Rabu, 25 Oktober 2017

Battle of SCANIA K410: Sempati Star SDD vs Sanura SHD

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Baca juga catatan perjalan etape 1 dan 4 (Pekanbaru - Medan PP).
Klik Pekanbaru - Medan PP: Raja Medan-Riau vs Raja dari Medan


MEDAN – BANDA ACEH


Di etape ke-2 (Medan – Banda Aceh) ini saya harus naik Sempati Star Double Decker di dek atas. Alasannya? Sudah 2x ke Aceh, tapi belum sempat icip-icip si DD dan pengen aja nikmati pemandangan pagi di Aceh dari dek atas. Mengenai tiket, saya pesan lewat telepon. Tadinya saya mau berangkat ke Aceh hari Jumat (start PKU hari Kamis), eh tapi kata petugas tiket SS, semua armada DD penuh bawa rombongan. Kurang ajar! Siapa sih yang sewa? Tajir amat kayanya. Akhirnya saya undur satu hari dengan armada DD Panoramic.

Sabtu, 21 Oktober 2017

Setelah tiba dari Pekanbaru dan istirahat beberapa jam, saya melanjutkan perjalanan ke pool / loket Sempati Star di Pondok Kelapa naik angkot 64, banter dan mosak-masik lah angkotnya hahahaha. Sampai di loket, saya tebus tiket dan busnya berangkat sekitar jam 20:30, gak bisa dipastikan katanya. Lah geblek?!?! 
Malam harinya, saya lapor / cek in ke loket dan dapet nomer plat 7898. Lah DD Panoramic mah 7911 sama 7922, kalo 7898 mah Scania yang udah stand by di loket. Kata petugas loketnya si DD Panoramic gak jalan. Bedebah!!! Pesen apa, dapet apa!!! Jadi gak semangat lah, touringnya jadi loyo. Sebenernya, rencana awal saya emang naik DD Scania sih, tapi berubah ke Panoramic karena yaaa keren aja gitu. Ya udah lah, emang gak keliatan juga sih DD Mercy 2542 dari tadi. Untungnya juga, DD Scania ini gak ada stiket Super VIP yang halangin pandangan.

Selonjorrr

20:17
Non Stop K410 Panoramic jalan. Buru-buru amat sih. Ada masalah di sini, AVOD saya gak nyala! Duh bener-bener dah! Sue amat!
20:57 Patas VIP K410 Panoramic jalan.
21:03 Akhirnya, setelah satu jam lebih duduk di dalam bus, Double Decker K410 7898 jalan. Tapi ngetem dulu di seberang. Kan geblek! Kalo mau cek penumpang mah di loket aja. Kalo di seberang gini kan bikin macet jalan. Masalah datang lagi, GAK DIBAGIIN SNACK!!! Sialan! Udah tiket paling mahal! AVOD mati! Gak dapat snack lagi! Sial amat yah.
21:52 Binjai.
22:31 Tugu Stabat, Langkat.
22:56 Tanjung Pura.
00:02 Perbatasan Sumatera Utara – Aceh. Di sini ada operasi rutin dari kepolisian, si DD sama Kurnia 2542 dan Sanura K410 mah melenggang aja.
00:26 Kuala Simpang.
01:45 Peureulak.
05:13 Peudada sekaligus disalip Sanura K410. Cukup lama juga terlelap. Maklum lah, badan capek di tambah kursi yang nyaman.
05:35 – 06:00 Solat Shubuh di Pandrah, Bireuen bareng Kurnia 2542, Sempati Star Patas VIP K410 Panoramic, dan Sempati Star SHD K360.
07:15 Masuk terminal Sigli.
08:01 Melewati Bumi Perkemahan, Seulawah. Di Seulawah, terjadi masalah dengan Scania K410. Di K410 gak bisa di bawa dengan kencang entah kenapa. Jalannya pelan banget, agak kencang kalo turunan doang. Kalo diadu sama MB 1521 juga menang tuh MB 1521. Saya sih santai aja, semakin siang sampe Banda Aceh, semakin baik.
09:58 Akhirnya tiba di terminal Batoh, Banda Aceh. REKOR TERLAMA di rute ini, tapi bagus lah, jadi waktu singgah di Banda Aceh gak kelamaan.


DETAIL BUS

Bus: Sempati Star (PT Bintang Sempati Star)
Nomer Plat Bus: BL 7898 AA
Kelas: Double Decker dek atas / Super VIP
Jurusan: Medan – Banda Aceh
Tarif: 250.000
Nomer Kursi: 1B
Jumlah Kursi: 36 (dek atas) + 4 (dek bawah) dan 2 kasur (sleeper di dek bawah)
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Scania K 410 IB Opticruise
Bodi: Jetbus2+ SDD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, audio, toilet, rec.seat, leg rest, selimut, bantal, WiFi, AVOD, colokan listrik di bagasi
Waktu Tempuh: 12 jam dan 55 menit


PENILAIAN

+ Kursi Aldilla yang dipakai SS DD nyaman
+ Sama seperti Makmur tronton. Leg room sebelah kiri sebelum tangga lebih lega.
+ Hot seat super selonjooorrrr.

- Gak dapat Snack.
- AVOD mati.
- Harga tiket paling mahal untuk seat 2-2 di rutenya.



BANDA ACEH – MEDAN


Setelah tiba dari Medan, saya langsung menuju loket Sanura untuk tebus tiket. Eh tapi ternyata nama saya gak ada di daftar penumpang hari ini untuk armada K410. Padahal saya udah pesan lewat telepon untuk kursi nomer 5. Tapi akhirnya dapet juga seat nomer 1 hahahhahaha. Rezeki pagi anak soleh. Pesen kursi nomer 5, eh gak terdaftar, eh malah dapet hot seat. Saya sih sebenernya gak incer hot seat karena pengen istirahat dan topinya SHD yang mengganggu pandangan. Tapi nikmati aja. Ada satu lagi rezeki pagi anak soleh. Pas proses pembelian, si petugas tanya sama saya berapa harga yang biasa dikasih. Wah, kaya PMTOH kemaren nih. Saya aja baru kali ini naik Sanura, malah ditanya gitu. Saya jawab aja kaya biasanya aja (maksudnya harga biasa untuk armada ini). Eh malah ditulis 180.000 hahahaha kaya yang Patas biasa tarifnya. Yaudah, gak udah interupsi lagi. Mayan hemat gocap hahahaha. Saya sih udah tau kalo Sanura yang K410 Top Class ini tarifnya 230.000. Saya juga dapet info di Facebook kalo Sanura dari Banda Aceh tarifnya bisa nego. TERIMA KASIH YA ALLAH DAN TERIMA KASIH KEPADA PETUGAS LOKET SANURA TERMINAL BATOH, SEMOGA REZEKINYA LANCAR DAN ARMADANYA PENUH TERUS.
Abis dari terminal saya menuju Masjid Raya Baiturrahman, rencana sih naik Trans Koetaradja, eh tapi gak lewat-lewat. Akhirnya naik ojek online aja, pas udah pesen malah lewat tuh Trans Koetaradja. Asem bener dah!

Malam harinya saya tiba di terminal Batoh atau kurang dari 30 menit sebelum jam keberangkatan bus saya. Kalo 2x touring kemaren sih udah di Batoh pas sore masih terang, tapi untuk kali ini pengen aja menikmati kota dan Masjid Raya di malam hari. Lagipula udah gak nafsu lagi foto-foto bis. Tiba di loket langsung lunasin tiket karena tadi pagi uang saya gak cukup untuk lunasin tiket. Udah diskon gocap masih gak cukup juga duitnya hahahahah.

Malam ini busnya gak sebanyak pas pertama kali ke Aceh. Apalagi kali ini gak ada penampakan Royal dan New Pelangi, PMTOH pun cuma jalan 1 unit. Dan mayoritas juga pada jalan sebelum jam 21:00.
Selonjorr
21:11 Memulai perjalanan balik ke Medan. Eh dikasih Le Minerale loh. Mayan lah walau gak ada snack, daripada kaya bus sebelumnya yang pelit ntuh.
21:38 Indrapuri.
23:30 Sigli. Driver pertama mengemudi dengan cukup konstan di angka 80-100, kadang di atas 100-115. Alus dan cocok buat tidur lah. Drivernya masih muda loh, keliatan umurnya di kepala 2.
23:45 Beureuneun.
00:42 Pidie Jaya. Sepanjang jalan dari Sigli sampe entah di mana tau, selalu sama PMTOH. Sesekali ketemu Kurnia 1836 Skyliner, Harapan Indah 1836, dan Sempati Star.
00:47 Bireuen.
03:04 Lhoksukon.
04:05 Idi Rayeuk. Penumpang di sebelah saya turun. Eh malah ada yang nyosor duduk di sebelah saya. Huh!
05:48 – 06:10 Solat Shubuh di Masjid Jami Thursina, Kebun Tengan, Aceh Tamiang bareng Harapan Indah 2542.
06:24 Perbatasan Aceh – Sumut. Bus dipacu dengan cukup cepat, “jam’e mepet boss” nih kayanya.
07:37 Tanjung Pura.
08:07 Tugu Stabat, Langkat.
08:21 Binjai. Lalu lintas Binjai yang ramai pun tetap dipacu kencang oleh driver yang cukup muda. Driver dua ini pas pergantian malam tadi gila juga yah, baru bangun tidur dan langsung bikin jarum speedometer mentok aja.
09:11 Tiba di loket Sanura jalan Gagak Hitam / Ring Road. Pas 12 jam perjalanan.


DETAIL BUS

Bus: Sanura (PT Sanura Tiga Dara)
Nomer Plat Bus: BL 7367 AA
Kelas: Top Class / Patas VIP
Jurusan: Banda Aceh - Medan
Tarif: 180.000 (aslinya 230.000)
Nomer Kursi: 1 atau 1A
Jumlah Kursi: 34 + 2 (di smoking area)
Merk Kursi: Rimba Kencana
Sasis: Scania K 410 IB Opticruise
Bodi: Jetbus2+ SHD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, rec.seat, leg rest, selimut, bantal, air mineral 600ml, WiFi, sekat depan dan belakang, colokan listrik di kursi dan bagasi
Waktu Tempuh: 12 jam


PENILAIAN

+ Kursi nyaman dan selonjor
+ Selimut (bed cover) besar, tebal, wangi, dan hangat.
+ Tiket diskon gocap hehehe.


- Hot seat gak ada colokan listrik.

Jumat, 22 September 2017

Hattrick Lorena 150 menuju Pekanbaru

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.

Masuk bulan September berarti waktu liburan akan usai, maka dimulailah mencari moda transportasi menuju tanah rantau. Awalnya saya ingin naik burung besi, tetapi ada yang menarik dari kuda-kuda besi. Pertama adalah Lorena yang memberikan diskon 15% (mulai 11 September sampai November) untuk pembelian melalui www.lorena-transport.com dan gerai Alfamat. Kedua adalah Putra Pelangi yang akan mengeluarkan armada terbaru, Legacy SR-1 XHD Prime bersasis Scania K410, yang ada kemungkinan jadwal pulang ke Medan akan bersamaan dengan hari saya balik ke Pekanbaru.

Moda transportasi udara saya hapus dulu untuk moda kepulangan dan kemungkinan besar akan naik Lorena karena diskon 15% nya karena Putra Pelangi SR-2 K410 jadwal kepulangannya tidak sama dengan saya. Maka, mulailah proses pembelian tiket melalui website dan pembayaran melalui Alfamart yang cukup mudah. Tiket didapat dengan harga 433.500 (termasuk diskon 15%) untuk kelas Executive (LE, bukan LV lagi) dengan kursi 1B. Lumayan bisa buat coba-coba bikin Trip Report / TraVlog di Youtube. PERHATIAN!!! Pastikan anda menelpon agen/kantor pada tempat keberangkatan untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan bus, karena jadwal asli dan di tiket sering berbeda, lebih cepat jadwal di tiket. Untuk saya tujuan Pekanbaru, saya minta kantor cabang Lorena di Cikokol untuk menghubungi saya kalau busnya sudah berangkat dari terminal Pulo Gebang.

Minggu, 17 September 2017

Sehabis zuhur, mulai kontak-kontakan dengan kantor cabang Cikokol mengenai posisi bus. Seperti biasa, saya berharap dapat MB 1526 NG bodi Jetbus2 atau Skyliner. We’ll see.

14:45 Saya tiba di kantor cabang Lorena di Cikokol, Tangerang setelah menempuh waktu sekitar 30 menit dengan mobil online. Saya sempatkan solat Ashar dulu dan beli amunisi di minimarket.
15:34 Lepas solat Ashar (di lantai 2 kantor cabang Lorena) saya menengok keluar jendela dan terlihat kedatangan Lorena berbadan Skyliner. Akhirnya! Mengintip dalam bus dari kaca pintu ternyata ini MB 1525, yahhhhh. Liat kode armadanya ternyata ini P 262. Lumayanlah, salah satu drivernya mantan driver P 299 yang saya naiki ke Pekanbaru tahun lalu. Josss!!!
15:55 Gas Pekanbaru! Ternyata tandem drivernya bukan yang asal Aceh seperti P 299, tetapi asal Sunda. Oh iya, saya duduk di 1C, karena 1AB diduduki 1 keluarga, karena 4 kursi terdepan milik saya (1B) dan 3 penumpang yang naik di Palembang nanti. Jadi, saya kuasai 2 kursi. Leg roomnya lumayan lah dari pada LV.
16:09 GT Cikupa.
16:52 GT Merak. Sepanjang jalan cuma salip NPM dan Kramat Djati Jetbus MP tujuan Palembang yang masing-masing menggunakan MB 1521 serta Pahala Kencana nano Hino RG.
16:58 Mampir di agen Merak selama 8 menit.
17:12 Masuk KMP Sebuku. Tadinya sih mau masuk kapal yang bagusan di dermaga lain, eh tapi dihadang sama petugas. Kapalnya lumayan kecil dan semua fasilitas gratis.
17:28 Berlayar menuju pulau Sumatera.
19:49 Keluar kapal bersama PT Bekasi Jaya (bus ¾) dan Ranau Indah. Di tanjakan pun agak kualahan, mungkin karena gak dapat momen yang pas.
20:24 – 21:03 RM Siang Malam, Kalianda. LE 150 ngejomblo aja di sini, gak ada kawan. Saya makan nasi goreng plus es tes manis. Nasi gorengnya gak pucet lagi warnanya, tapi rasanya asin dan nasinya agak keras. Buruknya porsinya sedikit hahahaha, gak sesuai dengan porsi besar saya. Harganya 27.000 sahaja.

22:28 Mampir di kantor cabang Kalibalok.
22:57 Masuk terminal Rajabasa, padahal awalnya gak mau masuk. Ya gak masuk juga sih, tapi bayar dan ambil karcis di luar. Nah, pas enak-enak saya kuasain 2 kursi, eh ada yang duduk di sebelah.
23:20 Melewati bandara Radin Inten. Bandaranya lebih modern disbanding 1-2 tahun lalu.
23:58 Melewati RM Siang Malam, Bandar Jaya.
00:50 RSUD Menggala. Si bedebah samping saya sudah turun. Lega lagiii.
01:11 Polres Tulang Bawang, Lampung.
03:27 Tugu Mulyo.
04:11 – 06:18 RM Pagi Sore, Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir. Kok 2 jam istirahatnya? Iya lah, lama karena nungguin LE 232 yang berubah menjadi LE 122. Yang saya tangkap sih dari obrolan semalam dan pagi ini karena LE 232 penumpangnya cuma 4, jadi entah kenapa dirubah jadi LE 122. LE 122 pun jaraknya 2 jam di belakang. Jadi LE 232/122 akan perpal/selesai di Palembang dan 4 penumpang LE 232 akan dioper ke LE 150. Kata kru LE 150 mah harusnya penumpang LE 150 yang dioper ke LE 232. Cukup masuk akal juga, nanti LE 232 dari Bandung ke Cikampek – Bekasi – Bogor – Pulo Gebang – Kali Deres – Tangerang. Agak muter sih, tapi daripada molor 2 jam. Lagi pula kan lumayan tuh, LE 232 yang jalan P 331 (MB 1526 NG bodi Jetbus2).
Oh iya, saya makan pagi (satu-satunya penumpang yang makan) pake ayam goreng, harganya 25.000 plus 2.500 (pajak 10%). Rasanya lumayan lah, nasinya tetep kurang porsinya, dan keripik kentangnya super alot. Oh iya, kalu mau ke toilet mending di Masjidnya aja (di sisi timur rumah makan), toiletnya lebih bersih dan gratis.
08:48 Melintasi sungai Musi di atas Jembatan Musi 2.
09:16 Isi solar dulu sebelum masuk kantor cabang Palembang.
09:38 – 10:18 Kantor cabang Palembang. Terlihat 2 unit armada Palembang, yaitu 1526 Skyliner dan 1525 Jetbus2+ HD. Ada juga Skyliner 1526 yang beroaster LE 151 yang perpal. Terakhir datang LE 122 (P 331, 1526 NG Jetbus2) dan LE 232 (P 323, Skyliner 1526 NG). Lah pada 1526 NG semua, kenapa saya yang pengen 1526 NG malah dapet 1525. Saat akan keluar kota Palembang, diterpa kemacetan yang lumayan panjang.
12:52 – 13:38 RM Musi Indah, Betung. Akhirnya saya coba makan di sini, rasanya lumayan lah, porsinya sama seperti yang sudah-sudah. Biaya makan 36.000 termasuk es teh, sepertinya ini yang termahal sepanjang jalan.
14:11 Melewati RM Pagi Sore, Sungai Lilin. Masih berharap Lorena singgahnya di sini kaya Laju Prima dan Putra Pelangi. Sempat disalip Yoanda Prima yang dikejar Epa Star. Dua-duanya cukup ganas mainnya, LE 150 tidak ikut main, biar saja pemain Palembang-Padang itu yang bertarung yang pada akhirnya Epa Star berada paling depan karena Yoanda Prima harus menepi, mungkin naikin penumpang.
17:22 Melewati RM Simpang Raya, Bayung Lencir.
18:29 – 18:52 Kantor cabang Lorena di Simpang Rimbo, Jambi. Setelah ini joss sampai Pekanbaru, walau harus jalan sendiri tanpa LE 232.
20:15 - 20:56 RM Ajo Tonjong, Bukit Baling, Jambi. Makananya lumayan enak juga, Cuma kondisi toilet aja yang cukup mengerikan. Lepas rumah makan joss lagi, driver asal berlogat Sunda yang belum memiliki jam terbang setinggi driver satunya lagi yang adal Sumatera Utara tetap cukup joss lah.
01:12 Belilas.
01:55 – 02:37 RM Simpang Raya, Japura, Rengat. Saya Cuma ke toilet aja sama makan Pop Mie di luar, harganya sama kaya di RM Tuah Sakato, Kandis, 8.000.
02:53 Ketemu P 309 (1626 Euroliner) yang beberapa hari lalu bermasalah saat baru berangkat dari Pekanbaru dan perjalanannya digantikan P 264 (1525 Skyliner).
04:30 PT RAPP, Pangkalan Kerinci.
05:59 Tiba di kantor cabang Jl. Soekarno Hatta, Pekanbaru.
Yaa… benar saja akan sampai jam 6 juga karena 2 jam terbuang menunggu LE 122/232. Hikmahnya sih kalo jam 4 sampe di Pekanbaru mah susah juga cari transportasi online ke kost. Untungnya juga masih ada waktu istirahat sebelum masuk kuliah pagi itu juga jam 8.


DETAIL BUS

Bus: Lorena (PT Eka Sari Lorena Transport Tbk)
Kode bus: P 262
Kode jurusan: LE 150 (Bogor – Jakarta – Pekanbaru)
Tarif: 433.500 (setelah diskon 15%)
Nomer kursi: 1C / 1D (aslinya 1B)
Jumlah kursi: 32
Merk kursi: Fainsa
Sasis: Mercedes Benz OH 1525
Bodi: Skyliner (karoseri Rahayu Santosa)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, smoking area, rec.seat, bantal, selimut.
Waktu tempuh: 38 jam dan 4 menit


PENILAIAN

+ Kode 150 sudah upgrade ke kelas Executive.
+ Dapat diskon 15%.
+ Kru ramah, apalagi asisten drivernya.

- Kru merokok di dalam bus
- Molor 2 jam waktu tempuh karena LE 232/122
- Gak ada foot rest


Ingin menyaksikan trip report dalam bentk video atau travlog? Silakan buka video ini atau klik https://youtu.be/Omp_02yF63I


Rabu, 10 Mei 2017

(Part 2/2) Battle of SCANIA: Putra Pelangi K410

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.

Lanjut cerita dari postingan selanjutnya. Setibanya di Medan langsung nge-G*jek ke Masjid Raya Al-Mashun dan dilanjut menuju Mall Ringroad Citywalk untuk beli tiket Guardian of the Galaxy Vol.2 di XXI-nya. Abis beli tiket XXI, lanjut beli tiket Putra Pelangi untuk balik ke Pekanbaru sore itu juga. Tiketnya udah dipesan dengan seat nomer 1 dan dibayar seharga 230.000, turun 40.000 sejak Negara api menyerang….eh… maksudnya pas ada Makmur 2542 Jetliner dengan jumlah seat yang sama dengan Putra Pelangi, tapi harganya 230.000. Untuk MH Group, tidak ada diskriminasi sasis. Harga tiket sesuai dengan jumlah seat bus, gak peduli itu bus baru kek,, tronton kek. Sepertinya sih gitu.

Duo Lhokseumawe. 2542 jam 13:00 dan K410 jam 14:00

Mau direview juga fil GOTG Vol.2 nya? Gak usah lah ya, saya bukan pe-review film. Pokoknya keren dah. Lebih lucu, bahkan lebih lucu dari Comic 8. Review saya sih di angka 8, mirip kaya IMDB yang 8,2.

Balik ke loket dan si ganteng Jetliner baru dengan disokong Scania K410 udah stay. Arus bolak-balik bus dari gudang ke SPBU pun menggiurkan. 1836 dan K410 Non Stop plus K410 yang terbaru hilir mudik. Yaahhh walaupun begitu tetep aja masih keliatan 1626 dan kuler jahat.

Yang jalan ke Pekanbaru sore itu si 7611 pengganti 7544, padahal agak ngarep Baho Do Au 7612 pengganti 7543. Masuk ke kabin agak deg-degan karena pertama kali masuk Jetliner yang baru dan naik pertama kali Scania K410. Daaannn……jeeng…jeeeeng…wat deh hel?!?!?! Leg roomnya mentok abisss, kaya Medan Jaya dan Pusaka yang pernah saya naiki, sh!t. Ini lah yang disebut mohon bersabar, ini ujian. Padahal hot seat Putra Pelangi lega loh. Ini karena tangganya di kiri, bukan di kanan, jadi agak mundur. Sebelah kanan pun sama aja leg roomnya karena ada box ECU (kayanya). Yo wes….nikmati aja lah dan mari ucapkan “Selamat Siang, Pekanbaru”.
Serupa tapi tak sama. 7614 Banda Aceh & 7611 Pekanbaru.
18:08 keluar loket/pool Putra Pelangi, Sunggal. Saat di lampu lalin di Ringroad, si Jetlinet K410 ini cukup banyak menyita perhatian banyak orang.
18:48-19:10 berhenti di seberang loket Putra Pelangi jalan Sisingamangaraja. Gak masuk loket karena jalan depan loket lagi diperbaiki (dibeton). Mana lama banget lagi berhentinya. Sempati Star Super VIP ke Pekanbaru aja udah lewat.
19:25 melewati Polda Sumatera Utara.
20:30 di overtake dengan cukup gila oleh Batang Pane Baru 1626 Skyliner di Serdang Berdagai. Ini nih gak enaknya kalo dari Medan, pasti ngekor aja karena jalan dari dua arah yang cukup ramai.
20:43 melewati Polres Berdagai.
21:15 Tebing Tinggi.
21:45 jalan bareng Halmahera K410 tujuan Dumai. Halmahera mah gas terus, apalagi BPB tadi. Lah Putra Pelangi mah kendor mulu, ketebak banget dah. Sama kasusnya kaya 7544 waktu di Minas. Sempet juga ketemu Bintang Utara K360 SHD dan abis itu dia ngilang.
22:58-23:30 masuk RM Mega Sari, Kisaran bersama RAPI 1836 napin Xanthos. Di sini saya hanya melaksanakan kewajiban saja, gak makan. Jeleknya rumah makan ini, kalo mau keluar atau lanjut jalan, harus nanjak dulu.
23:53 di overtake Halmahera Scania K360 (bukan yang kemaren saya naikin, beda plat). Nah tuh kan, kekejar sama dia yang jalan jam 19:30 dari SM Raja. Emang sih, top speed yang saya tau, si PPP lebih unggul dari Halmahera. Tapi ya gituuu, kadang banyak peluang untuk menyalip yang terbuang. Jangan kasih kendor dong bosqu.
02:25 di overtake Sempati Star Super VIP K360 dan abis itu kress dengan Putra Pelangi 7612 ‘Baho Do Au’. Daaann di SS pun sulit dikejar dan menghilang karenaa….
Top Speed

02:44 masuk SPBU buat minum sebanyak 400.000 Rupiah di Kota Pinang. Ternyata ada Satu Nusa 1526 SR-1 yang lagi diem ngejogrok ngapain tau. Pas keluar SPBU, si 7611 ternyata gasruk tangga untuk naik busnya.
03:42 Bagan Batu.
05:50-06:05 masuk SPBU di Kulim, Duri untuk solat Subuh.
06:30 Duri. Penumpang di seat 3 dan 4 turun di Duri, jadi penumpang di sebelah saya pindah ke sisi kanan. Akhirnya bisa selonjor juga.
08:05-08:28 istirahat di RM Tuah Sakato, Kandis. Sendokiran aja di sini, gak ada PPP tujuan Jakarta dan Sempati Star. Saya cuma ke WC aja sama beli pop mie di warung.
09:39 melewati Polsek Rumbai.
Dikarenakan perbaikan jalan di jalan Riau Ujung, jadinya 7611 lewat simpang jalan Riau Ujung – Soekarno Hatta, perempatan Mall SKA dan langsung ke loket. Sepanjang jalan, si Jetliner Scania K410 ini cukup banyak menyita perhatian orang-orang. Maklumlah, biasanya yang lewat jalan Soekarno Hatta – Mall SKA – Tugu Songket cuma TMP Hino RK hahaha.
10:28 akhirnya tiba di loket Putra Pelangi, Jl.SM. Amin / Arengka II. Benerkan sudah cukup agak siang. Si 7611 pun menuju cucian untuk mandi di dekat terminal, kalo 7612 di cucian/loket MH Group. Sementara saya balik ke kost naik Hino RK.


DETAIL BUS

Bus: Putra Pelangi (PT Putra Pelangi Perkasa)
Nomer Plat Bus: BL 7611 AA
Kelas: Executive
Jurusan: Medan - Pekanbaru
Tarif: 230.000
Nomer Kursi: 1 atau 1A
Jumlah Kursi: 36+2
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Scania K410iB Opticruise
Bodi: New Jetliner (karoseri Rahayu Santosa)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut, rec.seat, leg rest, power plug, sekat belakang.
Waktu Tempuh: 16 jam dan 20 menit



PENILAIAN

+ Tenaga dari Scania K410 memang mantap. Lebih nyaman dari MB 2542.
+ Ada USB Port di dinding bus.
+ Kru bus cukup ramah.

- Leg room sempit.
- Gak ada snack.
- Waktu tempuh cukup lama. Banyak peluang menyalip yang terbuang.
- Scania K410 agak kurang nyaman disbanding K360.
- Getaran dan gemlodak pada bodi lebih terasa dibanding saat naik Halhamera.
- Ada beberapa bagian interior yang sudah rusak/lepas. Padahal baru 2 bulan.
- Wiper kaca atas gak di aktifkan.

Overall saya agak kecewa dengan trip pulang ini. Mungkin saya gak akan naik ini lagi.

(Part 1/2) Battle of SCANIA: Halmahera SE 2-1

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.

Halo semua, akhirnya kembali posting trip report / catatan perjalanan lagi. Seperti biasa, kalo catper muncul di masa perkuliahan gini udah pasti catper touring di Sumatera. Tapi berbeda seperti 2 edisi touring sebelumnya, touring kali ini tidak sampai provinsi ter-Barat Indonesia dikarenakan keterbatasan dana, sangat disayangkan memang. Padahal saya pengen banget naik Scania K410 nya Sempati Star yang Double Decker dan Sanura Top Class, sekaligus bikin postingan dengan judul “Battle of Scania K410: Sempati Star SDD vs Sanura SHD”. Mantap soul banget kan?!?

Touring kali ini cuma sampai Medan saja dan pastinya dengan mode touring tek-tok. Touring kali ini juga harus wajib kudu mesti naik SCANIA!!! Armadanya apa? Sebentar dulu, mari cek Squad Scania Pekanbaru-Medan. Pertama, PT RAPI dengan Scania K360 Jetliner. Kedua, Medan Jaya dengan Scania K360 Jetbus2+ SHD. Ketiga, Sempati Star dengan Scania K360 JeBe2 HD. Selanjutnya, Halmahera Scania K360 Jetbus2+ SHD dengan kelas paling tinggi. Terakhir, Putra Pelangi tronton Scania K410 Jetliner ala S-Liner. Semuanya pake transmisi Opticruise, kecuali Sempati Star yang Patas VIP dengan transmisi Comfortshift.

Jadi, armada yang saya naiki apa? Yaitu dua terakhir. Pekanbaru-Medan pakai si Merah, beli tiket H-7 di terminal BRPS dengan panjar 150.000 untuk nomer kursi 3 atau tipe kursi “golongan paling sering di bully di media sosial”. Sementara itu, armada balik ke PKU naik “4L= lu lagi lu lagi”. Bookingnya pake telepon aja, simple dan bayar pas hari H. Langsung aja SKIP ke hari H touring.

Saya berangkat dari kost jam 6 kurang dengan naik Trans Metro Pekanbaru Hino RK8 R260 bodi Tentrem Max hahahha, pemanasan naik RK. Sial dan kampretnya ketika pindah bus di halte Tabek Gadang, TMP Koridor 06 tujuan terminal BRPS kagak lewat-lewat sampe setengah jam lebih, kan BAZEEENGAANNN…!!!!! Terpaksa ngojek dah, keluar duit ekstra dah. Padahal bus berangkat jam 19:30.

19:10 akhirnya sampe di terminal BRPS dan sudah siap di peron Halmahera SE Scania K360 dan Putra Pelangi tronton MB 2542 (nomer platnya 7545 kayanya) HAHAHAHA. Untung aja gak naik Putra Pelangi pas berangkat ke Medan, bisa apes dapet MB 2542 lagi. Ngeselin yah, dapet 2542 dibilang apes hahahha. Enaknya Putra Pelangi, kita bisa cek armada apa yang jalan lewat websitenya, misalnya armada tronton ke Pekanbaru jam 18:00, jadwal bus dengan nomer plat sekian bisa di cek sekitar 6-5 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Kembali ke report touringnya. Seperti biasa, pas deket peron di tawarin sama orang loket. Ditawarin 200 naik tronton Putra Pelangi HAHAHHA. Langsung ke loket MH untuk lunasin tiket dan abis itu menunaikan kewajiban sebagai seorang Muslim. Daaannn…..waktu yang ditunggu tiba, masuk ke dalam kabin SE 2-1 untuk kedua kalinya dan gak sabar banget buat langsung jalan dengan Scania K360. Kalo dilihat, SE ini 7 baris kiri dan 8 baris kanan hmmm…saya kira kiri kanan sama aja. Eh beda toh, kaya SE di Jawa aja. Sudah pasti sebelah kanan lebih sempit dari kiri. Beruntunglah bagi jomblo, udah seatnya sendiri, leg roomnya lebih lega pula. Dikasih snack box yang isinya roti isi kelapa (lagi) dan air mineral 600ml. Ya setidaknya lebih baik dari pada pas naik Makmur 1836 setahun lalu.


19:33 keluar terminal BRPS dengan penumpang 7/8 orang. Jelang masuk jalan Riau Ujung sempat berhenti, ternyata ada sistem buka jalan karena perbaikan jalan (di beton). Pantas saja saya sempat ketemu Makmur New Skyliner di perempatan Mall SKA untuk menghindari macet. Oh iya, langsung diputar lagu dengan volume yang tidak besar dan tidak terlalu mengganggu, walau gak seperti pas naik Makmur 1836 setahun lalu yang suaranya sangat kecil dan pas banget buat tidur.
20:56 melewati Polsek Minas.
21:38 – 21:42 masuk RM Setia Abadi, KM.71 Kandis. Saya kira akan berhenti makan seperti Halmahera SR-2, ternyata kontrol aja. Harus diakui Scania K360 ini memang mantap. Melahap tikungan pun cukup stabil disbanding K410.
23:38 Duri.
Memang di sini jalanna lurus dan cukup panjang.

00:34 melewati Polres Rokan Hilir.
02:34 Kota Pinang.
05:23 – 05:47 istirahat dan solat subuh di RM Gunung Sari II, Air Batu, Asahan. Masih gelap, padahal tahun lalu masuk sini udah terang. Singgahnya cepat, gak sampai 30 menit. Bahkan, bus saya (SE Scania) yang datang paling akhir, malah berangkat kedua setelah Halmahera 1836 SR-2 dan meninggalkan Makmur Ekolet 1526 Skyliner, Makmur 1836 SR-1.
07:19  Simpang Medan, Tebing Tinggi. Kru juga stel film Toba Dream. Mentang-mentang PO asal Sumut, distel film tentang Sumut juga hahaha.
08:10 Perbaungan. Ketemu 2 unit Paradep Jetliner 2542, sayang gak ketemu Double Deckernya yang cuma ada 1 di Indonesia. Cukup asyik juga jalan bareng Paradep.
08:15 PTPN IV unit Adolina.
08:23 overtake 2 Paradep 2542 di Lubuk Pakam.
08:35 di overtake balik di Tanjung Morawa hahahaha.
08:46 akhirnya tiba di loket MH, jalan Sisingamangaraja, Medan. WOW, Impresif! Warbyazah!
Rekor baru buat saya, 13 jam 13 menit termasuk singgah di rumah makan dan kena macet perbaikan jalan. Padahal naik Baho Do Au kemaren yang gak pake singgah di rumah makan malah 14 jam 45 menit. Luar biasa emang MH.
Setibanya di loket saya istirahat dolo sekalian liat armada yang masuk. Ada Makmur 1836 SR-1 dan diikuti Halmaheria 1836 SR-2 yang tiba setelah bus saya. Saya sempat akhirnya mencicipi Badak, minuman asal kota…….mana yah saya lupa hehehe. Selanjutnya apa yang saya lakukan dan bagaimana catper touring dengan tronton Scania??? Cek postingan selanjutnya yah…


DETAIL BUS

Bus: Halmahera (PT Indah Halmahera Nusantara)
Nomer Plat Bus: BK 7078 UD
Kelas: Super Executive
Jurusan: Pekanbaru - Medan
Tarif: 275.000
Nomer Kursi: 3 atau 2A
Jumlah Kursi: 23+1 / 23+2
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Scania K360iB Opticruise
Bodi: Jetbus2+ SHD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut, rec.seat, leg rest, snack, sekat depan dan sekat belakang.
Waktu Tempuh: 13 jam dan 13 menit


PENILAIAN

+ Waktu tempuh cepat. Rekor baru buat saya.
+ Scania memang nyaman dan mantap.

- Biasalah, topinya SHD pasti selalu jadi kekurangan dalam review trip report.
- Leg room kurang lega buat saya pribadi hahahaha. Padahal Scania 7 baris.

Overall, memuaskan naik armada ini. Saya pengen naik ini lagi kalo ada rezeki untuk touring ke Medan selanjutnya. Armada ini RECOMMENDED. Nyaman dapet, kecepatan dapet.