Senin, 09 Mei 2016

Mencoba Sempati Star Non Stop Scania K360 Opticruise

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Postingan kali ini lanjutan dari postingan sebelumnya tentang Touring Pekanbaru - Banda Aceh PP, tetapi hanya berisi satu perjalanan, begitu juga dengan postingan selanjutnya.

Keinginan untuk mencoba Sempati Star terutama kelas Non Stop yang memakai Scania K360 ini memang sudah lama dan akhirnya datang juga kesempatan untuk mencobanya. Ngomong-ngomong ini merupakan pertama kali saya naik bus dengan seat 2-1 dan (sepertinya) pertama kali naik Scania.

Jumat, 6 Mei 2016

Masih di hari yang sama tepatnya sore hari saya sudah tiba di terminal Batoh. Awalnya saya ingin tiba di Batoh pada malam hari, tapi tergoda untuk foto-foto atau hunting bus di sore hari di terminal Batoh. Di antara banyaknya bus mewah Aceh-Medan, sudah nampak ada sebuah bus Sempati Star Non Stop MB 1836, satu unit Non Stop K360 Opticruise Jetbus2+ HD, dan satu unit Non Stop K360 berplat nomer 7751 yang pernah dinaiki oleh salah satu member Forbiscom dan BimaKus yang tembus  8 jam 40 menit dari Aceh ke Medan. Setelah melapor atau check ini ke loket, ternyata saya mendapatkan armada Non Stop berplat nomer BL 7777 AA, alias si K360 Opticruise.


Eh ada si DD tuh di sebelah :D

Loket Sempati Star di Terminal Batoh. Loketnya sudah indoor dan pakai AC

Setelah selesai solat isya, saat memasuki bus, sudah terlihat ada satu box snack dan air mineral 600ml bermerk Aqua. Isi snacknya ada biskuit Roma Malkist Cokelat, 2 buah permen, dan roti bermerk Robinson. Rotinya enak loh, besar dan padat pula. Snacknya terbaik lah.

Pintu masuk bagian depan dan pintu sekat antara penumpang dan kru pun sudah dikendalikan melalui tombol di bagian dashboard, jadi tidak perlu dibuka dan ditutup secara manual.

Seatnya yang besar dan tebal, sayangnya leg rest mentok

20:25 bus Sempati Star Non Stop yang saya naiki keluar dari terminal Batoh. Ternyata bus yang saya naiki ini sepertinya bus Non Stop pertama yang berangkat. Keluar dari terminal bus berjalan santai, tapiiii sekiat 20 menit setelah keluar terminal, bus sudah dipacu sampai 100 kpj.

Di sekitar Seulawah, saya benar-benar merasakan sensasi dari Scania K360 ini, driver memanfaatkan mesin yang bertenaga besar untuk membelah bukit-bukit. Tanjakan pun seperti tidak berarti bagi Scania K360 ini ditambah dengan transmisi Opticruise yang tidak membutuhkan injakan kopling dan pergantian gigi melalui tuas perseneling. Suspensi Udara (Air Suspension) dari Scania pun nyaman sekali. Suara dan getaran mesin saat digeber pun masih lebih halus dari MB 1836 yang sebelumnya saya naiki.

Tidak lama kemudian, akhirnya ketemu juga Sempati Star Scania K360 Opticruise Jetbus2+ SHD kelas Super VIP berplat nomer BL 7722 AA dan berjuluk "Siluman Malam" yang sudah jalan beberapa menit sebelum bus saya. Sempat terjadi pertarungan yang sengit tapi juga alot antar-Scania K360 Opricruise ini.

21:35 akhirnya bus saya bisa menyalip si SHD ini
21:44 driver ini gas terus alias bablas padahal ada terminal dan dishub sudah mencoba menghalau hahaha
22:22 masuk ke sebuah terminal, dan mendahului Pusaka 1836 Jetbus2 HD, sebut saja Pusaka F1 karena ada stiker F1 di kaca belakang.
22:38 menaikkan penumpang. Anehnya penumpang ini tidak duduk di seat yang tersedia, tapi duduk di depan di antara driver dan kenek. Syarkawian kah? Masa iya Non Stop ada syarkawian.
22:48 menaikkan penumpang di Lueng Putu, Pidie Jaya
22:53 kembali menaikkan penumpang plus ganti driver. Katanya Non Stop, tapi berhenti mulu. Driver yang ini sepertinya tidak se-arogan driver pertama

00:13 keluar terminal lama Bireun setelah menaikkan penumpang
00:22 mendahului Pusaka F1 yang menepi. Tuh kan, disalip di mana pula lah Non Stop saya oleh si Pusaka F1 ini. Banter kali kayanya. Bolehlah dimasukkan list armada untuk touring berikutnya.
03:28 ganti driver lagi di sekitar Langsa. Kemudi K360 menjadi milik driver pertama kembali.
03:58 masuk terminal, sepertinya sih terminal Aceh Tamiang
05:19 - 05:41 berhenti solat subuh di Stabat bersama Kurnia 1836 Skyliner, Sempati Star 1836 Super Executive dan K360 Non Stop. Sepertinya perjalanan ini gak bisa tembus 9-9,5 jam. Padahal saya sangat mengharap bisa tembus kurang dari 9 jam seperti salah satu catatan perjalanan yang dibuat oleh salah satu member Forbiscom dan BimaKus.


05:57 mendahului Sempati Star Double Decker yang menepi. Si DD ini sempat bertemu saya saya foto bus saya saat berhenti solats subuh. Sebelumnya bus saya mendahului SS Non Stop K360 yang menepi, sepetinya bus ini jalan duluan dari bus saya saat istirahat solat subuh.
05:59 melewati terminal Binjai
06:19 masuk terminal Pinang Baris, Medan bersama Kurnia 1836 Jetbus HD
06:28 akhirnya masuk loket Sempati Star di Pondok Kelapa.

Loket Sempati Star ini cukup bagus loh. Loketnya sudah dilengkapi dengan mini market, semacam food court, kamar mandi, musholla. Mushollanya sepertinya udah pake AC.


--- Detail Bus ---

Bus: Sempati Star (PT Bintang Sempati Star)
Nomer plat: BL 7777 AA
Kelas: Non Stop (seat 2-1)
Jurusan: Banda Aceh - Medan
Tarif: 270.000
Nomer Kursi: 1A
Jumlah Kursi: 22
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Scania K360IB Opticruise
Bodi: Jetbus2+ HD (karoseri Adi Putro)Fasilitas: AC, audio, toilet, bantal, selimut, leg rest, snack, dan sekat depan, TV kecil di belakang kursi
Waktu Tempuh: ±10 jam dan 3 menit


--- Penilaian ---

(+) Pertama kali naik Scania, sangat memuaskan
(+) Snacknya terbaik
(+) Memenuhi harapan saya soal kecepatan 
(+) Suspensi Udara/ Air Suspension dari Scania K360 nyaman sekali, menurut saya lebih nyaman dari MB 1836 dan MB 2542
(+) Kru bus cukup ramah
(+) Kru menyetel lagu dengan volume kecil yang cocok untuk tidur

(-) Leg rest mentok, untungnya sih seat 2-1 jadi masih bisa selonjor dengan posisi badan miring
(-) Katanya Non Stop, tapi terlalu banyak berhenti
(-) Tidak memenuhi harapan saya soal waktu tempuh
(-) Waktu tempuh tidak jauh beda dengan kelas Patas
(-) Bus yang saya naiki ini terutama saat dikemudikan oleh driver pertama terkesan arogan di jalan
(-) TV kecil hanya bisa dinikmati oleh penumpang di baris kedua sampai seterusnya

Touring dari Pekanbaru ke Banda Aceh via Medan naik Mercedes Benz OC 500 RF / O 500 R 1836

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Setelah sekian lama tidak naik bis jarak jauh lagi dan tidak ada bahan tulisan, akhirnya ada kesempatan lagi untuk naik bis dan ngeblog.

Perjalanan kali ini benar-benar untuk naik bis dan sudah direncanakan sejak lama. Alhamdulillah pada tanggal 5, 6, dan 7 Mei 2016 merupakan hari libur dan saat yang tepat untuk ngebis ke Banda Aceh yang selama ini sudah saya inginkan.

Beberapa hari jelang hari keberangkatan, saya mulai memesan tiket ke Medan menggunakan PO yang menjadi penguasa Medan-Riau, setelah itu mulai memesan tiket di Medan dan Aceh melalui telepon yang nantinya dibayar saat akan berangkat. Langsung aja menuju ceritanya...


PEKANBARU - MEDAN

Rabu, 4 Mei 2016

Sekitar pukul 19:25 saya tiba di terminal Bandar Raya Payung Sekaki, Pekanbaru setelah sekian lama menunggu hujan reda, setelah itu saya langsung melunasi tiket dan ibadah solat isya. Selesai sholat saya coba untuk foto-foto bus yang saya naiki.




Jarak antar seat. Anti mentok! 

20:16 bus Makmur kelas Super VIP 28 seat keluar terminal BRPS. Sebelum jalan, penumpang diberikan snack yang berisi roti dan air mineral gelas, lumayan lah. Seperti bus Sumatera kebanyakan, bus yang saya naiki mencari penumpang di pinggir jalan.
21:40 bus sempat terhenti karena ada perbaikan jalan. Lepas dari kemacetan, bus dengan 360HP ini mulai dipacu untuk menyalip kendaraan terutama truk. Karena malam hari, jadi tidak bisa melihat pemandangan luar.
23:09 melewati Polsek Kandis
00:16 berhenti sebentar di loket Makmur-Halmahera, Kandis. Lepas dari sini saya lebih banyak untuk istrirahat
06:19 - 06:30 masuk pom bensin AKR untuk isi solar dan istirahat sejenak bagi penumpang.
07:01 - 07:32 masuk RM Gunung Sari 1, Air Batu, Asahan.

09:05 bus menepi di pinggir jalan di Indrapura, kabupaten Batubara karena bus yang saya naiki mendapat operan beberapa penumpang dari bus lain, entah Makmur atau Halmahera karena bus tersebut mengalami insiden, sepertinya menabrak motor. Bus yang saya naiki pun semakin penuh bahkan, ada penumpang operan yang harus berdiri.
09:51 masuk terminal Tebing Tinggi yang sebelumnya sudah dicegat oleh dishub untuk masuk terminal dulu.
11:00 terjebak kemacetan di Perbaungan
11:32 melewati kantor DPRD Lubuk Pakam
11:43 Tanjung Morawa
12:00 masuk loket Makmur Halmahera di jalan Sisingamangaraja, Medan.


--- Detail Bus ---

Bus: Makmur (PT Pratama Makmur Jaya)
Nomer plat: BK 7354 UA
Kelas: Super VIP
Jurusan: Pekanbaru - MedanTarif: 250.000
Nomer Kursi: 11 (atau 4A)
Jumlah Kursi: 28+2 seat
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes Benz OC 500 RF 1836Bodi: Jetbus2 HD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut, leg rest, snack, dan sekat depan dan belakang
Waktu Tempuh: ±15 jam dan 44 menit


--- Penilaian ---

(+) bus sudah menggunakan sekat depan dan belakang, sehingga terhindar dari bau toilet dan asap rokok kru bus
(+) Kru menyetel lagu dengan volume kecil yang cocok untuk tidur
(+) Selonjor poolll, maklumlah 1836 dengan 7 baris kursi

(-) Untuk bus dengan mesin besar, saya rasa harusnya perjalanan bisa lebih cepat
(-) Bus tidak berhenti untuk memberikan kesempatan kepada penumpang untuk solat subuh



MEDAN - BANDA ACEH

Untuk armada menuju Banda Aceh awalnya saya memilih Kurnia kelas Non Stop, salah satu alasannya agar bisa bikin tulisan berjudul "Battle of Non Stop: Kurnia 1836 vs Sempati Star K360". Memang belum beruntung, saat saya telpon loket Kurnia di jalan Gagak Hitam untuk kelas Non Stop sepertinya sudah dipesan oleh rombongan, alhasil saya harus mencari alternatif lain. Sempat terpikir untuk naik PMTOH 1836, Kurnia/Pusaka Patas 1836, Sempati Star K360 Super VIP. Tapi pada akhirnya saya memilih Harapan Indah 1836 untuk menjadi armada saya menuju Aceh. Awalnya memang tidak ingin naik HI karena seatnya yang super mentok, tapi entah kenapa saya lagi tertarik saja untuk naik HI 1836.

Kamis, 5 Mei 2016 di sore hari saya sudah tiba di loket Harapan Indah jalan Gagak Hitam dan langsung membayar tiket, dapet hot seat dan berangkat jam 20:30


20:17 armada Harapan Indah kelas Non Stop ±20 seat bersasis MB OH 1626 berangkat menuju Aceh
20:25 Harapan Indah OC 500 RF 2542 berangkat menuju Aceh. Masih tidak ada tanda-tanda HI 1836 di sekitar loket.
21:00 akhirnya Harapan Indah MB 1836 berplat nomer BL 7390 AA merapat di loket Harapan Indah di jalan Gagak Hitam


Mentoks coyy...

Saat masuk ke dalam bus, ternyata sudah dinyalakan hiburan di TV. Hiburannya sepertinya semacam film komedi berbahasa Aceh.

21:39 bus mulai jalan dari loket dan tidak mampir ke terminal Pinang Baris. Lepas loket mulai terasa memang style dari 1836nya bus Aceh.
22:00 masuk Binjai
23:20 sudah berada di sekitar Pangkalan Brandan
00:14 masuk terminal Aceh Tamiang (sepertinya) dan didahului oleh Pusaka Skyliner 1836 di dalam terminal
01:36 di sekitar Peureulak kres dengan Harapan Indah 1836 BL 7324 AA yang ada di videonya Indonesian Bus Channel di youtube itu loh
02:18 terbangun melihat bus berhentim ternyata kres dengan Harapan Indah 2542 dari Aceh. Lepas dari sini saya mencoba untuk tidur agar tidak merasakan sakit dan pegalnya kaki karena leg rest yang super mentok
05:42 - 06:04 solat subuh di masjid Al-Ikhlas, Pidie bersama Sempati Star 1836, Royal, Kurnia Skyliner 1836, dan Harapan Indah 1626 Legacy SR-1.

Bus yang saya naiki di paling belakang

Setelah terbit matahari, mata saya dimanjakan dengan pemandangan Seulawah yang sangat keren dengan bukit, gunung, area kebun/sawah, dan jalan yang berkelok dan berbukit.
07:43 akhirnya tiba di terminal Batoh, Banda Aceh

Setelah sampai di terminal Batoh, saya langsung menuju toilet dan mencari sarapan di terminal sekalian menunggu loket Sempati Star buka.


--- Detail Bus ---

Bus: Harapan Indah (PT Harapan Indah Transport)
Nomer plat: BL 7390 AA
Kelas: Patas
Jurusan: Medan - Banda Aceh
Tarif: 180.000
Nomer Kursi: 4 atau 1D
Jumlah Kursi: 30
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes Benz OC 500 RF 1836
Bodi: Jetbus HD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, VIP room, bantal, selimut, leg rest
Waktu Tempuh: 10 jam dan 4 menit


--- Penilaian ---

(+) Untuk kelas Patas lumayan lah 10 jam Medan - Banda Aceh
(+) Kru menyetel lagu dengan volume kecil yang cocok untuk tidur
(+) Cara driver mengemudi sudah mantap

(-) Jadwal keberangkatan molor parah
(-) Leg room super mentok
(-) Kru bus merokok di dalam bus
(-) Tidak dapat snack
(-) Driver terlalu sering memainkan lampu jauh / dim
(-) WIFI hanyalah stiker dan modemnya hanyalah pajangan alias WIFI tidak aktif

Senin, 12 Oktober 2015

Pertama kali Naik Lorena: 1001 rasanya

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Latar belakang perjalanan ke Pekanbaru ini bermula ketika saya akan melakukan registrasi disalah satu PTN di Pekanbaru hari Senin tanggal 10 Agustus. Namun kebingungan mengahampiri saya, apakah saya langsung ke Pekanbaru atau ke Bukittinggi dulu untuk singgah. Akhirnya setelah musyawarah dengan orang tua saya putuskan untuk langsung menuju Pekanbaru.
Rabu,  5 Agustus saya menuju agen Lorena di terminal Poris utuk membeli tiket. Hasilnya nihil, sudah penuh dan harga tiket pun 450.000. Akhirnya saya menelpon agen Lorena di terminal Rawamangun untuk pesan tiket dan masih ada 1 seat kosong di seat 1C, langsung saya menuju Rawamangun naik Commuter Line disambung Metro Mini 03. Tiba di Rawamangun sekitar pukul 5 sore dan langsung DP 200.000 untuk besok ke Pekanbaru, sisa 235.000 untuk dibayarkan besok.
Mengapa naik Lorena? Pengen coba aja naik Lorena, karena armada Pekanbaru tebilang lumayan bagus, sebut saja salah satunya Skyliner yang bersasis Mercedes Benz OH 1526 New Generation.
Besok pagi secara mengejutkan ibu saya ingin menemani saya ke Pekanbaru karena saya belum pernah dan belum tau Pekanbaru. Pagi itu juga langsung  cabut ke terminal Rawamangun untuk membeli tiket tambahan untuk ibu saya. Setelah tiba di agen Lorena, ternyata seat kosong ada di baris ke 8, wah ga enak nih duduk di belakang. Esok hari? Ternyata mmasih ada 2 seat kosong di seat 2C dan 2D. Deal, tiket saya pun pindah dan tidak kena biaya pemindahan hari, langsung DP dulu 400.000.

Jum’at, 7 Agustus 2015 setelah solat Jumat saya pamit dengan saudara saya dan siap menuju terminal Rawamangun dengan Comline sambung MM 49. Sampai di terminal jam 4 sore dan langsung melunasi tiket. Sementara jadwal berangkat masih belum pasti, kata agennya nanti ditelpon kalau bis sudah dekat. Lepas itu saya solat asar, makan sore, dan ambil foto.  Jam-jam segini jam sibuknya terminal Rawamangun. Terminal dipenuhi armada tujuan Malang, Denpasar, Kudus, Jepara, dll.
Hari jelang gelap dan ibu saya tiba di terminal dari tempat kerja dan masih belum ada kepastian kapan berangkatnya Lorena LV150 ini, agen pun tidak memberikan jawaban pasti dan jelas saat ditanya. Akhirnya kami putuskan untuk solat dulu. Saat menunggu LV150 kami berjumpa bapak-bapak, kami berbicara mengenaik masalah bangunan terminal dan permasalahan serta keruwetan di PO Lorena Karina.



18:55 masuk Lorena LV120 bodi Evonext dan Lorena kelas bisinis tujuan Purwokerto-Bobotsari.
LV140 Bogor-Padang sudah berangkat, begitu pun dengan NS01, NS04, dan pasukan muriaan lainnya hanya menyisakan Damri dan Gunung Mulia. Bahkan sampai Damri sudah pulang semua pun LV150 belum muncul dan agen masih belom kasih kepastian.
 Sepi cuy

20:04 masuk LV234 Bandung-Bukittinggi bodi Skyliner. Ini lah incaran saya. Gimana dengan LV150?
21:10 terlihat sebuah bus menuju arah saya, dilihat dari lampunya tidak menunjukan Skyliner, Euroliner ataupun Jetbus2. Taraaa LV150 datang membawa badan Jetbus rombakan dengan jeroan Mercy lawas tipe 1521. Alah kecewa kali saya, sudah delay lama, dapat mobil tua pula. Enjoy wae lah.

21:41 LV150 jalan.

22:04 di overtake Pahala Kencana nano bodi numarco yang sepertinya PK divisi Bandung.
Setelah itu saya tidur dan terbangun di gerbang tol Karang Tengah. Tapi, alangkah bodohnya driver Lorena ini, dia malah membawa kami muter-muter. Dari kantor Lorena di Cikokol berputar menuju terminal Kalideres dan berputar kembali menuju terminal Poris dan kembali masuk tol Tangerang-Merak. Yailah, b*d*h kali ini sopir.
01:50 berhenti di agen Lorena Merak dan langsung menuju area pelabuhan dan mengantri masuk kapal.
Setelah masuk kapal kami langsung menuju ruang eksekutif, ruangannya nyaman dan cukup membayar 10.000 saja per orang.

04:01 kapan pun jalan.

06:20 LV150 keluar kapal.
06:57 tiba di RM Siang Malam, Kalianda untuk makan pagi. Di sini sudah ada Damri 4511 Jetbus2 Piala Mas OH1526. Di sini saya sempatkan untuk bersih-bersih dan makan. Kamar mandinya bersih dan rasa makananannya enak.

07:42 bus kembali jalan. Tak lama kemudian jalanan cukup tersendat karena ada truk dengan muatan baja.

09:02 masuk kota Bandar Lampung
09:32 mampir di agen Lorena. Di sini sempat ada ‘double seat’. Usut punya usut permasalahan ‘double seat’ ini karena kurangnya kordinasi dan human error di pool Lorena Bogor.
11:20 masuk kota Metro.
14:12 sudah di Tulang Bawang, tepatnya kami baru saja melewati museum Tulang Bawang.
14:14 masuk SPBU untuk istirahat selama 11 menit dan LV150 tidak mengisi solar.

14:54 melewati RM Gadang Jaya dan terlihat ada SAN serta ANS. Sayangnya hanya lewat, tidak mampir untuk makan di sini.
16:09 melewati Polres Mesuji

16:14 kres dengan Putra Remaja bodi Old Setra Smile SCANIA
16:34 diovertake Putra Remaja OH1526 bodi New Marcopolo
16:46 memasuki propinsi Sumatera Selatan
17:03 kres dengan Pahala Kencana Hino RG bodi All New Legacy Sky a.k.a. SkyBus trayek Palembang-Poris-Kalideres
17:09 kres dengan Lorena New Marcopolo) Pekanbaru-Bandung, Gumarang Jaya, dan Kramat Djati New Marcopolo divisi Bandung.
17:21 kres dengan Rosalia Indah NL 490 Jetbus2+ OH1526
17:31 kres lagi dengan Rosalia Indah NL 470 Jetbus2 OH1526. Tak lama kemudian kres dengan2 unit Kramat Djati.

18:50 akhirnya tiba juga di RM Pagi Sore, Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir. Disini kami bersih-bersih dan dan solat. Di sini pun sudah ada Handoyo, Putra Pelangi Perkasa OH1521, Putra Remaja OH1521 Travego Smile, Putra Remaja OH1521 Evonext GT, Mandala, dan Lorena LV151 prod.302
19:50 bus kembali jalan. Kami pun sudah membungkus makanan dari RM Pagi Sore. Sebungkus nasi plus ayam, sayuran, air mineral gelas dihargai 22.000, sangat murah untuk lintas Sumatera dan rasanya pun enak.


20:24 lewati kantor bupati OKI
22:00 bangun tidur sudah di Palembang
23:08 mampir dulu di kantor Lorena Palembang
00:57 masuk RM Musi Indah, Banyuasin. Di sini LV150 istirahat malem bersama PMTOH, Putra Remaja Travego Smile, Sari Mustika, dan Putra Persada yang berplat DK.
01:45 kembali mengarungi lintas timur Sumatera.
02:40 Sungai Lilin
05:09 tiba di RM Simpang Raya. Di sini kami Cuma bersih-bersih dan solat subuh. Makanan di rumah makan pun belum tersaji.

06:14 bus kembali jalan

06:59 masuk kota Jambi
07:11 tiba di agen Lorena di Simpang Rimbo, Jambi. Di sekitar sini ada tempat pencucian bus dan terlihat beberapa bus seperti RAPI SkyBus, Jatra SkyBus, dan terlihat satu unit Lorena Skyliner berstiker O500R 1836, wah jauh juga yah mainnya si O500R ini.
07:25 bus jalan dan menuju terminal Alam Barajo, Jambi.
08:45 makan pagi di RM Ajo Tonjong, Bukit Baling KM.49 Jambi. Di sini bisa dilihat hamparan hutan sawit.
09:24 bus kembali jalan

12:05 perbatasan Jambi-Riau
14:11 Belilas
14:22 kres dengan Putra Pelangi Perkasa bodi Euroliner dengan stiker OH 1626.
14:37 melewati terminal Gerbangsari, Rengat.
15:03 makan siang di RM Simpang Raya bersama Prayogo Jetbus old Setra, Putra Pelangi Perkasa OH1526 Jetbus2 rombakan line Aceh-Medan-Bandung, ALS nopin 36, dan SAN ‘sanchaibus’ Proteus BM7929TU tujuan Solo-Blitar.

15:54 bus kembali jalan

15:56 melewati Bandar udara Japura, Rengat. Bandaranya kecil, mungkin hanya untuk pesawat kecil seperti Cessna ataupun ATR.
16:25 kena overtake Prayogo yang ketemu di RM Simpang Raya.
17:45 masuk Sorek Satu, Pelalawan.
18:12 lepas Sorek Satu, LV150 sempat terjebak dalam kemacetan karena sedang ada perbaikan jalan, makan diberlakukan system buka tutup jalan. Ada kejadian unik di sini ketika bus berhenti dan supir sudah kebelet pipis, namun beberapa penumpang dan sang kernet coba melarangnya untuk ke WC sebentar. Akhirnya karna sudah kebelet supir pun langsung ke WC, dan apa yang terjadi? Mobil di depan jalan dan supir masih di WC. Sang kernet pun memanggil sang supir tapi sang supir tidak percaya karena supir suka dikerjain kernet hahaha. Akhirnya kernet membangunkan supir pak uban untuk jalan.
19:20 Pangkalan Kerinci

±22:00 kami turun di pasar Arengka.


---Spesifikasi/Detail Bus---

Bus: Lorena (PT Eka Sari Lorena Transport Tbk)
Kode Bus: P 203
Kelas: VIP
Kode trayek: LV 150
Jurusan: Bogor - Jakarta - Palembang - Jambi - Pekanbaru
Tarif: 435.000
Nomer Kursi: 2C dan 2D
Jumlah Kursi: 36 + 2
Sasis: Mercedes Benz OH 1521
Bodi: Jetbus
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut
Waktu Tempuh: ±48 jam dan 20 menit *REKOR saya naik bus paling lama :)*


---Penilaian---

(+) Kru cukup ramah dengan penumpang karena sesama kru pun sering saling mengejek
(+) Kursinya sudah lawas, tapi masih lumayan empuk lah

(-) Bus telat datang. Mungkin karena kemacetan jalanan ibukota.
(-) Supir mengemudikan bus terlalu lambat.
(-) Kru merokok di dalam bus, tepatnya di kursi kru di pintu depan.

Rabu, 29 Juli 2015

Same Bus, Same Route, Different Story

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Diawali dengan saya diterima di PTN di Riau maka dari itu saya harus kembali ke Tangerang untuk mengurus pengunduran diri di UMY sebelum tanggal 25 Juli, dan akhirnya pilih tanggal 20 Juli untuk keberangkatan ke tanah rantau. Armadanya? Pertama saya dan ibu menyambangin sebuah pool di Kapeh Panji, dapet harga 710.000. Karna sih biru putih sebut saja ANS ini lebih mahal, akhirnya kembali memilih NPM dengan harap-harap cemas tidak dapat armada lawas. Lorena engga mau? Kali ini engga dulu, trip selanjutnya ke Bukit Tinggi (kalo jadi) naik si Ijo. Langsung aja DP 400.000 untuk tanggal 20 bus AC, dapet seat di tengah, dan kumpul jam 8:30. Kalo dapet Golden Dragon asik nih bisa menikmati ayunan suspensi udara si naga emas.

20 Juli 2015

Jam setengah sembilan lewat sampe di loket NPM Jambu Air dengan masih harap-harap cemas armada mana yang saya akan naiki.

Ada Mr.Marcha di Jambu Air

Jam 9 lewat dikit akhirnya terdengar suara klakson, yups NPM Vircansa 05 'Indonesia Satu' Golden Dragon Yuchai Scorpion King datang, Akhirnya.

Foto diambil di RM Umega

09:15 bus jalan meninggalkan loket menuju Padang Panjang melalui Padang Lua dan terlihat barisan bokong Jetbus2, Evonext, Evo G, dan New Marcopolo nya Lorena. Dari Padang Lua sampai fly over Padang Panjang (masih dibangun) situasi jalan macet, bahkan di pasar Koto Baru diberlakukan sistem buka tutup jalan karna aktivitas pasar sampai meluber menutup 1 lajur.

11:25 mampir ke kantor pusat NPM di Ngalau, Padang Panjang.
12:00 melewati pemandangan indah dan salah satu spot hunting bus terbaik di Indonesia yaitu danau Singkarang.
13:08 masuk terminal Bareh Solok untuk upload penumpang. Di sini ada remaja naik bus membagikan amplop dengan mengharap sumbangan, anehnya dia berpenampilan sangat keren dengan tshirt bagus, jeans merk LOIS dan sepatu yang masih bagus. Aneh sekali hahaha.
13:57 Sawahlunto, daerah yang terkenal sebagai tambang batubara.
15:17 overtake Lorena Evo G
15:32 memasuki daerah Sungai Dareh, Dharmasraya. Daerah yang terkenal akan batu akik Sungai Dareh.
15:52 tiba di RM Umega, Gunung Medan. Langsung saja saya ke toilet, solat, dan makan. Saya pilih nasi goreng untuk makan siang. Porsi nasinya pas, suiran telurnya banyak, ayamnya lumayan lah engga terlalu keras, dan tidak lupas es teh manis untuk melepas dahaga. Total biaya makan 27.000.



16:27 bus kembali jalan untuk mengarungi lintas tengah Sumatera.

17:00 isi solar dulu.
17:41 kres dengan NPM New McLaren arah SumBar. McLaren ini masih satu spesies dengan Mr.Marcha, sasis mercy 1518 dengan mesih Yuchai 280hp.
17:51 minggir dulu bersama NPM Vircansa 02 New Marcopolo OH 1526. Kaca nomer dua sebelah kiri V02 ini bolong akibat ulah atlet lempar batu.
18:06 melewati terminal Kota Lintas, Muaro Bungo.
18:17 melewati Masjid Agung Al-Mubarok, Muaro Bungo.
19:32 Meragin.
19:36 masuk Bangko dan tak lama kemudian diovertake Lorena Evonext dan langsung menghilang tuh si Ijo. Wuih banter coy, si Ijo jalan setelah NPM tapi bisa ngejar dan sampe Jakarta duluan.
20:50 masuk terminal Sarolangun dan terlihat Lorena Evonext tadi keluar terminal. Sepertinya si ijo ini mampir cukup lama di terminal ini.
22:35 sekitar Lubuk Linggau. Jalanan sepi sehingga Yuchai bisa dipacu lebih dari 100kpj, permainan lampu driver V05 pun sangat baik.
22:46 masuk RM Budi Setia, Lubuk Linggau. Seperti biasa langsung ke toilet, solat, dan makan. Menunya tinggal dikit, untungnya rasa ayam dan kuahnya lebih enak dari RM Umega dan Wisata Minang. Di sini ada satu unit jumbo dan 2 unit NPM berbodi New Marcopolo ala Ngalau serta V05 bus saya.

23:36 bus kembali jalan.


21 Juli 2015

02:58 masuk kabupaten Lahat.
03:56 masuk RM Sumbar Jaya, Lahat. Di sini V05 bersama Skyliner 'Ganesa', Eks BB, No Comment, dan satu unit jumbo. Si Ganesa kayanya mengalami masalah di ban belakang sebelah kanan.
05:00 Indonesia Satu kembali jalan setelah jumbo.
05:09 masuk Muara Enim.
07:00 kecamatan Pengandonan, Ogan Komering Ulu. Di sini sempat tersendat karena aktivitas warga. Lepas Pengandonan jalan tidak terlalu bagus.
07:32 melintas menepi satu menit untuk melihat NPM 'Kenzo' yang sedang bermasalah di RM Lintas Sumatera, Baturaja, OKU.
08:27 Yuchainya haus, isi solar dulu.

08:45 melewati RM Siang Malam dan kress dengan Subur Jaya.
09:15 Sungai Tuha, Martapura. Ada penumpang 'non tiket resmi' naik hehehe.
09:27 melewati terminal Martapura. Engga masuk terminal, cukup bayar saja ke petugas hahaha.
09:31 overtake Putra Remaja SCANIA bodi Setra Selendang
10:20 masuk RM Wisata Minang, Way Kanan. Seperti biasa mau ke toilet dulu, toiletnya pun sangat-sangat sederhana. Di sini saya makan soto di kantin bagian samping rumah makan. Rasanya biasa banget, nasinya dikit, dan harganya cukup 15.000. Di RM ini ada dua atau tiga unit NPM beserta ALS kuler bodi Scorpion King yang selalu ketemu di jalan.



10:20 bus kembali jalan.

12:10 Bukit Kemuning, Lampung Utara.
14:29 Bandar Jaya Plaza. Sempat terjebak dalam kemacetan.
15:24 melewati bandar udara Radin Inten.
15:49 masuk terminal Rajabasa. Kru sempat ingin menaikkan penumpang tapi si penumpang tujuannya ke Kampung Rambutan sementara bus tidak masuk atau lewat Kpr, gak jadi deh.
16:40 kres dengan SAN All New Legacy Sky Scania K360IB Opticruise.
16:44 overtake Family Raya Ceria dan Puspa Jaya di tanjakan. Cukup digdaya juga Goldrag ini. Maklumlah, 300 horse power.
16:56 kres dengan NPM Skyliner 'New Raso'.
17:40 masuk RM Wisata Minang, Kalianda bersama 2 unit numarco yang selalu ketemu di RM, jumbo 'Kapitiang Batu', dan Skyliner 'Simanis' tujuan SumBar. Saya makan di sini totalnya saya lupa, mungkin sekitar 32.000 atau 36.000




18:23 bus kembali jalan, jalan pertama menuju pelabuhan Bakauheni. Tidak tanggung-tanggung, driver langsung memacu Yuchai ini, meliuk-liuk diantara banyaknya kendaraan pribadi para menudik.


18:41 overtake Putra Remaja bodi Evonext di tanjakan.
18:57 memasuki area pelabuhan Bakauheni dan langsung antri di loket.
19:33 masuk kapal KM Portlink III di dermaga 3.

22:56 keluar kapal. Keluarnya pun harus menaikkan suspensi Goldragnya dulu karena cukup curam jembatan atau apalah itu. Sudah menunggu masuk kapal Portlik III Pahala Kencana Legacy SR-1 dan Damri Royal Class.

23:06 masuk RM Rajawali, Merak. Saya kira awalnya tidak mampir ke sini lagi, eh mampir juga, pffftt. Saya pun dioper ke bus yang menuju Kalideres dan NPM ini TIDAK MAU masuk Tangerang atau Poris, pfffttt. Semakin kecewa lah saya.
23:37 bus kembali jalan.
01:00 saya tiba dan turun di terminal Kalideres.



---Spesifikasi/Detail Bus---

Bus: NPM (PT Naikilah Perusahaan Minang)
Kode Bus: Vircansa 05 "Indonesia Satu"
Nomer Polisi: BA 7218 NU
Jurusan: Payakumbuh - Bukit Tinggi - Bandung
Tarif: 625.000 (tarif tuslah Lebaran)
Nomer Kursi: 18
Jumlah Kursi: 41
Merk Kursi: Aldilla
Sasis & Mesin: Golden Dragon XML6127D52 & Yuchai 300hp
Bodi: Scorpion King (kariseri Tentrem)
Fasilitas: AC, TV, audio, rec.seat, toilet.
Waktu Tempuh: ±39 jam dan 45 menit


---Penilaian---

(+) Cukup nyaman karena bus sudah memakai suspensi udara.

(-) Kru dan penumpang merokok di depan.
(-) Rumah Makan yang disinggahi tidak bagus.
(-) Kru tidak mau masuk Tangerang atau Poris.
(-) Kru menaikkan penumpang non tiket
(-) Banyak sekali ekstra seat

Mungkin ini adalah kali terkahir saya naik NPM. Jujur saya naik NPM karena armadanya banyak yang fresh seperti 1526 bodi New Marco, 1521 atau 1518/1521 mesin Yuchai bodi Euroliner/Skyliner, dan Golden Dragon bodi Scorpion King yang sudah memakain suspensi udara. Tapi rumah makan yang disinggahi terutama kondisi kamar mandi atau wc nya sangat jelek berbeda dengan 2 PO tujuan SumBar yang singgah di rumah makan seperti Pagi Sore atau Siang Malam yang sudah mempunyai nama walau hargnya makanan sepertinya lebih mahal.

Minggu, 14 Juni 2015

Mudik 'kepagian' Tangerang - Bukit Tinggi dengan NPM (lagi)

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


Kali ini saya akan menceritakan perjalanan mudik ‘kepagian saya’. 
Awalnya saya ingin naik Lorena yang terkenal banter/joss/ngebut dan berharap bisa naik Skyliner, eh tapi tidak diperbolehkan sama ortu karena Lorena bisnya ngebut. Pengen banget naik ANS tapi sayang naiknya harus dari Rawamangun, mana barang bawaan banyak banget. Akhirnya naik NPM lagi deh.

Minggu, 31 Mei 2015

Saya menuju terminal Poris, Tangerang untuk membeli tiket mudik saya. Setibanya di Poris ternyata sudah banyak anggota BMC Tangerang yang akan kopdar, tapi tujuan saya adalah membeli tiket dan langsung saya menuju loket NPM. Saya DP dulu 200 ribu untuk keberangkatan tanggal 2 Juni.

Selasa, 2 Juni 2015

Jam 11 kurang saya tiba di terminal Poris diantar oleh keluarga saya, maklum karna bawaan saya kali ini sangat buanyak seperti pindahan rumah. Langsung menuju loket NPM untuk membayar kekurangan 200 ribu. Dan ditiket sudah tertulis kebrangkatan pukul 12. Adzan Dzuhur pun bekumandang tapi bus belum datang juga, kata sang agen sudah di jalan dari terminal Rawamangun. Saya pun masih penasaran bus mana yang akan saya naiki sambil berharap dapet bodi Scorpion King dengan sasis Golden Dragon. Saya putuskan untuk solat dulu.

±12:40 terlihat bus warna putih bodi New Marcopolo memasuki terminal Poris. Benar saja dugaan saya dari kemaren, dapat Mercy elektrik. Langsung saya naik bus dan pamit kepada keluarga. Seatnya pun bebas pilih walau ditiket sudah tertera seat nomer berapa.
12:48 bus keluar terminal Poris. Kursi pun tidak penuh, mungkin sekitar 70%. Tapi kita liat saja nanti.
13:00 bus masuk SPBU di Kebon Nanas untuk isi solar sejumlah 1 juta rupiah. Setelah selesai minum solar, mesin OM906LA ini dipacu menuju pelabuhan Merak. Di Tol Tangerang-Merak ini saya bisa merasakan suspensinya tidak seberisik suspensi Hino RK dan tidak sekeras suspensi MB OH 1525, walau tetap lebih nyaman suspensi udara.
14:10 tiba di RM Rajawali, Merak untuk istirahat solat ataupun makan selama 20 menit. Oh iya ada penumpang non tiket resmi alias illegal alias syarkawi. Mereka ini tidak beli tiket di agen, melainkan bayar dengan kru bus, tarifnya pun nego. TIDAK DISARANKAN seperti ini!!! Kalau kecelakaan nanti tidak dapat biaya tanggungan/asuransi.




14:46 suasana pelabuhan Merak cukup sepi dan langsung menuju dermaga 1 dan langsung masuk lambung KM Musthika Kencana. Seluruh penumpang wajib turun karna mesin kendaraan tidak boleh menyala, saya pun langsung menuju dek kapal.

Selonjor dulu di dek kapal. Gratis loh plus AC dan hiburan video.

15:14 kapal mulai bergerak meninggalkan dermaga 1 pelabuhan Merak.
17:31 keluar kapal
20:03 tiba di loket NPM ‘resmi’, entah di daerah mana. Di sini naik 4 penumpang.
20:15 melewati Universitas Lampung dan masuk terminal Rajabasa, Bandar Lampung.
20:49 melewati bandara Radin Inten.
22:27 masuk SPBU untuk isi solar. Oh iya, sebelumnya ada penumpang ‘non resmi’ naik dan duduk di sebelah saya. Padahal saya sudah senang karna bisa menguasai 2 seat, tapi ya gimana lagi. Yang duduk disebelah saya ini sepertinya tentara, dilihat dari celana hijau loreng khas tentara dan sepatu khas aparat keamanan Negara.

Rabu, 3 Juni 2015

±00:44 masuk RM Wisata Minang, Way Kanan untuk istirahat makan bersama Handoyo Surabaya dan Handoyo Blitar. Di sini saya langsung menuju tolilet yang ‘sangat sederhana’ dan menunaikan solat. Tentunya saya di sini makan malam karna saya sudah lapar. Saya makan 2 porsi nasi, 1 telor dadar, dan 1 gelas teh hangat dengan total biaya makan 25.000. Kenapa 2 porsi nasi? Karena 1 porsi nasi, nasinya sedikit seperti nasi McD atau KFC.
01:14 bus kembali jalan. Oh iya sepanjang jalan dari Bakauheni sampai rumah makan, kondisi jalannya sudah tidak bagus. Banyak yang rusak. Kita liat nanti kondisi jalan sampai SumBar.
03:46 memasuki Ogan Komering Ulu alias OKU.
04:07 kres dengan Madu Kismo Scorpion King tujuan Surabaya yang sepertinya dari Pekanbaru.

05:26-05:46 solat subuh bersama Lorena Skyliner yang sepertinya tujuan Jakarta/Bandung.


06:04 memasuki Muara Enim. Sempat juga saya melihat pool Rosalia Indah, dan terlihat bus Rosalia Indah NL 190 warna kuning bodi Jetbus2 HD sasis Hino RK8 kelas Executive.
06:08 memasuki Lahat.
06:13 masuk RM Sumbar Jaya untuk istirahat dan sarapan. Di sini Cuma ada bus kami, padahal lebaran kemaren cukup banyak NPM yang istirahat pagi di sini. Di sini saya Cuma beli pop mie seharga 8000, harga standar lah.


07:10 bus kembali jalan.

10:15 masuk Empat Lawang, Tebing Tinggi.
12:05 memasuki Simpang Priuk, Lubuk Linggau. Kondisi jalan sampai Lubuk Linggau pun banyak yang rusak.
12:33 melewati komplek olah raga kota Lubuk Linggau.
12:42 akhirnya masuk RM Budi Setia, perut sudah lapar. Seperti biasa saya menuju toilet dulu dan menunaikan solat setelah itu makan. Makannya pun cukup unik, sudah disediakan sepiring nasi dan lauknya kita ambil sendiri, saya ambil ayam goreng dan disira kuah gulai yang menggugah selera. Ayamnya pun cukup enak, porsi nasinya cukup banyak. Total biaya makan pun 25.000.




±14:05 bus keluar rumah makan meninggalkan NPM Jumbo alias non AC yang baru 10 menitan datang.

15:35 masuk Sarolangun.
16:57 masuk terminal Pulau Tujuh, Bangko.
18:27 melewati Masjid Agung Al Mubarak, Muaro Bungo.
18:35 masuk terminal kota Lintas Muaro Bungo.
20:20 masuk RM Umega, Gunung Medan. Sebelum turun intip speedometer dulu, ternyata 1526 NPM ini sudah tembus 700.000 km. Setelah itu seperti biasa langsung ke toilet dulu, setelah itu solat dan makan. Saya pun makan dengan ayam goreng. Diluar dugaan, ayam gorengnya keras banget sangking garingnya. Tau gitu saya ambil telor gulai atau ayam gulai saja. Total biaya makan ±23.000.
Di RM ini seperti biasa, ramai dengan para pemudik dan sudah ada beberapa bus Sumatraan seperti FRC Legacy, LBJ Transport dan NPM Jumbo serta NPM ‘Mr.Cuex’ yang baru datang ketika bus saya akan jalan 10 menitan kemudian.
ALS MB OH 1526




NPM V02 bersama Mr.Cuex
21:44 bus keluar RM Umega.

21:57 masuk SPBU untuk isi solar.

4 Juni 2015

00:45 masuk terminal Bareh, Solok. Di sini saya yang tujuannya Bukit Tinggi dioper ke bus NPM ‘Mr.cuex’ mungkin karena mayoritas penumpang di bus saya tujuannya Padang.
01:23 bus kembali jalan
01:27 Mr.Cuex masuk SPBU untuk isi solar.
02:12 danau Singkarak area.
03:13 akhirnya saya sampai di Bukit Tinggi, tepatnya saya turun di loket NPM di Jambu Air.



---Spesifikasi/Detail Bus---

Bus: NPM (PT Naikilah Perusahaan Minang)
Kode bus: Vircansa 02
Nomor Plat Bus: BA 7211 NU
Kelas: AC Executive
Jurusan: Jakarta - Padang
Tarif: 400.000
Jumlah Kursi: 41
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes Benz OH 1526Bodi: New Marcopolo  (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, Audio, toilet, rec.seat
Waktu Tempuh: 38 dan 25 menit


Bus kedua: NPM
Nomer Polisi: BA 7581 BU "Mr. Cuex"
Sasis: Mercedes Benz OH 1521
Bodi: New Marcopolo (workshop Ngalau)



---Penilaian---

(-) Ada banyak kursi tambahan.
(-) Kulit jok banyak retakan.
(-) Tempat saluran AC dibawah bagasi banyak yang bolong dan rusak
(-) Tidak ada selimut.
(- Kursi tidak bisa direbahkan.
(-) Handle tangan sudah tidak kokoh.
(-) Kru menaikkan penumpang non resmi alias syarkawi di luar agen/loket resmi