Sabtu, 15 September 2018

Menuju Toba Samosir Naik Scania Karo

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)


Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.

Setelah setengah tahun tidak naik bus besar dan tidak buat catatan perjalanan, akhirnya kali ini ada kesempatan untuk melakukannya lagi. Perjalanan naik bus kali ini akan sama rutenya seperti tiga (3) catatan perjalanan yang pernah saya buat sebelumnya. Akan tetapi, kali ini ada sedikit perbedaan, ada tambahan rute perjalanan dan tambahan hari dalam melakukan perjalanan.
Rasa kangen naik bus biasa melanda lagi kalau sudah setengah tahun tidak naik bus. Rasa naik bus sempat ada jika saya dapat lokasi desa untuk KKN (Kuliah Kerja Nyata) di dekat Air Molek. Nah, kalo di situ kan Lintas Timur, bisa lahh naik Lorena, Putra Pelangi, atau Sempati Star walau cuma sekali. Harapan itu kandas walau sempat bangkit lagi tapi kandas lagi.
Harapan naik bus malam AKAP muncul ketika liat IG Story-nya salah satu Youtuber yang suka buat video TR naik bus, Andriawan Pratikto (kalo gak salah sih IG Story dia), yang share gambar kalo Traveloka ada diskon 50% (sampai 125rb). Wah! Kesempatan emas nih! Ke mana kah kita? Jakarta? Mending pulang sekalian, malas lah. Bengkulu? Cuma ada Putra Raflessia di Traveloka, SAN di redBus, agak malas juga sih kalo gak sekalian ke Lintas Barat. Touring di Jawa? Gak cukup dana. Akhirnya rute itu lagi, menuju arah Utara.
Rencana awal untuk Pekanbaru – Medan naik Medan Jaya beli di redBus, Medan – B.Aceh naik Sempati Star DD (Traveloka), B.Aceh – Medan naik Putra Pelangi Non Stop (Traveloka), dan Medan – Pekanbaru naik Sempati Star DD (Traveloka). Lah SS DD double. Akhirnya SS DD di Aceh saya cancel, lebih prefer SS DD di lintas Medan – Pekanbaru. Alternatifnya Sanura K410 (easybook) atau Kurnia AW Series (non-online). Karena ragu dengan easybook+Sanura, jadi cancel aja. Naik Kurnia AW Series di  rute B.Aceh – Medan.
Nah, berhubung juga udah berkali-kali ke Sumut – Aceh, tapi gak pernah ke Toba, akhirnya saya putuskan untuk ke sana. Awalnya niat tektok (tanpa nginap), karena waktu gak cukup yaa nginap aja lah di Parapat. Dan nambah juga nginap di Sabang. Mayan lah, duit potongan diskon tiket bus dialihkan buat duit bayar penginapan.

PEKANBARU – MEDAN

Keberangkatan saya dari Pekanbaru untuk jalan-jalan / liburan ini tergantung Medan Jaya. Iya, kali ini harus tergantung jadwal Scania-nya. Ora Skaniya ora mangkat. Jadi, beberapa hari sebelum keberangkatan saya mantau dulu ke loketnya di jalan Riau. Ternyata MJ Scania jalan tanggal ganjil (di bulan September) dari Pekanbaru. Fix lah, tanggal 5 September mulai gasss. Booking tiket di redBus, sempat belasan kali gagal di pembayaran (gak keluar petunjuk pembayaran / kodenya) karena alasan teknis. Akhirnya tanggal 4 September berhasil juga. Dapet seat 14 (3B) seharga 125.000. Harga asli 250.000, dikurangi diskon 10% jadi 225.000, dan dikurangi lagi dengan saldo redBus 100.000. Jadi saya bayar 125k sadja dan dapet cashback 62.500 juga. Sayang masih belom bisa jalan gratisan kaya mas Ariep di capertouring.blogspot.com hehehe.

Rabu, 5 September 2018
Pulang daftar ulang semester 7 di kampus, langsung cabut ke loket MJ di jalan Riau. Syukur nama dan seat sudah terbooking walau di armada yang 40 seat, bukan Scania. Eh tapiiii saya malah diminta bayar. Lho kok? Alasannya mereka gak tau kalo saya penumpang online (beli tiket online) dan gak tau tentang online atau redBus. Akhirnya saya telpon redBus dan orang loket MJ juga bicara. Hampir 1 jam saya di loket, gak sepenuhnya ngomongin soal masalah ini sih. Ada juga diskusi tentang Medan Jaya, armada Scania, operasional Scania, iritnya si Scania dan semua mengenai ketentuan tentang armada Scania. Seperti solar yang lebih irit dibanding tronton sebelah, driver dengan sistem gaji, paket yang gak bisa sembarangan naikin di Scania, alasan Scania jalannya selang-seling, dll.
Balik ke masalah tadi, akhirnya pihak redBus akan menyelesaikan masalah ini dengan pihak Medan Jaya di Pekanbaru. Jadi saya pulang dan siap-siap. Jam 5-an sore, saya telpon pihak redBus dan loket MJ Pekanbaru, semua masalah sudah clear. Faedahnya dari masalah ini? Baut saya, harus tetap laporan ke loket (sebelum hari keberangkatan) untuk kepastian. Buat MJ Pekanbaru, menambah info mengenai tiket online dan akan turun Smartphone dari pusat untuk tiket online. Sebenarnya masalah ini mengenai uang aja. Kalo ga ada uang masuk (tiket saya) ke loket, lah gimana mau bawa uang setoran tiketnya ke Medan, nomboklah mereka. Ternyata uang tiket saya langsung masuk ke Medan. Itu aja sih.

19:40 saya tiba di loket Medan Jaya di jalan Riau dengan naik Gojek dari kost. Pengennya sih naik Trans Metro Pekanbaru aja biar murah. Tapiii, karena loketnya ini di “pelosok”, susah akses transportasi umum, jadinya onlen aja lah. Mulai aja, udah tekorrr hehehe.
Nampak Scania 77 siap jalan. Penumpang (bertiket resmi yang naik dari loket) pun sepi, bisa dihitung dengan jari satu tangan.

Selonjorrrr. Anti Mentok!!!
19:50 Pushback. Untungnya loketnya di sini, jadi gak kejebak macet karena pembetonan jalan (sistem buka tutup). Bus lain kaya Intra, PPP, M/H Group, Sempati Srar, RAPI, dll yaaa harus ikut sistem buka tutup. Sebenernya saya bisa aja naik dari terminal, tapi kasian juga sama crewnya, jadi berkurang waktu istirahatnya.
Gak lama lepas dari loket diputar lagu. Bukannya lagu berbasaha Batak / Karo, malah lagu Minang. Lllaaahhh, uniq yaa. Playlist awal lagu Minang. Tapi nanti juga ada lagu berbahasa daerah lainnya. Yang saya ingat cuma satu, Mardua Holong, yang lagi atau masih hits.
20:50 melewati Masjid Nurul Huda, Minas. Sepanjang jalan, santai aja si Scania 77 ini, mungkin karena sepi sewa. Tapii, setelah dikira udah gak ada penumpang yang akan naik lagi, mulai terasa MJ Scania yang sesungguhnya. BTW, saya pindah tempat duduk ke nomer 2 (1B) dan tanpa penumpang sebelah. 2 kursi saya kuasai sendiri, mana selonjorrr pulaa. MANTAB.
21:05 @Minas. Sempat agak geram juga saya karena truk berjejer dengan jalannya yang selow. Butuh waktu juga untuk keluar dari konvoi truk ini. Pas di Rumbai juga sempat tertahan karena truk. Hihhh.
21:38 melewati RM Tuah Sakato, Kandis. Ada Putra Pelangi HDD rombakan dari Padang dan beberapa kendaraan lain. Sementara RM Setia Abadi, tempat singgahnya M/H Group, masih sepi.
21:41 ehh masuk RM Bambu Kuning, Kandis. Saya kira yang katanya Non Stop ini gak masuk RM, eh masuk juga. Ternyata buat naikin penumpang (bertiket resmi). Ada MJ nopin 40 (MB 1526 Legacy) yang lagi dinner.
21:47 oo ooowwww ada Bintang Utara Putra viral, OC500RF 2542 kelas Ekonomi Toilet. Posisinya seperti masuk loket, bukan menepi. Akankah 2542 paling bertenaga ini jadi lawan di jalan?
22:17 eaaaa ternyata disalip BUP saat menepi. Hihh, gak seru lah.
23:15 menepi di Duri, tepatnya sebelum loket Putra Pelangi. Pas berhenti ini disalip lagi sama Intra bodi CK Eurostar, PMM 1626 Euroliner kuning, dan MJ 40. Duhhhh, gak asik lahhh.

Kamis, 6 September 2018
00:36 melintas Polres Rokan Hilir.
01:49 salip Makmur 2542 yang berhenti di RM Sherli, sebelumnya disalip dulu sih. Dua menit kemudian salip lagi si PMM kuning. Ehh semenit setelah salip PMM, malah disalip Makmur 2542 yang tadiii. Lincah amat tuh tronton. MJ pun gak ada niatan buat salip balik, jadi si Makmur menghilang dengan cukup cepat.
Memang MJ Scania rasanya malam ini gak mengeluarkan performa terbaiknya. Padahal kata orang loket, si MJ Scania ini pernah tembus di bawah 12 jam beberapa kali trip secara beruntun. Torehan waktu itu juga buat driver MJ Scania kena tegur atasan. “Kek mana lah kalian bawa mobil?”.
03:37 – 03:43 masuk RM Marni, Buluh Cina, Rantau Prapat. Bukan untuk istirahat, tapi entah ngapain. Lha rumah makannya aja tutup.
03:45 disalip Rajawali Aristo. Hmmmmm.....
06:10 disalip juga sama Halmahera 1836 Legacy SR-2 di simpang tiga setelah RM Gunung Sari, Asahan. Aehhhh...
07:38 Indrapura. Pupus sudah harapan tembus 12 jam Pekanbaru – Medan.
08:24 melewati terminal Bandar Kajum, Tebing Tinggi. Gak masuk, ngapain, waisting time.
08:45 GT Sei Rampah. Aseeekkk, masuk pintu tol paling pertama karena GT dan tol Tebing Tinggi – Sei Rampah belom jadi. Bahkan masih ada sawah, iya sawah yang ada padinya. Mungkin belom selesai masalah pembebasan lahan. Tapi entah lah.
09:18 GT Amplas. Mantap joss. Full tol. Di tol kecepatan maksimal cuma 120 kpj saja, itu pun diturunan kayanya. Kecepatan rata-rata 100. Gak ada speedo mentok, mungkin karena lagi hujan. Di tol juga AC jadi menghangat, mungkin freon bermasalah. Buat saya sih bagus, jadi gak semakin terasa mules hehehehe.
09:20 turun di simpang setelah GT Amplas.

Overall, agak kecewa karena gak bisa patahin rekor saya di rute ini, 13 jam 13 menit naik Halmahera SE Scania K360 (BK 7078 UD). Padahal itu udah termasuk macet buka tutup di jalan Riau, istirahat di RM Gunung Sari, dan gak masuk tol. Kalo gak macet, gak istirahat, dan masuk tol mungkin bisa tembus 12 jam lebih sekian menit. Intinya, MJ Scania sedang tidak pada puncak performa. Tapi oke lah, bayar setengah harga tapi masih bisa 13 jam dan selonjor mania.

Turun dari bus, saya langsung cari rumah makan, lah litak paruik wak. Pas jalan ke rumah makan, eh malah lewat itu bus Sejahtera yang ke danau Toba (Parapat). Yaa mending makan dulu lah. Makan di rumah makan padang sebelum Simpang Amplas cuma 9.000  saja. Abis itu nunggu bus Sejahtera lewat.

10:05 naik bus Sejahtera. Pertama kali naik bus ekonomi, seat 2-3 di Sumatera. Biasa naik ekonomi non ac seat 2-3 mah di bus kota Jakarta aja. Tadinya mau masuk tol dari GT Amplas, karena antrian agak panjang, jadi dari GT selanjutnya aja. Ongkosnya 40.000 yess menuju Parapat.
10:10 bersilangan dengan Rajawali ex. Symphonie dan RAPI Alaska (New Discovery) di depan United Tractors. Di dalam UT ada Sentosa Jetliner dan PMTOH K310 Scorpion X, mantan pelari Celebes dan ATLAS. Oohh, masih ada toh PMTOH Scania, jarang nampak, trouble lumayan kali yah.
10:19 GT Tanjung Morawa. Di sepanjang tol, Mercedes Benz lawas ini di gas poll dan sering di lajur kanan. Saya yang duduk di “The Real Hot Seat” alias paling belakang sampai mulai terasa hangat di betis karena hawa panas mesin yang dipacu dalam-dalam.
10:44 kres dengan Paradep DD prototipe. The Only One Double Decker dari Rahayu Santosa.
10:49 GT Teluk Mengkudu. Yahhh, gak full sampai Sei Rampah.
11:30 Tebing Tinggi. Ohh ternyata ke Siantar – Parapat lewat Tebing Tinggi juga tohhh. Selepas Tebing Tinggi, bus melewati jalan yang cukup mulus dan baik yang di sekelilingnya terdapat kebun sawit dan ada juga kebun singkong milik PTPN IV (kalo gak salah). Setelah PTPN IV, masuk ke PTPN III yang isinya hamparan pohon karet. Pokoknya syahdu banget lah. Langit mendung dan cuaca agak gerimis, jalan mulus, kiri kanan pohon karet berdiri dengan rapi. Ada juga rel kereta api, semapt liat juga rangkaian bawa tangki bertuliskan Pertamina. Entah rel ini, rel umum atau rel yang hanya dipakai oleh Pertamina dan PTPN.

12:41 melewati Siantar City Square. Gokil Siantar, ada Hypermart juga. Sadisss...
12:48 lewatin loket Intra – Sentosa. Banyak juga bus parkir di jalan sebelum loket. Setelah loket mereka, si Sejahtera berhenti di simpang terminal buat naik turun penumpang.
12:59 lewatin Universitas Simalungun.
13:00 isi solar dulu. Eh ada penampakan pemaik Jogjess tuh, si Pinguin. Entah lagi parwis atau udah mantan PR. Kalo parwis kok jauh amat mainnya dan kosongan. Hhmmmmm.....
13:25 jalan setelah istirahat sebentar di loket Sejahtera @Simpang Dua, dekat gudang Intra dan PMH.
14:20 Danau Vulkanik terbesar mulai menampakkan airnya buungg....
14:33 akhirnya saya turun di depan Pantai Bebas.

Turun bus, putu-putu duluuu lahhhh. Abis itu beli persedian logistik untuk di penginapan. Saya nginap di Star Hotel (dekat hotel Inna Parapat). Harganya 145.572 udah kena diskon dari Traveloka. Saya dapet kamar gak jauh dari resepsionis, mantap. Kamar dengan kasur besar, selimut hangat, TV, kipas yang gak guna karena udara sejuk cenderung dingin, kamar mandi dalam tanpa air hangat, 2 air mineral botol 500/600 ml, dan handuk.
Di Parapat ini saya Cuma keliling kecil sekitaran hotel aja jalan kaki. Mayan lah, menikmati udara sejuk sore hari di Parapat. Cuaca saat itu mendung. Padahal pas mau nyampe Toba, dari Medan malah banyak hujannya.

Jum’at, 7 September 2018 
07:37 saya check out hotel. Sebelum check out, ternyata diantarkan sarapan ke kamar. Lah saya kira mah gak dapat. Mayan lah sarapannya, roti bakar isi meises cokelat di atasnya dikasih susu kental dan keju, plus teh hangat 2 cangkir. Roti saya makan satu aja, satu lagi saya masukin plastik buat ganjel perut pas di kapal ke Samosir. Tehnya saya minum satu cangkir aja, nanti mules lagi. Ini hotel rekomen lah. Pelayannya juga ramah. Kalo ke Parapat lagi, saya bakal nginep di Star Hotel lagi.

Check out hotel langsung jalan kaki ke pelabuhan Tiga Raja. Sampe sana ehh gak ada tanda-tanda adanya kapal yang mau jalan. Alhasil jalan kaki lagi ke pelabuhan Ajibata buat naik Ferry. Jalan ke Ajibata lumayan juga, naik turun. Dan ternyata pelabuhan kapal tradisional dan Ferry terpisah. Pelabuhan Ferry itu setelah jembatan.
Untungnya sampe pelabuhan Ferry, kapal masih muat kendaraan dan penumpang. Beli tiket harganya 5000, padahal di tiket 3.900. Cara beli tiketnya isi data penumpang (sendiri atau rombongan) di kertas yang disediakan, nanti dikasih ke loket.
08:29 KM Tao Toba II pushback menuju pelabuhan Tomok, Samosir. Kapalnya kecil yak, baru kali ini naik Ferry yang kecil, biasanya naik Ferry di Merak – Bakauheni aja. Waktu tempuh sekitar 50 menit.
Agak memperihatinkan kondisinya. Tapi, overall, gak ada masalah apapun sepanjang perjalanan.
Merapat di Tomok, saya jalan ke Museum Batak dan tempat pertunjukan Tari Sigale Gale. Mungkin saya kurang terlalu suka yang beginian, jadi numpang lewat aja dan langsung balik ke kapal. HAHAHAHAHA
Selamat Datang di Pulau Samosir
Pas balik ke pelabuhan, rasanya pengen beli makan tapi gak jadi lah. Masih ada roti tadi. Sampe pelabuhan saya seperti biasa, beli tiket 4.000 untuk kali ini dan langsung naik ke kapal.
10:04 KM Tao Toba II (yang tadi) mulai berlayar selama 50 menit ke Ajibata. Itu artinya, hanya ada waktu 40 30-40 menit untuk bongkar muat. Kasian juga Tao Toba II ini, pagi-pagi udah puter walikan aja. Si Tao Toba I yang ada di Ajibata kayanya lagi trouble, atau mungkin jatah jalannya itu Sore – Malam. Entah lah.

Pelabuhan Ajibata. Ada bus Samosir Pribumi
Setelah bersandar, awalnya saya niat cari makan dulu di sini, karena banyaknya rasa ragu di kepala, yaaa gak jadi lah. Nah, di pelabuhan ini ada loketnya Sejahtera yang sekaligus jadi titik awal maupun titik akhir trip dari bus Sejahtera. Di loket sudah ada bus Sejahtera yang sedang stay dan akan berangkat beberapa saat lagi. Langsung naik aja.
11:32 pushback dan langsung nanjak keluar area Ajibata. Selesai nanjak harus putar 180 derajat untuk menuju jalan utama / lintas Toba – Medan.
11:43 lewatin terminalnya Parapat. Di seberang ada sosok Jetbus HD dengan livery Zentrum, mungkin sang mantan TZ kali yah. Lepas terminal, singgah sebentar di loket Sejahtera yang berada di seberang Pegadaian dan sebelum SPBU. Selepas tidak tampak lagi danau Toba, saya mencoba tidur dan berhasil. Lumayan lah.
13:11 melewati Universitas Sumalungun.
13:19 – 13:45 berhenti di Simpang Parlo (kalo gak salah) atau Simpang terminal sebelum loket Intra / Sentosa di Pematang Siantar. Lama banget berhentinya, penumpang yang tadinya belom penuh, jadi hampir penuh. Kursi yang saya kuasai sendiri, jadi ada orang di sebelah. Akhirnya merasakan lagi sempitnya seat 2-3 hahahaha.
13:57 masuk terminal Pematang Siantar. Laporan sadja sama petugas Dishub. Lepas Siantar, tepatnya di jalur perkebunan PTPN, si Mercy lawas ini tetap dipacu kencang walau terkadang kena hadangan truk yang jalan pelan. Sensasi akselerasi pas salip kendaraan dengan mesin bertenaga kecil itu punya cita rasa tersendiri.
14:53 Simpang Medan, Tebing Tinggi.
15:22 GT Sei Rampah. Nahhh kek gitu lah, masuk tol dari awal mula.
15:47 GT Lubuk Pakam. Keluar di sini karena ada penumpang yang turun di Lb Pakam. Jadi mayan makan waktu lagi.
16:17 melewati Polda Sumatera Utara.
16:23 akhirnya turun di Simpang Amplas.

PERHATIAN!!! Setelah membaca, alangkah baiknya lihat  etape touring selanjutnya, Etape Medan - Aceh - Sabang  dan  Etape Aceh - Medan - Pekanbaru . Terima Kasih


DETAIL BUS

Bus: Medan Jaya (PT Medan Jaya Simalem)
Nomer plat bus: BK 7377 UA
Kelas: Executive
Jurusan: Pekanbaru - Medan
Tarif: 125.000 setelah berbagai potongan (aslinya 250.000)
Nomer kursi: 2 (1B)
Jumlah kursi: 32
Merk kursi: Aldilla
Sasis: Scania K360IB Opticruise
Bodi: Jetbus2+ SHD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, toilet, rec.seat, leg rest, bantal, selimut, colokan listrik, sekat depan.
Waktu tempuh: 13 jam dan 30 menit.


PENILAIAN

+ Penumpang sepi, bisa kuasai 2 seat.
+ Leg romm selonjorrr, anti mentok.
+ Playlist lagu pas untuk perjalanan.

- Waktu tempuh agak mengecewakan. Bukan top performa. Tapi masih 13 jam, oke lah.
- Gak ada snack kalo dari Pekanbaru

Selasa, 13 Maret 2018

Menuju Jambore Nasional Bismania Community (Jamnas BMC) 2018 ke-9 di Lampung

Tolong hentikan fokus anda pada artikel ini sementara :)

Bagi yang ingin mendapatkan diskon dari redBus silakan masukkan kode refferal redb527qj atau ke http://r.redbus.com/redb527qj-1q6 untuk mendapatkan diskon 80.000 saat mendownload di Android apps mendaftar di redBus. Sekian, Terima Kasih.

10 Maret 2018 adalah waktu yang paling ditunggu bagi para pecinta bus/bis yang tergabung dalam Bismania Community (BMC) terutama yang berada di Sumatera. pada tanggal tersebut untuk pertama kalinya event akbar tahunan komunitas ini, Jambore Nasional (Jamnas), dilakukan di luar pulau Jawa. Lampung adalah destinasi Jamnas 2018 ini setelah setahun sebelumnya Jamnas dilakukan di Mekarsari, Bogor (eh, Bogor apa Jakarta yah???).
Tempat yang dipilih untuk lokasi Jamnas adalah Pantai Sari Ringgung. Pantai Sari Ringgung terletak sekitar 30 km Selatan Bundaran Radin Inten atau sekitar 103 km Barat Laut pelabuhan Bakauheni. Pantai berpasir putih ini lebih tepatnya berada di desa Sidodadi, Teluk Pandan, kabupaten Pesawaran, provinsi Lampung. Untuk penjelasan mengenai pantai dan foto, simak terus tulisan ini atau silakan berselancar di dunia maya.
Saya berangkat Jamnas bersama rombongan dari Pekanbaru dengan armada Fajar Riau Wisata. Oh iya, biaya Jamnas sebesar 150.000 termasuk 2 souvernir botol minum dan wristband, dan servis makan 2x. Biaya tersebut belum termasuk transport ke Lampung dan pengeluaran pribadi. Singkat cerita, langsung aja ke catatan perjalanannya.

Kamis, 8 Maret 2018
Berangkat dari kost setelah Zuhur menujuu........ tempat laundry hehehe. Setelah itu, lanjut naik Trans Metro Pekanbaru (TMP) koridor 03 selama 10 menit menuju halte portable di Pasar Pagi Arengka. Turun TMP, nyebrang, dan jalan kaki sebentar ke garasi / pool Fajar Riau Wisata yang lokasinya dekat dengan ESL Express atau tempat naik/turun penumpang Lorena. Armada yang dipakai yaitu ISTANA SIAK berbodi JeBe 2+ HDD yang ditopang sasis MB OH 1526 NG. Masih cukup fresh, belom 45.000 km pas berangkat.
13:34 Roda mulai berputar dan stir diputar ke arah kanan. Ya kanan, bukan kiri karena akan jemput beberapa peserta lainnya, jadi rutenya melewati Jl. Arifin Ahmad – Jl. Sudirman – Parit Indah. Kalo naik Lorena kemaren sih lewatnya Jl. Soekarno Hatta – Jl. Kaharudin Nasution – Pasir Putih.
14:24 Simpang Beringin.
15:03 Kres dengan rombongan teman satu mata kuliah yang baru balik study tour dari Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) naik Medium Bus. Naik medium isi 33 dan hampir full seat. Sementara kami (rombongan Jamnas), naik big bus 46 seat okupansinya gak sampai 50%.
15:18 Melintasi gerbang RAPP. Setelah gerbang ini, terdapat beberapa loket bus BK (tujuan Medan dan sekitarnya), seperti Bintang Utara, RAPI, M/H Group, Rajawali, PMM, dll.
15:28 Melanjutkan perjalanan setelah menjemput mas Bayu, ketua Korwil Pekanbaru, dan keluarga.
16:16 Jalan lagi menyusuri Lintas Timur setelah berhenti di SPBU Palas, Sorek untuk foto-foto dan ke toilet.
17:51 Pertamina Lirik Field.
17:57 – 19:01 RM Simpang Raya, Japura. Ada ALS dan Prayogo juga yang istirahat di sini.
20:50 Masuk SPBU lagi untuk istirahat (ke toilet maupun meregangkan badan).



Jumat, 9 Maret 2018
00:38 Sengeti.
01:10 – 02:30 Simpang Rimbo, Jambi. Di sini istirahat (makan minum tidur) sekaligus kopdar mini dengan salah satu anggota Pekanbaru yang ada di Jambi. Sementara saya terlelap tidur. Pas udah mau jalan baru melek.
02:50 Keluar Terminal Alam Barajo, Jambi. Lho kok? Awalnya dipaksa masuk oleh petugas Dishub dan pas mau keluar bus berhenti. Cukup lama di sini sampai kru, ketua korwil, dan peserta lainnya turun dari bus untuk berunding dengan petugas, sementara saya stay di bus. Ini kan bus pariwisata, bukan bus AKAP. Kalo dari perbincangan sih kayanya karena bus tadi berhenti cukup lama di depan loket ALS dan Lorena (kalau tidak salah dengar), itu pun bukan menaikkan penumpang (reguler) tapi bertemu kawan aja. Ada-ada aja ‘usaha’ Dishub jaman now.
06:36 Jalan dari sebuah Masjid di daerah Sungai Lilin, Sumatera Selatan. Sebelumnya bus berhenti di depan Masjid untuk istirahat sejenak buat yang mau ke toilet dan lain-lain.
07:02 – 08:30 RM Pagi Sore, Sungai Lilin. Pertama kalinya saya singgah di sini. Kondisi rumah makan serta toiletnya bagus, sangat berbanding terbalik dengan rumah makan singgah (dibaca: RM Musi Indah, Betung) kebanyakan bus sebelum masuk Palembang (dari arah Jambi).
09:56 Pangkalan Balai, Musi Banyuasin.
10:50 Padat merayap di KM 17 Palembang-Betung. Dah biasa lah. Kenapa ya jalur Palembang – Betung gak dibuat jalan tol juga? Kalo pun nantinya ada, lebih baik pengoperasiannya bersamaan dengan tol Palembang – Indralaya karena jalur ini juga termasuk jalur padat kendaraan di Lintas Timur Sum-Sel. Paling kesal di dua jalur tersebut kalau dihadang ‘Optimus Prime’ yang jalannya woles.
11:07 Melewati terminal Alang-Alang Lebar. Terminal yang diisi pasukan biru dan merah.
11:19 – 13:28 Singgah di pool / kantor Rosalia Indah Palembang. Sepertinya sih sudah dapat izin, makanya boleh. Lagipula jam segitu gak ada Rosin yang stay, udah jalan ke Solo jam 10. Terlihat juga 2 unit Lorena Palembang melintas menuju tujuan akhir di kantor cabang Palembang, Laju Prima 1521 SR-1 yang berangkat ke Jawa, serta Sari Mustika Jetbus HD Hino eks Zentrum yang entah mau ke mana.
Palembang sekarang udah lebih rapi, fly over pun udah jadi. Mendingan dari Desember lalu pas naik LE 151. Tapi tetap aja masih banyak debu pasir polusi karena proyek untuk mendukung suksesnya Asian Games 2018. Mungkin pas Juni / Agustus udah cantik ciamiks lah Palembang. Apalagi nanti ada Monorail. Monorail pertama di Sumatera dan ada kemungkinan bisa jadi kota pertama yang mengoperasikan resmi Monorail di Indonesia.
14:00 Isi solar dulu setelah antri cukup lama bersama para Optimus Prime.
14:26 Jembatan Musi 2.
15:23 Indralaya.
16:02 Tanjung Raja.
16:23 Melewati terminal Kayu Agung. Kok tumben lewat sini, perasaan sebelumnya naik Lorena gak pernah lewat sini. Bus lain pada lewat sini juga sih. Mungkin karena lagi ada proyek.
±17:00 – 18:06 RM Pagi Sore, Kayu Agung / Teluk Gelam, OKI. Terparkir juga LE 121 (JB2+ Setra), Kramat Djati divisi setoran, Laju Prima (yang ketemu pas di pool Rosin), Handoyo, serta LE 151 (P 323).
Masuk RM Pagi Sore dalam keadaan hujan cukup deras dan keluar pun masuk hujan ringan. Perut kenyang + AC dingin (banget) + hujan, membuat saya banyak tidur setelah menikmati goyangan Lintas Timur sebentar.
21:48 Kres dengan SAN SR-2 gak pake XHD Prime di daerah Mesuji (kalo gak salah). Kresnya sama K360, bukan K410. Di sini jalannya ampun dahhh, jelekkk. Makanya saya pilih tidur walau dengan konsekuensi suka terbangun karena jalan jelek dan badan sakit. Seingat saya, bus FRW ini sempat disalip dengan ‘gahar’ oleh Laju Prima dan Gumarang Jaya yang ditopang mesin dari OH 1521, kakaknya 1526 NG yang dipakai FRW ini.


Sabtu, 10 Maret 2018
01:16 – 02:30 Berhenti di sebuah SPBU yang kalau gak salah lokasinya sebelum pertemuan antara Lintas Timur dan Lintas Tengah.
05:10 – 07:57 RM Siang Malam, Kalianda. Nampak juga 2 unit Family Raya Ceria dan Damri kelas bisnis. Cukup lama di sini karena rombongan bersih-bersih, sarapan, dan sambil menunggu rombongan yang dari Jawa merapat ke Sumatera.
Untuk ‘waisting time’ (salah satu alasan, bagi saya sih hehehe), maka kami menuju Menara Siger. Objek yang menarik perhatian mata bagi orang yang akan merapat di pelabuhan Bakauheni. Di Menara Siger ini, yaaa biasa lahhh, poto-poto. Sekaligus menikmati bus dan truk yang melintasi tol Bakauheni – Terbanggi. Walau tol ini gak terlalu curam seperti tanjakan/turunan Bakauheni, ternyata masih ada aja truk yang jalan lambat dengan suara yang cetar membahana.
10:10 Jalan dari Menara Siger karena dapat info kalau rombongan sudah merapat.
10:27 Menepi di depan RM Anugerah untuk menunggu rombongan sekaligus hunting. Yang hunting pun bukan cuma rombongan, tapi kru juga ada yang ikut hunting. Setelah menunggu sekitar 30 menit, rombongan pun lewat yang dipimpin mobil Patwal, Storing Car dari panitia dan rombongan bus. Mitra Rahayu MB 2542 Ecolife Panoramic memimpin rombongan bus Jamnas dan ditutup oleh pelari dari tanah Muria, New Shantika SR-2 HD Prime Hino RN8J (RN 285) “Barracuda”. Untuk video cek di sini => https://www.youtube.com/watch?v=O4dDncfKYzY
10:58 Rombongan Pekanbaru yang pada hunting langsung tancap gas ke dalam bus dan langsung mengikuti konpoy.
11:23 Masjid Agung Kalianda. Di sini Cuma pengarahan, foto-foto, temu kangen sejenak, dan servis makan (nasi box). Servis makannya enak loh, ada ayam, telur bulat, tempe orek, kerupuk, serta pisang. Sayang nasinya ‘kuler 1521’, bukan ‘scania k360’ hehehe.
12:12 Keluar pada urutan ke-5 di belakang Saztro Holiday Old Travego (1), Ajas Trans O500R 1836 eks PMTOH (2), Saztro Holiday Evo series eks Rosin (3), dan Travelindo 1525 MP Tourismo (4). Btw, Saztro terdepan ada tempelan “Convoy Leader”, sementara FRW bertempelkan “Convoy Sweeper”. Sedappp. Untuk video konvoy menyusul di YouTube. 
±12:40 Saat konvoy rombongan Pekanbaru dengan FRW nya di goyang kanan oleh pemain ‘Pantura’, Haryanto MB OF 917, Ziyan Trans RK8 SHD, dan Panorama 1525. Tapi, penyalipan oleh 3 bus tersebut tidak berlangsung lama. Tanpa kompor dari kawan-kawan, FRW mengambil alih posisi urutan konvoy ke-5 / kembali salip 3 bus tersebut. Ajas Trans juga sempat berada di posisi terdepan setelah salip Saztro Holiday Old Travego yang sudah jelas di atas kertas kalah tenaga mesin. Untuk video, menyusul.
13:01 Turunan Tarahan. Akhirnya bisa menikmati juga pemandangan dari turunan/tanjakan Tarahan. Selama ini cuma bisa liat di FB atau IG doang.
13:21 Belok kiri arah Teluk Ambon, Pelabuhan Panjang. Sepanjang jalan jadi objek mata orang-orang. Pada bingung kali liat rombongan bus bejejer rapi begini.
14:15 Cesss, tuas hand brake diturunkan yang berarti telah tiba di Pantai Sari Ringgung. Perjalanan menuju pantai ini mantap juga, sayang saya banyak tidur. Pas udah di area pantai jalannya kerikil, dan bergelombang. Jadi kasian sama balon airsus (buat yang pake airsus), apalagi balon yang topang sasis kaya 1626 dan RN.



DETAIL BUS

Bus: Fajar Riau Wisata (PT Fajar Riau Wisata)
Nomer Plat Bus: BM 7460 JU “ISTANA SIAK”
Jumlah Kursi: 40 + 6 (di smoking area)
Merk Kursi: Aldilla
Sasis: Mercedes Benz OH 1526 NG
Bodi: Jetbus2+ HDD (karoseri Adi Putro)
Fasilitas: AC, TV, audio, colokan listrik, rec.seat, bantal, selimut, smoking area