanan ke SSQ II butuh 10 menit, mana belom ada boarding pass pula walaupun udah web check in.
09:03 Akhirnya injak pedal gas juga. Gilaaa hampir aja ngojek, lagian males juga keluar duit lebih hehehe. Mepettt abisss.
09:12 Turun bis dan langsung jalan cepat menuju counter Singa Merah.
Seperti yang sudah diduga. Sebelum scanning pertama, pasti jalan agak lamban karena pengantar yang ramai, orang-orang yang jalannya kaya keong, dan scanning yang ramai, untungnya sih gak rame-rame amat. Abis scanning liat ada self check in, coba dulu. Pas udah input data tapi gak keluar-keluar tuh boarding pass. Akhirnya cusss aja ke counter. Antrian di counter yang buka cukup ramai, tapi saya ke counter yang sebelahnya aja yang kosong (karena ga ada tulisan open di layar). Alhamdulillah masih dapet boarding passnya, bahkan tanpa kasih bookingan dan identitas, kayanya sih saya yang terakhir.
Naik ke atas menuju ruang tunggu saya tanya ke petugas mengenai flight ke Yogya, soalnya gak ada aktivitas boarding, eh ternyata belom boarding, alhamdulillah. Bahkan saya jadi penumpang pertama yang boarding.
09:25 Boarding.
09:51 Pushback setelah 3 atau 4 pesawat militer lepas landas. Entah pesawatnya jenis apa, pastinya sih pesawat tempur.
12:32 Touch down Adi Sutjipto, Yogyakarta. Lha? Lama amat 2,5 jam lebih? Iya lama, wong harus tawaf dulu di langit Jogja. Gila kali yah, sebegitu ramenya traffic Adi Sucipto sampe harus muter 7/8 kali di sekitar 25 km barat Adi Sucipto. Sakit jiwa. Paling parah seumur hidup. Di Soekarno Hatta, Kuala Lumpur, bahkan Changi aja gak pernah saya alami kaya gitu.
Pertama kali menginjakkan kaki di bandara ini rasanya senang dannnn kuno. Ya, kuno. Gak ada garbarata, conveyor belt sedikit, AC gak dingin, musholla kurang besar, banyak supir taksi. Tapi enaknya bandara ini mudah diakses. Letaknya di jalan raya Jogja-Solo. Ada stasiun kereta Maguwo, ada Trans Jogja juga.

Perjalanan saya selanjutnya menuju Kartosuro. Karena info yang saya dapat gak bisa naik bus dari depan bandara, jadinya saya naik TJ (bukan Trans Jakarta loh ya) dulu ke Giwangan, itung-itung keliling Jogja kecil-kecilan.
13:10 Start TJ koridor 3B. Ini TJ biar kata BRT tapi jalannya banter, kaya Eka / SR aja. Goyang kanan kiri sambil klakson. TMP aja gak pernah sebanter ini. TJ ini juga dingin AC-nya. Petugasnya ramah pula (lebih ramah dari TMP).
13:15 Kres dengan Eka Double Glass RK8 di sekitar Janti. Oh iya, tarif TJ Cuma 3.500, lebih murah gopek daripada TMP.
13:26 Kota Gede. Silver City (bener kan?). Ternyata kaya gini toh Kota Gede, setidaknya pernah ke sini walau Cuma numpang lewat doang. Di dan setelah Kota Gede ternyata melalui jalan yang cukup kecil, hebat juga yah rutenya, asik.
13:34 Finish Giwangan.
Langsung menuju shelter. Banyak armada Patas yang sudah siap seperti bEST, Eka, Efisiensi, Haryanto 1626, dan Nusantara 1525 kuning. Pas liat Eka kok kurang manteps yah kirain bakal dapet yang Morodadi Prima. Mau naik yang selanjutnya tapi takut gak ngejar RI ST, akhirnya naik ajalah. Awalnya saya bingung, kok gak ada bus ATB parkir di sini. Pas jalan baru tau, ternyata tempatnya beda. Pe’a amat yah, namanya juga shelter Patas, mana ada ATB.

13:53 Eka S 7198 US pushback. Ini sih bodi JB2 rombakan, dilihat dari interior dan kursi yang gak baru. Tapi untungnya sih pake kursi yang gak baru, lebih empuk. Dari suaranya mesinnya sih cukup kasar, apa jangan-jangan RG. Kalo RG muantep lah.
13:52 Start terminal Giwangan
14:13 Adi Sucipto. Eh ke sini lagi. Tapi ini bus terbilang lumayan nyaman. Kursi lawasnya empuk dan hampir gak ada bunyi kriyet-kriyet.
14:22 Prambanan.
14:42 Terminal Ir. Soekarno, Klaten. Nampak KD Jack Daniels siap jalan, salah satu spesies KD yang banter.
14:53 Overtake Restu Mulya gress dengan bodi SR2 HD Prime di depan pool Rosalia Indah, Klaten.
15:24 Finish Kartosuro, tepatnya di lampu lalu lintas sebelum tugu Kartosuro. Oh iya, ternyata Eka ini pakai RK8 setelah saya lihat stirnya, kirain RG, udah seneng aja tuh.


DETAIL BUS

Bus: Eka (PT Eka Mira Prima Sentosa)
Nomer plat bus: S 7298 US
Jurusan: Magelang - Yogyakarta – Solo – Surabaya
Tarif: 15.000
Nomer kursi: 9B
Jumlah kursi: 43
Merk kursi: Aldilla
Sasis: Hino RK8
Bodi: Jetbus2 HD (rombakan) (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, rec.seat.
Waktu tempuh: 1 jam dan 28 menit.


PENILAIAN

+ Kursi nyaman
+ Nyaris tidak ada bunyi kriyet-kriyet

- Gak dapat bodi Morodadi Prima jenis apapun 


SOLO - TANGERANG

Setelah turun Eka 7198, saya jalan kaki 10 menitan ke agen Rosalia Indah Kartosuro Baru.
15:32 Tiba di agen RI Kartosuro bareng SHD 115 (Magetan – Tangerang), sekarang Magetan – Tangerang yang isi udah SHD belasan toh, kayanya SHD 109 yang saya naikin waktu itu udah pindah ke Surabaya deh.
Tiba di agen saya ke petugas untuk print, tapi katanya sebentar dulu (mungkin lagi sibuk), jadi saya solat Ashar dulu aja. Abis solat baru minta print, kali ini yang melayani petugas perempuan. Yah untung lah, daripada yang laki-laki, biar segeran gitu mata hehehe. Abis kasih tiket dalam bentuk PDF ke petugas, abis itu di print deh, lumayan irit 1000 daripada print sendiri. Tidak lupa dikasih kupon makan juga. Petuganya ramah-ramah.
Dan ternyata saya dapet SHD 101. The First SHD Scania in Rosalia Indah, berdasarkan nomer urut. Coba saya absen armada duluya di agen RI KTS yang urutannya, yaitu SHD 115, SHD 53x, 447 (Cibubur), SHD 397 (HDD 1626), 493 (SE Pulo Gebang), 437, SHD 105, SHD 101, 439, 448, dan SHD 395.
16:16 SHD 101 masuk. Nah ini dia, thats why i hate hot seat, topinya itu loh, trus gak ada AVOD. Mana leg roomnya cukup mentok lagi buat saya yang tingginya 170-172 cm dengan panjang kaki 100-102 cm.
16:36 Injak pedal gas menuju kota Tangerang. Lepas KTS dibagikan selimut. Oh iya, yang bertugas di SHD 101 bukan pramugari, yah elahhh. Laki lagiii laki lagiii. Dannnn ini Scania K360 kayanya lagi kurang fit deh, beberapa kali terasa endut-endutan. Baru kali ini gak asik Scanianya.
17:43 – 17:49 Terminal Tingkir, Salatiga. Upload penumpang terakhir (kalo gak salah). Eh iya, WiFinya abis kuota hahahahaha.
17:54 GT Salatiga. Akhirnya, full tol menuju Semarang dari Salatiga. Di tol ini biasa aja speednya. Pas turunan bisa 120, tapi pas nanjak bisa 60 ke bawah. Driver pinggir juga kebanyakan main HP, hadeeehhh.
18:22 GT Banyumanik.
18:25 GT Tembalang bersama Trans Jakarta MB 1526 NG yang habis rilis dari Lucksana eh Laksana.
18:34 GT Manyaran bersama HarJay H418 Hino RN dan HR12 Zeppelin Setra.
18:59 Melewati terminal Mangkang.
19:12 Diovertake Sudiro Tungga Jaya warna merah, kayanya sih Kimmoura. Suara Hinonya kasar amat pas ngegas.
19:35 – 20:24 RM Sari Rasa, Weleri. Gak usah absen armada lah ya. Sebelum makan, solat dulu mumpung baru 1 SE aja yang tiba sebelum 101 sampe. 
Abis solat langsung makan. Ekspektasi sangat tinggi terhadap menu makan SE kali ini. Eeehhhh ekspektasi kurang sesuai dengan realita. Menu makan ada nasi hangat, sayur daun singkong, oseng tahu tempe, telur belah, dan ayam goreng serta teh, es, kerupuk, dan pisang. Sayur daun singkongnya manis, gak kaya di RM Padang yang pedes. Oseng tahu tempe mantep lah. Telur belah standar. Ayam goreng rasa diet alias gak ada garam, hambar. Kerupuk tumben gak alot. Tehnya gak manis, tapi gurih karena agak asin, kaya teh di RM di Pantura Jawa Barat. GAK ADA mie dan sambal, itu dia minusnya. Overall, biasa aja, untungnya sih corrr a.k.a anti jatah. Spending timenya juga kelamaan. Entah kenapa ya, padahalkan bisa lebih cepet di sini. Payah.
Kemudi Scania pasca Sari Rasa dipegang oleh driver tengah yang pembawaannya sedikit lebih ngotot dan mau injak gas lebih dalam daripada driver pinggir. Pergantian driver tengah ke driver pinggir lupa di mana, entah menepi di Cipali atau Bekasi Timur.
20:37 Diovertake KD Jack Daniels di depan RM Menara Kudus setelah saling OT. Dan mulai banyak kress juga dengan bus dari Barat, seperti Agra Mas, Harapan Jaya, Akas Asri, dan Laju Prima. Emang jalanan lancar kah?
20:41 Tanjakan Plelen (kalo gak salah). Terlihat KD Jack Daniels bermasalah sampai harus ngerem dalem sampai menghentak dan bahkan telihat percikan api keluar di bagian belakang. Kirain mesinnya atau kampasnya jebol. Trans Zentrum Jetbus biru juga nanjak dengan lemot, sementara 101 bisa melewati dengan santai.
21:36 Melewati terminal Pekalongan.
22:25 Petarukan.
22:41 Kress dengan 2 DD PUMA’S.
Sepanjang jalan saya banyak tidur, bahkan tidak melihat dan tau kapan masuk GT Brebes Timur. Pokoknya udah mengaspal di tol sebelum ganti hari alias sebelum pukul 00:00.
00:20 GT Palimanan. Di tol saya banyak tidur. Untung aja gak jadi buat video trip report.
00:25 Diovertake Barito 1526 dan langsung dikejar walau gak disalip balik.
02:07 GT Karawang Timur 1 bersama STJ HDD Archilles. Kirain mau ke agen Karawang kali, eh ternyata menuju Bekasi Timur lewat Karawang. Kesal tapi oke juga sih, belom pernah lewat sini juga. Dari sini udah mulai tidur ayam sampe melek poll.
03:04 – 03:12 Agen Bekasi Timur bersama 493 dan 145. Entah kenapa kalo naik atau turun penumpang itu gak bisa 1-3 menit aja, biar cepet gitu.
03:30 GT Halim 2. Di tol Dalam Kota, driver pinggir membawa bus dengan santai, tidak terkesan cepat. Saya sih agak geram, tapi mungkin karena ini kelas Super Top kali yah, makannya main konstan aja. Tapi ya setidaknya di tol DalKot yang sepi ini bisa lebih cepat jalannya, kan sampainya bisa lebih cepat juga dan lebih cepat istirahat.
03:51 GT Meruya Utama menuju Lingkar Luar Barat. Dikarenakan dari Bekasi sampai finish saya melek, saya cukup menikmati sikon kota Bekasi – Jakarta – Tangerang di pagi hari (sebelum subuh). Terutama di tol DalKot dengan gedung-gedung di sekitarnya. Hal yang tidak dapat dinikmati di Sumatera.
04:00 Terminal Kalideres. Pake masuk terminal pulak, haduh masss’eee. Buang-buang waktu aja dah! Harjay Avante RN aja gak masuk terminal, walau SHD 101 ini ada penumpang turun di terminal, tapi kan bisa di luarnya.
04:16 Melintasi Stasiun Poris.
04:18 Masuk dan langsung keluar lagi di terminal Poris.
04:23 Finish. Turun sebelum bus naik fly over.


DETAIL BUS

Bus: Rosalia Indah (PT Rosalia Indah Transport)
Kode bus: SHD 101
Kode jurusan: MA.102 (Madiun – Solo – Bekasi – Bitung)
Tarif: 256.000 + 7.700 (biaya admin jika beli online)
Nomer kursi: 1A
Jumlah kursi: 21
Merk kursi: Aldilla
Sasis: Scania K360IB Opticruise
Bodi: Jetbus2+ SHD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, AVOD, toilet, rec.seat, leg rest, foot rest, bantal, selimut, colokan listrik, USB power plug, air mineral 600ml, servis makan.
Waktu tempuh: 11 jam dan 47 menit.


PENILAIAN


+ Pembelian mudah melalui online

- Booking online di website terkadang error
- Ada biaya tambahan atau processing fee
- Leg room kurang lega
- Waktu tempuh harusnya bisa lebih cepat 


Kok review banyak minusnya padahal naik Super Top Scania? Itu lah saya, beda dari yang lain. Review saya hampir selalu ada minusnya. Mungkin karena saya menuntut kesempurnaan 100% dalam setiap perjalanan.