Selasa, 13 Maret 2018

Menuju Jambore Nasional Bismania Community (Jamnas BMC) 2018 ke-9 di Lampung

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.

10 Maret 2018 adalah waktu yang paling ditunggu bagi para pecinta bus/bis yang tergabung dalam Bismania Community (BMC) terutama yang berada di Sumatera. pada tanggal tersebut untuk pertama kalinya event akbar tahunan komunitas ini, Jambore Nasional (Jamnas), dilakukan di luar pulau Jawa. Lampung adalah destinasi Jamnas 2018 ini setelah setahun sebelumnya Jamnas dilakukan di Mekarsari, Bogor (eh, Bogor apa Jakarta yah???).
Tempat yang dipilih untuk lokasi Jamnas adalah Pantai Sari Ringgung. Pantai Sari Ringgung terletak sekitar 30 km Selatan Bundaran Radin Inten atau sekitar 103 km Barat Laut pelabuhan Bakauheni. Pantai berpasir putih ini lebih tepatnya berada di desa Sidodadi, Teluk Pandan, kabupaten Pesawaran, provinsi Lampung. Untuk penjelasan mengenai pantai dan foto, simak terus tulisan ini atau silakan berselancar di dunia maya.
Saya berangkat Jamnas bersama rombongan dari Pekanbaru dengan armada Fajar Riau Wisata. Oh iya, biaya Jamnas sebesar 150.000 termasuk 2 souvernir botol minum dan wristband, dan servis makan 2x. Biaya tersebut belum termasuk transport ke Lampung dan pengeluaran pribadi. Singkat cerita, langsung aja ke catatan perjalanannya.

Kamis, 8 Maret 2018
Berangkat dari kost setelah Zuhur menujuu........ tempat laundry hehehe. Setelah itu, lanjut naik Trans Metro Pekanbaru (TMP) koridor 03 selama 10 menit menuju halte portable di Pasar Pagi Arengka. Turun TMP, nyebrang, dan jalan kaki sebentar ke garasi / pool Fajar Riau Wisata yang lokasinya dekat dengan ESL Express atau tempat naik/turun penumpang Lorena. Armada yang dipakai yaitu ISTANA SIAK berbodi JeBe 2+ HDD yang ditopang sasis MB OH 1526 NG. Masih cukup fresh, belom 45.000 km pas berangkat.
13:34 Roda mulai berputar dan stir diputar ke arah kanan. Ya kanan, bukan kiri karena akan jemput beberapa peserta lainnya, jadi rutenya melewati Jl. Arifin Ahmad – Jl. Sudirman – Parit Indah. Kalo naik Lorena kemaren sih lewatnya Jl. Soekarno Hatta – Jl. Kaharudin Nasution – Pasir Putih.
14:24 Simpang Beringin.
15:03 Kres dengan rombongan teman satu mata kuliah yang baru balik study tour dari Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) naik Medium Bus. Naik medium isi 33 dan hampir full seat. Sementara kami (rombongan Jamnas), naik big bus 46 seat okupansinya gak sampai 50%.
15:18 Melintasi gerbang RAPP. Setelah gerbang ini, terdapat beberapa loket bus BK (tujuan Medan dan sekitarnya), seperti Bintang Utara, RAPI, M/H Group, Rajawali, PMM, dll.
15:28 Melanjutkan perjalanan setelah menjemput mas Bayu, ketua Korwil Pekanbaru, dan keluarga.
16:16 Jalan lagi menyusuri Lintas Timur setelah berhenti di SPBU Palas, Sorek untuk foto-foto dan ke toilet.
17:51 Pertamina Lirik Field.
17:57 – 19:01 RM Simpang Raya, Japura. Ada ALS dan Prayogo juga yang istirahat di sini.
20:50 Masuk SPBU lagi untuk istirahat (ke toilet maupun meregangkan badan).



Jumat, 9 Maret 2018
00:38 Sengeti.
01:10 – 02:30 Simpang Rimbo, Jambi. Di sini istirahat (makan minum tidur) sekaligus kopdar mini dengan salah satu anggota Pekanbaru yang ada di Jambi. Sementara saya terlelap tidur. Pas udah mau jalan baru melek.
02:50 Keluar Terminal Alam Barajo, Jambi. Lho kok? Awalnya dipaksa masuk oleh petugas Dishub dan pas mau keluar bus berhenti. Cukup lama di sini sampai kru, ketua korwil, dan peserta lainnya turun dari bus untuk berunding dengan petugas, sementara saya stay di bus. Ini kan bus pariwisata, bukan bus AKAP. Kalo dari perbincangan sih kayanya karena bus tadi berhenti cukup lama di depan loket ALS dan Lorena (kalau tidak salah dengar), itu pun bukan menaikkan penumpang (reguler) tapi bertemu kawan aja. Ada-ada aja ‘usaha’ Dishub jaman now.
06:36 Jalan dari sebuah Masjid di daerah Sungai Lilin, Sumatera Selatan. Sebelumnya bus berhenti di depan Masjid untuk istirahat sejenak buat yang mau ke toilet dan lain-lain.
07:02 – 08:30 RM Pagi Sore, Sungai Lilin. Pertama kalinya saya singgah di sini. Kondisi rumah makan serta toiletnya bagus, sangat berbanding terbalik dengan rumah makan singgah (dibaca: RM Musi Indah, Betung) kebanyakan bus sebelum masuk Palembang (dari arah Jambi).
09:56 Pangkalan Balai, Musi Banyuasin.
10:50 Padat merayap di KM 17 Palembang-Betung. Dah biasa lah. Kenapa ya jalur Palembang – Betung gak dibuat jalan tol juga? Kalo pun nantinya ada, lebih baik pengoperasiannya bersamaan dengan tol Palembang – Indralaya karena jalur ini juga termasuk jalur padat kendaraan di Lintas Timur Sum-Sel. Paling kesal di dua jalur tersebut kalau dihadang ‘Optimus Prime’ yang jalannya woles.
11:07 Melewati terminal Alang-Alang Lebar. Terminal yang diisi pasukan biru dan merah.
11:19 – 13:28 Singgah di pool / kantor Rosalia Indah Palembang. Sepertinya sih sudah dapat izin, makanya boleh. Lagipula jam segitu gak ada Rosin yang stay, udah jalan ke Solo jam 10. Terlihat juga 2 unit Lorena Palembang melintas menuju tujuan akhir di kantor cabang Palembang, Laju Prima 1521 SR-1 yang berangkat ke Jawa, serta Sari Mustika Jetbus HD Hino eks Zentrum yang entah mau ke mana.
Palembang sekarang udah lebih rapi, fly over pun udah jadi. Mendingan dari Desember lalu pas naik LE 151. Tapi tetap aja masih banyak debu pasir polusi karena proyek untuk mendukung suksesnya Asian Games 2018. Mungkin pas Juni / Agustus udah cantik ciamiks lah Palembang. Apalagi nanti ada Monorail. Monorail pertama di Sumatera dan ada kemungkinan bisa jadi kota pertama yang mengoperasikan resmi Monorail di Indonesia.
14:00 Isi solar dulu setelah antri cukup lama bersama para Optimus Prime.
14:26 Jembatan Musi 2.
15:23 Indralaya.
16:02 Tanjung Raja.
16:23 Melewati terminal Kayu Agung. Kok tumben lewat sini, perasaan sebelumnya naik Lorena gak pernah lewat sini. Bus lain pada lewat sini juga sih. Mungkin karena lagi ada proyek.
±17:00 – 18:06 RM Pagi Sore, Kayu Agung / Teluk Gelam, OKI. Terparkir juga LE 121 (JB2+ Setra), Kramat Djati divisi setoran, Laju Prima (yang ketemu pas di pool Rosin), Handoyo, serta LE 151 (P 323).
Masuk RM Pagi Sore dalam keadaan hujan cukup deras dan keluar pun masuk hujan ringan. Perut kenyang + AC dingin (banget) + hujan, membuat saya banyak tidur setelah menikmati goyangan Lintas Timur sebentar.
21:48 Kres dengan SAN SR-2 gak pake XHD Prime di daerah Mesuji (kalo gak salah). Kresnya sama K360, bukan K410. Di sini jalannya ampun dahhh, jelekkk. Makanya saya pilih tidur walau dengan konsekuensi suka terbangun karena jalan jelek dan badan sakit. Seingat saya, bus FRW ini sempat disalip dengan ‘gahar’ oleh Laju Prima dan Gumarang Jaya yang ditopang mesin dari OH 1521, kakaknya 1526 NG yang dipakai FRW ini.


Sabtu, 10 Maret 2018
01:16 – 02:30 Berhenti di sebuah SPBU yang kalau gak salah lokasinya sebelum pertemuan antara Lintas Timur dan Lintas Tengah.
05:10 – 07:57 RM Siang Malam, Kalianda. Nampak juga 2 unit Family Raya Ceria dan Damri kelas bisnis. Cukup lama di sini karena rombongan bersih-bersih, sarapan, dan sambil menunggu rombongan yang dari Jawa merapat ke Sumatera.
Untuk ‘waisting time’ (salah satu alasan, bagi saya sih hehehe), maka kami menuju Menara Siger. Objek yang menarik perhatian mata bagi orang yang akan merapat di pelabuhan Bakauheni. Di Menara Siger ini, yaaa biasa lahhh, poto-poto. Sekaligus menikmati bus dan truk yang melintasi tol Bakauheni – Terbanggi. Walau tol ini gak terlalu curam seperti tanjakan/turunan Bakauheni, ternyata masih ada aja truk yang jalan lambat dengan suara yang cetar membahana.
10:10 Jalan dari Menara Siger karena dapat info kalau rombongan sudah merapat.
10:27 Menepi di depan RM Anugerah untuk menunggu rombongan sekaligus hunting. Yang hunting pun bukan cuma rombongan, tapi kru juga ada yang ikut hunting. Setelah menunggu sekitar 30 menit, rombongan pun lewat yang dipimpin mobil Patwal, Storing Car dari panitia dan rombongan bus. Mitra Rahayu MB 2542 Ecolife Panoramic memimpin rombongan bus Jamnas dan ditutup oleh pelari dari tanah Muria, New Shantika SR-2 HD Prime Hino RN8J (RN 285) “Barracuda”. Untuk video cek di sini => https://www.youtube.com/watch?v=O4dDncfKYzY
10:58 Rombongan Pekanbaru yang pada hunting langsung tancap gas ke dalam bus dan langsung mengikuti konpoy.
11:23 Masjid Agung Kalianda. Di sini Cuma pengarahan, foto-foto, temu kangen sejenak, dan servis makan (nasi box). Servis makannya enak loh, ada ayam, telur bulat, tempe orek, kerupuk, serta pisang. Sayang nasinya ‘kuler 1521’, bukan ‘scania k360’ hehehe.
12:12 Keluar pada urutan ke-5 di belakang Saztro Holiday Old Travego (1), Ajas Trans O500R 1836 eks PMTOH (2), Saztro Holiday Evo series eks Rosin (3), dan Travelindo 1525 MP Tourismo (4). Btw, Saztro terdepan ada tempelan “Convoy Leader”, sementara FRW bertempelkan “Convoy Sweeper”. Sedappp. Untuk video konvoy menyusul di YouTube. 
±12:40 Saat konvoy rombongan Pekanbaru dengan FRW nya di goyang kanan oleh pemain ‘Pantura’, Haryanto MB OF 917, Ziyan Trans RK8 SHD, dan Panorama 1525. Tapi, penyalipan oleh 3 bus tersebut tidak berlangsung lama. Tanpa kompor dari kawan-kawan, FRW mengambil alih posisi urutan konvoy ke-5 / kembali salip 3 bus tersebut. Ajas Trans juga sempat berada di posisi terdepan setelah salip Saztro Holiday Old Travego yang sudah jelas di atas kertas kalah tenaga mesin. Untuk video, menyusul.
13:01 Turunan Tarahan. Akhirnya bisa menikmati juga pemandangan dari turunan/tanjakan Tarahan. Selama ini cuma bisa liat di FB atau IG doang.
13:21 Belok kiri arah Teluk Ambon, Pelabuhan Panjang. Sepanjang jalan jadi objek mata orang-orang. Pada bingung kali liat rombongan bus bejejer rapi begini.
14:15 Cesss, tuas hand brake diturunkan yang berarti telah tiba di Pantai Sari Ringgung. Perjalanan menuju pantai ini mantap juga, sayang saya banyak tidur. Pas udah di area pantai jalannya kerikil, dan bergelombang. Jadi kasian sama balon airsus (buat yang pake airsus), apalagi balon yang topang sasis kaya 1626 dan RN.



DETAIL BUS

Bus: Fajar Riau Wisata (PT Fajar Riau Wisata)
Nomer Plat Bus: BM 7460 JU “ISTANA SIAK”
Jumlah Kursi: 40 + 6 (di smoking area)
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes Benz OH 1526 NG
Bodi: Jetbus2+ HDD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, colokan listrik, rec.seat, bantal, selimut, smoking area

Selasa, 06 Februari 2018

Pekanbaru – Tangerang via Joglo (Jogja-Solo) | Rosalia Indah Super Top SHD Scania K360

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.

Pekanbaru – Tangerang via Jogja-Solo? Iya benar, tidak salah. Ini adalah catatan perjalanan saya menuju Tangerang yang disempatkan untuk touring jarak menengah. Hampir satu tahun tidak merasakan Pantura Jateng, Cipali, dan servis makan membuat saya ingin merasakan kembali touring di Jawa, kebetulan udah cukup penat juga touring Sumateraan yang rutenya itu-itu aja.

Rencana awal saya adalah naik pesawat langsung menuju Jogja lalu menuju Tangerang lewat Solo? Kenapa Solo? Wajib bin Harus servis makan di Sari Rasa (SR), rumah makan yang makanannya selalu memuaskan. Kebetulan jadwal penerbangan langsung PKU-JOG itu masih pagi dan tiba di Jogja belum jam 12 siang, jadi masih bisa kejar bus ke Barat.

Armada pilihan pertama, yaitu Kramat Djati Executive seri 6 tujuan Pondok Pinang. Kenapa? Karena selonjor, makan di SR, tarif masih terjangkau, dan pengen coba Hino RN atau sasis yang Air Suspensionnya topang sasis langsung (sama seperti 1626, bukan kaya Scania atau OC500RF). Tapi minusnya adalah tujuan akhirnya di Pondok Pinang dan harus keluar biaya ekstra untuk ke Tangerang. Pilihan kedua adalah Nusantara NS-01 atau NS-04. Pengen coba juga naik Nusantara. Kebetulan juga makan di SR. Eh tapi  tujuan akhirnya juga gak di Tangerang dan harus naik Patas dulu dari Giwangan/Jombor ke Sukun setidaknya. Tarifnya pun lumayan juga sih, apalagi NS-01. Keunggulan kedua pilihan ini adalah sama-sama bisa beli via Redbus yang juga ada diskonan 10% + 25% cashback dan atau 40.000. Tapi buat Nusantara kok kaya ada biaya admin sekitar 18.000 yah, jadi agak males yah. Pilihan ketiga, yaitu Rosalia Indah Super Top. Yah, Rosin lagi, walaupun Super Top sih. Saya sendiri juga masih penasaran sama kelas Super seat 2-1 nya karena udah 2x gagal. Akhirnya keputusan final didapat. Setelah menimbang dan melihat sisi baik dan buruk, akhirnya naik Rosalia Indah Super Top.

Oh iya, saya sempet kepikiran juga untuk naik pesawat langsung ke Surabaya saat tarifnya lebih murah dibanding pesawat ke Jogja. Jadi dari Surabaya nanti naik Gunung Harta sekaligus nostalgia karena terakhir dan pertama kali naik GH itu Desember 2014. Ditambah di easybook ada promo 30%. Tapi karena ragu dengan pembelian tiket lewat easybook, saya coba email dan sms kontak yang tertera di gununghartasolutions.com, tapi gak ada respon. Yaudahlah, mantapkan naik Rosin Super Top aja. Ribet kalo masih penasaran. Entah kapan bisa naik RI ST dari Timur.

Kamis, 11 Januari 2018
Siang hari pas nunggu motor dicuci di tempat cucian motor, saya iseng buka aplikasi Tiket dan cek pesawat PKU-JOG. Tiba-tiba posisi teratas (dan termurah) menampilkan harga 760.000 untuk tanggal 15, padahal kemaren dan tadi pagi masih di angka 837.000. Alhamdulillah. Akhirnya saya langsung booking dan ditambah potongan harga 75.000. Jadi, tiket pesawat PKU-JOG saya dapatkan dengan harga 685.000.

Eh Alhamdulillah, pas juga website Rosalia Indah udah bisa beli online, setelah beberapa hari sebelumnya selalu tertulis “HABIS” karena lagi bermasalah sepertinya. Sorenya saya langsung booking ST dari Kartosuro ke Cikokol, naik armada yang dari Madiun seharga 265.000. Pesannya mudah, kaya di Tiket, Traveloka, maupun Lorena Transport. Minusnya juga gak bisa pilih seat. Secara otomatis saya langsung ditempatkan di seat 1A. Sementara saya lebih suka seat yang agak kebelakang karena ada AVOD (seat terdepan gak ada AVOD). Tapi pas bayar (saya bayar di Indomaret) ada biaya 7.700. Yah gak apa lah. Setelah bayar langsung masukin kode booking di website di tab ‘cek status’ dan ‘cetak tiket’, setelah itu saya simpan PDFnya. Saya males print, yakali harus repot print dan keluar 1000. Lagi pula bisa cetak tiket di agennya.

Senin, 15 Januari 2018
08:10 Perjalanan diawali dengan naik sasis yang terkenal suosss, Hino RK8 punyanya Trans Metro Pekanbaru dari halte Suka Karya. Harusnya sih saya udah jalan jam 7:30 an, tapi telat karena telat bangun. Jadinya buru-buru.
08:40 sekitar jam segitu udah transit di halte Sudirman depan RS Awal Bros. Berharap banget bisnya langsung dateng dan jalan. Setelah nunggu sebentar, TMP koridor 1A (Ramayana – Bandara SSQ II) tiba, tapi gak langsung jalan. Haduuuuhhh jam’e mepettt. Sempet gregetan juga jam 9 kurang 10 bahkan sampai jam 09:00 masih belom jalan. Padahal pesawat jam 09:40 dan boarding jam 09:10. Sementara perjalanan ke SSQ II butuh 10 menit, mana belom ada boarding pass pula walaupun udah web check in.
09:03 Akhirnya injak pedal gas juga. Gilaaa hampir aja ngojek, lagian males juga keluar duit lebih hehehe. Mepettt abisss.
09:12 Turun bis dan langsung jalan cepat menuju counter Singa Merah.
Seperti yang sudah diduga. Sebelum scanning pertama, pasti jalan agak lamban karena pengantar yang ramai, orang-orang yang jalannya kaya keong, dan scanning yang ramai, untungnya sih gak rame-rame amat. Abis scanning liat ada self check in, coba dulu. Pas udah input data tapi gak keluar-keluar tuh boarding pass. Akhirnya cusss aja ke counter. Antrian di counter yang buka cukup ramai, tapi saya ke counter yang sebelahnya aja yang kosong (karena ga ada tulisan open di layar). Alhamdulillah masih dapet boarding passnya, bahkan tanpa kasih bookingan dan identitas, kayanya sih saya yang terakhir.
Naik ke atas menuju ruang tunggu saya tanya ke petugas mengenai flight ke Yogya, soalnya gak ada aktivitas boarding, eh ternyata belom boarding, alhamdulillah. Bahkan saya jadi penumpang pertama yang boarding.
09:25 Boarding.
09:51 Pushback setelah 3 atau 4 pesawat militer lepas landas. Entah pesawatnya jenis apa, pastinya sih pesawat tempur.
12:32 Touch down Adi Sutjipto, Yogyakarta. Lha? Lama amat 2,5 jam lebih? Iya lama, wong harus tawaf dulu di langit Jogja. Gila kali yah, sebegitu ramenya traffic Adi Sucipto sampe harus muter 7/8 kali di sekitar 25 km barat Adi Sucipto. Sakit jiwa. Paling parah seumur hidup. Di Soekarno Hatta, Kuala Lumpur, bahkan Changi aja gak pernah saya alami kaya gitu.
Pertama kali menginjakkan kaki di bandara ini rasanya senang dannnn kuno. Ya, kuno. Gak ada garbarata, conveyor belt sedikit, AC gak dingin, musholla kurang besar, banyak supir taksi. Tapi enaknya bandara ini mudah diakses. Letaknya di jalan raya Jogja-Solo. Ada stasiun kereta Maguwo, ada Trans Jogja juga.

Perjalanan saya selanjutnya menuju Kartosuro. Karena info yang saya dapat gak bisa naik bus dari depan bandara, jadinya saya naik TJ (bukan Trans Jakarta loh ya) dulu ke Giwangan, itung-itung keliling Jogja kecil-kecilan.
13:10 Start TJ koridor 3B. Ini TJ biar kata BRT tapi jalannya banter, kaya Eka / SR aja. Goyang kanan kiri sambil klakson. TMP aja gak pernah sebanter ini. TJ ini juga dingin AC-nya. Petugasnya ramah pula (lebih ramah dari TMP).
13:15 Kres dengan Eka Double Glass RK8 di sekitar Janti. Oh iya, tarif TJ Cuma 3.500, lebih murah gopek daripada TMP.
13:26 Kota Gede. Silver City (bener kan?). Ternyata kaya gini toh Kota Gede, setidaknya pernah ke sini walau Cuma numpang lewat doang. Di dan setelah Kota Gede ternyata melalui jalan yang cukup kecil, hebat juga yah rutenya, asik.
13:34 Finish Giwangan.
Langsung menuju shelter. Banyak armada Patas yang sudah siap seperti bEST, Eka, Efisiensi, Haryanto 1626, dan Nusantara 1525 kuning. Pas liat Eka kok kurang manteps yah kirain bakal dapet yang Morodadi Prima. Mau naik yang selanjutnya tapi takut gak ngejar RI ST, akhirnya naik ajalah. Awalnya saya bingung, kok gak ada bus ATB parkir di sini. Pas jalan baru tau, ternyata tempatnya beda. Pe’a amat yah, namanya juga shelter Patas, mana ada ATB.

13:53 Eka S 7198 US pushback. Ini sih bodi JB2 rombakan, dilihat dari interior dan kursi yang gak baru. Tapi untungnya sih pake kursi yang gak baru, lebih empuk. Dari suaranya mesinnya sih cukup kasar, apa jangan-jangan RG. Kalo RG muantep lah.
13:52 Start terminal Giwangan
14:13 Adi Sucipto. Eh ke sini lagi. Tapi ini bus terbilang lumayan nyaman. Kursi lawasnya empuk dan hampir gak ada bunyi kriyet-kriyet.
14:22 Prambanan.
14:42 Terminal Ir. Soekarno, Klaten. Nampak KD Jack Daniels siap jalan, salah satu spesies KD yang banter.
14:53 Overtake Restu Mulya gress dengan bodi SR2 HD Prime di depan pool Rosalia Indah, Klaten.
15:24 Finish Kartosuro, tepatnya di lampu lalu lintas sebelum tugu Kartosuro. Oh iya, ternyata Eka ini pakai RK8 setelah saya lihat stirnya, kirain RG, udah seneng aja tuh.


DETAIL BUS

Bus: Eka (PT Eka Mira Prima Sentosa)
Nomer plat bus: S 7298 US
Jurusan: Magelang - Yogyakarta – Solo – Surabaya
Tarif: 15.000
Nomer kursi: 9B
Jumlah kursi: 43
Merk kursi: Aldilla
Sasis: Hino RK8
Bodi: Jetbus2 HD (rombakan) (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, rec.seat.
Waktu tempuh: 1 jam dan 28 menit.


PENILAIAN

+ Kursi nyaman
+ Nyaris tidak ada bunyi kriyet-kriyet

- Gak dapat bodi Morodadi Prima jenis apapun 


SOLO - TANGERANG

Setelah turun Eka 7198, saya jalan kaki 10 menitan ke agen Rosalia Indah Kartosuro Baru.
15:32 Tiba di agen RI Kartosuro bareng SHD 115 (Magetan – Tangerang), sekarang Magetan – Tangerang yang isi udah SHD belasan toh, kayanya SHD 109 yang saya naikin waktu itu udah pindah ke Surabaya deh.
Tiba di agen saya ke petugas untuk print, tapi katanya sebentar dulu (mungkin lagi sibuk), jadi saya solat Ashar dulu aja. Abis solat baru minta print, kali ini yang melayani petugas perempuan. Yah untung lah, daripada yang laki-laki, biar segeran gitu mata hehehe. Abis kasih tiket dalam bentuk PDF ke petugas, abis itu di print deh, lumayan irit 1000 daripada print sendiri. Tidak lupa dikasih kupon makan juga. Petuganya ramah-ramah.
Dan ternyata saya dapet SHD 101. The First SHD Scania in Rosalia Indah, berdasarkan nomer urut. Coba saya absen armada duluya di agen RI KTS yang urutannya, yaitu SHD 115, SHD 53x, 447 (Cibubur), SHD 397 (HDD 1626), 493 (SE Pulo Gebang), 437, SHD 105, SHD 101, 439, 448, dan SHD 395.
16:16 SHD 101 masuk. Nah ini dia, thats why i hate hot seat, topinya itu loh, trus gak ada AVOD. Mana leg roomnya cukup mentok lagi buat saya yang tingginya 170-172 cm dengan panjang kaki 100-102 cm.
16:36 Injak pedal gas menuju kota Tangerang. Lepas KTS dibagikan selimut. Oh iya, yang bertugas di SHD 101 bukan pramugari, yah elahhh. Laki lagiii laki lagiii. Dannnn ini Scania K360 kayanya lagi kurang fit deh, beberapa kali terasa endut-endutan. Baru kali ini gak asik Scanianya.
17:43 – 17:49 Terminal Tingkir, Salatiga. Upload penumpang terakhir (kalo gak salah). Eh iya, WiFinya abis kuota hahahahaha.
17:54 GT Salatiga. Akhirnya, full tol menuju Semarang dari Salatiga. Di tol ini biasa aja speednya. Pas turunan bisa 120, tapi pas nanjak bisa 60 ke bawah. Driver pinggir juga kebanyakan main HP, hadeeehhh.
18:22 GT Banyumanik.
18:25 GT Tembalang bersama Trans Jakarta MB 1526 NG yang habis rilis dari Lucksana eh Laksana.
18:34 GT Manyaran bersama HarJay H418 Hino RN dan HR12 Zeppelin Setra.
18:59 Melewati terminal Mangkang.
19:12 Diovertake Sudiro Tungga Jaya warna merah, kayanya sih Kimmoura. Suara Hinonya kasar amat pas ngegas.
19:35 – 20:24 RM Sari Rasa, Weleri. Gak usah absen armada lah ya. Sebelum makan, solat dulu mumpung baru 1 SE aja yang tiba sebelum 101 sampe. 
Abis solat langsung makan. Ekspektasi sangat tinggi terhadap menu makan SE kali ini. Eeehhhh ekspektasi kurang sesuai dengan realita. Menu makan ada nasi hangat, sayur daun singkong, oseng tahu tempe, telur belah, dan ayam goreng serta teh, es, kerupuk, dan pisang. Sayur daun singkongnya manis, gak kaya di RM Padang yang pedes. Oseng tahu tempe mantep lah. Telur belah standar. Ayam goreng rasa diet alias gak ada garam, hambar. Kerupuk tumben gak alot. Tehnya gak manis, tapi gurih karena agak asin, kaya teh di RM di Pantura Jawa Barat. GAK ADA mie dan sambal, itu dia minusnya. Overall, biasa aja, untungnya sih corrr a.k.a anti jatah. Spending timenya juga kelamaan. Entah kenapa ya, padahalkan bisa lebih cepet di sini. Payah.
Kemudi Scania pasca Sari Rasa dipegang oleh driver tengah yang pembawaannya sedikit lebih ngotot dan mau injak gas lebih dalam daripada driver pinggir. Pergantian driver tengah ke driver pinggir lupa di mana, entah menepi di Cipali atau Bekasi Timur.
20:37 Diovertake KD Jack Daniels di depan RM Menara Kudus setelah saling OT. Dan mulai banyak kress juga dengan bus dari Barat, seperti Agra Mas, Harapan Jaya, Akas Asri, dan Laju Prima. Emang jalanan lancar kah?
20:41 Tanjakan Plelen (kalo gak salah). Terlihat KD Jack Daniels bermasalah sampai harus ngerem dalem sampai menghentak dan bahkan telihat percikan api keluar di bagian belakang. Kirain mesinnya atau kampasnya jebol. Trans Zentrum Jetbus biru juga nanjak dengan lemot, sementara 101 bisa melewati dengan santai.
21:36 Melewati terminal Pekalongan.
22:25 Petarukan.
22:41 Kress dengan 2 DD PUMA’S.
Sepanjang jalan saya banyak tidur, bahkan tidak melihat dan tau kapan masuk GT Brebes Timur. Pokoknya udah mengaspal di tol sebelum ganti hari alias sebelum pukul 00:00.
00:20 GT Palimanan. Di tol saya banyak tidur. Untung aja gak jadi buat video trip report.
00:25 Diovertake Barito 1526 dan langsung dikejar walau gak disalip balik.
02:07 GT Karawang Timur 1 bersama STJ HDD Archilles. Kirain mau ke agen Karawang kali, eh ternyata menuju Bekasi Timur lewat Karawang. Kesal tapi oke juga sih, belom pernah lewat sini juga. Dari sini udah mulai tidur ayam sampe melek poll.
03:04 – 03:12 Agen Bekasi Timur bersama 493 dan 145. Entah kenapa kalo naik atau turun penumpang itu gak bisa 1-3 menit aja, biar cepet gitu.
03:30 GT Halim 2. Di tol Dalam Kota, driver pinggir membawa bus dengan santai, tidak terkesan cepat. Saya sih agak geram, tapi mungkin karena ini kelas Super Top kali yah, makannya main konstan aja. Tapi ya setidaknya di tol DalKot yang sepi ini bisa lebih cepat jalannya, kan sampainya bisa lebih cepat juga dan lebih cepat istirahat.
03:51 GT Meruya Utama menuju Lingkar Luar Barat. Dikarenakan dari Bekasi sampai finish saya melek, saya cukup menikmati sikon kota Bekasi – Jakarta – Tangerang di pagi hari (sebelum subuh). Terutama di tol DalKot dengan gedung-gedung di sekitarnya. Hal yang tidak dapat dinikmati di Sumatera.
04:00 Terminal Kalideres. Pake masuk terminal pulak, haduh masss’eee. Buang-buang waktu aja dah! Harjay Avante RN aja gak masuk terminal, walau SHD 101 ini ada penumpang turun di terminal, tapi kan bisa di luarnya.
04:16 Melintasi Stasiun Poris.
04:18 Masuk dan langsung keluar lagi di terminal Poris.
04:23 Finish. Turun sebelum bus naik fly over.


DETAIL BUS

Bus: Rosalia Indah (PT Rosalia Indah Transport)
Kode bus: SHD 101
Kode jurusan: MA.102 (Madiun – Solo – Bekasi – Bitung)
Tarif: 256.000 + 7.700 (biaya admin jika beli online)
Nomer kursi: 1A
Jumlah kursi: 21
Merk kursi: Aldilla
Sasis: Scania K360IB Opticruise
Bodi: Jetbus2+ SHD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, AVOD, toilet, rec.seat, leg rest, foot rest, bantal, selimut, colokan listrik, USB power plug, air mineral 600ml, servis makan.
Waktu tempuh: 11 jam dan 47 menit.


PENILAIAN


+ Pembelian mudah melalui online

- Booking online di website terkadang error
- Ada biaya tambahan atau processing fee
- Leg room kurang lega
- Waktu tempuh harusnya bisa lebih cepat 


Kok review banyak minusnya padahal naik Super Top Scania? Itu lah saya, beda dari yang lain. Review saya hampir selalu ada minusnya. Mungkin karena saya menuntut kesempurnaan 100% dalam setiap perjalanan.

Sabtu, 23 Desember 2017

Naik Lorena Lagi | LE 151 Pekanbaru - Tangerang | MB OH 1526 "Jaman Now"

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.

Silakan menikmati catatan perjalanan dalam bentuk video trip report di https://www.youtube.com/watch?v=682RiJkOFn8 


Ini adalah perjalanan pertama kali bagi saya dari Pekanbaru menuju selatan atau timur, biasanya menuju Pekanbaru terus. Akhirnya bisa menuntaskan Lintas Timur Sumatera baik dari selatan maupun utara.

Mengenai armada pilihannya Lorena dan SAN. Pada akhirnya sih pilih ‘si dia’ lagi. Entah kenapa cukup susah move on dari ‘si dia’, padahal pengen coba yang lain, kali aja dapet SR-2 Scania K360. Kenapa pilih ‘si dia’ lagi? Alasan utama karena lebih murah, murah karena masih ada diskon 15% yang diperpanjang sampai 15 Desember 2017. Oh iya, saya beli tiketnya tujuan Bogor, padahal tinggal di Tangerang. Yaaaa kali aja gitu pas di tol Jagorawi jalan bareng si 2542 DD yang katanya banter-suoosss-mosakmasik. Lagi pula tarif ke PKU-BGR sama kaya TGR-PKU kemaren kok. Kayanya kalo dari barat lebih murah.

Pembelian tiket ya pastinya lewat lorena-transport.com atau publiceticketing.lorena-transport.com dan bayarnya lewat Indoapril *ups. Prosesnya mudah dan cepat. Sama kaya beli tiket kereta di tiket.com atau traveloka.

Saya sendiri masih berharap dapet MB 1526 NG dengan bodi Jetbus2 HD. Daaannnn akhirnya tercapai!!! Setelah mencocokkan dan memprediksi Lorena dengan kode P 330 sekitar seminggu sebelum berangkat, akhirnya dapat juga P 330. Konfirmasi final/fix didapat dari live IG @Fansbusijo. Oh iya, yang bertindak sebagai pengemudi 1, yaitu bang Fransiskus dan pengemudi 2, yaitu bang Syafrianto.

Rabu, 6 Desember 2017

14:30 naik Hino RK8 dulu dari halte Suka Karya ke halte (portable) di Pasar Pagi Arengka, Jl.Soekarno Hatta. Naik koridor 03 seharga 4000. Waktu tempuh 8 menit aja.
14:45 Kantor / loket ESL Express sekaligus loket Lorena, Jl.Soekarno Hatta.
14:59 P 330 masuk loket ESL. Saya kira mah bakal diperiksa tiket saya, taunya kaga. Tau begitu gak usah diprint tiketnya. Irit duit dan ramah lingkungan.
15:07 Pushback menuju SPBU di sebelah untuk isi bahan bakar.
15:36 Singgah sebentar di cucian Lorena, masih di Jl.Soekarno Hatta.
16:18 Simpang Beringin, Kabupaten Pelalawan. Di Pelalawan, mulai terasa jalan naik-turun bukit, tapi naik-turun nya gak diikuti dengan belokan kaya di Minas.
17:09 Bertemu dengan RAPI 1836 ‘Xorento’ yang lagi menepi di arah berlawanan. Si Xorento jatah Kerinci kali yah, masa jatah Jambi, waktunya gak sesuai banget.
17:14 – 17:28 Loket Pangkalan Kerinci.
18:31 Agen Sorek.
19:09 Bersilangan dengan SAN Naga Emas kelas Executive dari Jogja-Solo.
19:11 Agen Ukui.
19:47 Pertamina field, Lirik.
19:57 – 20:34 RM Simpang Raya, Japura, Rengat. Jombloan aja, gak ketemu SAN Pekanbaru-Solo dan bus lain. Sebelum makan, solat dulu. Mushollanya udah gede dan bagusan. Kamar mandi oke lah, gak buruk. Makan malam saya pakai ayam goreng. Porsi lumayan, rasa lumayan, harganya 25000, standar RM di jalan lintas.

Kemudi kali ini dipegang oleh bang Syafrianto (FB-nya Partoe Ajegile). Unik juga gaya berkendaranya. Pengemudi 2 ini jarang pakai lampu jauh walau jalan di depan gelap dan lebih sering nyalain sein kiri dari pengemudi 1, bahkan pengemudi bus di Sumatera lainnya. Anti-mainstream lah.

21:18 Agen Belilas.
00:00 Pelabuhan Dagang, provinsi Jambi.
01:41 – 02:16 RM Ajo Tonjong, Bukit Baling. Kali ini gak jombloan, ada ALS nopin 16, dan IMI AC dan non AC yang temenin makan. Rasa makanannya oke lah daripada kelaperan, sementara toiletnya, hiiiiii cukup mengerikan. Harga makanan untuk nasi + ayam 25000 saja, biar gak ribet tuker kembalian.

Keluar rumah makan cukup sedap-sedap ngeri juga. Kondisi jalanan gelap karena kiri kanan hutan dan jurang, ditambah kabut yang cukup tebal. Harus berkonsentrasi tinggi untuk mengemudi di saat kaya gini. Untungnya ada temen jalan, ngekor Handoyo Celcius spoky-spoky.

02:24 Bersilangan dengan Lorena P.311 Euroliner 1626. Anehnya saya lupa LE berapa dan malah tau produknya. Padahal tulisan LE itu besar dan di kaca depan, sementara kode produk di kaca pintu depan dan kecil ukurannya.
02:38 Masuk Polres Muaro Jambil. Loh kok? Ada pemeriksaan oleh petugas. Bus diperiksa dan dicek dokumen, sementara penumpang dicek identitasnya. Kayanya sih lagi ada ‘pengiriman’, you know what lah.
03:30 Masuk terminal Alam Barajo, Jambi. Waisting time.
03:32 Naikkan penumpang di kantor/loket Lorena yang baru. Sleepy time.
07:25 Melewati RM Pagi Sore, Sungai Lilin. Udah lapar nih.
07:58 – 08:42 RM Musi Indah, Betung, Banyuasin. Makan bareng SAN bisnis AC bodi proteus dan 2 unit Handoyo. Kalo gak salah ada IMI dan Putra Remaja juga deh. Biaya makan di sini 36000 dengan nasi + ayam gulai serta air mineral botol dingin. Toiletnya 11:12 aja kaya Ajo Tonjong.

10:50 Isi solar di Tanjung Api-api, Palembang.
11:06 – 11:51 Kantor Cabang Lorena Palembang. Ada P.264 (Skyliner 1525) dan P.318 (Skyliner 1526 NG) yang sepertinya perpal da P.309 (Euroliner 1626) yang nantinya jalan LE 123. Lah LE 121 siapa? Kayanya sih antara 264 atau 318. Lorena Palembang lagi rame sampe jalan 3 trip/armada.
12:22 Jembatan Musi 2.
12:51 Bersilangan dengan LE 122. Nanti juga ketemu LE 124. Nah kan, 3 bis jalan Bogor-Palembang.
13:24 Ketemu Putra Pelangi Scania K410 SR-2 di depan UNSRI Student Center, Indralaya. Ini unit pertama (angkatan kedua SR-2 K410) yang jalan, platnya pakai punyanya ‘Baho Do Au’, BL 7612 AA, pelari Medan-Pekanbaru.
15:06 – 15:57 RM Pagi Sore, Teluk Gelam, OKI. Makan bareng Kramat Djati RG dengan bodi rombak jahat (muka JB1, samping dan belakang JB2+), Pahala Kencana Evonext RG suoosss, dan BSI dengan kuler 7 baris wooowww ntaps. Di sini saya mandi dulu di kamar mandi masjid. Kamar mandinya bersih banget dan besar, gak wajib bayar pula. Abis itu solat dan makan. Pas makan saya minta jangan dihidang, soalnya sendiri. Eh malah dihidang juga, kan anjeng! Jadi mahal dah. Biaya makan 45000 pakai nasi + ayam gulai, es teh, dan air mineral botol.
16:50 Tugumulyo. Kejar-kejaran bareng ALS 16. Videonya ada di Youtube (https://www.youtube.com/watch?v=q6enZAMSx3E).
17:54 Masuk provinsi Lampung.
19:50 Polres Tulang Bawang.
20:20 Menggala.
20:51 Bersilangan dengan SAN Scania K360 SR-2, Solo-Pekanbaru kayanya.
21:39 Melewati RM Siang Malam, Bandar Jaya.
22:39 Bandara Radin Inten.
23:08 Benhenti sebentar di seberang loket Kalibalok buat laporan.
23:39 Bersilangan dengan NPM Golden Dragon sekaligus disalip PK RG. Memang jawara tuh RG. Spesies terbaik HYNO.
00:28 – 01:25 RM Siang Malam, Kalianda. Ada Damri 5315 Ultima, LE 123 (P.309 Euroliner 1626), LE 232 (P.321), dan LE 170 (P.324). Di sini saya cuma solat dan makan pop mie aja. Lama aja singgah di sini sampe ketemu LE 123. Eh tapi LE 121 siapa dan di mana yah?
01:52 Masuk Pelabuhan Bakauheni. Pas mau masuk kapal nanti berebut sama Kramat Djati RG, Arya Prima kuler, dan 2 unit PK Evonext. Yang dapet masuk cuma PK dan KD beserta ‘stut jack’ dan ‘losbak’. Padahal yang paling ngotot masuk si Arya Prima sampai-sampai ‘panas’ sama LE 151. Spion LE 151 sampe geser karena Arya Prima dipukul mundur petugas, itu spion geser juga karena LE 151 gak mau mundur. Akhirnya semua harus tunggu kapal selanjutnya bersandar dan bongkar muat. LE 123 aja sampe ikut anti.
02:51 Masuk lambung KM Windu Karsa. LE 151 masuk di urutan ketiga dan parkir paling depan biar keluar duluan. Di kapal ada LE 123, PK Evo, Sinar Dempo 1526 Jetbus, Arya Prima, dan KD 1521 Jetbus MP.
03:16 Mulai berlayar. Di kapal saya masuk kelas Bisnis AC, tapi engga ditarik karcis. Entah gratis atau emang sayanya aja yang nyelonong. Tipe kursinya ada yang 2, 3, dan 4 kursi jadi satu dan handrestnya bisa diangkat. Saya beserta beberapa penumpang lain bisa kuasai kursi untuk rebahan. Lumayan lah.
05:39 Keluar kapal duluan, pelabuhan Merak. Keluar pelabuhan langsung ke agen Lorena Merak, eh tutup. Pas di Merak dan tol keribetan cari minimarket untuk isi e-Toll sampai disalip LE 123 pas lagi berhenti mau isi e-Toll di Merak.
06:55 GT Cikupa.
07:11 Finish Rest Area KM 13, Karang Tengah, Tangerang.

Kok gak jadi ke Bogor? Awalnya kru bilang kalo LE 151 akan bablas ke Bandung karena ada penumpang ke Bandung dari Jambi dan saya doang yang ke Bogor, jadi saya putuskan turun Tangerang aja deh biar kru gak harus ke Bogor. Eh ternyata gak jadi tuh penumpang ke Bandung, malah ke Malang. Eeealahhh, salah info krunya, tau gitu gasss Bogor juga. Tapi tetep sih saya turun Tangerang karena beberapa alasan, seperti sudah ‘laporan’, baterai HP dan Powerbank yang mulai kritis karena video terus, gejolak ‘di perut’, dan udah siang juga. Ntar ribet Jum’atannya.


DETAIL BUS

Bus: Lorena (PT Eka Sari Lorena Transport Tbk)
Kode bus: P 330
Kode jurusan: LE 151 (Pekanbaru – Jambi – Palembang – Jakarta – Bogor)
Tarif: 433.500 (setelah diskon 15% atau harga normal 510.000)
Nomer kursi: 1B
Jumlah kursi: 32
Merk kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes Benz OH 1526 NG
Bodi: Jetbus2 HD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, smoking area, rec.seat, bantal, selimut, colokan listrik
Waktu tempuh: 40 jam dan 4 menit.


PENILAIAN

+ Kru ramah.
+ Dapet armada incaran.

- Leg room hot seat sempit.
- Waktu tempuh lebih lama daripada TGR-PKU. Ya iyalah hehehe, udah pasti itu kalo sebaliknya.


Overall memuaskan bisa dapet armada incaran, kru ramah, dan dapat bahan untuk video trip report. Walaupun engga masuk tol Palembang-Indralaya. Daaann, sepertinya ini pertama dan terakhir naik LE 151 dan terakhir naik Lorena Sumateraan. Karena selanjutnya udah gak ada kesempatan lagi. Mudah-mudahan masih tetep bisa touring naik bus lagi.