Tampilkan postingan dengan label Jetbus3 SHD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jetbus3 SHD. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Maret 2021

Gunung Harta Rasa Asli dari Dewata

Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat datang kembali di blog saya.

 

Cerita kali ini merupakan lanjutan dari cerita perjalanan sebelumnya bersama Setiawan menuju Denpasar. Saya tiba di Denpasar atau turun bus beberapa saat sebelum Shubuh. Waktu sudah mendekati Shubuh, jadi saya pilih untuk turun dekat Masjid terdekat yang dilewati bus dan langsung menuju Masjid. Sampai di Masjid, saya sempatkan untuk bersih-bersih badan sebelum menunaikan kewajiban. Ternyata suasana pagi gelap saat itu tidak terlalu sepi, mungkin ini karena Masjid yang cukup besar dan posisinya di daerah yang ramai.

Selesai menunaikan kewajiban, saya istirahat sebentar di halaman Masjid sekalian liat lalu-lalang orang-orang yang memulai aktivitas di pagi hari. Jam keberangkatan saya masih sekitar 9 jam lagi, ini lah waktu-waktu yang saya tidak sukai karena terlalu banyak waktu menunggu dan saya tidak pengen untuk keliling kota apalagi sampe ke pantai Kuta atau daerah mainstream lainnya. Saya sempatkan untuk WiFi-an di kantor/Plasa Telkom untuk internetan bebas dan download-download untuk stok selama perjalanan nanti. Ternyata WiFi-nya lemot, harusnya sih cepet ya kalo di tempat kaya gini.

Loncat aja ya ke pra-keberangkatan. Sekitar jam 1 siang (kalo gak salah) saya tiba di kantor atau pool Gunung Harta di jalan HOS Cokroaminoto. Masuk ke dalam kantor langsung laporan/check in dan karena saya beli tiket di Traveloka saya gak dapat tiket fisik. Good lah, hemat biaya. Yang kaya begini nih yang harus ditiru PO-PO lain. Saya sih gak pikirin soal koleksi tiket, toh sekarang jamannya paperless. Oh iya, tiket saya beli di Traveloka seharga 140.000 saja. Aslinya harga di Traveloka 240.000 (saat itu) dan saya punya voucher 100.000 (min.pembelian 200.000) hasil beli di Shopee hahahaha. Lumayan kan. Touring online bisa lebih hemat. Tapiii yaa gituuu, pilihan kursi cuma di bagian tengah. Gak apa-apa lah, yang penting hemat.

Sembari menunggu jam keberangkatan yang ternyata jam 15:30, bukan 14:30 seperti di tiket Traveloka. Kayanya 14:30 ini WIB deh bukan WITA. Sembari nunggu berangkat, saya istirahat juga sekalian ke Indomaret untuk beli minuman dingin karena hari sangat panas dan beli bakso/bakwan Malang, ada penjual gerobak di pintu masuk pool.

 

Selasa, 3 Maret 2020

15:16 Bus yang akan saya naiki, GH Tronton 001 a.k.a. Quality Angel masuk pool.

15:21 Masuk GH O500R 1836 “Marquez tujuan Tulungagung. Wiihh… Tulungagung-Malang dapet 1836.

Masuk ke dalam bus, ternyata kabin untuk kursi sebelah kiri untuk tronton GH ini lebih maju dari bus-bus atau PO lainnya, sepertinya untuk memaksimalkan ruang kaki penumpang. Ada dispenser juga kalo ga salah. Kursi saya baris ketiga di kaca kanan. Sepertinya kursinya tidak dibersihkan, soalnya terlihat jelas kilau-kilau minyak di bagian kepala di kursi-kursi. Leg room, cukup lah soalnya bisa miring juga kaki. Kursi empuk ala Rimba Kencana. Juara emang. Oh iya, kursi RK ini cocok untuk posisi duduk yang rebah ya, kalo badan agak tegak kurang cocok karena badan bisa pegel. Jadi, kalo kalian dapet kursi RK, lebih baik badan dipasang mode rebah relax ya.

15:41 Angkat tuas hand brake dan injak pedal gas dari kantor/pool Cokro. Penumpang dari sini belum penuh ya, kira-kira gak sampe separuh lah ya. Berangkat telat 11 menit dari jadwal ya.


16:08
Masuk terminal Mengwi, Badung.

Cukup ramai bus-bus menuju Jawa Timur di sini. Di sebelah kiri posisi parker bus saya ada kumpulan De Oranje alias Setiawan dan di peron ada GH, Wisata Komodo, M Trans, dll. Berhubung cukup lama di sini, saya turun bus dan foto-foto dikit.



16:38
Start terminal Mengwi mendahului GH 1836 Tulungagung dan GHTS Scania K360 JB3+ Facelift tujuan Malang tok. Unik memang ya, GHTS cuma ada trayek Malang tok aja dan mereka gak beda kantor atau pool.

Sepanjang jalan menuju Gilimanuk, terlihat bus-bus seperti Pahala Kencana mengarah ke Denpasar. Kayanya ini bus-bus yang berlawanan arah ini dari Jakarta deh. Keren ya sekarang. Sejak ada Tol Trans Jawa, bus-bus Jakarta-Denpasar bisa masuk Denpasar masih sore. Tahun 2017 lalu saya masih sampe di Mengwi sekitar jam 1 pagi. Sepanjang jalan juga kondisi ramai lancer dengan suasana khas jalan raya antar kota antar propinsi di Bali,

16:47 – 16:59 Kantor Gunung Harta, Kediri, Tabanan. Lumayan ada beberapa penumpang naik di home base nya GH. Di sini kalo ga salah dibagikan snack juga. Kemasan snacknya sederhana tapi isinya cukup mengganjal perut. Mantap ini. Isinya ada roti, bolu, kacang telor, air mineral 330ml.


18:12
Masuk Kabupaten Jembrana.

Selepas kantor GH di Kediri, jalanan di dominasi hijau-hijauan dengan sesekali pemandangan laut di sisi kiri bus. Kondisi luar juga hujan ringan. Asli ini syahdu sumpah. Kombinasi situasi luar yang sejuk, kursi yang nyaman, dan ditambah dengan cara mengemudi dari pengemudi Tronton 001 ini bikin suasana syahdu. Terbaiklah. Untung juga lewat sini masih terang.

19:11 Terminal Negara.

19:51 – 19:57 Isi Solar di SPBU Gilimanuk.

20:03 Masuk Pelabuhan Gilimanuk. Oh iya lupa, saat masuk Bali kemaren pas naik Setiawan, saya dan penumpang tidak perlu turun untuk periksa KTP, cukup di dalam bus aja.

20:25 Masuk kapal di dermaga 2 bersama GH 1836, GH merah Hino RN tujuan Kediri, dan Pandawa 87 HDD 1626 Matic. Entah kenapa ya, GH ini saya liat dan tengok di medsos selalu naik kapalnya di dermaga yang model begini, bukan dermaga yang punya semacam garbarata gitu lah. Terutama unit-unit SHD-nya.

20:41 Kapal jalan.

Ya seperti biasa ya, penumpang tidak diwajibkan untuk turun dari bus dan mesin bus tetap menyala. Saya manfaatkan untuk mondar-mandir di bus dan charge HP. Oh iya, charg HP ada di louvre AC ya dan USB port yang saya gunakan ternyata tidak fast charging. Saya juga sempatkan untuk naik ke atas untuk menunaikan kewajiban. Dan lucunya ya, saya kan sebelum solat bukan Google Maps dulu buat liat arah kiblat dan ada orang lain yang solat juga dan arahnya berlawanan dengan saya. Jadi saling punggungin gitu. Bisa begitu ya.

20:31 Kapal sandar di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

20:37 Keluar kapal. Yak, gak sampe 24 jam saya meninggalkan pulau Jawa. Keluar pelabuhan bus langsung jalan cepat ya, kalo gak salah bareng sama GH merah tujuan Kediri kayanya.

21:37 – 22:03 RM Sumber Harta Baru. Ada GH Little Princess di sini. Gokil, ternyata GH Tronton 002 dari Surabaya servis makannya di sini, bukan di Probolinggo. Posisi SHB ini setelah Baluran ya, gak sejauh Puritama juga.

Turun bus langsung ke meja prasmanan. Tempat makannya sederhada tapi efisien, piringnya dari rotan dengan alas kertas nasi. Yang begini bagus sih, jadi gak buang waktu buat cuci piring. Lauk malam itu? Enak, asli, rekomen. Isinya? Nasi hangat, sayur seperti capcay, oseng tempe, dan ayam goreng serta kerupuk dan teh manis. Ini nih gokil, bumbu dan garamnya terasa.

Keluar RM SHB, sempet melek dikit habis itu yaaaa tidur lahhh. Udah kenyang makan enak, ya enaknya tidur. Tarik selimut. Oh iya, selepas RM SHB dapat snack lagi. Mantap GH Bali pelayanannya.

Rabu, 4 Maret 2020

00:58 Masuk Tol Trans Jawa di GT Probolinggo Barat + overtake Setiawan. Saya gak tau kenapa masuknya di GT Pro Barat, bukan di Timur. Masa iya ada penumpang turun di Probolinggo, meskipun mungkin aja sih.

01:40 Exit GT Kejapanan untuk turunin penumpang. Yaa berarti gak semua turun di Surabaya atau Bungurasih.

01:50 Masuk tol lagi. Sepanjang jalan arteri di samping jalan tol ini, jalannya gak bagus alias banyak lubang.

01:57 – 02:05 Isi Solar lagi di Rest Area KM 753

02:12 Exit GT Waru 1 & Ramp. Titik tujuan akhir saya sudah dekat. Saatnya persiapan.

02:19 Kres dengan Rosalia Indah SR-2 XHD Scania K360 di Medaeng. Cepat juga yah. Ini XHD ini jalannya ke mana sih? Masih ngacak nih Millenial Bus-nya Rosin.

02:25 Finish terminal Purabaya. Yah, sini lagi. Cepat juga yah waktu tempuhnya. Tapi kenapa yah jam keberangkatan gak dibikin lebih sore?



DETAIL BUS


Bus: Gunung Harta (PT Gunung Harta)

Jurusan: Denpasar – Surabaya

Tarif: 140.000 (aslinya 240.000 via Traveloka)

Nomer kursi: 3D

Jumlah kursi: 36

Merk kursi: Rimba Kencana

Sasis: Mercedes Benz OC500RF 2542 Ecolife

Bodi: Jetbus 3 SHD (karoseri Adi Putro)

Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, reclining seat, leg rest, bantal selimut, snack, servis makan, smoking area, dispenser, USB port charging.

Waktu tempuh: 11 jam dan 44 menit

 

 

PENILAIAN

 

+ Kursi nyaman dan leg room cukup

+ Dapat snack 2x

- USB port yang saya pakai belum fast charging

 

Turun dari bus, seingat saya ke WC dulu. Lalu, habis itu menuju shelter tujuan Malang. Yang tersedia saat itu hanya Restu Patas via Tol. Ya udah lah, lagi dan lagi depan belakang sama aja Restu bodi Jetbus. Naik aja lah

 

02:51 Masuk Restu Patas bodi Jetbus HD. Pake Hino RK non-Air Suspension kalo ga salah. Interior biasa banget. Terkesan tua dan kurang terawat karena warna beludru di jok berwarna hijau sudah memudar. Leg room juga biasa aja

02:52 Keluar shelter

02:55 Keluar terminal Purabaya.

03:08 GT Sidoarjo

Sepanjang jalan bus dipacu dengan kecepatan yang biasa aja untuk Hino RK. Kayanya sih kecepatan sekitar 100 kpj konstan. Saya juga kebanyakan melek, lupa tidur ayam apa engga. Soalnya waktu tempuh cepet sih, sekitar 1 jam aja sejak ada tol dari Surabaya ke Malang.

03:19 GT Kejapanan 1

04:01 GT Singosari

04:08 Finish depan terminal Arjosari Malang. Ya, sampai lagi kita di sini.

 

Sampai di sini dulu ceritanya yes. Cerita selanjutnya nanti ya. Simak terus. Terima kasih

Senin, 17 September 2018

Perdana naik Scania K410 Jetbus 3 SHD dan Panoramic

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)
Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.


PERHATIAN!!! Sebelum membaca, alangkah baiknya lihat  etape touring sebelumnya, Pekanbaru - Medan - Toba Samosir  dan  Etape Medan - Aceh - Sabang  . Terima Kasih


BANDA ACEH - MEDAN

Setelah kembali menjajaki pulau Sumatera, saya langsung ke halte Trans Koetaradja. Saat bus datang, langsung diserbu dan bus tidak langsung jalan, mungkin menunggu waktu jalan sesuai jadwal. Saya turun di Masjid Raya dan istirahat, sholat, dan mandi di sana. Urusan makan, saya makan mie (mie Aceh) di ruko depan Masjid. Harganya 8000 saja plus 7000 untuk teh tarik dingin.
Selesai sholat Maghrib berjamaah, saya langsung ke halte nunggu Trans Koetaradja. Sayangnya gak ada yang lewat, haihhh payah lah, masa belom jam 19:30 udah gak ada. Akhirnya saya naik Go-Jek aja.
19:55 saya tiba di seberang terminal Batoh. Langsung ke loket buat laporan dan ke Musholla untuk sholat Isya.
Abis sholat Isya langsung ke area keberangkatan. Pas udah di depan bus, saya di telpon petugas kontrol mengenai posisi saya. Lahhh, yang tadi di loket berarti siapa yak. Langsung naik aja. Dapat nopolnya 7801, yang sepertinya ini batangan pak Isa, mantan driver Pusaka Sniper 7717 yang terkenal entuuu, wah mantap lah. Eh sebelumnya, pas sampe di terminal, nampak si Sniper 7717 keluar, tumben udah gerak beberapa menit sebelum jadwalnya jam 20:00.
Di sini terjadi masalah, saya booking nomer kursi 24 yang posisinya di sebelah kiri, seperti yang saya liat di denah kursi. Kenapa pas naik ke dalam malah posisinya di sebelah kanan yang leg roomnya sempit. Wahhh mas alahh. Pas petugas kontrolnya di dalam, saya izin untuk pindah ke kursi nomer 25 (6A), atau kursi baris kedua setelah pintu tengah dan toilet. Soalnya masih banyak kursi kosong, agak aneh yaa. Hari Minggu kok masih banyak kursi kosong. Leg room di sini legaa abisss. Ada USB charger juga loh di besi bawah bagian belakang bawah di antara dua kursi. Mantap, baterai always full lah.
leg room seat 21-22


Leg room sebelah kanan. Seat 23-24
20:23 keluar terminal Batoh. Gak seperti bus lainnya yang ngetem di depan, AW 7801 langsung gas pol. Tapii sayangnya, malah ngetem juga setelah simpang 3 Batoh. Haihhh. Musik di dalam bus sudah diputar, playlist awal lagunya Nissa Sabyan.
20:43 jalan lagi setelah ngetem 15 menitan. Pas ngetem dibagiin snack juga, isinya bakpao isi kacang ijo dan air mineral Cleo 250ml. Hmmm anti-mainstream. Air mineral gelas paling mevvah hahaha.
21:14 salip Sanura Scania K360 di Kuta Cot Glie, Aceh Besar setelah ngekor cukup lama semenjak selesai ngetem tadi.
21:22 Seulimeum.
21:39 salip PMTOH 7314 HDD di Seulawah setelah ngekor dan tempel cukup lama. Memang gesit-gesit 1626 HDD-nya PMTOH. Oh iya, AW 7801 di Seulawah ini memang benar-benar digeber. Batangannya yang dulu bawa 360HP dan sekarang dikasih mesin yang 50 HP lebih besar dan tanpa speed limit memang gak sungkan untung gas pol. Sayangnya, cara bawanya agak kurang nyaman, apalagi suara mesin cukup terdengar jelas. Cara bawanya suka gas dan suka rem sambil mainin retader, kurang nyaman lah. Tapi buat yang suka “aksi yang bikin melek” sih kayanya enak-enak aja.
22:44 melewati terminal Sigli.
22:58 Beureuneun.
23:16 overtake Harapan Indah Jetbus HD 1626 di Bandar Baru, Pidie Jaya.
23:20 isi solar dulu, masih di daerah yang sama. Ini lah gak enaknya KAP dan PMTOH, isi solar di pertengahan perjalanan. Gak kaya Sempati Star atau Putra Pelangi dan PO lainnya yang gak perlu isi solar di tengah perjalanan karena sudah diisi cukup sebelum berangkat.

Senin, 10 September 2018
00:12 akhirnya kursi di sebelah saya ditempati setelah naik penumpang di depan terminal Junieb, lepas Pidie Jaya.
01:43 Lhokseumawe.
04:30 melewati terminal Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Nah kan, tidur lumayan lama juga. Maklum lah, seat cukup nyaman, leg room lega, AC dingin, dan selimut hangat memang cocok buat bobomania. Kalo nyaman sih biasa aja, soalnya posisi duduk saya ada di atas ban dan suara mesin cukup terdengar.
05:57 – 06:15 menunaikan kewajiban untuk sholat Shubuh di Masjid Darus Ar Rugayah, Tanjung Pura bareng Anugerah JB 1836, Harapan Indah Jetbus HD 1626, dan Sempati Star Non Stop Panoramic Scania K410. Haee Non Stop. Haee  juga HI 1626 yang ada stiker 19:30, yang mungkin jadwal keberangkatannya. Selepas Shubuh saya cukup banyak tidur ayam.
07:51 terminal Pinang Baris, Medan. Cukup lama di sini, entah ngapain, ribed dah Dishub. Pusaka Skyliner, Harapan Indah O500R-ne 1626, dan New Aceh Tengah aja sampe ninggalin AW 7801.
08:09 akhirnya finish di loket Kurnia jalan Gagak Hitam. Lumayan juga jalan di kota Medan ini, agak agak macet.
 
Overall, cukup puas karena naik armada yang masih cukup fresh dengan kursi Aldilla terbaru yang cukup nyaman, walau masih lebih nyaman Rimba Kencana-nya Sanura. Cuma agak kecewa aja soal waktu tempuh yang di atas 11 jam 30 menit. Gak seperti ekspektasi dengan driver yang terkenal itu. Tapi mantap lah. Rekomen.



DETAIL BUS

Bus: Kurnia (PT Kurnia Anugerah Pusaka)
Nomer plat bus: BL 7801 PB
Kelas: Patas SCANIA "AW Series"
Jurusan: Banda Aceh – Medan
Tarif: 210.000
Nomer kursi: 25 (6A)
Jumlah kursi: 32 + 2 di smoking room belakang
Merk kursi: Aldilla
Sasis: Scania K410iB Opticruise
Bodi: Jetbus 3 SHD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, snack, rec.seat, leg rest, bantal, selimut, USB charger, colokan listrik, WiFi, smoking room.
Waktu tempuh: 11 jam dan 46 menit.


PENILAIAN
+ leg room lega
+ USB charger nyala terus tanpa henti

- Waktu tempuh kurang memuaskan


MEDAN - BANDA ACEH

Selepas saya tiba di Medan, saya beranjak menuju loket Sempati Star untuk beli tiket Double Decker ke Pekanbaru. Kalo yang jalan bukan DD, beralih ke Medan Jaya lagi dengan beli via redBus, biar ada potongan harga hehehe. Tiba di loket/pool Sempati Star, langsung ke bagian ticketing. Beli tiket ke Pekanbaru, tapi saya juga tanya apa hari ini / nanti yang jalan ke Pekanbaru itu Double Decker dan apa pasti? Mbak-mbak ticketing mengiyakan Double Deckernya jalan ke Pekanbaru. Fix lah. Bayar tiket 240.000, lah saya kira 230.000. Seatnya saya dapat di bagian depan, nomer 4. Mantap. Hebatnya langsung ditulis nomer plat busnya, BL 7998 AA. Saya langsung searching, ternyata Scania K410 tanpa stiker Super VIP.
Aktivitas saya sembari menunggu jam keberangkatan saya isi dengan leyeh-leyeh sambil nge-charge dan WiFi-an di ruang tunggu VIP nya Sempati Star, serta diselingi dengan sholat dan makan. Mau jalan atau beli oleh-oleh pun malas karena keuangan sudah cekak. Ini pun kalo mau irit lagi naik Medan Jaya, tapi karena pengen menikmati Lintas Timur Medan – Pekanbaru naik Double Decker, yo wis lah.
Di tiket tertulis keberangkatan jam 18:00, pas jam 5 saya coba laporan masih disuruh tunggu. Jam 6 kurang saya laporan malah ditulis nomer plat bus yang baru, yaitu 7877 dan nomer 7998 dicoret. Wait, saya searching dulu, setau saya gak ada Double Deck dengan nomer plat 7877. Ternyata benar, 7877 adalah SHD Panoramic “Erdogan”, lah ini mah yang dari tadi siang tidur di SPBU samping loket. Saya tanya ke mbak-mbaknya, katanya si DD lagi ada kendala, lah tadi saya liat dengan mata saya sendiri kalo si DD 7998 lewat dan katanya “sama aja kok, tapi ini yang Super High Deck”. Kampret nih orang, pake ngajarin pula SHD itu apa, dikira gua bego kali. Udah lah kesal, dibikin makin kesal pula. Mau cancel dan coba booking Medan Jaya gak bisa. Pasrah aja lah. Salah satu orang di loket bilang kalo berangkatnya abis Maghrib. Hmmmm pertanda buruk.
18:15 BL 7877 AA “Erdogan”, Scania K410, Jetbus2+ SHD Panoramic parkir di loket.
Saya tinggal sholat dulu. Selesai sholat pun gak ada tanda-tanda bus akan diberangkatkan segera. Mesin bus masih mati.
19:11 keluar loket.
Gila, jam segini baru jalan. Putra Pelangi tronton aja yang jalan jam 6 dari Sunggal bisa sampe Pekanbaru jam 10, lah ini jam segini baru lepas landas. Gak bener. Udah gitu masih pula berhenti di depan loket. Aduhhh. Yaaa saya sih gak ngejar waktu, tapiii ya setidaknya lah.
Berjalan menuju jalan Sisingamangaraja melewati Ring Road. Pada saat itu kondisi jalan cukup ramai, mana banyak kena lampu merah. Oh iya, yang bawa bus ini petugas yang di loket tadi, yang kasih tau bus jalan abis Maghrib. Orangnya berbadan besar, kulit putih, dan berbahasa Aceh. Apa iya ini anak yang punya Sempati Star atau anak dari petinggi Sempati Star. Hhmmmm.... entah lah.
20:11 loket Sempati Star jalan Sisingamangaraja. Untuk cuma sekilas aja di sini.
20:21 melewati Polda Sumatera Utara.
Gak lama lewat Poldasu. Bus berhenti untuk naikin paketan. Paketan dari pick up full yang sepertinya berisi buah. Cukup lama masukkinnya karena banyak.
20:44 jalan setelah naikin paket. Lama cuy, 15 menit lebih kayanya.
21:26 GT Lubuk Pakam. Masuk tol, si Erdogan langsung speedo mentok. Tapi agak ngeri juga, terasa getarannya, gak kaya pas naik Medan Jaya, Makmur, atau Putra Pelangi. Entah ini efek jaring anti-atlet atau angin yang kencang dari arah berlawanan.
21:37 GT Perbaungan. Buset, bentar amat. Gegara paketan buah tadi nih.
21:56 jalan setelah turunin paket.
Gila, turunin paket lama juga. Benar-benar gak bisa diandalkan soal waktu. Oh iya, petugas yang bawa bus gak ikut lagi lanjut ke Pekanbaru. Setelah itu saya berusaha untuk tidur walau kaki sakit karena menggantung dan leg room yang suempittt.
Oh iya, di Kisaran atau Tebing Tinggi, lupa, Kisaran kayanya. Kursi di sebelah saya mulai ditempati yang punya.

Selasa, 11 September 2018
01:38 – 02:13 istirahat di RM Nana, Asahan bersama 3 unit Putra Melayu, lah baru tau ada PO ini. Ada juga Sempati Star Jakartaan 1526 HDD Super VIP yang tiba dan jalan duluan, serta yang Patas VIP yang datang belakangan. Yailah, jumlah seat sama aja pake beda nama kelas.
05:45 Kota Pinang. Bukan maennn. Udah terang masih di Sumatera Utara.
07:02 menurunkan penumpang di depan Indomaret jalan Sudirman, Bagan Batu, Rokan Hilir, Riau. Berhubung penumpang ini turun, jadi saya pindah ke belakang saya biar agak lebih enak.
07:18 melewati RM Arowana, Bagan Batu. Sebelumnya sempat salip Putra Pelangi 1521 yang menuju Jakarta. Hmmm ternyata keong juga pemain Jakarta ini.
08:56 Simpang Bukit Timah. Simpang yang memisahkan jalan menuju Pekanbaru dan Dumai. Kiri ke Dumai, kanan ke Pekanbaru.
10:09 melewati Hotel Grand Zuri, Duri. Biasanya sihhh, masuk Duri itu jam 6-an, lah ini mah jam 10 yang harusnya udah di Pekanbaru. Wkwkwkwkw
11:39 – 12:13 RM Tuah Sakato bersama Vircansa SR-2 HD Prime yang bawa rombongan SMAN 1 Padang Panjang ke SMAN 1 Medan untuk studi banding dan disusul Sempati Star yang menuju Jakarta. Ini SS Jakarta padahal jalan duluan loh dari loket. Saya di sini gak makan, malas alias ngirit hehehe, beli pop mie aja 8000.
13:08 Masjid Nurul Huda, Minyak Nasional alias Minas.
Kata teman saya, itulah alasan kenapa dinamakan Minas. Daerah ini dulu menjadi lumbung Minyak Nasional, dengan produksi terbesar di Indonesia yang kalo gak salah bisa produksi minyak lebih dari 400.000 barel per hari (kalo gak salah ingat loh ya). Dan kata Dosen saya, minyak di Riau ini terkenal dengan kualitasnya dengan nama Black Oil (kalo gak salah). Tapii ya itu dulu, sekarang minyaknya tinggal dikit. Makanya Chevron gak perpanjang kontrak.
13:40 Simpang Palas
13:53 terkena kemacetan sedikit karena perbaikan jalan atau pembetonan jalan di jalan Riau.
14:04 akhirnya saya turun di depan loket Putra Pelangi dan SAN atau di depan gerbang Stadion Utama Riau, tepat sebelum si Erdogan putar balik menuju loketnya.

Seleai sudah jalan-jalan saya sampai ke ujung Indonesia. Entah kenapa, trip atau etape terakhir ini selalu aja gak nyaman. Overall, kapok naik Sempati Star. Gak lagi-lagi. Ini aja naik karena incar DD. Hikmahnya? Perdana naik Panoramic.


DETAIL BUS

Bus: Sempati Star (PT Bintang Sempati Star)
Nomer plat bus: BL 7877 AA
Kelas:
Jurusan: Medan - Pekanbaru
Tarif: 240.000
Nomer kursi: 4 (1D)
Jumlah kursi: ±36
Merk kursi: Aldilla
Sasis: Scania K410iB Opticruise
Bodi: Jetbus 2+ SHD Panoramic (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, AVOD, audio, toilet, rec.seat, leg rest, bantal, selimut, colokan listrik, sekat depan.
Waktu tempuh: 18 jam dan 53 menit.

PENILAIAN

+ Perdana naik Panoramic

- Gila. 19 jam setara Tangerang – Malang.
- Leg room sempit
- Leg rest gak bisa full naik
- Kursi terlalu tebal, susah untuk direbahin
- Entah kenapa kursi ini kurang empuk, padahal kursi yang beludru seperti di DD yang pernah saya naikin waktu itu rasanya nyaman
- Gak dapat snack