Selasa, 24 Maret 2015
Pengalaman Medical Examination (medex) untuk Calon Penerbang #OOTBus
Sabtu, 10 Januari 2015
Tips Saat Melakukan Perjalanan dengan Bus Malam
- Memilih Bis
- Membeli Tiket
- Datang Tepat Waktu
- Bawa Perlengkapan, Bekal, Obat-obatan, dan Uang Receh
- Barang Bawaan
- Awal Perjalanan
- Barang Berharga
- Memanfaatkan Fasilitas I
- Memanfaatkan Fasilitas II
- Makan
- Manfaatkan Waktu Berhenti
- Mencoba Nyaman
Minggu, 21 Desember 2014
Catatan Perjalanan (catper/caper) Gunung Harta Malang-Jakarta
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 40.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.
Sebenarnya tidak ada
niatan ingin pulang dari Kampung Inggris, Pare menggunakan Gunung Harta.
Awalnya saya berpikir untuk menjajal OBL jatah Malang yang diisi 68ML a.k.a.
Pepsi Blue dan 68NR a.k.a. Mocccacino. Tapi dengan harga yang lebih mahal
50.000 dibanding GH dan takutnya dirolling dengan armada lawas akhirnya batal.
Sempat terpikir PK yang tiketnya lebih mahal 30.000 tapi sampai Poris, karena
pikiran sudah jelek tentang RM Uun akhirnya batal lagi. Malino Putra? Harga
sama tapi paling mujur dapet Scorpion X Hino RG, 'alah ga pake airsus' itu yang
ada dipikiranku walau tarifnya sama dengan GH. Lorena? Males ah. Apa terpaksa
harus naik Rosin dari Kediri lagi atau nyoba GH dari Kediri. Setelah berpikir
panjang saya putuskan untuk mencoba Gunung Harta dari Malang menuju Pasar Rebo.
Maka tanggal 13 Desember
2014 kuputuskan untuk beli tiket ke pool GH di Malang. Tapi saya gak tau
Malang, untungnya ada Kaskus. Saya tanya sana-sini kepada kaskuser regional
Ngalam eh Malang. Skip...skip...
Sabtu, 20 Desember 2014
Saatnya bersiap menuju
Malang. Jam 7 pagi saya diantar teman menuju perempatan Taman Garuda, Pare
untuk naik bis. Tak butuh waktu lama bis Puspa Indah pun datang. Saya pamit
dengan teman lalu naik, 20.000 adalah uang yang harus saya bayar untuk sampai
ke terminal Landungsari Malang. Perjalanan memakan waktu 2,5 jam melewati
Jombang dan Batu. Sampai di term.Landungsari pukul 9:37, karena
belum makan saya pun makan di terminal. Jam 10an saya lanjut naik angkot ADL
menuju perempatan Jl.HOS Cokroaminoto - Jl.Pattimura dengan membayar tarif
4000.
10:55 saya cek in dan
saya tanya apa ada kenaikan, karna di grup FB GHL tanggal 20 mulai ada kenaikan
tarif, tapi alhamdulillah mbak ticketing bilang ga ada kenaikan, yaudah deh ga
mau nanya lagi, ntar si mbaknya berubah pikiran.
Lalu saya titipkan
carrier saya di pool GH karna saya ingin membeli bekal dan buah tangan, saat
membeli buah tangan tiba-tiba saya dikejutkan oleh sebuah bis berbodi Jetbus HD
berwarna putih dongker dengan gambar gajah. Yap betul saja, Pepsi Blue pamer
badan di depan mata saya. Rasanya tuh kecewa kalo tau hari ini OBL jalanin
Pepsi Blue, tapi yasudah lah bawaan saya banyak dan saya incar kenyamanan.
Setelah balik ke kantor telah tampak sebuah bis warna hijau berbodi Jetbus2HD
Setra berchasis Mercedes Benz OH 1626. Alhamdulillah, sesuai keinginan.
12:15 GH 115 berangkat dari pool. Sebelumnya ada masalah ketika ada penumpang lain bertiket Jakarta 2 masuk ke bis saya Jakarta 1. Langsung saya lapor ke petugas dan benar saja mereka keliru, mungkin karena petugas belum menempel nomer bis di kaca. Skip...beberapa menit jalan langsung disuguhi kemacetan kota Malang.
![]() |
| Tiara Mas Scorpion X di tengah kemacetan kota Malang |
14:05 sampai di terminal Arjosari. Waduh, butuh 2 jam menuju Arjosari. Parah banget macetnya, udah kaya Jakarta aja. Di sini telah terparkit deretan Pahala Kencana Jetbus dan Evonext, Kramat Djati Jetbus, Malino Putra bodi Galaxy Exl yang sempat jalan bareng menuju arjosari, sementara Lorena dan Gunung Harta lainnya sudah siap meninggalkan Arjosari.
Ada yang tidak
menyenangkan di terminal Arjosari, sebut saja oknum aremania yang membagikan
stiker arema seperti penjual yang menjajakan dagangan dan oknum itu berorasi.
Setelah berorasi oknum itu meminta udang seikhlasnya untuk pertemuan atau
apalah itu, awalnya saya menolak eh dia malah agak memaksa sampai dia dapet
duit berapapun, yasudah daripada cari masalah di kota orang saya kasih saja
2000 dan dapat 2 stiker.
Beberapa pengguna jasa
GH pun naik dan tampak seorang cewek muda, nampaknya SMA atau kuliahan masuk ke
dalam bis saya, dan saya sontak berharap semoga duduk di sebelah saya. Yah dia
malah lanjut ke belakang, apes deh. Eits tunggu dulu, sepertinya dia bingung
cari nomer kursi, karena GH 115 yang masih baru ini belum dikasih nomer kursi.
Feeling saya pun menguat bahwa dia akan duduk di sebelah saya dan benar saja,
dia bertanya ke saya kursi 3C, dan 3C itu di samping saya (saya duduk di 3D).
Alhamdulillah akhirnya penantian selama naik bis untuk ditemani sesosok wanita
cantik pun terkabul hahaha.
15 menit kemudian keluar
Arjosari dan snack mulai dibagikan. Diperjalanan menuju Pandaan cewek tersebut
memulai percakapan dengan bertanya kepada saya mau pulang kemana. Dan dia
bercerita kalau tadinya dia ingin ke Bogor naik Kramat Djati, sayangnya KD
tidak ada yang ke Bogor, lalu beralih ke GH. Sepertinya anda sudah ditakdirkan
untuk menemani saya sepanjang perjalanan, soalnya saya sering duduk bersebelah
dengan bapak-bapak. Cewek tersebut ke Bogor ingin liburan. Dia ternyata
mahasiswa UM atau Universitas Negeri Malang jurusan Fisika. Wow, fisika. Salah
satu pelajaran yang saya benci saat sekolah
17:37 keluat gerbang tol
Kebomas. Alamak, ternyata ga masuk Surabaya dan ga lewat Porong toh, padahal
saya pengen banget liat danau lumpur di Porong. Sepanjang perjalanan dari
Malang cuaca gelap dan hujan deras, bahkan dibeberapa jalan yang saya lewati
sudah tergenang oleh air.
18:10 Lamongan
18:55 masuk Tuban, asyik
sebentar lagi servis makan. 20 menit,,,30 menit kok gak sampe RM Taman Sari ya.
19:50 sampai di RM Taman Sari untuk servis makan. Di
sini ada banyak bis yang terparkir, ada GH 097 Jetbus HD 1626, Lorena Skyliner
O500R, Lorena Jetbus2HD, Lorena Evonext, MJCM Scorpion King dan beberapa Pahala
Kencana di sisi lain area rumah makan.
Sebelum makan saya sempatkan untuk buang air dan solat, setelah itu siap makan. Lauknya berupa mie, ayam, sop, tumis kangkung, tapi saya hanya mengambil ayam dan mie yang banyak serta teh hangat. Oh iya, ruang makan GH ternyata di dalam dan pakai AC. Beda dengan Lorena yang tidak ber-AC.
20:30 kami melanjutkan
perjalanan. Dan setelah kenyang saya mulai merasakan ngantuk walau sesekali
diselingi obrolan saya dengan cewek disebelah saya.
Sempat ada insiden
ketika sang supir GH rem mendadak cukup dalam dan membuat penumpang terbangun
dan seorang ibu-ibu berteriak. Bagi saya, ah biasa aja kok cuma lubang, kalo
bablas bisa pecah tuh balon airsus hahaha dan saat penumpang lain dan cewek
disamping saya cukup terkejut, saya hanya tenang dan tersenyum.
00:10 sudah di Kota
Wali, itulah julukan bagi kota Demak. Wah Lasem-Kudus kelewat nih.
00:40 melewati pelabuhan
Tanjung Emas, Semarang
01:30 GH asyik mengejar
Kramat Djati Jetbus2HD yang sepertinya berchasis Hino RN285/ Memang sungguh
nikmat naik bus yang pake airsus, jalan jelek pun tidak mengganggu kenyamanan,
apalagi kalo naik Scania K360.
01:47 masuk RM tersohor
seantero pantura karena makanannya yang lebih enak dari RM lainnya, yaitu Sari
Rasa, di sini mampir cuma untuk kontrol. Dan sudah banyak bus berhenti di sini
seperti GH Tulungagung JetbusHD Golden Dragon, Harapan Jaya, Lorena, dll
01:55 isi solar dulu
bareng 2 bis Gunung Harta bodi JetbusHD dan Harapan Jaya bodi JetbusHD juga.
Subuh mulai muncul bus
dari Jakarta seperti Haryanto, Agra Mas, Pahala Kencana, dll. Loh, jam segini?
Macet kah?
05:00 masuk tol Pejagan,
baru beberapa detik di tol sudah di blong Harapan Jaya Scania bodi Scorpion
King, dikejar pun makin menjaug. Waduh, ternyata ga semua Harjay itu santai,
yang satu ini luar biasa.
05:12 GH 115 blong
Harjay bus 6 JetbusHD dan Harjay Scania tadi sudah tak terlihat bokongnya.
05:22 gerbang tol
Mertapada dan terlihat Harjay Scania tadi, dan Harjay tersebut menepi ke bahu
tol.
05:30 blong ALS hahaha biasa aja, eh malah bis saya diblong sama GH berchasis Golden Dragon, ya pantes lah kalah. Monggo Goldrag duluan. Tol Pejagan ini lumayan bergelombang jalannya, dan terasa sekali mentul-mentul air suspension dari chasis 1626 ini. Tak lama kemudian keluar tol dan putar balik menuju jalan ke Jakarta-Cikampek
06:57 masuk RM Sinar
Minang, di sini sudah terparkir Jetbus2+ HD Setra sasis Hino RG plus built-in
air suspension dengan papan trayek Banyuwangi-Jakarta.
07:36 kembali melanjutkan perjalanan dan snack kedua dibangian. Lagi dan lagi seperti snack pertama, snack kedua hanya roti dan air mineral, bedanya snack pertama ada sebungkus kacang, yang kedua tidak ada. Kenapa sih gak lontong, risol atau lemper.
Sebelum RM Haryanto
sekitaran Patokbeusi jalan menuju Brebes atau timur terpantau macet karena
salah satunya kecelakaan truk dan pungutan sumbangan untuk pembangunan masjid.
Pukul 9 pagi sudah masuk
gerbang tol Cikampek. Di tol Cikampek GH 115 cuma mengasapi OBL kelas Patas AC,
Harja bus 6 dan Harjay Scania, karna jam segitu relatif sepi bis malam.
10:08 GH 115 sampai di
pool Pasar Rebo dan siap lanjut ke Bogor dan saya berpisah dengan cewek
tersebut, rasanya 20 jam terasa cepat sekali. Bahkan kami baru berkenalan nama
saat sebelum putaran balik sebelum pool Pasar Rebo hahaha, udah belasan jam
baru tau nama pas mau turun.
Sementara
saya yang tinggal di Tangerang, saya lanjut naik Hino nya Mayasari Bhakti AC 73
ke Ciledug. Dan cewek tersebut lanjut menuju Cibinong. Sampai ketemu lagi mbak.
DETAIL
BUS
Bus:
Gunung Harta (PT Gunung Harta Transport Solutions)
Kode
bus: GH 115
Nomer
Plat bus: DK 9163 GH (sekarang N 7198 UA)
Kelas:
Executive
Jurusan:
Malang - Jakarta – Bogor
Tarif:
300.000
Nomer
Kursi: 3D
Jumlah
Kursi: 32 + 2
Merk
Kursi: Aldilla
Sasis:
Mercedes Benz OH 1626 NG
Bodi:
Jetbus2+ HD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas:
AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut, leg rest, smoking room, colokan
listrik, snack, servis makan.
Waktu
Tempuh: 21 jam dan 52 menit
PENILAIAN
(+)
Kru ramah
(+)
Bus masih baru
(+)
Dapat snack 2x
(-)
Karena bus masih baru, jadi belum ada nomer kursi
Selasa, 04 November 2014
Catatan Perjalanan (caper/catper) dengan Harapan Jaya
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 40.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.
Assalamualaikum
kawan.
Kali
ini saya mau menulis laporan perjalanan saya dengan Harapan Jaya yang akan saya
lakukan 24 Oktober 2014.
Berniat
kembali belajar di Kampung Bahasa, Pare, Kediri pada akhir Oktober ini saya pun
kembali memilih bus sebagai moda transportasi menuju kotanya salah satu pabrik
rokok terbesar di Indonesia. Berbeda dengan sebelumnya yang naik Rosalia Indah,
karena bosan kali ini ingin menjajal bus bagus Harapan Jaya dengan harapan
mendapatkan Scania K360 bodi Scorpion X.
Rabu,
15 Oktober 2014
Pukul
2 lewat saya menuju terminal bus Poris untuk membeli tiket HJ. Sialnya pas
sampai di terminal ternyata petugas loket HJ sudah pulang kata seorang petugas
loket bus Kramat Djati. Setelah di rumah saya menghubungi nomer agen yang
sempat saya catat sewaktu masih di depan loket HJ. Setelah berbincang dengan
sang agen ternyata loket buka pukul 8 pagi sampai 2 siang. Keesokan harinya
setelah solat dzuhur saya bergegas menuju terminal Poris dan langsung menuju
loket Harapan Jaya. Dengan harga 235.000 saya menebus tiket yang masih berupa
nota pembelian dengan nomer kursi 1A untuk kelas executive, meskipun saya tau
harga aslinya 220.000 + 10.000 untuk keberangkatan Tangerang tapi apalah
artinya 5000.
Jum'at.
24 Oktober 2014
11:15 saya
sampai di terminal Poris dan langsung menuju loket B30 dimana loket bus Harapan
Jaya berada untuk menukarkan bukti pembayaran dengan tiket dan saya diberi tau
oleh sang agen kalo harga tiket naik 20.000 karna liburan, langsung saya bayar
20.000 tersebut, jadi total tiketnya 255.000. Saya pun disuruh duduk dulu oleh
sang agen di peron terminal, terlihat oleh saya sebuah bus gahar nan ciamik.
Kali
ini saya mendapatkan bus dengan bodi Scorpion X balutan karoseri Tentrem dengan
chasis premium Mercedes Benz O500R 1836. Wow senang sekali saya melihatnya
walaupun masih kecewa karena tidak mendapatkan bodi Scorpion X dengan chasis
Scania K360 yang terkenal bertenaga monster tapi sangat nyaman bagi penumpang
maupun pengemudinya. Nampak di terminal hanya ada 2 “artis” yaitu HarJay
Scorpion X O500R dan Pahala Kencana MB OH 1526 berbodi Skybus travego buatan
karoseri Nusantara Gemilang, lainnya hanya Agra Mas, Sumber Alam, Jaya, Arimbi,
dll.
11:45 bus
5 Harapan Jaya ini mulai jalan keluar terminal dengan membawa dua penumpang
yaitu saya dan bapak-bapak yang akan menuju Kediri sama seperti saya, kami
duduk di seat 1A dan 1B. Keluar terminal langsung menuju SPBU terdekat, di sini
si Mercy 1836 ini tangkinya diisi full yang menghabiskan biaya Rp 1.435.000,
haus bray? Hahaha.
Bus
5 ini langsung menuju flyover Cipondoh untuk menjemput penumpang di agen depan
gedung PLN dan lanjut menuju Kali Deres dan Grogol. Sepanjang jalan saya
menjumpai 4 OBL pariwisata, Sindoro Satriamas, Pahala Kencana, Rukun Jaya, dan
Rosalia Indah. Di sekitara Kali Deres ini banyak banget agen HarJay dan harus
beberapa kali berhenti untuk menaikkan penumpang dan paket.
13:00 sampai
di agen Harjay di Grogol yang satu gedung dengan agen Nusantara. Di sini mulai
terasa tidak nyaman karena ada pedagang yang masuk ke dalam bus yang cukup
mengganggu bagi saya. Setelah itu langsung lanjut mengarungi tol
Jakarta-Cikampek.
Di
tol Jkt-Cikampek pun tidak ada bus malam yang menjadi teman Harjay berlari,
hanya Primajasa, AJAP dan Mayasari Bhakti saja. Tapi di arah sebaliknya yang
menuju Jakarta terlihat Budiman, Pahala Kencana, Kramat Djati, Lorena, NPM,
ALS, Jambi Transport, Gunung Harta, Akas Asri.
14:35 setelah
keluar tol tak lama sampai di agen Harjay di Karawang Timur dan setengah jam
kemudian agen Cikampek, lagi-lagi pedagang asongan naik bus, huft.
15:47
sekitaran Subang terlihat bus OBL 68NR a.k.a. Moccacino trayek
Jakarta-Surabaya-Malang berada di kerumunan arah Jakarta. What? OBL Mocca
kesiangan kah? Sampe Jakarta udah gelap tuh. OBL Mocca ini tadinya ingin saya
naiki, ini bus inceran saya karena memiliki mesin China dengan tenaga sangat
besar dengan built-in AIR SUSPENSION dan bus ini terkenal ngeblong,
tapi karna jarak pool Kebayoran yang lumayan jauh jadinya batal deh. Skip…skip
16:05 masuk
RM Taman Sari II untuk servis makan, di sini hanya terlihat Lorena dan beberapa
Agra Mas. Sepertinya bus 5 ini bus Harjay paling awal. Langsung saya solat dan
makan di area Harapan Jaya yang juga satu area dengan bus Sumba Putra. Di sini
prasmanan dan saya mengambil nasi dengan lauk bihun dan sayur yang berisi tahu
dan suiran ayam, tidak lupa kerupuk dan teh yang sayangnya gak ada es. Padahal
ada ikan bawal (kayanya) goreng.
30
menit kemudian kembali jalan dengan supir kedua dan beberapa saat kemudian sang
asisten supir a.k.a. kenek mulai bertanya kepada penumpang dimana akan turun
dan mencatatnya di buku, it’s good, never seen before in the other bus
company, gayanye bahasa Inggris hehe.
Setelah
itu saya tertidur dan bangun sudah di tol. Di tol ini masih lumayan sepi dan
seperti biasa pak supir memacu Mercy 1836 tidak lebih dari 95kpj, ya karna
Harjay sudah terkenal dengan kecepatannya yang santai tidak seperti salah satu
bus Muriaan yang supirnya bisa memacu Hino RK8 R260 sampai 140kpj, padahal
Mercy 1836 jelas lebih hebat dengan 360 tenaga kuda dan cc hampir 12000
dibanding RK8 hanya 260 tenaga kuda dan cc lebih dari 7000.
19:20 keluar
tol Pejagan dan sejam kemudian ketemu banyak sekali bus dengan banner One Day
One Ayat dari Darul Quran yang sepertinya menuju Jakarta, semangat para calon
Tahfidz! Sepanjang jalan hanya berlari dengan Agra Mas berbodi Skyliner dan
sekali mengovertake Kramat Djati Jetbus non HD.
21:53 melintasi
jembatan Comal, di sini pun tidak tampak antrian berarti, Comal LANCAR bray.
Ini mungkin karena bus 5 ini bus angkatan pertama yang meramaikan Pantura
karena tidak tampak PK, Rosin, OBL, KD, dll.
Sabtu,
25 Oktober 2014
00:07 bus
berhenti di pinggir jalan karna kru bus ingin jajan di sego kucing. 10 menit
kemudian masuk RM Sari Rasa hanya untuk cek dan langsung keluar lagi, tak lama
kemudian pak supir yang kedua ini membalap OBL. Setelah itu saya sangat ngantuk
dan tidur bahkan saya tidak sempat melihat Solo.
04:20 Saya
kembali bangun ketika bus akan memasuki RM Duta di Ngawi untuk makan pagi
sekitar pukul.
Saya
pun langsung menunaikan solat Subuh dan lanjut menukarkan kupon yang
bertuliskan snack pagi. Dan saya mendapat kupon yang isinya menu makanan
lumayan berat. Wah, saya kira snack roti eh tapinya makan berat. Ada pilihan
soto, rawon, ayam bakar, dll. Saya pun memilih nasi soto ayam karena lebih enak
makan yang berkuah.
04:53 bus
beranjak kelar RM Duta serta ganti supir yang pertama lagi dan ternyata saat
penumpang makan kenek bus merapikan selimut yang berantakan, 2 jempol deh untuk
pelayanan Harapan Jaya.
05:38 pagi
tiba di terminal Madiun dan terlihat Pahala Kencana bodi Jetbus Setra dan Gunung
Harta Jetbus2 terparkir.
06:40 menurunkan
penumpang di terminal Nganjuk.
07:50
dan akhirnya saya tiba di terminal Kediri sekitar pukul. Ya, benar mungkin
menurut saya bus 5 ini bus Harjay awalan, buktinya bus 40 (Jetbus HD, MB OH
1626) asal Rawamangun masuk lebih dari 30 menit kemudian.
DETAIL
BUS
Bus:
Harapan Jaya (PT Harapan Jaya Prima)
Kode
bus: H 376
Kelas:
Executive
Kode
Trayek: Bus 5
Jurusan:
Poris – Grogol – Karawang – Kediri – Tulungagung
Tarif:
255.000 (tarif normal 225.000 + 10.000 keberangkatan dari Tangerang)
Nomer
Kursi: 1A
Jumlah
Kursi: 30
Merk
Kursi: Rimba Kencana
Sasis:
Mercedes Benz OC 500 RF 1836
Bodi:
Scorpion X (karoseri Tentrem)
Fasilitas:
AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut, rec.seat, leg rest, smoking room,
servis makan, makan pagi.
Waktu
Tempuh: ±20 jam dan 5 menit
PENILAIAN
(+) Sangat memuaskan dengan pelayanan Harapan Jaya
(+) Dapat
makan pagi.
(+) Supir
mengendarai dengan santai dan konstan
(-)
Kru Harjay terkesan membiarkan pedagang asongan masuk ke dalam bus.
(-)
Kursinya dari Rimba Kencana terlalu tipis
(-)
Kru tidak memberikan waktu bagi penumpang untuk istirahat/solat di RM Sari Rasa
Jumat, 12 September 2014
Catatan Perjalanan (catper/caper) Mudik Jakarta-Bukittinggi
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 40.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.
Assalamualaikum,
Kali ini saya mau share perjalanan pulang kampung kemaren, lagi-lagi
naik bis. Kali ini saya naik bis Naikilah Perusahaan Minang atau disingkat NPM.
PO bis asal Padang Panjang *cmiiw
Berawal saat saya lagi di Kampung Bahasa, Pare saya diajak orang
tua untuk ikut pulang kampung bersama dengan saudara lainnya, tapi saat itu
saya berfikir untuk tidak ikut karena saya masih lama di sini dan lagipula kalo
mudik pas lebaran ga bisa jalan-jalan soalnya Bukittinggi macet total macem
Jakarta. Maklum, Bukittinggi kan kota wisata jadi diserbu sama orang Sumbar dan
Riau.
Tetapi saat sudah kembali ke Tangerang dan ditawari lagi
untuk ikut mudik kali ini saya jawab iya tapi saya maunya naik bis. Ortu setuju
dan disuruh langsung booking tiket, H-10an soalnya takut kehabisan.
Ada beberapa pilihan ke B.Tinggi, naik Lorena, NPM, ANS dari
Rawamangun atau ALS dai Tangerang. Tapi karena terpincut dengan bis NPM dengan
Chasis Golden Dragon yang memakai Air Suspension saya putuskan naik NPM. Walau
godaan datang dari kelas SE nya ANS. Cek di kaskus forum traveller ada sebuah
thread tempat ane "biasa main" di sono untuk cek nomer telpon agen.
Semuanya ane telpon agen yang di Rawamangun dan ga bisa.
19 Juli 2014
Saya jalan ke RM untuk beli tiket. Tampak ada agen Lorena, langsung tanya harga tujuan B.Tinggi harganya 700an, alamak NPM aja 600 yang ane liat di grup FB. Langsung aja deh ke NPM. Langsung pesen kelas AC tanggal 23 Juli adanya seat 28 sampe 39. Ambil seat 32 aja deh samping kaca bagian kanan bis. Sempat ada mas-mas yang nawarin tiket dia yang batal jalan utk hari Senin 21 Juli dengan harga yang masih 375rb. Tapi saya engga mau karna terlalu mepet. Saya tanya ke agen apakah akan dapat bis Scorpion King/Golden Dragon, kata agen gak nentu mas kadang yang masuk Golden, kadang bukan. Setelah beli sempat liat-liat suasana terminal Rawamangun yang siang itu lumayan ramai, parkiran pun di dominasi bis Sumatera yang berangkatnya lebih awal daripada bis Jateng-Jatim.
![]() |
| Bus yang saya harap yang akan saya naiki |
23 Juli 2014
Saya jalannya dari Menteng jam 10an naik taksi ke RM bayar 30rb,
tidak lupa beli makanan minuman untuk bekal di jalan. Jam 11 kurang 10
langsung cek in ke agen, terlihat bis NPM dengan bodi Euroliner, "yah
gagal deh naik Goldrag", dan ransel saya pun sudah tidak bisa masuk bagasi
kata seorang awak bus, mungkin sudah penuh jadi taro bawah kursi aja. Bis sudah
penuh dan ada mas-mas yang duduk di seat saya di pojok, ya elah dasar semprul.
Jam 11 adalah jam keberangkatan tapi belum ada tanda-tanda bis akan jalan.
11:45 bis baru jalan, mungkin nyari penumpang lagi
soalnya ada 2 penumpang yang duduk depan WC. Di tangga nya dong? Engga kok, bis
sekarang kan udah ada penutupnya yang sejajar dengan dek. Lepas
Rawamangun, masuk tol dalam kota menuju Merak, macet pun menghantui tapi tak
lama kemudian saya tertidur. Bangun-bangun suda di kawasan Merak.
14:00 sudah antri di gerbang tol Merak tak lama kemudian bis berhenti di rumah makan, saya sih tetep puasa dan di sini cuma solat aja sambil foto-foto
Di sini cuma istirahat 45 menit abis itu langsung caw pelabuhan
dan ternyata suasana sepi dan bisa langsung masuk kapal Dharma Kencana IX tanpa
perlu antri. Dan NPM yang ane naikin satu kapal dengan ALS, Handoyo dan Putra
Remaja, cukup 35 menit menunggu kapal jalan. Di kapal pun ane bisa duduk di
ruangan AC, tapi kayanya ada yang salah, benar saja penumpang tidak dipungut biaya
untuk menikmati kelas dengan pendingin ruangan plus hiburan musik dari biduan.
Sepanjang perjalanan pun ombaknya memang lagi besar, terawa sekali water
suspensionnya *eh hehe, untung saja kapal ini berukuran besar coba yang agak
kecilan, lebih terasa lagi goyangannya.
Pas adzan maghrib, pas saatnya berbuka, pas bis jalan keluar bis
untuk menjajaki tanah Sumatera, semuanya serba pas.
20:25 bis istirahat di tempatnya NPM untuk ishoma,
saya di sini cuma beli popmie untuk ganjalan seharga 7000, "di sini lebih
murah, kemaren di Pantura 10 rebay", 30 menit kemudian jalan lagi. Jam 11
malam si Dongfeng sudah haus dan harus minum solar dan saya gak tau di mana ini.
24 Juli 2014
00:40 NPM merapat di RM Wisata Minang, sudah di
tunggu ALS sepertinya di sini. Karna lapar, saya pun langsung makan, 2 nasi
(sepiring nasi isinya sedikit banget, lebih sedikit dari nasi McD), 1 ayam
gulai dan 1 teh anget manis. Setelah kenyang saya minta dihiting berapa dan
harganya 32rb WAW juga yah, tapi saya udah tau kalo harganya mahal. Ini pun
saya sekalian sahur, gila sahur jam 1, soalnya berhenti lagi siang.
Jam 6 kurang berhenti lagi di RM Sumbar Jaya, Lahat. Sepertinya cuma NPM aja di sini gak kaya di Wisata Minang. Terbukti ada 8 NPM yang singgah baik yang menuju Sumbar maupun Jakarta. Tampak ada 2 NPM Scorking berchasis Goldrag, ada juga 3 NPM kelas jumbo atau non AC. Terlihat NPM Scorking yang dinamai/dijuliki Senopati kacanya ditambal plester karna atlet lempar batu. Dan mesin Yuchai ini butuh sedikit perbaikian, makanya di sini cukup lama.
Jam setengah delapan bis kembali mengaspal. Sekitar jam 10 saat di
sebuah hutan jati bis NPM ini berhenti pas tanjakan kecil, masalah lagi
sepertinya. Jam 11 masalah lagi. "Sepertinya mercy ini sudah gak mampu
mengaspal jalanan Sumatera" pikir saya saat itu sebelum saya tau kali bis
ini pake mesin Dongfeng asal negri tirai bambu / China.
13:15 bis kembali merapat ke RM Budi Setia, Lubuk
Linggau untuk ishoma bareng NPM jumbo dan Putra Simas berbodi evonext/evobus.
Jam 4 sore masuk Merangin.
Jam 6 sore masuk Muaro Bungo, tak lama kemudian merapat di RM Sari
Sas, di sini saya solat dan makan. Saya putuskan untuk coba nasi goreng +
telor mata sapi dengan harga 17rb. Tapi si pelayan laki-laki ini gemulai
sekali, badan gempal dan alis di warnai, "astagfirullah kok masih
berkeliaran aja orang kaya elu di bulan puasa, bukannya tobat".
20:35 masuk RM Umega, Gunung Medan yang terkenal itu, tau gitu saya makan di sini aja. Di sini bis saya istirahat bareng NPM jumbo, Transport, FRC, dan banyak Gumarang/Lampung Jaya serta pemudik dengan mobil. Setelah selesai mesin China ini haus dan isi solar di sebrang RM Umega.
25 Juli 2014
01:30 dinihari bis ini berhenti di depan kantor
pusat NPM di Padang Panjang untuk cek dan oper penumpang.
02:20 saya turun di agen Jambu Air (kalo gak salah) di kota
Bukittinggi dan sudah dijemput saudara saya.
Terima Kasih atas perhatiannya
Bis:
NPM (PT Naikilah Perusahaan Minang)
Nomer
Plat Bus: BA 7635 BU
Kelas:
AC Executive
Jurusan:
Jakarta – Bukit Tinggi – Payakumbuh
Tarif:
600.000 (tarif tuslah Lebaran)
Nomer
Kursi: 31
Jumlah
Kursi: 41
Merk
Kursi: Aldilla
Sasis:
Mercedes Benz OH 1518 + Yuchai 280 HP
Bodi:
Euroliner SHD (karoseri Rahayu Santosa)
Chasis/Mesin:
MB OH 1518 - Yuchai 280 HP
Fasilitas:
AC, TV, audio, toilet, rec.seat
Waktu
Tempuh: ±38 jam dan 35 menit
PENILAIAN
(+) Busnya masih baru.
(+)
AC dingin
(-)
Tidak ada selimut, padahal AC sangat dingin
(-)
Pergantian gigi agak kasar (pada salah satu driver)
Selasa, 02 September 2014
Catatan Perjalanan (catper/caper) Tangerang-Kediri dengan Rosalia Indah
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 40.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.
Hai semuanya, newbie di sini ingin berbagi pengalaman saat naik
bis malam/AKAP. Langsung aja ya tanpa panjang lebar. Tulisan kali ini saya
kasih judul "38 jam menuju Kediri bersama Rosalia Indah 397".
Bulan Mei 2014 setelah pengumuman hasil UN SMA (alhamdulillah
lulus), saya sudah berencana untuk kursus di Kampung Bahasa, Pare-Kediri, Jawa
Timur. Belum ada kepastian kapan berangkat, tapi sudah pasti naik bis, maklum
saya lebih suka naik bis dibanding kereta. Kenapa? Kan lebih murah naik kereta?
Saya pengen jalan-jalan melihat kota orang yang belum pernah saya
kunjungi/lewati dan pengen rasain lagi naik bis setelah bertahun-tahun ga
pernah naik bis malam lagi, lagipula klo nik keret cuma liat sawah doang.
H-3 masih bingung mau naik bis apa. Pilihannya ada Rosalia Indah,
Harapan Jaya, Rukun Jaya. Ke-3 PO bis ini punya agen di Cikokol, Tangerang.
Sempet searching di twitter dan di mbah google.
H-2, oke deh saatnya cari tiket takut kehabisan. Pilihan pertama jatuh ke Rukun Jaya. Kenapa Rukun Jaya? Karna bis ini ada fasilitas WiFi (idaman semua orang, GRATIS itu motto hidup hehehe). Siang hari bertolak menuju Cikokol, saya belum tau di mana agennya. Saya tanya beberapa tukang ojek tapi mereka tidak tau bahkan baru tau ada bis yang namanya Rukun Jaya. Oke deh telpon aja agennya, gak aktif. Telpon lagi agen RJ yang di Terminal Poris, nomernya sudah bukan milik RJ lagi. Waduh bijimana ini. Mau naik Harapan Jaya engga tau juga agennya, masa naik Rosalia lagi. Setelah berpikir keras akhirnya fix naik Rosin lagi. Langsung ngatjir ke agennya. Dapetlah tiket batalan penumpng lain, langsung saya tebus dengan 5 uang biru dan kembalian 1 uang ungu. Alias Rp 240.000 untuk kelas Executive. Fasilitasnya 34+1 seat, toilet, bantal, selimut, 1x makan, rec.seat. Keberangkatan jam 12 siang, seat 4D.
Jum'at, 23 Mei 2014
Saya masih berfikir kok aneh banget ya Rosalia Indah jalan saat
jamnya solat Jum'at. Jam 11 kurang ada sms dari agen Rosin. Isi smsnya suruh
kumpul jam 2 di agen, syukurlah kirain sudah gila ini PO. Setelah Jum'atan ane
masih nyantai, jam 1 kurang hujan deras. Waduh bijimana ini mau naik angkot
ujan begini. Akhirnya jam setengah dua saya dianterin sama seorang mahasiswa
paman saya naik mobil dia ke agen, makasih bro cendol menyusul (kaya di kaskus
aje). Pas jam 2 dan pas di sebrang agen ane di telpon sama agen karna bisnya
nunggu saya doang, maap pak ujan ini. Pamit makasih sama masbro yang anter
saya, langsung saya check in ke agen. Di situ udah nangkring bis Rosin nomer
397 dgn chasis Mercedes Benz OH 1626 built up Air Suspension bodi Jetbus HD
dari karoseri Adi Putro. Rute asli Bitung-Blitar. Pict ane ambil di twitter,
dan penumpang yg upload foto ini 1 bis sama ane.
Jam 2 lewat 5 take off dari agen Cikokol (dikira naik pesawat,
take off) menuju agen di Kalideres, biasanya butuh waktu 20-30 menit, kali ini
lebih dari 40 menitan. Sepanjang jalan ane ngobrol dengan mahasiswa yang mau
pulang ke Solo, masbro ini dulu SMK nya ditempat yang bikin mobik ESEMKA itu,
tapi yang bikin juniornya. Lepas Kalideres, ternyata lewat Kb.Jeruk-Tomang, loh
kok? Awal tahun kemaren gak lewat sini (naik Rosin juga, tujuan sama, tapi bis
nomer 399). Jam 4 lewat masuk terminal Rawamangun, di sini saya menunaikan
solat asar. Lepas Rawamangun jalan bareng Rosin 401 kelas Super Executive rute
Bitung-Madiun langsung kena macet tol dalam kota, aduh 3 jam masih
Tangerang-Jakarta aje.
Hari mulai sore, sebelum maghrib bis menepi di bahu tol.
Sepertinya ada masalah, salah seorang bapak-bapak kasih tau kalo tali kipas di
mesin putus. 1 jam lebih berhenti, beberapa penumpang beli makanan di rest area
tepat di sebelah bis berhenti, saya pun buka puasa karena saya lagi puasa
nazar. Lalu bis jalan lagi tapi ya engga ngebut, bahkan dibalap/diasapi Primajasa
dengan mudah. Keluar Dawuan lalu disambut bis Rosin dari arah berlawanan,
sepertnya supir bis tsb suruh bis ini putar balik karna macet, benar saja pas
mau muter sudah terlihat kemacetan, bis Raya yang ada di belakang pun ikut
juga. Masuk tol dan keluar tol lagi, 15-30 menit keluar tol kena macet lagi.
Aduh, macet lagi, mana belom makan nasi pula. Jam 10 malam masih di Kalijati
(dari map twitter di BB). Sial, ternyata jalan ditutup deket markas TNI kalo ga
salah dan harus puter balik. Saat menuju tol supir Rosin 397 ini juga kasih tau
supir bis lainnya. Bejeu, Sinar Jaya, Harapan Jaya, dll ikut dalam euforia
kemacetan ini. Sisa waktu saya tidur dan saya gak dapet solat maghrib+isya.
Sabtu, 24 Mei 2014
Jam 12an saya terbangun dan terasa bis melambat, oh macet. Tapi kok ujung-ujungnya minggir, yah putus lagi deh tuh tali kolor eh tali kipas. Tepat di depan agen Rosin Cikopo bis Rosin NL 397 storing. Jam 1 jam 2 masih belom jelas, nasib saya dan penumpang lainnya luntang-lantung maklum baru pertama kali ngerasain storing. Sempet nanya ke pak supir, "ada armada bantuan apa engga", pak supir jawab engga ada kalo mogok lagi tuh bis bantuan ya percuma, jadi storing. Abis itu makan pop mie di warung sekalian ngecharge. Jalanan terlihat kemacetan dan semakin menjadi, dominasi truk besar. Adzan subuh berkumandang, saya dan beberapa penumpang solat subuh. Jam 6 lewat bis ini jalan lagi, emang lagi sial ya, bis udah bisa jalan tapi engga jalan karna macet sudah menyambut, kemudian tertidur karena ngantuk abis.
![]() |
| Sumber gambar: Google / tertera |
Jam 12 siang (24 Mei) baru masuk RM Sari Boga, Indramayu utk
servis makan. Saya langsung solat dulu zuhur+asar, abis itu langsung sikat tuh
prasmanan. Kali ini sial lagi, lauknya lele. Apes emang ane makan nasi pake
bihun goreng aja, dan teh manis tanpa es. Buset deh udah cuaca panas +
bete kaga ada es, yasudah lah emang nasibnya begitu, enjoy aja. 30 menit
kemudian jalan lagi. Sepanjang jalan yang saya temui hanyalah kemacetan. 24 jam
perjalanan baru masuk Jawa Tengah. SKIP...SKIP sepanjang jalan saya cuma main
hp, liat macet dan tidur.
Jam 6an sore masuk RM Sari Rasa, saya pikir cuma kontrol biasa,
tapi kok ke belakang dan parkir di tempat servis makan zona Rosin. Benar
aja, pak supir beritahu kami untuk makan, ini servis makan tambahan/bukan
biasanya. Dan di sini akhirnya saya bisa makan makanan yang rasanya mantap,
terbaik se-Pantura. Setelah makan langsung solat maghrib+isya. 40 menitan bis
jalan lagi masuk Semarang macet lagi. Dari arah berlawanan terlihat bis
muriaan. Gak bisa nonton Final UCL nih. Jam 9an masuk tol.
Jam 11 lewat mampir dulu di markas Rosalia Indah di Palur utk cek dan oper penumpang. Abis itu mercy 1626 ini minum di SPBU nya Rosin. Jam 11 lewat langsung caw Jawa Timur. Untungnya gak mampir terminal lagi.
Minggu, 25 Mei 2014
Madiun-Nganjuk lewat dan jam 4 subuh saya turun di depan terminal Tamanan
Kediri. Bis lanjut ke Tulung Agung - Blitar sementara saya ga bisa nonton final
UCL full.
Tamat. Terima kasih banyak untuk 2 pak supir dan 1 kru yang engga
nunjukin muka negatif walau lelah. Terutama pak supir yang lumayan ramah.
Penilaian ane utk keramahan ya lumayan, tapi saya masih lebih suka
keramahan supir+kru Rosin 399 (rute sama dengan 397). Utk kenyamanan, standar
kelas exe lah walau tanpa legrest dan wifi. Oh iya, kalo bisa menu makan jangan
lele dong dan variasi menu lauknya diperbanyak utk servis makan di rumah makan
Rosalia Indah punya.
Bus: Rosalia Indah (PT Rosalia Indah Transport)
Kode Bus: 397
Kelas: Executive
Jurusan: Bitung – Rawamangun – Solo – Blitar
Tarif: 240.000
Nomer Kursi: 4D
Jumlah Kursi: 36
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes Benz OH 1626
Bodi: Jetbus HD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, bantal, selimut, rec.seat, foot
rest, servis makan.
Waktu Tempuh: ±38 jam
















