Minggu, 10 Mei 2015

Catatan Perjalanan Tangerang-Solo-Jogja-Tangerang

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.



-----Etape 1-----

Perjalanan ini dimulai ketika saya ingin tes masuk PTS di Jogja. Berhubung saya suka naik bis maka saya mulai memilih bis yang akan saya naiki. Pikiran pertama yaitu kalo naik bis Jogjaan nanti sampai Jogja subuh sementara tes dimulai jam 8 pagi, maka saya beralih estafet ke Solo dulu seperti pecinta bus lainnya yang ingin ke Jogja. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk naik Kramat Djati kelas VIP dari Ciledug.

Rabu, 6 Mei 2015

12:40 saya tiba di terminal Raden Patah, Pasar Lembang, Ciledug dan langsung melunasi tiket seharga 175.000. Beberapa squad Ciledug pun terlihat masih parkir santai dan ada juga yang siap jalan.

Suasana terminal Raden Patah atau Lembang 

13:38 bus mulai jalan keluar teminal menuju perempatan Ciledug dan langsung menuju GT Ciledug, saya pikir bus ini akan mampir ke Lebak Bulus, ternyata tidak.
15:00 bus mampir di pool Kramat Djati di Cililitan untuk menaikkan penumpang dan mengambil snack. Setelah itu bus mulai keluar dan masuk tol dan ternyata bus ini mampir dulu ke Rawamangun. Tumben sih, tapi asik lah muter-muter ibukota dulu hehehe.
15:45 bus menaikkan penumpang di luar terminal Rawamangun. Ternyata penumpang yang naik di sini adalah penumpang bis Kramat Djati lain yang mengalami masalah pada bagian AC. Harusnya bis terisi setengah, eh gara-gara dapet langsiran penumpang jadi nambah walau engga full seat. Bus kembali masuk tol dan snack pun mulai dibagikan. Snacknya roti isi dan air mineral gelas. Saya juga sempat melihat bus Maxi Miracle dengan sasis MAN R37 milik PO Nusantara lagi tidur di kantornya MAN, sayang yah bis mahal tapi tidur doang.

17:10 keluar Dawuan dan langsung antre keluar GT Kalihurip. Keluar GT langsung disambut kemacetan dan pak supir langsung putar balik untuk memilih keluar di GT Cikampek, sementara bus Haryanto, Pahala Kencana Legacy SR-1 Bogor-Jogja dan Rosalia Indah NL439 kelas Super Executive lanjut ikut dalam kemacetan
17:25 GT Cikampek bersama Shantika 3A, Raya, Lorena LE452 prod.353 Jkt-Banyuwangi. Tetap saja macet di Cikampek ini.
18:47 melewati salah satu rumah makan bus malam paling ramai se-Pamanukan yaitu Taman Sari II. Perut sudah lapar. Setelah TS 2, lagi-lagi jumpa rumah makan UUN dan Sari Boga (RM-nya bus Rosalia Indah) yang semakin menambah rasa lapar.

19:10 akhirnya bus sampai di RM Singgalang Jaya 2, sudah terparkir 2 bus Kramat Djati lain. Saya pun langsung menuju toilet dan melaksanakan solat, setelah itu menukar kupon dan langsung ambil prasmanan. Menunya berupa opor ayam, sayur dan bihun dengan kuah soto plus teh anget serta krupuk. Rasanya standar seperti rumah makan lainnya, nasinya agak lembek dan krupuknya agak alot. Tapi tidak dijaga sehingga bisa ambil ayam 2 potong atau lebih hahaha
19:40 setelah semuanya kenyang, bus kembali jalan
20:51 masuk tol Palikanci. Di tol ini bus KD yang saya naiki diasapi Raya, Tunggal Daya cooler dan Shantika. Dan terlihat di arah sebaliknya beberapa Agra Mas menuju Jakarta. Pak supir tidak memacu mesin Hino ini secara full, bahkan main 'netra'l biar irit solar hahaha. Kecepatan maksimal pun tidak sampai 100kpj, lebih santai dari bus Harapan Jaya hahaha.

21:15 keluar Pejagan. Dan lagi-lagi bus KD ini jadi bulan-bulanan bus lainnya. 30 menit kemudian mulai terlihat bus dari timur menuju Jakarta
00:55 mampir di RM Sari Rasa untuk kontrol. Bus tidak istirahat di sini. Di sini cuma 3 menit dan langsung jalan lagi.
01:28 masuk terminal Mangkang
02:50 isi solar di SPBU Osamaliki, Salatiga. Perjalanan menuju Boyolali-Solo pun kembali diblong 2 Laju Prima Legacy Sky Yutong, salah satunya adalah squad Ciledug yang saya temui kemaren.

Perjalanan menuju Solo akhirnya pak supir mau memacu Hino RG ini sampai 110-115kpj di jalan raya Boyolali-Solo.
04:07 akhirnya saya turun di terminal Tirtonadi dan langsung menuju musholla/masjid terminal untuk istirahat.

 -----Etape 2-----

Perjalanan menuju Jogja pun saya lanjut.

Kamis, 7 Mei 2015

05:52 bus Eka Cepat kelas Patas tujuan Jogja-Magelang pun langsung datang dan saya langsung naik.
Penumpang pun tidak penuh, tidak sampai 15 orang. Sang kondektur yang masih sangat muda pun mulai menarik uang tiket. Tarif Solo-Jogja hanya 15.000 dan dapat air mineral gelas gratis.



Saya pun coba mengakses WiFi yang ada di bus ini dan tidak bisa. Apa mungkin karena saya duduk di seat belakang ya.
06:41 masuk terminal Klaten dan bertemu GMS Jetbus HD 1626 yang sedang istirahat di sini.
07:36 akhirnya bus sampai di terminal Giwangan. Perjalanan ngebis saya pun selesai dan saya melanjutkan perjalanan menuju salah satu PTS.


-----Etape 3-----

Jumat, 8 Mei 2015

Perjalanan kembali ke Tangerang tadinya saya ingin naik bus Rosalia Indah jatah Wonogiri-Bitung yang terkenal joss, sayangnya hasil tes saya keluar jam 1 lewat jadi nya gagal deh. Soalnya bus Rosalia dari Wonogiri/Madiun jalan jam 2 daripada ikut bis dari Surabaya/Malang yang jalannya sore ntar makannya pake nasi box, saya memilih untuk naik kelas VIP dari agen Rosin Gamping di Ring Road barat Jogja yang jaraknya dekat dari UMY.

Sekitar pukul 13:30 saya langsung pesan tiket ke BSD dan untungnya masih ada walaupun seat belakang, jatah hari itu NL461

15:05 bus datang dan langsung jalan kembali dan saya langsung menuju seat 8A, kebetulan seat 8B sudah ada seorang wanita muda yang kayanya anak kuliahan yang sudah pw di seatnya.
15:20 masuk terminal Jombor untuk menaikkan penumpang.
Pahala Kencana Setra Selendang, Hino RG kayanya

Perjalanan dilanjutkan kembali melewati Ring Road dan Kulon Progo.
17:08 bus harus masuk terminal Purworejo walau tidak ada penumpang yang naik

18:01 melewati rest area nya Efisiensi.
18:05 masuk terminal Kebumen
18:28 melewati RM Candisari, rumah makan langganannya bus pariwisata yang lewat selatan
18:30 akhirnya bus masuk rumah makan Lestari untuk servis makan dan di sini sudah terparkir beberapa bus Rosalia Indah dan bus lainnya beserta travel. 
Seperti biasa saya langsung menunaikan solat dan makan. Di sini saya makan dengan ayam goreng serta tempe orek serta teh anget walau sangat disayangkan engga ada krupuk sebagai pelengkap. Dan disayangkan juga di sini ada yang mengawasi penumpang dalam mengambil lauk, jadi saya tidak bisa ambil ayam goreng 2 potong. Setelah itu saya lanjut foto-foto.


 NL 350 Jogja-Bitung kelas Super Executive
kabin NL461

19:09 NL461 mulai beranjak keluar RM Lestari untuk kembali mengaspal jalur Selatan Jawa.
20:20 memasuki Cilacap
21:50 mulai terlihat armada dari barat menuju timur. Lepas itu saya hanya tidur melek tidur melek yang salah satunya karena guncangan suspensi 1525 yang tidak memakai suspensi udara dan seat nomer 8 yang tepat berada di atas ban belakang.

23:41 bus mulai memasuki sirkuit tol Pejagan-Palikanci bersama Haryanto dan Nusantara Scania livery black pearl. Tercatat di sini NL461 mengovertake Rosin NL475, Sinar Jaya, Haryanto Positive, dan beberapa bus lainnya (bukan bus artis) serta NL461 juga ikut kena overtake bus lainnya. Tapi ya gitu Haryanto RN285 apalagi Nu3 Scania black pearl dalam sekejap langsung menghilang entah kemana. Setelah itu saya kembali tidur melek tidur melek.
01:41 masuk RM Sari Boga untuk cek. Untuk kelas VIP dari timur tidak dapat snack di sini.
02:35 masuk sebuah SPBU untuk minum solar beserta squad Rosin lainnya. Sebenernya saya ingin foto squad Rosin di sini, tapi di SPBU dilarang untuk mengambil foto. 30 menit kemudian kembali jalan dan sempat terjebak kemacetan. Setelah itu saya kembali tidur karena lumayan ngantuk dan lelah.
05:55 memasuki BSD alias Bumi Serpong Damai
06:07 saya turun di sebrang mall Plaza Serpong
 Dasboard ala Adi Putro dan Mercedes Benz OH 1525



-----Spesifikasi/Detail Bus-----


Bus: Kramat Djati (PT Kramatdjati Asri Sejati)
Nomer Plat Bus: B 7482 IS
Kelas: VIP
Jurusan: Ciledug - Solo - Madiun - Ponorogo
Tarif: 175.000
Nomer Kursi: 1 atau 1A
Jumlah Kursi: 36
Merk Kursi: Karya Logam
Sasis: Hino RG + air suspension dari karoseri
Bodi: Jetbus
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut, rec.seat, sekat depan, colokan listrik di bagasi atas, snack, prasmanan
Waktu Tempuh: 14 jam dan 29 menit


Bus: Eka (PT Eka Mira Prima Sentosa)
Kelas: Patas
Jurusan: Surabaya - Solo - Jogja - Magelang
Tarif: 15.000
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Hino RK8
Bodi: New Marcopolo HD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, air mineral gelas, rec.seat
Waktu Tempuh: ±1 jam dan 26 menit


Bus: Rosalia Indah (PT Rosalia Indah Transport)
Nomer Bus: 461
Kelas: VIP
Jurusan: Semin - Jogja - BSD - Merak
Tarif: 160.000
Nomer Kursi: 8A 
Jumlah Kursi: 40
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes Benz OH 1525
Bodi: Jetbus2 HD
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, selimut, rec.seat, foot rest, colokan di bagasi atas, prasmanan
Waktu Tempuh: ±15 jam dan 2 menit




-----Penilaian-----

Kramat Djati:
(+) Kru bus ramah
(+) Bus pun sudah dipakaikan suspensi udara biar lebih nyaman
(+) Pak supir pun bawa busnya santai

(-) TV dan audio/musik tidak nyala sepanjang perjalanan
(-) Kerangka untuk TV terbuat dari logam sehingga saat bus berjalan di jalan rusak jadi berisik dan cukup mengganggu. Kalo bisa posisinya di luar sekat kabin penumpang


Eka:
(+) Kru bus ramah

(-) Banyak air rembesan AC
(-) Suspensi sangat berisik, cukup menganggu telinga


Rosalia Indah:
(+) Kru bus ramah
(+) Makanan enak

(-) Servis makan di RM Lestari dijaga petugas, jadi tidak bisa ambil lauk sepuasnya
(-) Pengatur arah angin AC ada yang bolong

Selasa, 24 Maret 2015

Pengalaman Medical Examination (medex) untuk Calon Penerbang #OOTBus

Medex adalah persayaratan wajib bagi calon penerbang jika ingin memulai pendidikan "Pilot" di Sekolah Penerbangan. Medex hanya bisa dilakukan di Balai Kesehatan Penerbang di Kemayoran.

Diawali dengan mendaftar disalah satu Flying School atau FS yang mempunyai kantor perwakilan di Jakarta, lalu saya diberi surat keterangan untuk bisa melalukan Medex. Sempat dikasih tau kalau saya harus menjaga makanan yang dimakan, tidak boleh makan makanan yang mengandung kolesterol tinggi dan sering minum susu beruang dan kalo bisa datang se-pagi mungkin.

Beberapa hari kemudian saya siap melakukan medex. Setelah subuh saya sudah menuju stasiun Poris untuk naik KRL Commuter Line menuju stasiun Kemayoran. Tapi cobaan pertama datang, saya datang lumayan telat dan harus naik kereta jam 6 kurang 10. Perjalanan mungkin bisa 1 jam dan sampai di Balai Hatpen sudah ramai. Tiba di stasiun Kemayoran sekitar jam 7 dan langsung naik bajaj menuju Balai Hatpen. 

Setelah masuk gedung ternyata tidak ramai yang saya bayangkan. Saya langsung menuju bagian pendaftaran dan saya harus menyiapkan fotokopi ktp 2 lembar dan foto 3x4 2 lembar dan harus mengisi form pendaftaran. Sebelumnya saya ditanya apa saya calon penerbang dan nama FS nya. Perasaan pertama kali medex itu gerogi dan segar. Yap segar, karna banyak pramugari yang akan medex dan recheck hehehe.cSetelah itu nama saya dipanggil dan diberi check list. 

Tes pertama yaitu tes urin. Saya masuk ke dalam ruangan dan memberi checklist dan ktp lalu diambel samper urin. Setelah sampel urin saya beri ke petugas, saya mendapat kembali checklist dan menuju ke tes berikutnya.

Tes kedua yaitu tes darah. Saya memberi checklist dan harus menunggu giliran. Sekitar 30 menitan nama saya dipanggil untuk diambil sampel darah. Prosesnya biasa, ditusuk jarum lalu diambil darah. Lalu checklist saya ambil lagi dan siap ke tes berikutnya.

Tes ketiga yaitu ECG atau rekam jantung. Awalnya saya agak takut kalo disuruh treadmill, maklum saya ini bertubuh gemuk, eh ternyata denger percakapan penerbang di ruang ECG treadmill cuma untuk penerbang yang sudah berumur. Setelah checklist saya beri, nama saya pun dipanggil. Saya harus telanjang dada dan tiduran di ranjang. Lalu saya ditempeli semacam stiker lalu dijepit dengan kabel yang tehubung dengan alat perekam. Cukup 1 menitan untuk rekam jantung, checklist dikembalikan kepada saya.

Tes keempat yaitu gigi. Saya menuju lantai 2 dan memberi checklist dan menunggu nama saya dipanggil. Sambil menunggu saya menonton tv dan berbincang dengan calon penerbang yang baru kenal di tempat ini. Lalu saya dipanggil dan langsung menuju kursi untuk cek gigi. Hanya dilihat sebentar dan dokternya bilang kalau gigi saya ada tambal sementara karna sedang perawatan, saya pun membenarkan karna memang gigi saya lagi perawatan syaraf. Lalu ditanya kapan selesai perawatannya dan selesai.

Tes kelima yaitu EEG atau tes otak. Disini saya dipasangi alat yang menutupi kepala saya yang terdapat kabel yang terhubung dengan alat pengecekan. Disini kita diberi jel lalu disuruh rileks, tidak boleh bergerak, konsentrasi, fokus dan pandangan ke depan. Saya ditanya apakah pernah kecelakaan, pingsan, dll. Lalu tes dimulai, disela-sela tes saya disuruh memejamkan mata, berhitung dan disuruh melihat kedipan lampu LED yang cukup menyilaukan. Proses ini memakan waktu 15 menitan

Tes keenam yaitu mata. Tapi pertama-tama saya diukir dulu panjang kaki lalu mulai tes mata. Dimulai dengan tes buta warna dan melihat huruf berukuran kecil dengan 1 mata maupun kedua mata. Setelah itu ada tes lainnya untuk mengukur plus minus dan silinder mata kita. Disini saya diperingatkan kalo jangan sering ngegame dan pantengin komputer karan tidak baik untuk mata. Bapak-bapak yang memeriksa saya lumayan ramah dan asik.

Tes ketujuh yaitu audiometri. Disini saya disuruh masuk kedalam bilik kecil dan diintruksikan kalo saya dengar suara saya harus menekan tombol. Headset saya pasang dan tes dimulai. Suaranya pun sangat kecil jadi harus benar-benar konsentrasi untuk mendengarkan.

Tes ketujuh yaitu tes fisik. Saya disuruh memasuki ruangan dan sudah ada dokter perempuan yang yaaa....lumayan lah. Awalnya saya ditanya riwayat penyakit saya dan orang tua, anak ke berapa, apa pernah pingsan dan kecelakaan, dll. Lalu saya disuruh telanjang dada. Dokter tersebut akan mengukur lingkar dada dan keseimbangan saya. Sayang sekali dokter itu tidak seramah yang saya bayangkan. Sangat jutek.

Tes kedelapan hanya sebentar dan sederhana. Disini saya diukur tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan.

Tes kesembilan dan terakhir yaitu rontgen. Seperti biasa checklist saya beri dan haru menunggu giliran. Disini kalo tes rontgen laki-laki dan perempuan tidak boleh dipanggil atau dites secara bersamaan, nanti yang laki-laki keenakan hehehe. Disini kepala saya entah diapakan hanya dikelilingi alat, mungkin untuk rontgen kepala. Lalu saya disuruh telanjang dada untuk rontgen paru-paru, prosesnya dada kita ditempelkan ke alat rontgen beberapa detik. Tidak sampai 5 menit hasil rontgen pun saya bawa untuk oleh-oleh hehehe

Langkah terakhir medex dan sangat amat penting yaitu BAYAR, iyalah bayar masa gratis. Saya memberi checklist saya kepada kasir yang terletak di lantai 1. Setelah dihitung saya harus membayar 850.000 disini saya cukup kaget. Saya kira 900 ribu sampai 1 juta seperti yang saya liat di internet. Hasil medex untuk calon penerbang bisa diambil seminggu kemudian.

Setelah itu saya pulang. Prosesnya pun tidak lah lama dan sulit seperti yang saya bayangkan. Saya daftar sekitar jam 7:30 dan selesai jam 10:30. Hanya 3 jam

=====================

Untuk update pengambilan hasil saya akan update minggu depan. Semoga lulus dan tidak perlu recheck. Kalo bisa hasilnya first class.


Demikianlah pengalaman pertama saya melakukan medex. Semoga bermanfaat bagi kalian yang akan melakukan medex. Kalau ada pertanyaan silakan komentar. Terima Kasih

Sabtu, 10 Januari 2015

Tips Saat Melakukan Perjalanan dengan Bus Malam

Kali ini saya akan berbagi tips perjalanan dengan bis malam berdasarkan pengalaman saya yang sudah beberapa kali naik bis malam. Semoga bermanfaat bagi para travellers dan calon pengguna jasa bis malam.



Sebelum Memulai Perjalanan

  • Memilih Bis
Sebelum memulai perjalanan anda harus memilih bis terlebih dahulu. Disarankan memilih bis yang sudah mempunyai nama besar dan emiliki armada bis yang bagus. Anda juga bisa meminta rekomendasi bis dari kerabat, saudara atau penggemar bis. Jika memiliki dana lebih disarankan untuk memilih kelas executive (exe) atau super executive (SE), walau harganya lebih mahal daripada kelas bisnis, VIP, patas, tapi kenyamanan dan pelayanan anda akan mendapatkan lebih di dua kelas teratas tersebut.
  • Membeli Tiket

Pastikan anda sudah membeli tiket minimal 1-2 hari sebelum hari keberangkatan. Jika sudah memasuki memasuki musim liburan minimal 3-5 hari sebelum hari keberangkatan. Pastikan anda membeli di agen resmi bis baik di terminal maupun ruko agen tersebut, hati-hati terhadap calo jika anda membeli tiket di terminal. Simpan baik-baik bukti pembayaran jika DP dahulu atau tiket jika membayar lunas. Tapi beberapa PO hanya memberikan kwitansi walau bayar lunas, nantinya pun akan ditukar tiket asli saat hari keberangkatan.

  • Datang Tepat Waktu

Biasanya anda disuruh kumpul 30 menit sebelum keberangkatan. Jangan sampai telat, biasanya budaya orang Indonesia selalu 'ngaret'. Jika sang agen segan, anda akan ditinggal. Saat sampai di agen, anda harus melapor untuk menukar tiket dan mendapat nomer bis yang akan dinaiki.

  • Bawa Perlengkapan, Bekal, Obat-obatan, dan Uang Receh
Bawalah perlengkapan untuk di dalam bis, terutama jaket/sweater bagi yang tidak tahan dingin karena AC bis sangat dingin apalagi jika bis tersebut masih baru. Bawa bekal makanan dan minuman untuk diperjalanan. Bawa juga uang receh seribu atau dua ribu untuk buang air di toilet saat bis berhenti. Bawalah obat pribadi jika anda sedang sakit atau mudah mabuk darat.

  • Barang Bawaan
Jika anda membawa barang bawaan besar, anda bisa menaruh tas/koper/carrier anda di dalam bagasi bawah bis tapi anda harus memberitau kepada agen kalau ada barang yang akan dimasukkan ke dalam bagasi. Pastikan pula anda mendapat kode bagasi anda (kode/penomeran bagasi sudah diterapkan dibeberapa PO).



Saat Diperjalanan

  • Awal Perjalanan
Pastikan anda duduk sesuai yang tertera pada tiket. Jika bingung atau sudah ditempati orang segera lapor ke agen atau kru bis.

  • Barang Berharga
Jika membawa tas berisi laptop atau yang lain, saya sarankan agan ditempatkan di kaki anda agar aman. Ingat! Barang bawaan pribadi adalah tanggung jawab pribadi sendiri. Selalu bawa terus bawaan anda terutama yang berharga saat turun bis untuk makan atau ke toilet.

  • Memanfaatkan Fasilitas I
Anda harus memanfaatkan fasilitas yang anda dapat seperti bantal dan selimut. Kursi pun bisa direbahkan dan ada sandaran kaki untuk kelas VIP, exe, dan SE. Toilet, gunakan toilet saat bis sedang berjalan dan toilet bis hanya untuk buang air kecil, jika anda ingin buang air besar segera berbicara kepada kru bis untuk berhenti.

  • Memanfaatkan Fasilitas II
Jika anda pengguna telepon pintar atau smatrphone anda bisa memanfaatkan fasilitas WiFi gratis yang disediakan, WiFi hanya ada dibeberapa PO dan kelas. Jika lowbatt anda bisa charge gadget anda, di bis tersedia colokan listrik di kursi maupun bagasi atas. Colokan pun hanya ada di beberapa PO dan kelas dan juga bis baru.

  • Makan
Untuk kelas VIP, exe, dan SE akan mendapatkan servis makan di rumah makan, biasanya prasmanan. Untuk PO ternama anda boleh mengambil lauk sebanyak yang anda mau alias sepuasnya. Biasanya untuk jurusan Jakarta sampai Malang anda akan dapat servis makan gratis 1-2 kali, anda juga dapat snack saat mulai perjalanan atau snack pagi

  • Manfaatkan Waktu Berhenti
Ini yang paling penting. Saat melakukan perjalanan panjang terutama antar propinsi yang memakan waktu lebih dari 12 jam, tentu anda akan merasa pegal karena terus duduk selama berjam-jam. Tips saya manfaatkan waktu saat bis berhenti. Saat berhenti untuk makan dan soloat/kontrol disarankan untuk turun dan selama turun pastikan anda harus berdiri, jangan duduk. Kalau bisa lakukan peregangan kecil-kecilan.

  • Mencoba Nyaman
Cobalah buat diri anda senyaman mungkin selama perjalanan. Jika anda ingin tidur anda bisa menarik penutup kaca atau hordeng agar tidak ada kilatan cahaya yang menggangu mata. Anda juga bisa merebahkan kursi dan menaikkan sandaran kaki atau leg rest. Jika merasa dingin, anda bisa atur penutup AC dan menarik selimut yang disediakan. Bagi yang ingin nyaman tidak disarankan untuk memilih seat terdepan karena kilatan cahaya dari arah berlawanan dan posisi kita yang ada di atas ban. Seat nomer 2-5 cukup nyaman.



-------------------- Selesai --------------------



Demikianlah sedikit tips dari saya, semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan mengenai apapun tentang bis, bisa komentar di artikel/post ini. 
Selamat menikmati perjalanan dengan bis pilihan anda. Jangan kapok dan sungkan naik bis

Wassalam.

Minggu, 21 Desember 2014

Catatan Perjalanan (catper/caper) Gunung Harta Malang-Jakarta

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 40.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Sebenarnya tidak ada niatan ingin pulang dari Kampung Inggris, Pare menggunakan Gunung Harta. Awalnya saya berpikir untuk menjajal OBL jatah Malang yang diisi 68ML a.k.a. Pepsi Blue dan 68NR a.k.a. Mocccacino. Tapi dengan harga yang lebih mahal 50.000 dibanding GH dan takutnya dirolling dengan armada lawas akhirnya batal. Sempat terpikir PK yang tiketnya lebih mahal 30.000 tapi sampai Poris, karena pikiran sudah jelek tentang RM Uun akhirnya batal lagi. Malino Putra? Harga sama tapi paling mujur dapet Scorpion X Hino RG, 'alah ga pake airsus' itu yang ada dipikiranku walau tarifnya sama dengan GH. Lorena? Males ah. Apa terpaksa harus naik Rosin dari Kediri lagi atau nyoba GH dari Kediri. Setelah berpikir panjang saya putuskan untuk mencoba Gunung Harta dari Malang menuju Pasar Rebo.

Maka tanggal 13 Desember 2014 kuputuskan untuk beli tiket ke pool GH di Malang. Tapi saya gak tau Malang, untungnya ada Kaskus. Saya tanya sana-sini kepada kaskuser regional Ngalam eh Malang. Skip...skip...

 

Sabtu, 20 Desember 2014

Saatnya bersiap menuju Malang. Jam 7 pagi saya diantar teman menuju perempatan Taman Garuda, Pare untuk naik bis. Tak butuh waktu lama bis Puspa Indah pun datang. Saya pamit dengan teman lalu naik, 20.000 adalah uang yang harus saya bayar untuk sampai ke terminal Landungsari Malang. Perjalanan memakan waktu 2,5 jam melewati Jombang dan Batu. Sampai di term.Landungsari pukul 9:37, karena belum makan saya pun makan di terminal. Jam 10an saya lanjut naik angkot ADL menuju perempatan Jl.HOS Cokroaminoto - Jl.Pattimura dengan membayar tarif 4000. 

10:55 saya cek in dan saya tanya apa ada kenaikan, karna di grup FB GHL tanggal 20 mulai ada kenaikan tarif, tapi alhamdulillah mbak ticketing bilang ga ada kenaikan, yaudah deh ga mau nanya lagi, ntar si mbaknya berubah pikiran.

Lalu saya titipkan carrier saya di pool GH karna saya ingin membeli bekal dan buah tangan, saat membeli buah tangan tiba-tiba saya dikejutkan oleh sebuah bis berbodi Jetbus HD berwarna putih dongker dengan gambar gajah. Yap betul saja, Pepsi Blue pamer badan di depan mata saya. Rasanya tuh kecewa kalo tau hari ini OBL jalanin Pepsi Blue, tapi yasudah lah bawaan saya banyak dan saya incar kenyamanan. Setelah balik ke kantor telah tampak sebuah bis warna hijau berbodi Jetbus2HD Setra berchasis Mercedes Benz OH 1626. Alhamdulillah, sesuai keinginan.

12:15 GH 115 berangkat dari pool. Sebelumnya ada masalah ketika ada penumpang lain bertiket Jakarta 2 masuk ke bis saya Jakarta 1. Langsung saya lapor ke petugas dan benar saja mereka keliru, mungkin karena petugas belum menempel nomer bis di kaca. Skip...beberapa menit jalan langsung disuguhi kemacetan kota Malang.

Tiara Mas Scorpion X di tengah kemacetan kota Malang

14:05 sampai di terminal Arjosari. Waduh, butuh 2 jam menuju Arjosari. Parah banget macetnya, udah kaya Jakarta aja. Di sini telah terparkit deretan Pahala Kencana Jetbus dan Evonext, Kramat Djati Jetbus, Malino Putra bodi Galaxy Exl yang sempat jalan bareng menuju arjosari, sementara Lorena dan Gunung Harta lainnya sudah siap meninggalkan Arjosari.

Ada yang tidak menyenangkan di terminal Arjosari, sebut saja oknum aremania yang membagikan stiker arema seperti penjual yang menjajakan dagangan dan oknum itu berorasi. Setelah berorasi oknum itu meminta udang seikhlasnya untuk pertemuan atau apalah itu, awalnya saya menolak eh dia malah agak memaksa sampai dia dapet duit berapapun, yasudah daripada cari masalah di kota orang saya kasih saja 2000 dan dapat 2 stiker.

Beberapa pengguna jasa GH pun naik dan tampak seorang cewek muda, nampaknya SMA atau kuliahan masuk ke dalam bis saya, dan saya sontak berharap semoga duduk di sebelah saya. Yah dia malah lanjut ke belakang, apes deh. Eits tunggu dulu, sepertinya dia bingung cari nomer kursi, karena GH 115 yang masih baru ini belum dikasih nomer kursi. Feeling saya pun menguat bahwa dia akan duduk di sebelah saya dan benar saja, dia bertanya ke saya kursi 3C, dan 3C itu di samping saya (saya duduk di 3D). Alhamdulillah akhirnya penantian selama naik bis untuk ditemani sesosok wanita cantik pun terkabul hahaha.

15 menit kemudian keluar Arjosari dan snack mulai dibagikan. Diperjalanan menuju Pandaan cewek tersebut memulai percakapan dengan bertanya kepada saya mau pulang kemana. Dan dia bercerita kalau tadinya dia ingin ke Bogor naik Kramat Djati, sayangnya KD tidak ada yang ke Bogor, lalu beralih ke GH. Sepertinya anda sudah ditakdirkan untuk menemani saya sepanjang perjalanan, soalnya saya sering duduk bersebelah dengan bapak-bapak. Cewek tersebut ke Bogor ingin liburan. Dia ternyata mahasiswa UM atau Universitas Negeri Malang jurusan Fisika. Wow, fisika. Salah satu pelajaran yang saya benci saat sekolah

17:37 keluat gerbang tol Kebomas. Alamak, ternyata ga masuk Surabaya dan ga lewat Porong toh, padahal saya pengen banget liat danau lumpur di Porong. Sepanjang perjalanan dari Malang cuaca gelap dan hujan deras, bahkan dibeberapa jalan yang saya lewati sudah tergenang oleh air.

18:10 Lamongan

18:55 masuk Tuban, asyik sebentar lagi servis makan. 20 menit,,,30 menit kok gak sampe RM Taman Sari ya.

19:50 sampai di RM Taman Sari untuk servis makan. Di sini ada banyak bis yang terparkir, ada GH 097 Jetbus HD 1626, Lorena Skyliner O500R, Lorena Jetbus2HD, Lorena Evonext, MJCM Scorpion King dan beberapa Pahala Kencana di sisi lain area rumah makan.

Sebelum makan saya sempatkan untuk buang air dan solat, setelah itu siap makan. Lauknya berupa mie, ayam, sop, tumis kangkung, tapi saya hanya mengambil ayam dan mie yang banyak serta teh hangat. Oh iya, ruang makan GH ternyata di dalam dan pakai AC. Beda dengan Lorena yang tidak ber-AC. 

20:30 kami melanjutkan perjalanan. Dan setelah kenyang saya mulai merasakan ngantuk walau sesekali diselingi obrolan saya dengan cewek disebelah saya.

Sempat ada insiden ketika sang supir GH rem mendadak cukup dalam dan membuat penumpang terbangun dan seorang ibu-ibu berteriak. Bagi saya, ah biasa aja kok cuma lubang, kalo bablas bisa pecah tuh balon airsus hahaha dan saat penumpang lain dan cewek disamping saya cukup terkejut, saya hanya tenang dan tersenyum.

00:10 sudah di Kota Wali, itulah julukan bagi kota Demak. Wah Lasem-Kudus kelewat nih.

00:40 melewati pelabuhan Tanjung Emas, Semarang

01:30 GH asyik mengejar Kramat Djati Jetbus2HD yang sepertinya berchasis Hino RN285/ Memang sungguh nikmat naik bus yang pake airsus, jalan jelek pun tidak mengganggu kenyamanan, apalagi kalo naik Scania K360. 

01:47 masuk RM tersohor seantero pantura karena makanannya yang lebih enak dari RM lainnya, yaitu Sari Rasa, di sini mampir cuma untuk kontrol. Dan sudah banyak bus berhenti di sini seperti GH Tulungagung JetbusHD Golden Dragon, Harapan Jaya, Lorena, dll

01:55 isi solar dulu bareng 2 bis Gunung Harta bodi JetbusHD dan Harapan Jaya bodi JetbusHD juga.

Subuh mulai muncul bus dari Jakarta seperti Haryanto, Agra Mas, Pahala Kencana, dll. Loh, jam segini? Macet kah?

05:00 masuk tol Pejagan, baru beberapa detik di tol sudah di blong Harapan Jaya Scania bodi Scorpion King, dikejar pun makin menjaug. Waduh, ternyata ga semua Harjay itu santai, yang satu ini luar biasa.

05:12 GH 115 blong Harjay bus 6 JetbusHD dan Harjay Scania tadi sudah tak terlihat bokongnya.

05:22 gerbang tol Mertapada dan terlihat Harjay Scania tadi, dan Harjay tersebut menepi ke bahu tol.

05:30 blong ALS hahaha biasa aja, eh malah bis saya diblong sama GH berchasis Golden Dragon, ya pantes lah kalah. Monggo Goldrag duluan. Tol Pejagan ini lumayan bergelombang jalannya, dan terasa sekali mentul-mentul air suspension dari chasis 1626 ini. Tak lama kemudian keluar tol dan putar balik menuju jalan ke Jakarta-Cikampek

06:57 masuk RM Sinar Minang, di sini sudah terparkir Jetbus2+ HD Setra sasis Hino RG plus built-in air suspension dengan papan trayek Banyuwangi-Jakarta.

07:36 kembali melanjutkan perjalanan dan snack kedua dibangian. Lagi dan lagi seperti snack pertama, snack kedua hanya roti dan air mineral, bedanya snack pertama ada sebungkus kacang, yang kedua tidak ada. Kenapa sih gak lontong, risol atau lemper.

Sebelum RM Haryanto sekitaran Patokbeusi jalan menuju Brebes atau timur terpantau macet karena salah satunya kecelakaan truk dan pungutan sumbangan untuk pembangunan masjid.

Pukul 9 pagi sudah masuk gerbang tol Cikampek. Di tol Cikampek GH 115 cuma mengasapi OBL kelas Patas AC, Harja bus 6 dan Harjay Scania, karna jam segitu relatif sepi bis malam.

10:08 GH 115 sampai di pool Pasar Rebo dan siap lanjut ke Bogor dan saya berpisah dengan cewek tersebut, rasanya 20 jam terasa cepat sekali. Bahkan kami baru berkenalan nama saat sebelum putaran balik sebelum pool Pasar Rebo hahaha, udah belasan jam baru tau nama pas mau turun.

Sementara saya yang tinggal di Tangerang, saya lanjut naik Hino nya Mayasari Bhakti AC 73 ke Ciledug. Dan cewek tersebut lanjut menuju Cibinong. Sampai ketemu lagi mbak.

 

 

DETAIL BUS

 

Bus: Gunung Harta (PT Gunung Harta Transport Solutions)

Kode bus: GH 115

Nomer Plat bus: DK 9163 GH (sekarang N 7198 UA)

Kelas: Executive

Jurusan: Malang - Jakarta – Bogor

Tarif: 300.000

Nomer Kursi: 3D

Jumlah Kursi: 32 + 2

Merk Kursi: Aldilla

Sasis: Mercedes Benz OH 1626 NG

Bodi: Jetbus2+ HD (karoseri Adi Putro)

Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut, leg rest, smoking room, colokan listrik, snack, servis makan.

Waktu Tempuh: 21 jam dan 52 menit

 

 

PENILAIAN

 

(+) Kru ramah

(+) Bus masih baru

(+) Dapat snack 2x

 

(-) Karena bus masih baru, jadi belum ada nomer kursi

Selasa, 04 November 2014

Catatan Perjalanan (caper/catper) dengan Harapan Jaya

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 40.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Assalamualaikum kawan.

Kali ini saya mau menulis laporan perjalanan saya dengan Harapan Jaya yang akan saya lakukan 24 Oktober 2014.

Berniat kembali belajar di Kampung Bahasa, Pare, Kediri pada akhir Oktober ini saya pun kembali memilih bus sebagai moda transportasi menuju kotanya salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia. Berbeda dengan sebelumnya yang naik Rosalia Indah, karena bosan kali ini ingin menjajal bus bagus Harapan Jaya dengan harapan mendapatkan Scania K360 bodi Scorpion X.

 

Rabu, 15 Oktober 2014

Pukul 2 lewat saya menuju terminal bus Poris untuk membeli tiket HJ. Sialnya pas sampai di terminal ternyata petugas loket HJ sudah pulang kata seorang petugas loket bus Kramat Djati. Setelah di rumah saya menghubungi nomer agen yang sempat saya catat sewaktu masih di depan loket HJ. Setelah berbincang dengan sang agen ternyata loket buka pukul 8 pagi sampai 2 siang. Keesokan harinya setelah solat dzuhur saya bergegas menuju terminal Poris dan langsung menuju loket Harapan Jaya. Dengan harga 235.000 saya menebus tiket yang masih berupa nota pembelian dengan nomer kursi 1A untuk kelas executive, meskipun saya tau harga aslinya 220.000 + 10.000 untuk keberangkatan Tangerang tapi apalah artinya 5000.

 

Jum'at. 24 Oktober 2014

11:15 saya sampai di terminal Poris dan langsung menuju loket B30 dimana loket bus Harapan Jaya berada untuk menukarkan bukti pembayaran dengan tiket dan saya diberi tau oleh sang agen kalo harga tiket naik 20.000 karna liburan, langsung saya bayar 20.000 tersebut, jadi total tiketnya 255.000. Saya pun disuruh duduk dulu oleh sang agen di peron terminal, terlihat oleh saya sebuah bus gahar nan ciamik.

Kali ini saya mendapatkan bus dengan bodi Scorpion X balutan karoseri Tentrem dengan chasis premium Mercedes Benz O500R 1836. Wow senang sekali saya melihatnya walaupun masih kecewa karena tidak mendapatkan bodi Scorpion X dengan chasis Scania K360 yang terkenal bertenaga monster tapi sangat nyaman bagi penumpang maupun pengemudinya. Nampak di terminal hanya ada 2 “artis” yaitu HarJay Scorpion X O500R dan Pahala Kencana MB OH 1526 berbodi Skybus travego buatan karoseri Nusantara Gemilang, lainnya hanya Agra Mas, Sumber Alam, Jaya, Arimbi, dll.

11:45 bus 5 Harapan Jaya ini mulai jalan keluar terminal dengan membawa dua penumpang yaitu saya dan bapak-bapak yang akan menuju Kediri sama seperti saya, kami duduk di seat 1A dan 1B. Keluar terminal langsung menuju SPBU terdekat, di sini si Mercy 1836 ini tangkinya diisi full yang menghabiskan biaya Rp 1.435.000, haus bray? Hahaha.

Bus 5 ini langsung menuju flyover Cipondoh untuk menjemput penumpang di agen depan gedung PLN dan lanjut menuju Kali Deres dan Grogol. Sepanjang jalan saya menjumpai 4 OBL pariwisata, Sindoro Satriamas, Pahala Kencana, Rukun Jaya, dan Rosalia Indah. Di sekitara Kali Deres ini banyak banget agen HarJay dan harus beberapa kali berhenti untuk menaikkan penumpang dan paket.

13:00 sampai di agen Harjay di Grogol yang satu gedung dengan agen Nusantara. Di sini mulai terasa tidak nyaman karena ada pedagang yang masuk ke dalam bus yang cukup mengganggu bagi saya. Setelah itu langsung lanjut mengarungi tol Jakarta-Cikampek.

Di tol Jkt-Cikampek pun tidak ada bus malam yang menjadi teman Harjay berlari, hanya Primajasa, AJAP dan Mayasari Bhakti saja. Tapi di arah sebaliknya yang menuju Jakarta terlihat Budiman, Pahala Kencana, Kramat Djati, Lorena, NPM, ALS, Jambi Transport, Gunung Harta, Akas Asri.

14:35 setelah keluar tol tak lama sampai di agen Harjay di Karawang Timur dan setengah jam kemudian agen Cikampek, lagi-lagi pedagang asongan naik bus, huft.

15:47 sekitaran Subang terlihat bus OBL 68NR a.k.a. Moccacino trayek Jakarta-Surabaya-Malang berada di kerumunan arah Jakarta. What? OBL Mocca kesiangan kah? Sampe Jakarta udah gelap tuh. OBL Mocca ini tadinya ingin saya naiki, ini bus inceran saya karena memiliki mesin China dengan tenaga sangat besar dengan built-in AIR SUSPENSION dan bus ini terkenal ngeblong, tapi karna jarak pool Kebayoran yang lumayan jauh jadinya batal deh. Skip…skip

16:05 masuk RM Taman Sari II untuk servis makan, di sini hanya terlihat Lorena dan beberapa Agra Mas. Sepertinya bus 5 ini bus Harjay paling awal. Langsung saya solat dan makan di area Harapan Jaya yang juga satu area dengan bus Sumba Putra. Di sini prasmanan dan saya mengambil nasi dengan lauk bihun dan sayur yang berisi tahu dan suiran ayam, tidak lupa kerupuk dan teh yang sayangnya gak ada es. Padahal ada ikan bawal (kayanya) goreng.

30 menit kemudian kembali jalan dengan supir kedua dan beberapa saat kemudian sang asisten supir a.k.a. kenek mulai bertanya kepada penumpang dimana akan turun dan mencatatnya di buku, it’s good, never seen before in the other bus company, gayanye bahasa Inggris hehe.

Setelah itu saya tertidur dan bangun sudah di tol. Di tol ini masih lumayan sepi dan seperti biasa pak supir memacu Mercy 1836 tidak lebih dari 95kpj, ya karna Harjay sudah terkenal dengan kecepatannya yang santai tidak seperti salah satu bus Muriaan yang supirnya bisa memacu Hino RK8 R260 sampai 140kpj, padahal Mercy 1836 jelas lebih hebat dengan 360 tenaga kuda dan cc hampir 12000 dibanding RK8 hanya 260 tenaga kuda dan cc lebih dari 7000.

19:20 keluar tol Pejagan dan sejam kemudian ketemu banyak sekali bus dengan banner One Day One Ayat dari Darul Quran yang sepertinya menuju Jakarta, semangat para calon Tahfidz! Sepanjang jalan hanya berlari dengan Agra Mas berbodi Skyliner dan sekali mengovertake Kramat Djati Jetbus non HD.

21:53 melintasi jembatan Comal, di sini pun tidak tampak antrian berarti, Comal LANCAR bray. Ini mungkin karena bus 5 ini bus angkatan pertama yang meramaikan Pantura karena tidak tampak PK, Rosin, OBL, KD, dll.

 

Sabtu, 25 Oktober 2014

00:07 bus berhenti di pinggir jalan karna kru bus ingin jajan di sego kucing. 10 menit kemudian masuk RM Sari Rasa hanya untuk cek dan langsung keluar lagi, tak lama kemudian pak supir yang kedua ini membalap OBL. Setelah itu saya sangat ngantuk dan tidur bahkan saya tidak sempat melihat Solo.

04:20 Saya kembali bangun ketika bus akan memasuki RM Duta di Ngawi untuk makan pagi sekitar pukul.

Saya pun langsung menunaikan solat Subuh dan lanjut menukarkan kupon yang bertuliskan snack pagi. Dan saya mendapat kupon yang isinya menu makanan lumayan berat. Wah, saya kira snack roti eh tapinya makan berat. Ada pilihan soto, rawon, ayam bakar, dll. Saya pun memilih nasi soto ayam karena lebih enak makan yang berkuah.

04:53 bus beranjak kelar RM Duta serta ganti supir yang pertama lagi dan ternyata saat penumpang makan kenek bus merapikan selimut yang berantakan, 2 jempol deh untuk pelayanan Harapan Jaya.

05:38 pagi tiba di terminal Madiun dan terlihat Pahala Kencana bodi Jetbus Setra dan Gunung Harta Jetbus2 terparkir.

06:40 menurunkan penumpang di  terminal Nganjuk.

07:50 dan akhirnya saya tiba di terminal Kediri sekitar pukul. Ya, benar mungkin menurut saya bus 5 ini bus Harjay awalan, buktinya bus 40 (Jetbus HD, MB OH 1626) asal Rawamangun masuk lebih dari 30 menit kemudian.



DETAIL BUS


Bus: Harapan Jaya (PT Harapan Jaya Prima)

Kode bus: H 376

Kelas: Executive

Kode Trayek: Bus 5

Jurusan: Poris – Grogol – Karawang – Kediri – Tulungagung

Tarif: 255.000 (tarif normal 225.000 + 10.000 keberangkatan dari Tangerang)

Nomer Kursi: 1A 

Jumlah Kursi: 30

Merk Kursi: Rimba Kencana

Sasis: Mercedes Benz OC 500 RF 1836

Bodi: Scorpion X (karoseri Tentrem)

Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut, rec.seat, leg rest, smoking room, servis makan, makan pagi.

Waktu Tempuh: ±20 jam dan 5 menit

 

 

PENILAIAN



(+) Sangat memuaskan dengan pelayanan Harapan Jaya

(+) Dapat makan pagi.

(+) Supir mengendarai dengan santai dan konstan

 

(-) Kru Harjay terkesan membiarkan pedagang asongan masuk ke dalam bus.

(-) Kursinya dari Rimba Kencana terlalu tipis

(-) Kru tidak memberikan waktu bagi penumpang untuk istirahat/solat di RM Sari Rasa

Jumat, 12 September 2014

Catatan Perjalanan (catper/caper) Mudik Jakarta-Bukittinggi

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 40.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.

Assalamualaikum,

Kali ini saya mau share perjalanan pulang kampung kemaren, lagi-lagi naik bis. Kali ini saya naik bis Naikilah Perusahaan Minang atau disingkat NPM. PO bis asal Padang Panjang *cmiiw

Berawal saat saya lagi di Kampung Bahasa, Pare saya diajak orang tua untuk ikut pulang kampung bersama dengan saudara lainnya, tapi saat itu saya berfikir untuk tidak ikut karena saya masih lama di sini dan lagipula kalo mudik pas lebaran ga bisa jalan-jalan soalnya Bukittinggi macet total macem Jakarta. Maklum, Bukittinggi kan kota wisata jadi diserbu sama orang Sumbar dan Riau.
Tetapi saat sudah kembali ke Tangerang dan ditawari lagi untuk ikut mudik kali ini saya jawab iya tapi saya maunya naik bis. Ortu setuju dan disuruh langsung booking tiket, H-10an soalnya takut kehabisan.

Ada beberapa pilihan ke B.Tinggi, naik Lorena, NPM, ANS dari Rawamangun atau ALS dai Tangerang. Tapi karena terpincut dengan bis NPM dengan Chasis Golden Dragon yang memakai Air Suspension saya putuskan naik NPM. Walau godaan datang dari kelas SE nya ANS. Cek di kaskus forum traveller ada sebuah thread tempat ane "biasa main" di sono untuk cek nomer telpon agen. Semuanya ane telpon agen yang di Rawamangun dan ga bisa.

 

19 Juli 2014

Saya jalan ke RM untuk beli tiket. Tampak ada agen Lorena, langsung tanya harga tujuan B.Tinggi harganya 700an, alamak NPM aja 600 yang ane liat di grup FB. Langsung aja deh ke NPM. Langsung pesen kelas AC tanggal 23 Juli adanya seat 28 sampe 39. Ambil seat 32 aja deh samping kaca bagian kanan bis. Sempat ada mas-mas yang nawarin tiket dia yang batal jalan utk hari Senin 21 Juli dengan harga yang masih 375rb. Tapi saya engga mau karna terlalu mepet. Saya tanya ke agen apakah akan dapat bis Scorpion King/Golden Dragon, kata agen gak nentu mas kadang yang masuk Golden, kadang bukan. Setelah beli sempat liat-liat suasana terminal Rawamangun yang siang itu lumayan ramai, parkiran pun di dominasi bis Sumatera yang berangkatnya lebih awal daripada bis Jateng-Jatim.

Bus yang saya harap yang akan saya naiki

23 Juli 2014

Saya jalannya dari Menteng jam 10an naik taksi ke RM bayar 30rb, tidak lupa beli makanan minuman untuk bekal di jalan. Jam 11 kurang 10 langsung cek in ke agen, terlihat bis NPM dengan bodi Euroliner, "yah gagal deh naik Goldrag", dan ransel saya pun sudah tidak bisa masuk bagasi kata seorang awak bus, mungkin sudah penuh jadi taro bawah kursi aja. Bis sudah penuh dan ada mas-mas yang duduk di seat saya di pojok, ya elah dasar semprul. Jam 11 adalah jam keberangkatan tapi belum ada tanda-tanda bis akan jalan.

11:45 bis baru jalan, mungkin nyari penumpang lagi soalnya ada 2 penumpang yang duduk depan WC. Di tangga nya dong? Engga kok, bis sekarang kan udah ada penutupnya yang sejajar dengan dek. Lepas Rawamangun, masuk tol dalam kota menuju Merak, macet pun menghantui tapi tak lama kemudian saya tertidur. Bangun-bangun suda di kawasan Merak.

14:00 sudah antri di gerbang tol Merak tak lama kemudian bis berhenti di rumah makan, saya sih tetep puasa dan di sini cuma solat aja sambil foto-foto


Di sini cuma istirahat 45 menit abis itu langsung caw pelabuhan dan ternyata suasana sepi dan bisa langsung masuk kapal Dharma Kencana IX tanpa perlu antri. Dan NPM yang ane naikin satu kapal dengan ALS, Handoyo dan Putra Remaja, cukup 35 menit menunggu kapal jalan. Di kapal pun ane bisa duduk di ruangan AC, tapi kayanya ada yang salah, benar saja penumpang tidak dipungut biaya untuk menikmati kelas dengan pendingin ruangan plus hiburan musik dari biduan. Sepanjang perjalanan pun ombaknya memang lagi besar, terawa sekali water suspensionnya *eh hehe, untung saja kapal ini berukuran besar coba yang agak kecilan, lebih terasa lagi goyangannya.

Pas adzan maghrib, pas saatnya berbuka, pas bis jalan keluar bis untuk menjajaki tanah Sumatera, semuanya serba pas.

20:25 bis istirahat di tempatnya NPM untuk ishoma, saya di sini cuma beli popmie untuk ganjalan seharga 7000, "di sini lebih murah, kemaren di Pantura 10 rebay", 30 menit kemudian jalan lagi. Jam 11 malam si Dongfeng sudah haus dan harus minum solar dan saya gak tau di mana ini.


24 Juli 2014

00:40 NPM merapat di RM Wisata Minang, sudah di tunggu ALS sepertinya di sini. Karna lapar, saya pun langsung makan, 2 nasi (sepiring nasi isinya sedikit banget, lebih sedikit dari nasi McD), 1 ayam gulai dan 1 teh anget manis. Setelah kenyang saya minta dihiting berapa dan harganya 32rb WAW juga yah, tapi saya udah tau kalo harganya mahal. Ini pun saya sekalian sahur, gila sahur jam 1, soalnya berhenti lagi siang.

Jam 6 kurang berhenti lagi di RM Sumbar Jaya, Lahat. Sepertinya cuma NPM aja di sini gak kaya di Wisata Minang. Terbukti ada 8 NPM yang singgah baik yang menuju Sumbar maupun Jakarta. Tampak ada 2 NPM Scorking berchasis Goldrag, ada juga 3 NPM kelas jumbo atau non AC. Terlihat NPM Scorking yang dinamai/dijuliki Senopati kacanya ditambal plester karna atlet lempar batu. Dan mesin Yuchai ini butuh sedikit perbaikian, makanya di sini cukup lama.





Jam setengah delapan bis kembali mengaspal. Sekitar jam 10 saat di sebuah hutan jati bis NPM ini berhenti pas tanjakan kecil, masalah lagi sepertinya. Jam 11 masalah lagi. "Sepertinya mercy ini sudah gak mampu mengaspal jalanan Sumatera" pikir saya saat itu sebelum saya tau kali bis ini pake mesin Dongfeng asal negri tirai bambu / China.

13:15 bis kembali merapat ke RM Budi Setia, Lubuk Linggau untuk ishoma bareng NPM jumbo dan Putra Simas berbodi evonext/evobus.

Jam 4 sore masuk Merangin.

Jam 6 sore masuk Muaro Bungo, tak lama kemudian merapat di RM Sari Sas, di sini saya solat dan makan. Saya putuskan untuk coba nasi goreng + telor mata sapi dengan harga 17rb. Tapi si pelayan laki-laki ini gemulai sekali, badan gempal dan alis di warnai, "astagfirullah kok masih berkeliaran aja orang kaya elu di bulan puasa, bukannya tobat".

20:35 masuk RM Umega, Gunung Medan yang terkenal itu, tau gitu saya makan di sini aja. Di sini bis saya istirahat bareng NPM jumbo, Transport, FRC, dan banyak Gumarang/Lampung Jaya serta pemudik dengan mobil. Setelah selesai mesin China ini haus dan isi solar di sebrang RM Umega.


25 Juli 2014

01:30 dinihari bis ini berhenti di depan kantor pusat NPM di Padang Panjang untuk cek dan oper penumpang.
02:20 saya turun di agen Jambu Air (kalo gak salah) di kota Bukittinggi dan sudah dijemput saudara saya.


Terima Kasih atas perhatiannya




DETAIL BUS

Bis: NPM (PT Naikilah Perusahaan Minang)

Nomer Plat Bus: BA 7635 BU

Kelas: AC Executive

Jurusan: Jakarta – Bukit Tinggi – Payakumbuh

Tarif: 600.000 (tarif tuslah Lebaran)

Nomer Kursi: 31

Jumlah Kursi: 41

Merk Kursi: Aldilla

Sasis: Mercedes Benz OH 1518 + Yuchai 280 HP 

Bodi: Euroliner SHD (karoseri Rahayu Santosa)

Chasis/Mesin: MB OH 1518 - Yuchai 280 HP

Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, rec.seat

Waktu Tempuh: ±38 jam dan 35 menit



PENILAIAN

 

(+) Busnya masih baru.

(+) AC dingin

 

(-) Tidak ada selimut, padahal AC sangat dingin

(-) Pergantian gigi agak kasar (pada salah satu driver)